Serangan Di Hutan Jingu

Setelah meninggalkan surat kepada dewan penasihat dan mengucapkan selamat tinggal kepada rakyatnya, Luna akhirnya memulai perjalanannya yang panjang dan penuh misteri.

Dengan hati yang berat namun tidak ada pilihan, ia melangkah keluar dari gerbang kerajaan Shang Yuan, menuju ke sebuah hutan lebat yang dikenal sebagai Hutan Jingu. Hutan ini terkenal dengan kesunyian dan keindahannya, tetapi juga menyimpan banyak rahasia yang berbahaya.

Hari itu, langit cerah dengan sinar matahari yang hangat menyinari jalannya. Cahaya itu memantul di daun-daun pepohonan yang tinggi, menciptakan kilauan hijau keemasan yang menambah keindahan hutan tersebut.

Burung-burung berkicau riang di kejauhan, dan angin sepoi-sepoi berbisik lembut melalui dedaunan, seolah-olah menyambut Luna dalam perjalanannya.

Namun, di balik keindahan hutan itu, tersembunyi ancaman yang mengintai.

Luna, yang selalu tenang, merasakan ada sesuatu yang tidak biasa. Ketenangan hutan yang semula menenangkan, tiba-tiba terasa aneh. Kicauan burung-burung berhenti secara mendadak, dan angin yang berbisik seolah menghilang. Hanya ada kesunyian yang nampak mencekam.

Luna memperlambat langkahnya, tangannya dengan lembut mengusap seruling peraknya yang tergantung di pinggangnya. Dalam sekejap, seruling itu berubah menjadi pedang yang mempunyai hawa dingin, bilahnya yang tajam memantulkan cahaya matahari dengan kilauan dingin.

Luna memperhatikan sekeliling, matanya yang hitam halus menelusuri sekeliling, mencari sumber bahaya yang dirasakannya.

Tiba-tiba, dari balik pepohonan, muncul sekelompok pria berpakaian lusuh dengan senjata di tangan mereka. Mereka adalah bandit-bandit yang terkenal sering merampok para pelancong yang melintasi hutan ini.

Pemimpin mereka, seorang pria bertubuh besar dengan bekas luka di wajahnya, melangkah maju dengan senyum licik.

"Hei, lihat siapa yang kita punya di sini," kata pria itu dengan suara serak. "Seorang gadis cantik berjalan sendirian di hutan yang berbahaya. Apa yang kau lakukan di sini, Nona? Tidak takut tersesat atau diserang, huh?"

Luna memandang pria itu dengan tenang, tidak ada sedikit pun ketakutan di wajahnya. "Aku hanya seorang pengembara yang mencari kedamaian. Aku tidak ingin bertarung, jadi biarkan aku lewat."

Bandit-bandit itu tertawa keras mendengar ucapan Luna. "Kau mendengar itu? Dia tidak ingin bertarung!" seru salah satu dari mereka dengan nada mengejek. "Tapi sayang, Nona, kami tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja. Bagaimana kalau kau tinggalkan semua barang berhargamu di sini, dan mungkin kami akan membiarkanmu pergi dengan selamat."

Luna menghela napas pelan, menyadari bahwa mereka tidak akan mundur dengan mudah. Dia mengangkat pedangnya dengan anggun, ujung bilah es itu mengarah ke tanah. Mata Luna menatap pemimpin bandit itu dengan pandangan yang tajam. "Aku memperingatkan kalian sekali lagi. Biarkan aku lewat, dan tidak ada yang perlu terluka."

Pemimpin bandit itu tersenyum sinis, lalu memberi isyarat kepada anak buahnya. "Serang dia! Tunjukkan padanya apa yang terjadi jika dia melawan kami!"

Dengan teriakan beringas, bandit-bandit itu menyerbu Luna. Mereka mendekat dengan cepat, pedang dan tombak terhunus, siap untuk menyerang tubuh Luna.

Namun, dalam sekejap, Luna bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak terlihat oleh mata. Dia melompat mundur dengan ringan, menghindari serangan pertama yang diarahkan padanya. Dengan gerakan yang anggun, dia memutar tubuhnya dan melancarkan serangan balasan. Pedang esnya berkilau dalam cahaya, mengiris udara dengan suara tajam yang mendesing.

"Terima ini!" teriak seorang bandit saat dia mencoba menebas Luna dengan tombaknya.

Luna dengan mudah memutar tubuhnya ke samping, membuat tombak itu hanya menusuk angin kosong. Dengan satu ayunan cepat, Luna menebas tombak itu menjadi dua bagian. Mata bandit itu melebar ketakutan, namun sebelum dia bisa bereaksi, Luna telah menyerangnya dengan tebasan diagonal yang menghantam dadanya, membuatnya terjatuh ke tanah dengan erangan kesakitan.

Pemimpin bandit, yang melihat anak buahnya dikalahkan dengan mudah, menjadi marah. "Kau wanita sialan! Jangan main-main denganku!"

Dia menyerang Luna dengan pedang besarnya, mengayunkannya dengan kekuatan penuh. Luna menghadapinya dengan tenang, matanya fokus pada setiap gerakan lawannya. Ketika pedang besar itu mendekat, Luna menangkisnya dengan pedang esnya. Dentingan logam terdengar keras, tapi Luna tidak mundur sedikitpun.

Dengan langkah ringan, dia mengubah posisi dan melancarkan serangan balasan. Pedangnya bergerak seperti angin, cepat dan tak terduga. Setiap tebasan yang dia lakukan menciptakan kilauan es yang melayang di udara, memperlihatkan kekuatan dingin yang menyeramkan. Pemimpin bandit itu berusaha mati-matian untuk menangkis, tetapi serangan Luna terlalu cepat dan akurat.

