Setelah Luna selesai memainkan serulingnya, telaga Shen Hu diliputi oleh keheningan yang mendalam. Angin sepoi-sepoi yang sebelumnya membawa aroma bunga liar tiba-tiba berhenti, seolah-olah alam turut merasakan momen penuh ketenangan ini. Burung-burung yang tadinya berkicau kini diam, memberikan penghormatan pada kesunyian yang menyelimuti tempat itu.
Luna dengan mata yang lembut dan penuh kehangatan menatap gadis telaga di sampingnya. Mata gadis itu, yang besar dan bercahaya, kini redup, memancarkan kesedihan yang mendalam. Sayap-sayapnya yang indah tampak lemah, menambah aura melankolis di sekelilingnya. Luna memperhatikan perasaan gadis itu dengan penuh perhatian. Perlahan, dia mengulurkan tangan halusnya ke arah dagu gadis telaga itu, mengangkatnya sedikit agar mereka bisa saling menatap. Sentuhan Luna begitu lembut, penuh kasih sayang dan pengertian. "Apakah lantunan serulingku membuatmu merasa tertekan?" tanya Luna dengan suara lembut yang memancarkan kekhawatiran.
Di sekeliling mereka, suasana di tepi telaga terasa sangat tenang. Air yang jernih berkilauan di bawah sinar matahari, memantulkan cahaya lembut yang menambah keindahan alam sekitarnya. Bunga-bunga liar yang tumbuh di tepi telaga mengeluarkan aroma manis yang terbawa angin. Pohon-pohon rindang memberikan naungan sejuk, menciptakan bayangan yang menambah suasana tenang dan damai.
Gadis telaga itu berpaling ke arah Luna dengan wajah penuh kekhawatiran. "Tidak lama lagi, seluruh dunia akan diselimuti oleh kejahatan. Manusia dan alam akan menjadi korbannya. Aku menangis melihat manusia kecil, serangga, tumbuhan, dan sungai yang mengalir, hancur begitu saja." Suara gadis telaga itu menggema di udara yang tenang di sekitar telaga. Luna merasakan kesedihan dan ketakutan yang terpancar dari roh telaga tersebut.
Tiba-tiba, gadis telaga itu kembali ceria. Suaranya berubah menjadi nyaring dan indah, seperti bunyi lonceng perak kecil yang mengisi udara dengan kehangatan dan kebahagiaan. "Pancaran mata kakak memberikan harapan untuk dunia," kata gadis telaga itu dengan suara lembut dan penuh kekaguman. "Kakak mempunyai hati yang bersih dan suci. Aku senang sekali."
Luna terkejut mendengar kata-kata tersebut. Namun, dia tetap menunjukkan senyum manisnya, meskipun di dalam hatinya masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Suasana di sekitar mereka tetap indah dan menenangkan. Burung-burung kini duduk diam, seolah-olah ikut menyaksikan keajaiban ini.
Gadis telaga itu membawa Luna menuju tepi telaga. Saat kaki Luna menyentuh permukaan air, keajaiban terjadi. Luna tidak tenggelam, melainkan berjalan di atas air yang tenang. Permukaan telaga yang jernih dan sejuk terasa seperti lantai kaca di bawah kakinya.
Luna dan gadis telaga itu kemudian berhenti di tengah telaga. Gadis telaga itu tersenyum, suaranya kembali mengisi udara. "Kakak, inilah keajaiban yang hanya bisa dirasakan oleh manusia yang memiliki hati yang bersih dan penuh kasih." Luna merasakan perasaan damai dan harapan memenuhi hatinya.
Saat gadis telaga itu menghilang, Luna menyadari ada sesuatu yang baru di jarinya. Sebuah cincin biru laut yang indah, dengan ikon ikan terpahat di atasnya, berkilauan dengan cahaya lembut. Di tengah telaga Shen Hu yang mempesona, Luna merasakan keajaiban luar biasa, sebuah hadiah dari alam yang penuh dengan keindahan dan kedamaian. Melodi serulingnya terus mengalun, membawa harmoni dan ketenangan ke setiap sudut tempat itu.
"Roh Telaga, Sebagai Sang Ratu aku berjanji, aku akan menghapus semua kejahatan didunia ini."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments