Pendekar Pengembara Sunyi

Di siang hari yang cerah, seorang pria mengenakan pakaian WuXia dengan kain putih yang agak kehijauan berjalan menyusuri hutan yang hening. Tudung lebar menutupi wajahnya, menyembunyikan identitasnya dari siapa pun yang mungkin melihatnya. Hutan di sekelilingnya tenang, hanya terdengar suara burung dan gemerisik dedaunan yang tertiup angin.

Saat pria itu berjalan di antara pepohonan yang tinggi, tiba-tiba seorang penjarah hutan melompat ke udara. Angin mengikuti gerakannya saat ia berputar di udara sebelum mendarat dengan gemilang di depan pria itu. Penjarahan itu adalah seorang wanita, dengan mata tajam yang penuh ancaman. Dia mengenakan hanfu serba hitam, menodongkan belati mengkilap ke arah pria itu.

"Serahkan barang-barangmu," katanya dengan suara penuh determinasi.

Pria itu terdiam, mengenali suara wanita tersebut. Dia menggigit tangkai tanaman yang diambilnya dari hutan, menampilkan senyum menyeringai yang tak menunjukkan rasa takut sedikit pun. Dengan tenang, dia merespons.

"Kau tahu, seorang wanita seharusnya ahli dalam menari, bukan ahli menjarah barang milik orang lain."

Sorot mata wanita itu semakin tajam. "Kalau begitu, rasakan tarianku!" balasnya dengan marah.

Dengan lincah, wanita itu terbang ke udara, menungkik tajam ke arah pria tersebut. Saat mendekat, dia melancarkan serangan belatinya dengan kecepatan tinggi, mengincar leher pria itu. Namun, pria tersebut tetap tak bergeming. Waktu seolah melambat ketika belati mendekati sasarannya.

SRINGGG!!

Waktu kembali normal seketika dengan bunyi dentingan senjata tajam yang memekik di sekitar hutan. Wanita itu terkejut, melihat pedang pria tersebut menahan serangannya dengan mudah. Matanya melebar penuh keheranan.

"Siapa kamu?!" tanyanya, suaranya menggambarkan ketidakpercayaan.

Pria itu mendorong senjatanya, memaksa wanita itu melompat ke belakang, menjaga jarak darinya. "Siapa kamu sebenarnya?!"

Dengan tenang, pria itu membuang tangkai tanaman yang digigitnya, membiarkannya jatuh ke tanah. "Aku berkelana menyusuri berbagai desa. Mungkin orang-orang sudah mengetahui siapa aku, siapa sosok diriku, siapa sosok pengembara ini," katanya sambil perlahan membuka tudung yang menutupi wajahnya.

Ketika tudung itu terbuka, terlihatlah wajah yang menawan dengan tatapan tenang. Rambutnya panjang dan diikat rapi. "Aku dikenal sebagai, pengembara sunyi, Zhenyu Shen!"

Angin bertiup lebih kencang, menghempaskan dedaunan di sekitar mereka. Wanita itu terpaku, terkejut melihat pria di depannya yang memiliki aura luar biasa. Zhenyu Shen memancarkan Haki, membuat wanita itu merasa gentar.

Zhenyu Shen menodongkan pedangnya ke arah wanita berpakaian hitam itu, sorot matanya penuh keyakinan. "Nona, seranganmu memang terlihat mematikan, tapi bagiku, itu tidak apa-apanya. Kenalilah suara burung di sekitar, aku mampu mendengarnya dari jarak sungai di sebelah selatan," ucapnya dengan tenang, tetapi penuh wibawa.

Wanita itu menyeringai, seolah masih menyembunyikan kemampuan yang lebih mematikan. "Jadi, kau memiliki pendengaran yang tajam ya?" tanyanya sinis. "Tapi, aku yakin... kau tak dapat menghindari kemampuanku!"

Zhenyu Shen tersenyum tipis dan memasang kuda-kuda. Dengan perlahan, dia memejamkan matanya. "Aku mendengar semuanya," ucapnya pelan sambil membuka kelopak matanya. Mata hitamnya memperhatikan wanita di depannya dengan tajam. "Aku mendengar takdirmu."

