Peramal Misterius

Ruangan remang-remang yang diterangi dengan cahaya lampu berwarna merah membuat Amy mulai merasa takut. Dia jadi curiga dengan pria yang dia ikuti. Bagaimana jika pria itu adalah penjahat?

Tiba-tiba dia menyadari kebodohannya karena dia mengikuti pemuda asing itu begitu saja. Meskipun tempat itu tampak meyakinkan karena ada sebuah meja serta ada setumpuk kartu yang menandakan jika pemuda itu benar-benar seorang peramal tapi sebaiknya dia waspada.

“Duduklah, aku akan mengambilkan sebuah handuk untukmu,” pemuda itu masuk ke dalam sebuah ruangan yang ditutupi dengan tirai merah.

Amy memandangi kepergiannya. Ini adalah kesempatan untuk lari tapi entah kenapa dia justru duduk dan tak melakukannya. Padahal sudah jelas jika pria itu penipu. Di era modern seperti saat ini, apakah peramal benar-benar ada?

Seperti yang pemuda itu janjikan. Dia membawa minuman hangat serta snack. Dia juga membawa handuk untuk Amy agar dia dapat mengeringkan tubuhnya yang basah.

“Apa kau benar-benar seorang peramal?” Amy tampak tidak yakin sebab dia tidak mempercayai hal itu.

“Aku memang seorang peramal dan kau adalah pelanggan pertamaku di tengah cuaca yang tidak bagus ini.”

“Aku yakin tidak mungkin ada yang datang untuk meramal karena orang-orang tidak mungkin mempercayai hal seperti ini lagi.”

“Yang kau katakan memang sangat benar. Aku hanya meramal orang-orang spesial saja!”

“Apa maksud perkataanmu?” Amy semakin curiga saja jika pemuda itu benar-benar seorang penipu.

“Aku hanya meramal orang-orang spesial seperti dirimu, Nona.”

“Aku tidak percaya. Kau benar-benar tidak seperti seorang peramal. Apakah kau preman yang sudah pensiun dan berusaha mencari pekerjaan lain dan menipu orang-orang dengan berpura-pura menjadi seorang peramal?”

“Tidak, apa aku seperti seorang preman?” mendapat pertanyaan seperti itu membuat Amy memandanginya dengan serius.

“Kau seorang mafia yang sedang menyamar?” jika dilihat pria itu sedikit mirip dengan mafia.

“Juga bukan,” pemuda itu tersenyum, dia duduk di hadapan Amy.

“Ck, tidak mungkin kau seorang tuan muda yang sedang bosan lalu menjadi peramal!”

“Nikmati minuman hangatnya, Nona. Tidak perlu khawatir, tidak ada apa pun dalam minuman itu!” dia berkata demikian seolah-olah dia tahu apa yang sedang Amy pikirkan saat ini.

“Kau seperti bisa membaca pikiranku saja. Apa kau bisa melakukannya?”

“Tentu saja. Aku bisa membaca pikiran tapi tidak semua orang. Aku bisa membaca pikiran orang-orang yang terpilih terutama seperti dirimu!” entah pria itu serius atau tidak tapi ekspresi yang dia tunjukkan tampak begitu serius.

“Jadi kau benar-benar seorang peramal?” handuk yang diberikan oleh pria itu sudah membungkus tubuhnya agar dia tidak kedinginan. Amy pun menikmati minuman hangatnya setelah dia yakin tidak ada obat di dalamnya.

“Bukankah sudah aku katakan padamu, aku adalah seorang peramal dan aku akan membaca masa depanmu dengan sebuah kartu!”

“Tiba-tiba aku merasa seperti orang bodoh!” ucap Amy.

“Sikap meremehkanmu itulah yang membuatmu dikelilingi oleh aura gelap. Percayalah padaku, selama aura gelap itu tidak menyingkir dari dirimu maka jangan harap kau akan berhasil dalam dunia percintaan!”

“Aura gelap apa? Jangan menakuti aku!” Amy kini mulai terlihat serius dan pemuda misterius itu mulai mengambil kartunya.

“Siapa namamu?” tanya pemuda itu.

“Beritahu namamu terlebih dahulu baru aku akan memberitahu namaku!” nama ditukar dengan nama, itu baru adil.

“Andrew, usia 30 tahun. Profesiku sebagai sebagai peramal. Apa ada hal lain yang ingin kau ketahui lagi?”

“Baiklah, Andrew. Meski kau tampan tapi aku sudah tidak mau tertipu oleh pemuda tampan lagi dan aku tidak akan mempercayai dirimu!” semua itu hanya omong kosong dan dia mau melakukannya untuk menghibur diri agar tidak terlalu tenggelam dalam kesedihan akibat patah hati.

“Namamu?” Andrew hanya tersenyum saja sambil memainkan kartunya.

“Bukankah kau bisa membaca pikiran? Apa kau tidak bisa mengetahui namaku?”

“Kemampuanku tidak akan selalu datang, Nona. Jadi beritahu aku, siapa namamu. Usia dan tanggal lahirmu, aku ingin tahu semuanya dan kau bisa menuliskannya di sini!” Andrew memberikan selembar kertas kepada Amy.

