Bukan Peramal Biasa

Kabar jika Amy telah ditolak oleh Alvin menyebar dengan luas di kantor. Entah siapa yang menyebarkan isu itu yang pasti kabar itu menjadi gosip hangat yang sedang diperbincangkan.

Amy yang tidak tahu apa pun datang seperti biasanya. Dia tidak seperti orang yang sedang patah hati. Mungkin itu bukan pertama kalinya dia ditolak jadi rasanya sudah terbiasa namun beberapa orang yang tidak menyukai dirinya atas prestasi yang dia dapatkan justru mulai menyebarkan gosip agar Amy menjadi bahan gunjingan.

Ketika Amy tiba, mereka mulai membicarakan dirinya. Mereka berbisik-bisik namun dengan sedikit keras supaya Amy mendengar dan supaya dia mendapat malu.

“Kau lihat dirinya yang tidak memilihi rasa malu sama sekali. Dengan penampilannya yang begitu jelek, beraninya dia menyatakan perasaan kepada Alvin, pria tampan yang disukai oleh banyak wanita dari kantor sebelah?”

“Sepertinya dia lupa membawa kaca sehingga dia lupa berkaca ketika dia menyatakan perasaannya pada Alvin. Apa dia tidak tahu jika dia seperti babi yang buruk rupa?”

“Ssst, jangan sampai didengar olehnya. Apa kalian tidak Iba? Aku mendengar jika Alvin mengatakan pada dirinya bahwa anjing liar saja tidak akan menyukai si jelek itu.”

“Itu berarti Anjing liarnya masih waras!” setelah ucapan itu dilontarkan, gelak tawa pun terdengar. Tawa itu tentu saja untuk menghina Amy dan Amy tahu akan hal itu namun dia hanya berdiam diri sambil mengepalkan kedua tangannya.

Entah dari mana mereka bisa tahu akan apa yang Alvin ucapkan padahal saat itu tidak ada siapa pun yang bersama dengan mereka. Apakah Alvin yang telah memberitahu semua orang jika dia telah menolaknya?

“Jika aku jadi dirinya, aku pasti sudah menggali tanah lalu mengubur diriku di dalam tanah karena aku akan menanggung malu untuk seumur hidupku.”

“Mengubur diri bersama dengan seekor anjing liar!” Amy kembali mendapat cibiran dan mereka kembali menertawakan Amy.

Amy sudah tidak tahan lagi. Dia memang sudah terbiasa ditolak tapi dia tak pernah mendapat penghinaan seperti itu sebelumnya. Dia tahu orang-orang yang berada di kantor tidak menyukai dirinya karena reputasinya yang cukup bagus.

Persaingan di tempat kerja tentu saja hal biasa namun orang-orang yang membenci Amy tentu saja lebih banyak daripada yang menyukai dirinya. Sepanjang dja bekerja, tak hentinya Amy mendapatkan cibiran dari orang-orang yang tidak menyukai dirinya.

Tidak tahan lagi mendengar cibiran yang begitu pedas, Amy pergi ke kamar mandi. Dia memilih menangis secara diam-diam di sana. Memangnya apa salahnya jika dia terlahir sebagai orang jelek? Apa seseorang bisa memilih ketika dia hendak dilahirkan?

Jika seseorang bisa memilih, dia sangat ingin dilahirkan dengan paras cantik seperti Beyonce tapi sayangnya dia terlahir dengan rupa yang seperti itu, tidak menarik sama sekali.

“Kalian semua jahat!” Amy masih berada di dalam kamar mandi dan entah apa yang dipikirkan olehnya, sebuah gunting dia keluarkan dari dalam tasnya.

Amy keluar, dia berdiri di depan cermin lalu dia menggunting rambutnya sendiri secara sembarangan seperti orang yang sedang kerasukan.

"Aku benci dengan rambut ini. Aku benci dengan rambut sawi ini!" ucapnya sambil menggunting rambutnya yang panjang.

Semua hinaan yang baru saja dia dapatkan juga hinaan yang Alvin ucapkan semalam, membuatnya semakin sakit hati saja. Apa dia melakukan sebuah kesalahan sampai membuatnya mendapatkan hinaan seperti itu?

Amy meminta izin pada atasannya dengan berpura-pura sakit. Dia keluar dari kantor tanpa ada yang melihat dirinya. Amy pun pergi dengan berderai air mata dan tentunya dia pergi mencari Andrew, peramal misterius yang dia temui semalam. Dia ingin meminta bantuan Andrew untuk mengubah nasib buruk akan percintaannya.