Wanita itu tidak membuang waktu, dia langsung menancapkan belatinya ke tanah. Suara logam yang menancap ke tanah terdengar tajam, menandakan betapa seriusnya dia ingin menunjukan kemampuannya yang kuat.

Dengan satu gerakan cepat, dia merapal tangan di depan dadanya, membentuk isyarat dengan dua jari. Tekanan angin kuat mulai keluar dari tubuhnya, memicu sekumpulan asap tebal yang mengelilinginya, menyembunyikan sosoknya dari pandangan Zhenyu Shen.

Zhenyu Shen tetap tenang, matanya menyipit saat dia mencoba menembus kabut tebal yang mengelilingi wanita itu. Dia menunggu, setiap ototnya siap untuk bereaksi terhadap serangan mendadak. Dalam ketegangan yang mencekam, terdengar suara wanita itu berteriak dari dalam kabut, "Dengarkan panggilanku!"

Zhenyu Shen menajamkan pendengarannya, memperhatikan dengan seksama setiap suara di sekitarnya. "Sepertinya dia memanggil sesuatu," pikirnya, tatapannya semakin fokus.

Dia dapat merasakan perubahan di udara, ada sesuatu yang besar dan kuat bergerak dalam kabut tersebut. Mata Zhenyu Shen berkilat saat dia menyadari bahwa serangan berikutnya mungkin bukan berasal dari wanita itu sendiri, melainkan dari makhluk yang dia panggil.

Di dalam kabut, suara gemuruh mulai terdengar, menggetarkan tanah di bawah kaki Zhenyu. Angin semakin kencang, dedaunan berputar-putar di sekitarnya. Zhenyu Shen tetap berdiri tegak, setiap inderanya waspada, dia siap menghadapi apapun yang muncul dari kabut tersebut.

Kabut itu semakin pekat, dan dari dalamnya, muncul sosok bayangan besar yang menakutkan. Zhenyu Shen mengencangkan genggaman pada pedangnya, "Sepertinya dia memanggil Roh hitam,"

Atmosfer semakin mencekam, Zhenyu Shen tak ada keraguan sedikitpun untuk menantikan wujud makhluk yang akan datang, sementara wanita itu tersenyum penuh percaya diri di balik kabut tebal.

Di tengah hutan yang tenang, suasana tiba-tiba berubah menjadi mencekam ketika wanita berpakaian hitam itu memicu tekanan angin, menghapus kabut yang menyelimutinya. Terlihat jelas di belakangnya muncul seekor makhluk besar menyerupai kelelawar, dengan sayap lebar yang menakutkan dan mata merah menyala.

Zhenyu Shen menyipitkan matanya, mengenali makhluk tersebut. "Itu adalah makhluk Yecha yang dikenal sebagai salah satu iblis malam," ucapnya dengan tenang.

Wanita itu tampak skeptis. Setiap orang yang melihat sosok Yecha biasanya akan lari ketakutan, tetapi Zhenyu Shen malah tersenyum manis. "Sebagai wanita, kau hebat juga bisa memanggil roh jahat itu," lanjutnya, berdiri tegak tanpa sedikit pun pertahanan. "Aku kira, kau akan memanggil seekor Yueliang atau sejenisnya yang dikenal sebagai Empat Kaisar Naga."

Zhenyu Shen menghembuskan napasnya, tatapannya tetap tenang. "Dari aliran mana kau mempelajari ilmu pemanggilan itu?"

Wanita itu kesal melihat aksi yang tak berkesan bagi pria tersebut. "Apakah kau meremehkanku?!" bentaknya.

Zhenyu Shen mengangkat tangannya sedikit. "Tidak, aku tidak meremehkanmu. Aku menghargai kerja kerasmu untuk memanggilnya ke dunia ini," jawabnya dengan nada santai.

"Lalu, kenapa kau tidak takut?!" tanya wanita itu, suaranya penuh emosi.

