Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong

Luna telah menempuh perjalanan jauh dari Kerajaan Shang Yuan, melintasi hutan-hutan lebat dan pegunungan yang menjulang tinggi.

Perjalanannya membawanya ke sebuah lembah yang dikelilingi oleh tebing-tebing batu yang menjulang. Di tengah lembah itu, sebuah air terjun megah dengan air jernih yang jatuh dari ketinggian, menciptakan tirai air yang indah dan menyejukkan. Suara gemuruh air yang jatuh memenuhi udara, menambah kesan tenang dan damai di tempat itu.

Luna menghentikan langkahnya di tepi air terjun, merasakan embun air yang lembut menyentuh wajahnya. Rambut hitam panjangnya tergerai, tertiup angin lembut. Luna menutup matanya sejenak, menikmati momen tersebut.

Di saat seperti ini, jauh dari hiruk pikuk kerajaan, dia merasakan kebebasan yang begitu dia dambakan. Namun, di balik ketenangan itu, Luna merasakan sesuatu yang aneh.

Tiba-tiba, getaran halus terasa di tanah di bawah kakinya. Getaran itu semakin kuat, membuat air di kolam di bawah air terjun beriak tak wajar. Luna membuka matanya, ekspresi wajahnya yang tenang berubah menjadi waspada. Dia tahu ada sesuatu yang tidak beres.

"Ada sesuatu di dalam air," bisiknya pada diri sendiri, tangannya dengan perlahan-lahan meraih seruling peraknya, Yueliang, yang selalu setia menemani dibalik hanfunya.

Dari kedalaman air yang bergejolak, tiba-tiba muncul seekor makhluk raksasa. Air yang tenang mendadak menjadi badai kecil, menciptakan pusaran kuat saat makhluk itu perlahan muncul ke permukaan. Sosok makhluk itu semakin jelas, seekor ular raksasa dengan sisik hitam legam yang berkilauan di bawah sinar matahari. Ular itu mengangkat kepalanya yang besar, memperlihatkan mata merah yang bersinar dengan amarah dan kelicikan.

Tubuhnya yang panjang dan tebal meliuk-liuk, membelah air dengan mudah. Luna mengenali makhluk itu seketika.

"Zhenlong," kata Luna dengan suara tenang, meskipun hatinya berdegup kencang. "Naga Air Zhenlong, penjaga legendaris lembah ini."

Zhenlong menatap Luna dengan mata penuh ancaman, mendesis dengan suara yang bisa membuat kulit siapa pun merinding. Ular itu membuka mulutnya yang besar, memperlihatkan taring-taring tajamnya yang siap menerkam Luna.

"Manusia yang berani menginjakkan kaki di wilayahku!" Zhenlong berbicara dengan suara yang bergema, seolah berasal dari kedalaman bumi itu sendiri. "Siapa pun yang mendekati air terjun ini tanpa izin, harus membayar dengan nyawanya!"

Luna tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Dengan tenang, dia membawa serulingnya ke bibirnya, Luna memanggil melodi yang memiliki kekuatan es yang tersembunyi di dalamnya. "Aku mengetahui legendamu, tapi aku tidak akan membiarkanmu berbuat seenaknya."

Zhenlong mendesis lebih keras, merasa terhina oleh keberanian Luna. "Kau hanya manusia lemah! Aku akan menunjukkan padamu kekuatan yang sebenarnya!"

Dengan kecepatan yang mengejutkan untuk makhluk sebesar itu, Zhenlong menerjang ke arah Luna, membuka mulutnya lebar-lebar seolah ingin menelannya hidup-hidup. Tetapi Luna sudah siap. Dia melompat ke samping, menghindari serangan pertama Zhenlong dengan gerakan yang anggun dan cepat.

Ular itu berputar dengan lincah, tidak memberi Luna kesempatan untuk bernafas. Dia menyerang lagi, kali ini mengayunkan ekornya yang besar ke arah Luna, mencoba menghantamnya dengan kekuatan luar biasa. Tanah di sekitar air terjun bergetar hebat setiap kali ekor Zhenlong menghantamnya, meninggalkan jejak kehancuran.