Dia sudah berdiri di sebuah bangunan ruko berlantai  2 namun tempat itu terlihat kosong seperti tidak ada penghuninya. Dia sangat yakin jika semalam dia berada di tempat itu bersama dengan Andrew.

Amy berusaha memastikan apakah dia salah alamat atau tidak namun dia tidak salah sama sekali. Dia ingat jika dia menangis di jalanan itu, ruko itu juga memiliki warna berbeda dengan ruko yang ada di samping kiri dan kanannya sehingga mudah diingat jadi dia tidak mungkin salah.

“Andrew,” Amy memanggil sambil mengetuk pintu. Dia menunggu beberapa saja tapi tidak ada yang menjawab sama sekali bahkan tanda-tanda kehidupan saja tidak. Bangunan itu seperti sudah kosong begitu lama tapi entah kenapa bangunan itu tidak seperti itu semalam jika diperhatikan dengan seksama. Apakah ada yang salah?

Amy semakin curiga dengan Andrew. Jangan katakan Andrew benar-benar makhluk halus yang menyamar menjadi seorang peramal. Atau jangan-jangan Andrew berasal dari dunia lain? Amy melangkah mundur, tiba-tiba dia jadi merinding. Apakah peramal itu bukan manusia?

Celaka, sepertinya dia mulai gila gara-gara cinta yang tak terbalaskan juga cibiran yang menyakitkan. Daripada berpikir yang tidak-tidak lebih baik dia menunggu. Mungkin saja Andrew memulai bisnisnya saat matahari sudah terbenam jadi lebih baik dia menunggu.

Amy menunggu cukup lama. Dia tidak melihat Andrew sama sekali padahal dia tidak jauh berada di ruko itu. Kemunculan Andrew yang secara tiba-tiba dari dalam ruko tentu saja mengejutkan dirinya. Amy tampak bingung, dari mana pemuda itu datang? Apa Andrew tinggal di dalam sana?

Sekarang dia jadi ragu, apakah dia harus mendekati Andrew atau tidak karena dia takut dengan pria itu yang bisa saja merupakan makhluk halus atau apa pun yang tidak dia ketahui.

Lupakan, dia terlalu banyak berpikir yang aneh-aneh. Amy berlari menghampiri Andrew yang sedang mengeluarkan sebuah banner untuk mempromosikan kemampuan ramalnya. Pria itu manusia, dia manusia. Amy mengatakan hal itu secara berulang di dalam hatinya.

“Andrew!” Amy berteriak memanggil, Andrew melihat ke arahnya. Pemuda itu terkejut melihat penampilan Amy yang berantakan.

“Apa yang terjadi denganmu, Nona? Kenapa rambutmu acak-acakan seperti itu? Apa kau pergi ke salon yang salah?”

Amy berlari ke arahnya lalu dia memeluk Andrew. Walaupun peramal itu masih misterius karena kemunculannya yang secara tiba-tiba tapi dia butuh seseorang yang bisa menghibur dirinya.

“Mereka jahat padaku, Andrew. Mereka semua jahat padaku!” ucap Amy di sela tangisannya.

“Kenapa, apa mereka menggunting rambutmu secara paksa?”

“Tidak, kenapa aku memiliki wajah yang jelek? Kenapa aku dilahirkan dengan wajah jelek seperti ini?”

“Ck, jangan menyalahkan rupamu. Masuklah, kau harus menenangkan diri.”

“Apa tidak ada pelanggan?”

“Tidak, aku baru buka. kebetulan klien eksekutif ku datang jadi kau adalah pelanggan pertamaku malam ini.”

Amy memandanginya dengan tatapan curiga, siapa sebenarnya Andrew? Dia semakin yakin jika Andrew bukanlah peramal biasa. Jika begitu semoga saja Andrew benar-benar bisa mengubah takdir percintaannya supaya jauh lebih baik lagi meskipun sesungguhnya dia tidak percaya dengan ramalan.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

☠ᵏᵋᶜᶟ ⏤͟͟͞R•Dee💕 ˢ⍣⃟ₛ

posisimu bagus pasti gajimu bagus, knapa tidak ke salon saja Amy...
mau jelek tp ada duit bisa jdi cakep kok

2024-12-06

1

gia nasgia

gia nasgia

How is Andre?

2024-10-07

0

🍒⃞⃟🦅 ναℓ_ναℓ 🌸

🍒⃞⃟🦅 ναℓ_ναℓ 🌸

siapakah Andrew ini sangat misterius

2024-08-02

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!