Hanya Peran Pengganti

Amy yang basah kuyup pergi mencari Andrew. Dia ingin menemui Andrew karena dia sangat yakin pria yang berdiri di atas jembatan tadi adalah Andrew. Dia juga ingin tahu, kenapa Andrew yang meminta dirinya untuk menyelamatkan Lucas.

Kenapa tidak pria itu saja yang melakukannya? Padahal Andrew sudah tahu jika akan ada yang bunuh diri dan seharusnya Andrew bisa bergerak sendiri tanpa memintanya yang melakukan hal itu.

Sungguh dia sangat penasaran dan ingin tahu, kenapa Andrew justru mencari dirinya dan memintanya untuk menolong Lucas? Dia yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh pria itu yang tidak boleh diketahui oleh dirinya.

Amy tidak peduli meskipun angin malam begitu dingin. Dia kembali ke ruko, dan memanggil Andrew. Dia yakin pria itu pasti ada di dalam sana karena lampu sudah terlihat menyala.

“Andrew, aku tahu aku ada di dalam!” teriak Amy sambil menggedor pintu. Jika Andrew tidak mau keluar untuk menemui dirinya maka dia tidak akan mau bertemu dengan pria itu lagi. Amy menunggu selama beberapa menit. Dia tidak menyerah memanggil sampai akhirnya Andrew membukakan pintu untuk dirinya. Tanpa berkata apa-apa, Amy langsung memeluknya.

“Kenapa kau tidak pulang, Amy? Kenapa kau justru datang kemari dalam keadaan basah seperti ini?”

“Aku datang untuk menemui pria jahat seperti dirimu!" Amy memukul dadanya.

"Hei, jangan seperti ini!" Andrew menangkap tangan Amy dan melingkarkan ke tubuhnya.

"Kenapa, Andrew? Kenapa kau begitu banyak rahasia yang tidak aku mengerti sama sekali. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dan kenapa aku seperti tidak boleh tahu akan rahasiamu?”

“Aku tidak memiliki rahasia apa pun, Amy.”

“Jangan berbohong!” sela Amy, “Aku melihatmu di atas jembatan dan kau memandangi kami berdua. Kenapa kau melakukan hal itu dan kenapa tidak kau saja yang menolong Lucas? Aku yakin kau pasti mengenal pria itu, bukan?”

Andrew menghela napas, dia sedikit ceroboh dengan memperlihatkan dirinya kepada Amy ketika berada di jembatan. Jalan ceritanya jadi sedikit berubah tapi tidak masalah karena itu tidaklah penting sama sekali.

Jika dia menjelaskan kepada Amy bahwa Amy memang harus menyelamatkan Lucas, Amy pasti akan curiga dan akan kembali banyak bertanya. Hal itu juga bisa menambah sedikit masalah nantinya.

“Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Amy. Setelah aku memintamu pergi, aku kembali ke sini. Mungkin yang kau lihat itu orang lain secara kebetulan berada di tempat itu.”

“Bohong. Lagi-lagi kau berbohong padaku, Andrew. Apa kau pikir kau bisa mempermain aku sehingga kau memperlakukan aku seperti ini? Mungkin aku bodoh tapi aku tidak bisa kau tipu dengan mudah.”

“Aku tidak bohong, Percayalah. Bajumu basah, sebaiknya masuk ke dalam jika tidak kau akan jatuh sakit nantinya.”

“Untuk apa kau memperdulikan aku? Jika kau peduli padaku maka kau tidak akan meminta aku untuk menolong Lucas. Seharusnya kau yang menolong dirinya dan menceburkan dirimu ke dalam sungai, bukan aku!”

“Aku tidak bisa berenang, Amy.”

“Benarkah?” Amy mengangkat wajah dan memandangi pria itu dengan penuh selidik..

“Percayalah. Aku tidak bisa berenang oleh karena itulah aku meminta bantuanmu untuk menolong dirinya. Jika aku bisa, maka aku akan melakukannya sendiri tanpa menyulitkan dirimu,” dia yakin Amy akan percaya dengan kebohongan yang dia ucapkan.

“Lalu bagaimana kau bisa mengetahui jika Lucas hendak bunuh diri. Seperti yang aku curigai, kau pasti mengenal dirinya, bukan?”

“Tidak, aku tidak mengenal dirinya. Aku tahu dia ingin bunuh diri karena dia muncul di ramalanku.”

“Benarkah?” Amy memeluknya erat. Bersama dengan pria itu membuatnya merasa bahagia namun mereka berdua harus berpisah karena Andrew hanyalah peran pengganti yang akan mengubah sedikit jalan cerita itu. Lucas adalah pemeran utamanya dan dia datang untuk membantu mereka berdua agar kisah mereka berakhir dengan bahagia.