Luna menghindari setiap serangan dengan kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Namun, dia tahu bahwa dia tidak bisa terus menghindar. Dia harus melawan balik. Dengan sebuah gerakan cepat, Luna meniup serulingnya. Sebuah melodi indah mengalun, tetapi di balik keindahannya terdapat kekuatan mematikan.

Yueliang bergetar, lalu dengan kilauan cahaya biru, berubah menjadi pedang panjang berkilauan dengan bilah yang dingin seperti es. Luna menggenggam pedang itu dengan kuat, merasakan kekuatan es yang mengalir ke seluruh tubuhnya.

Zhenlong, yang semakin marah karena serangannya gagal, mengumpulkan air di sekitarnya, menciptakan gelombang besar yang dengan cepat mendekati Luna. Gelombang itu menghempas dengan kekuatan dahsyat, berusaha menenggelamkan Luna di bawahnya. Tapi Luna tidak terintimidasi.

Dengan sebuah lompatan yang luar biasa tinggi, Luna menghindari gelombang itu. Di udara, Luna memutar tubuhnya dan mengayunkan pedangnya ke bawah. "Aku Ratu dari kerajaan Shang Yuan, akan menghukummu dengan kekuatan alam yang sesungguhnya!" serunya.

Pedang Yueliang memancarkan energi dingin yang membekukan, menciptakan sebuah sabetan es yang tajam, mengarah langsung ke tubuh Zhenlong. Serangan itu membekukan sebagian besar air di sekitar ular tersebut, memperlambat gerakannya.

Zhenlong meraung marah, tubuhnya bergetar saat es mulai membungkus sisiknya. Tetapi makhluk air itu tidak menyerah. Dengan kekuatan yang besar, dia menghancurkan lapisan es itu dan menerjang ke arah Luna dengan amarah yang semakin menjadi-jadi.

Luna mendarat dengan anggun di atas batu besar yang menghadap air terjun, Luna waspada untuk menghadapi serangan berikutnya dari makhluk itu.

Zhenlong meluncur cepat di atas air, menciptakan gelombang tinggi yang mengancam akan menghanyutkan apa pun di jalannya.

Saat Zhenlong mendekat, Luna menyiapkan serangan terakhirnya. Dia memusatkan seluruh kekuatan esnya ke dalam Pedang Yueliang. Udara di sekitar mereka mulai mendingin, menciptakan kristal-kristal es yang melayang di udara. Luna menutup matanya sejenak, merasakan aliran energi yang kuat dari pedangnya.

Ketika Zhenlong hampir mencapai Luna, dia membuka matanya dan melompat ke depan, menyongsong Makhluk raksasa itu dengan pedangnya.

Dengan satu tebasan yang luar biasa cepat dan kuat, Luna mengayunkan Yueliang tepat ke arah kepala Zhenlong. Bilah pedang itu membelah udara, memancarkan kilatan es yang tajam dan mematikan. Suara tabrakan logam dan sisik yang hancur memenuhi udara.

Serangan Luna tepat sasaran. Kepala Zhenlong terpotong dengan sempurna, dan tubuhnya yang besar langsung jatuh ke air dengan suara gemuruh, menciptakan gelombang besar yang menggetarkan seluruh lembah. Air terjun kembali tenang, seolah menghormati kemenangan Luna.

Luna mendarat di tepi air terjun, menarik napas dalam-dalam. Yueliang perlahan kembali ke bentuk seruling peraknya, yang kini bersinar dengan cahaya lembut. Luna menyeka keringat dari dahinya, merasa lega meskipun tubuhnya sedikit gemetar akibat intensitas pertempuran.

Dia menatap air terjun yang sekarang kembali tenang. "Maafkan aku."

Dengan langkah ringan, Luna berjalan ke tepi air terjun dan menatap ke bawah, melihat air yang kembali mengalir dengan damai. Pertarungan ini adalah pengingat bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Bahaya akan selalu mengintai, bahkan di tempat yang paling indah sekalipun.

Kemudian Luna mulai mengangkat serulingnya ke bibirnya, secara perlahan-lahan Luna memainkan melodi yang lembut dan menenangkan. Suara seruling itu membawa kedamaian kembali ke lembah, menandakan akhir dari pertarungan dan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Luna melanjutkan perjalanannya, meninggalkan air terjun Zhenlong dengan perasaan yang campur aduk, tapi ambisinya semakin kuat untuk menjelajahi Dunia dengan kekuatannya yang sangat besar.