Siluet mulut Zhenyu Shen menyeringai. "Takut katamu? Tentu saja tidak. Bagiku mengalahkan iblis rendahan seperti Yecha sama halnya seperti aku mengkukus ubi ungu dan menjadikannya bahan sup hangat."

"Aku tak ingin mendengarkan ocehan bodohmu, itu bisa membuatku gila!" ucapnya kesal, tangannya memerintah makhluk panggilannya untuk menyerang pria di depannya. "Serang dia!"

Suasana semakin mencekam ketika kelelawar besar itu mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah Zhenyu Shen dengan kecepatan tinggi. Angin berputar di sekitar mereka, menghempaskan dedaunan dan debu.

Namun, Zhenyu Shen tetap tenang. Dengan satu gerakan halus, dia membuka sedikit pedangnya dari selongsongnya. Tak perlu memakan waktu lama, muncul kilatan di antara tubuh makhluk tersebut dan suara tajam logam yang memekik, memecah kesunyian hutan.

Wanita itu terkejut, terbatuk dan tersentak ke belakang oleh dorongan yang kuat. Ketika dia menyadari apa yang terjadi, tubuhnya terhimpit oleh batu besar di belakangnya. Matanya terbuka lebar, terkejut melihat Zhenyu Shen yang kini berdiri di depannya, tangannya menyekik leher wanita itu dengan kuat.

Di belakang Zhenyu Shen, terlihat tubuh makhluk rakasasa yang terbelah dua, darah berceceran di tanah. Bambu-bambu di sekitar mereka nampak hening, hutan itu begitu sunyi, seolah menyaksikan keperkasaan Zhenyu Shen.

"Sudah kubilang, kan?" ucap Zhenyu Shen dengan suara mendominasi. "Aku mendengar takdirmu."

Wanita itu tak bisa berbicara, syok berat membuatnya terdiam. Tak lama kemudian, terdengar bunyi ayunan pedang yang mendesing.

Sringg!

Suara itu begitu tajam dan memekik, menyelesaikan pertarungan dengan cara yang paling dramatis. Zhenyu Shen tetap berdiri tegak, memancarkan aura kekuatan yang tak terbantahkan.

.