“Yes. Masuk ke dalam, kau harus mengganti bajumu!” Andrew membawanya masuk, dia juga membuatkan minuman hangat untuk Amy.

Sebuah handuk bersih sudah dia berikan kepada Amy. Dia juga mengambilkan pakaiannya yang dapat dikenakan oleh Amy. Andrew juga membuatkan minuman hangat ketika Amy sedang mengeringkan diri dan mengganti bajunya.

“Bagaimana dengan sahabatmu, Amy? Apa kau masih berhubungan dengan sahabatmu itu?” dia harus mencegah hal buruk yang akan terjadi dengan Amy meskipun dia belum tahu siapa orang yang akan mencelakai Amy tapi mereka bisa mulai mewaspadai hal itu.

“Apa maksudmu Elisa?” tanyanya sambil mengganti pakaian basahnya.

“Ya. Apa kau masih bersahabat dengannya?”

“Elisa akan tetap menjadi sahabatku, Andrew. Saat ini dia memang sedang marah padaku dan tak mau berbicara denganku tapi dia akan tetap menjadi sahabatku sampai kapan pun.”

“Sebaiknya kau berhati-hati dengannya. Dan biarkan saja dirinya jika dia memang tidak mau berbicara denganmu.  Sebisa mungkin hindari orang-orang yang mencurigakan dan jangan percaya dengan orang baru yang kau kenal. Apa kau mengerti?”

“Kenapa kau berbicara seperti itu dan kenapa kau seperti mencurigai Elisa? Kami sudah bersahabat selama 3 tahun dan selama itu pula dia selalu baik denganku jadi tidak ada alasan bagiku untuk mencurigai dirinya. Setelah aku pikir baik-baik, mungkin dia marah padaku dan tak ingin aku berubah supaya aku tidak diganggu oleh pria hidung belang. Mungkin saja dia sedang melindungi aku supaya hal seperti itu tidak terjadi.

“ Kau benar-benar Naif!” Andrew menghampiri dan meletakkan minuman hangat yang dia buat ke atas meja.

Dia segera menghampiri Amy yang sedang mengeringkan rambutnya. Dia juga membawa sebuah handuk yang akan dia gunakan untuk membantu Amy. Seolah-olah sudah tahu apa yang akan dilakukan oleh Andrew, Amy sudah duduk dan menanti pria itu membantunya mengeringkan rambut.

Perasaan bahagia yang dia rasakan saat ini, dia harap selalu dia rasakan. Dia juga berharap Andrew tidak seperti pria lain yang lebih mementingkan fisik daripada hati.

“Andrew, apakah kau bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini?”

“Kenapa bertanya seperti itu, Amy?”

“Aku sangat bahagia karena bisa bersama denganmu dan aku harap kebahagiaan ini selalu aku rasakan. Apakah kau seperti para pria itu yang hanya mementingkan rupa saja?”

“Jangan salah paham dengan keberadaanku, Amy!”

“Apa maksud perkataan? Apa ada yang salah akan perkataanku?" Amy mendongak, memandangi Andrew yang berdiri di belakangnya.

“Sudah aku katakan, aku adalah seorang peramal yang akan membantumu mengubah nasib. Jodohmu sudah jelas berada di depan mata dan jodohmu bukanlah aku. Aku hanyalah peran pembantu yang akan mengubah nasib burukmu menjadi lebih baik.”

“Omong kosong. Aku tidak percaya akan hal itu. Apa kau sengaja berkata demikian karena kau ingin menolak aku secara halus? Apa kau takut aku sakit hati oleh karena itulah kau menolak aku seperti itu?”

“Jangan mengambil kesimpulan sembarangan. Suatu saat nanti kau akan percaya denganku bahwa apa yang aku katakan tidaklah salah,” yang dia ucapkan memang tidak salah karena mereka berdua berjodoh asalkan dia dapat mengubah semuanya menjadi sebuah kisah percintaan manis yang tidak berakhir tragis.

Mungkin saat ini Amy memandang dirinya tidak menarik dalam sosok Lucas tapi nanti, ketika waktunya sudah tiba semua itu akan berubah dan kedekatan mereka akan mengubah segalanya.

Amy berbalik, lalu memeluk Andrew.

"Jangan tinggalkan aku, Andrew. Aku ingin bersama denganmu jadi jangan tinggalkan aku," pintanya. Andrew tidak menjawab karena dia tidak bisa mengabulkan keinginan Amy sebab dia harus pergi saat waktunya tiba.

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

Amy paling nggak bisa lihat pria tampan nganggur 😄

2024-10-26

0

𝖉𝔬𝓶✅

𝖉𝔬𝓶✅

Amy sudah mulai jatuh cinta sama pria tampan

2024-08-01

0

🍒⃞⃟🦅Pisces

🍒⃞⃟🦅Pisces

wahhh kereenn

2024-07-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!