Dalam beberapa saat, Luna berhasil memojokkan pria itu. Dengan gerakan memutar yang anggun, dia mengayunkan pedangnya dan membuat serangan terakhir. Pemimpin bandit itu berusaha menghindar, tapi dia terlalu lambat. Pedang es Luna berhasil menebas lengan pria itu, membuatnya berteriak kesakitan dan menjatuhkan senjatanya.

"Pergilah," kata Luna dengan suara yang tenang namun tegas. "Jangan pernah kembali ke sini."

Pemimpin bandit yang terluka itu menatap Luna dengan ketakutan yang terpancar di matanya. Dia tahu bahwa Luna bisa membunuhnya jika dia mau, tapi dia memilih untuk mengampuni. Dengan rasa malu dan ketakutan, orang itu bangkit dan melarikan diri bersama sisa-sisa anak buahnya yang selamat.

Setelah mereka pergi, hutan kembali tenang. Luna memandang sekeliling, memastikan bahwa tidak ada lagi ancaman yang tersisa. Dia menghela napas pelan, lalu mengembalikan pedangnya ke bentuk semula sebagai seruling perak Yueliang.

Luna melanjutkan perjalanannya, langkahnya tetap anggun dan penuh keyakinan. Meskipun dia tahu bahwa perjalanannya masih panjang dan penuh bahaya, Luna selalu siap menghadapi apa pun yang ada di hadapannya. Sebagai Sang Ratu, penguasa Shang Yuan, dia akan terus maju tanpa ragu.

Episodes
1 Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2 Teh Yui Zheng
3 Pendekar Pengembara Sunyi
4 Keputusan Sulit Sang Ratu
5 Serangan Di Hutan Jingu
6 Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7 Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8 Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9 Perasaan Seorang Ratu
10 Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11 Pendeta Misterius
12 Tugas Penting Pengembara Sunyi
13 Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14 Roh Gunung VS Naga Yueliang
15 Pengembara Hitam Yingzhu
16 Kerajaan Megah Shang Yuan
17 Cincin Roh Telaga
18 Ratu & Rusa Jantan Putih
19 Desa Feng Hua
20 Perpisahan Dengan Hewan Suci
21 Serigala-serigala Menyeramkan
22 Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23 Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24 Hutan Bambu Di Malam Hari
25 Luna Menuju Desa Feng Hua
26 Keheningan di Balik Pegunungan Es
27 Manipulasi Dan Rencana Jahat
28 Harapan dalam Pesan Misterius
29 Takdir Yang Tak Terlihat
30 Hukuman Sang Ratu
31 Beku Dalam Kristal Abadi
32 Keberadaan Tak Terduga
33 Menjamu Sang Ratu
34 Malam Di Desa Feng Hua
35 Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39 Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40 Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41 Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42 Rahasia Sang Ratu
43 Meninggalkan Desa Feng Hua
44 Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45 Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46 Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47 Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48 Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49 Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50 Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51 Tangkap Sang Ratu!
52 Yue Ji dan Xin Ji
53 Rahasia Nama "Yue Ji."
54 Jalan Menuju Artefak
55 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58 Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59 Kegelisahan Sang Ratu
60 Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61 Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62 Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63 Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64 Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65 Hati Yang Tidak Sendiri
66 Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67 Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68 Helaian Yang Semerbak
69 Waspada Terhadap Sang Pengelana
70 Kemunculan Kura-Kura Dunia
71 Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72 Cermin Yang Menyimpan Takdir
73 Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74 Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75 Dingin Yang Menguji Hati.
76 Es Yang Memecah Keraguan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2
Teh Yui Zheng
3
Pendekar Pengembara Sunyi
4
Keputusan Sulit Sang Ratu
5
Serangan Di Hutan Jingu
6
Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7
Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8
Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9
Perasaan Seorang Ratu
10
Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11
Pendeta Misterius
12
Tugas Penting Pengembara Sunyi
13
Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14
Roh Gunung VS Naga Yueliang
15
Pengembara Hitam Yingzhu
16
Kerajaan Megah Shang Yuan
17
Cincin Roh Telaga
18
Ratu & Rusa Jantan Putih
19
Desa Feng Hua
20
Perpisahan Dengan Hewan Suci
21
Serigala-serigala Menyeramkan
22
Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23
Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24
Hutan Bambu Di Malam Hari
25
Luna Menuju Desa Feng Hua
26
Keheningan di Balik Pegunungan Es
27
Manipulasi Dan Rencana Jahat
28
Harapan dalam Pesan Misterius
29
Takdir Yang Tak Terlihat
30
Hukuman Sang Ratu
31
Beku Dalam Kristal Abadi
32
Keberadaan Tak Terduga
33
Menjamu Sang Ratu
34
Malam Di Desa Feng Hua
35
Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39
Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40
Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41
Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42
Rahasia Sang Ratu
43
Meninggalkan Desa Feng Hua
44
Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45
Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46
Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47
Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48
Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49
Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50
Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51
Tangkap Sang Ratu!
52
Yue Ji dan Xin Ji
53
Rahasia Nama "Yue Ji."
54
Jalan Menuju Artefak
55
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58
Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59
Kegelisahan Sang Ratu
60
Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61
Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62
Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63
Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64
Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65
Hati Yang Tidak Sendiri
66
Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67
Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68
Helaian Yang Semerbak
69
Waspada Terhadap Sang Pengelana
70
Kemunculan Kura-Kura Dunia
71
Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72
Cermin Yang Menyimpan Takdir
73
Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74
Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75
Dingin Yang Menguji Hati.
76
Es Yang Memecah Keraguan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!