Episodes
1 Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2 Teh Yui Zheng
3 Pendekar Pengembara Sunyi
4 Keputusan Sulit Sang Ratu
5 Serangan Di Hutan Jingu
6 Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7 Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8 Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9 Perasaan Seorang Ratu
10 Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11 Pendeta Misterius
12 Tugas Penting Pengembara Sunyi
13 Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14 Roh Gunung VS Naga Yueliang
15 Pengembara Hitam Yingzhu
16 Kerajaan Megah Shang Yuan
17 Cincin Roh Telaga
18 Ratu & Rusa Jantan Putih
19 Desa Feng Hua
20 Perpisahan Dengan Hewan Suci
21 Serigala-serigala Menyeramkan
22 Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23 Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24 Hutan Bambu Di Malam Hari
25 Luna Menuju Desa Feng Hua
26 Keheningan di Balik Pegunungan Es
27 Manipulasi Dan Rencana Jahat
28 Harapan dalam Pesan Misterius
29 Takdir Yang Tak Terlihat
30 Hukuman Sang Ratu
31 Beku Dalam Kristal Abadi
32 Keberadaan Tak Terduga
33 Menjamu Sang Ratu
34 Malam Di Desa Feng Hua
35 Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39 Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40 Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41 Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42 Rahasia Sang Ratu
43 Meninggalkan Desa Feng Hua
44 Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45 Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46 Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47 Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48 Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49 Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50 Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51 Tangkap Sang Ratu!
52 Yue Ji dan Xin Ji
53 Rahasia Nama "Yue Ji."
54 Jalan Menuju Artefak
55 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58 Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59 Kegelisahan Sang Ratu
60 Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61 Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62 Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63 Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64 Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65 Hati Yang Tidak Sendiri
66 Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67 Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68 Helaian Yang Semerbak
69 Waspada Terhadap Sang Pengelana
70 Kemunculan Kura-Kura Dunia
71 Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72 Cermin Yang Menyimpan Takdir
73 Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74 Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75 Dingin Yang Menguji Hati.
76 Es Yang Memecah Keraguan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2
Teh Yui Zheng
3
Pendekar Pengembara Sunyi
4
Keputusan Sulit Sang Ratu
5
Serangan Di Hutan Jingu
6
Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7
Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8
Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9
Perasaan Seorang Ratu
10
Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11
Pendeta Misterius
12
Tugas Penting Pengembara Sunyi
13
Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14
Roh Gunung VS Naga Yueliang
15
Pengembara Hitam Yingzhu
16
Kerajaan Megah Shang Yuan
17
Cincin Roh Telaga
18
Ratu & Rusa Jantan Putih
19
Desa Feng Hua
20
Perpisahan Dengan Hewan Suci
21
Serigala-serigala Menyeramkan
22
Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23
Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24
Hutan Bambu Di Malam Hari
25
Luna Menuju Desa Feng Hua
26
Keheningan di Balik Pegunungan Es
27
Manipulasi Dan Rencana Jahat
28
Harapan dalam Pesan Misterius
29
Takdir Yang Tak Terlihat
30
Hukuman Sang Ratu
31
Beku Dalam Kristal Abadi
32
Keberadaan Tak Terduga
33
Menjamu Sang Ratu
34
Malam Di Desa Feng Hua
35
Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39
Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40
Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41
Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42
Rahasia Sang Ratu
43
Meninggalkan Desa Feng Hua
44
Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45
Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46
Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47
Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48
Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49
Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50
Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51
Tangkap Sang Ratu!
52
Yue Ji dan Xin Ji
53
Rahasia Nama "Yue Ji."
54
Jalan Menuju Artefak
55
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58
Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59
Kegelisahan Sang Ratu
60
Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61
Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62
Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63
Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64
Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65
Hati Yang Tidak Sendiri
66
Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67
Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68
Helaian Yang Semerbak
69
Waspada Terhadap Sang Pengelana
70
Kemunculan Kura-Kura Dunia
71
Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72
Cermin Yang Menyimpan Takdir
73
Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74
Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75
Dingin Yang Menguji Hati.
76
Es Yang Memecah Keraguan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!