Episodes
1 Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2 Teh Yui Zheng
3 Pendekar Pengembara Sunyi
4 Keputusan Sulit Sang Ratu
5 Serangan Di Hutan Jingu
6 Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7 Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8 Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9 Perasaan Seorang Ratu
10 Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11 Pendeta Misterius
12 Tugas Penting Pengembara Sunyi
13 Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14 Roh Gunung VS Naga Yueliang
15 Pengembara Hitam Yingzhu
16 Kerajaan Megah Shang Yuan
17 Cincin Roh Telaga
18 Ratu & Rusa Jantan Putih
19 Desa Feng Hua
20 Perpisahan Dengan Hewan Suci
21 Serigala-serigala Menyeramkan
22 Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23 Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24 Hutan Bambu Di Malam Hari
25 Luna Menuju Desa Feng Hua
26 Keheningan di Balik Pegunungan Es
27 Manipulasi Dan Rencana Jahat
28 Harapan dalam Pesan Misterius
29 Takdir Yang Tak Terlihat
30 Hukuman Sang Ratu
31 Beku Dalam Kristal Abadi
32 Keberadaan Tak Terduga
33 Menjamu Sang Ratu
34 Malam Di Desa Feng Hua
35 Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38 Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39 Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40 Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41 Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42 Rahasia Sang Ratu
43 Meninggalkan Desa Feng Hua
44 Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45 Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46 Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47 Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48 Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49 Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50 Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51 Tangkap Sang Ratu!
52 Yue Ji dan Xin Ji
53 Rahasia Nama "Yue Ji."
54 Jalan Menuju Artefak
55 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57 Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58 Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59 Kegelisahan Sang Ratu
60 Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61 Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62 Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63 Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64 Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65 Hati Yang Tidak Sendiri
66 Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67 Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68 Helaian Yang Semerbak
69 Waspada Terhadap Sang Pengelana
70 Kemunculan Kura-Kura Dunia
71 Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72 Cermin Yang Menyimpan Takdir
73 Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74 Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75 Dingin Yang Menguji Hati.
76 Es Yang Memecah Keraguan
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Luna Shang Yuan (Arc 1: Seruling Perak Yueliang)
2
Teh Yui Zheng
3
Pendekar Pengembara Sunyi
4
Keputusan Sulit Sang Ratu
5
Serangan Di Hutan Jingu
6
Pertarungan Di Air Terjun Zhenlong
7
Zhengyu Shen dan Pertempuran di Lembah
8
Zhengyu Shen dan Kabar Tentang Ratu Shang Yuan
9
Perasaan Seorang Ratu
10
Pengorbanan dan Kesetiaan Penduduk Shang Yuan
11
Pendeta Misterius
12
Tugas Penting Pengembara Sunyi
13
Luna Shang Yuan & Roh Gadis Telaga Shen Hu
14
Roh Gunung VS Naga Yueliang
15
Pengembara Hitam Yingzhu
16
Kerajaan Megah Shang Yuan
17
Cincin Roh Telaga
18
Ratu & Rusa Jantan Putih
19
Desa Feng Hua
20
Perpisahan Dengan Hewan Suci
21
Serigala-serigala Menyeramkan
22
Anak Sebatang Kara Bertemu Dengan Ratu
23
Ratu Yang Melindungi Penduduk Desa
24
Hutan Bambu Di Malam Hari
25
Luna Menuju Desa Feng Hua
26
Keheningan di Balik Pegunungan Es
27
Manipulasi Dan Rencana Jahat
28
Harapan dalam Pesan Misterius
29
Takdir Yang Tak Terlihat
30
Hukuman Sang Ratu
31
Beku Dalam Kristal Abadi
32
Keberadaan Tak Terduga
33
Menjamu Sang Ratu
34
Malam Di Desa Feng Hua
35
Keterlibatan Roh Gadis Telaga Shen Hu
36
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 1
37
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 2
38
Penyerangan Desa Feng Hua - Bagian 3
39
Final ARC Yueliang - Kesedihan Sang Ratu (BOOK 1 END)
40
Yue Ji & Xin Ji (Arc 2: Matahari Terlarang)
41
Pengembara Putih dan Pengembara Sunyi
42
Rahasia Sang Ratu
43
Meninggalkan Desa Feng Hua
44
Pangeran Dari Kerajaan Shang 'An Xin
45
Penguasa Mutlak Dalam Kekangan Kekuatan
46
Hati Yang Terkunci Oleh Ambisi
47
Kecemasan Di Mata Penduduk Kerajaan Xin
48
Kesucian Yang Terpaku Kegelapan
49
Cinta Yang Membeku Di Kerajaan Shang' An Xin
50
Pengembara Putih Dan Pengembara Hitam
51
Tangkap Sang Ratu!
52
Yue Ji dan Xin Ji
53
Rahasia Nama "Yue Ji."
54
Jalan Menuju Artefak
55
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 1
56
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Bagian 2
57
Artefak Kuno: Seruling Yueliang VS Matahari Terlarang - Final
58
Cinta Antara Cahaya Dan Kegelapan
59
Kegelisahan Sang Ratu
60
Final ARC Matahari Terlarang - Meninggalkan Kerajaan Xin (BOOK 2 END)
61
Kaum Manusia Burung (Arc 3: Cermin Langit)
62
Terikat Dalam Kebebasan Angkasa
63
Yuxiao Zu, Bertemu Sang Ratu
64
Gadis Telaga Shen Hu, Dongeng Zhenyang
65
Hati Yang Tidak Sendiri
66
Jalan Menuju Negri Manusia Burung
67
Tempat Tertinggi, Lingyu Shanju
68
Helaian Yang Semerbak
69
Waspada Terhadap Sang Pengelana
70
Kemunculan Kura-Kura Dunia
71
Yuyan Dan Jejak Sang Pengkhianat
72
Cermin Yang Menyimpan Takdir
73
Perjalanan Menemukan Jati Diri Sang Ratu
74
Tugas Sang Titisan Dewi Salju
75
Dingin Yang Menguji Hati.
76
Es Yang Memecah Keraguan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!