Amy memandanginya dengan tatapan curiga, apakah Andrew bisa dipercaya? Sungguh, dia merasa semua itu terlihat konyol tapi tidak ada salahnya mencoba. Mungkin saja keberuntungannya dalam percintaan benar-benar bisa berubah setelah diramal oleh pria itu.

Amy menuliskan namanya, usia dan tanggal lahirnya seperti yang Andrew inginkan. Dia ingin tahu apa saja yang akan Andrew ramal akan nasib percintaannya yang selalu buruk.

Amy memberikan kertas yang sudah bertuliskan namanya pada Andrew. Pria itu melihatnya sejenak, kertas pun diletakkan di atas meja dan setelah itu Andrew mengocok kartunya lalu menyimpannya satu persatu ke atas meja.

Jantung Amy jadi berdegup. Mendadak dia jadi menganggap jika pria itu serius bisa meramal nasib percintaannya. Kartu pertama diambil, jantungnya semakin tidak karuan saja bahkan Amy menahan nafasnya.

“Ba-bagaimana?” tanyanya tidak sabar.

Andrew kembali tersenyum, pelanggannya yang kali ini sedikit tidak sabar. Padahal Amy berkata jika dia tidak percaya akan ramalan tapi justru dia yang paling tidak sabar.

“Seperti yang aku katakan padamu, Amy. Kau dikelilingi oleh aura buruk oleh sebab itulah, percintaanmu selalu gagal!” kartu yang dibuka pun diperlihatkan dan tentunya itu adalah kartu yang buruk.

“Aura apa yang kau maksudkan? Apakah ada seseorang yang mengirimkan aura buruk itu padaku?”

“Tentu saja tidak. Kau yang menciptakan aura buruk itu sehingga aura itu terus mengikuti dirimu. Karirmu memang cemerlang, tapi kau terlalu mencintainya sehingga kau tidak mencintai dirimu sendiri!” begitu mendengarnya, Amy menunduk. Memang selama ini dia terlalu mencintai pekerjaannya.

Dia berjuang keras untuk karirnya. Dia selalu melakukan yang terbaik agar dia selalu berada di atas. Tidak pernah satu kali pun dia melakukan kesalahan, atasannya selalu puas dengan hasil pekerjaannya namun dia tidak pernah memperhatikan dirinya sendiri.

“Jadi, apa yang harus aku lakukan?” tanya Amy sambil menunduk.

“Besok, pergi ke salon dan perbaiki rambutmu yang keriting seperti sawi asin itu!”

“Rambutku tidak?” Amy melihat rambut keritingnya dan terdiam. Sial, ternyata benar-benar seperti sawi asin yang keriting.

“Tapi aku tidak punya waktu untuk ke salon.”

“Jika begitu aura buruk itu akan semakin bertambah. Percayalah,” Andrew sedikit mendekat, “Jangan sampai kau diikuti oleh aura itu untuk seumur hidupmu!” ucapnya lagi.

Amy menelan ludah, tentu saja dia tidak mau. Hanya pergi ke salon saja, seharusnya dia bisa.

“Baiklah, ramalan hari ini sudah cukup. Terima kasih untuk nasehatnya. Aku harus bayar berapa?”

“Konsultasi pertama aku berikan gratis dan besok kau akan mendapatkan diskon 50%.”

“Hah?” Amy tertegun. Apa pria itu tidak akan rugi dengan memberikan konsultasi gratis seperti itu?

“Tidak perlu khawatir, aku tidak akan rugi!” lagi-lagi, sepertinya Andrew benar-benar bisa membaca pikirannya.

“Baiklah jika begitu, aku sangat berterima kasih,” Amy beranjak, dia mengembalikan handuk yang dia pakai kepada Andrew. Amy berpamitan, beruntungnya hujan sudah berhenti di luar sana.

“Hati-Hati, Amy,” Andrew mengantarnya sampai di depan pintu. Amy berjalan perlahan, meninggalkan tempat peramal itu namun dia berpaling sejenak untuk melihat Andrew sebelum dia terlalu jauh.

Aneh, kenapa pria itu tiba-tiba menghilang? Amy mengusap lengan, tiba-tiba dia menjadi merinding. Sial, jangan katakan pria itu adalah peramal yang datang dari dunia lain.

Kini dia mulai takut, jangan katakan dia baru saja bertemu dengan hantu tampan. Amy ketakutan, dia pun berlari pergi. Pria yang dia sukai menghina dirinya bahkan hantu yang dia temui pun menghina dirinya. Sungguh luar biasa.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅 ναℓ_ναℓ 🌸

🍒⃞⃟🦅 ναℓ_ναℓ 🌸

nantinya Amy pasti tampil cantik pake rambut lurus halus 🏃🏃🏃

2024-08-02

0

𝖉𝔬𝓶✅

𝖉𝔬𝓶✅

nah lho Andrew ke mana ko malah ngilang

2024-07-05

1

🍒⃞⃟🦅Pisces

🍒⃞⃟🦅Pisces

astaga rambutku juga keriting Amy😂🤣sawi asin 🤭🏃

2024-07-04

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!