Dia Membutuhkan Bantuanmu

Amy kembali mencari Andrew setelah pulang bekerja. Dia tidak percaya dengan apa yang Lucas katakan. Dia yakin jika Andrew adalah nyata, bukan hasil dari imajinasinya.

Mungkin ruko itu dianggap kosong karena memang sudah tidak beroperasi dan tidak ada yang tahu jika ada yang menempati karena dia sangat yakin jika Andrew tinggal di sana. Mungkin saja hanya kebetulan Andrew sedang pergi semalam.

Rasa penasaran yang terus bermunculan di hati membuat Amy tidak tahan. Dia sudah berdiri di tempat Andrew, mengetuk pintu dan memanggil Andrew tapi tempat itu lagi-lagi tampak kosong.

“Andrew, keluar!” teriak Amy yang mulai menendang pintu ruko.

Tidak ada jawaban, tempat itu seolah-olah tidak ada kehidupan. Mendadak dia seperti orang bodoh dan jika dilihat baik-baik tempat itu memang tidak beroperasi lagi. Jika demikian, apakah yang dia alami beberapa hari belakangan adalah mimpi?

Dia sudah berusaha memanggil Andrew, tangannya pun sudah sakit dan kakinya yang sedari tadi menendang juga sudah terasa pegal. Mungkin Andrew sedang sakit oleh karena itu dia tidak datang.

Dia tahu di mana dia bisa mencari keberadaan Andrew. Dia akan pergi ke apartemen waktu itu dan bertanya kepada sahabat Andrew di mana pemuda itu berada.

Tidak ingin membuang waktu, Amy bergegas pergi. Apa pun caranya dia harus bertemu dengan Andrew. Dia ingin membuktikan jika apa yang dikatakan oleh Lucas tidaklah benar sama sekali.

Dia masih ingat di mana apartemen waktu itu dan nomor kamarnya. Amy yang sudah tiba pun bergegas tapi apa yang dia dapatkan? Lagi-lagi dia mendapatkan apartemen yang kosong.

Dia sudah bertanya pada petugas namun informasi yang dia dapatkan cukup mengejutkan karena petugas itu menyebutkan jika apartemen itu sudah kosong sejak 3 tahun yang lalu.

Hal itu semakin membuat Amy kebingungan dengan apa yang sedang dia alami. Dia juga sangat yakin jika dia tidak salah apartemen dan apa yang dia lakukan kemarin dengan Andrew adalah nyata.

Situasi Itu benar-benar membuat kepalanya sakit. Amy memilih duduk di taman yang berada tidak jauh dari apartemen tersebut. Dia memandangi apartemen itu dengan kepala yang sakit, apa yang sebenarnya terjadi?

“Di mana kau berada, Andrew. Kenapa kau mempermainkan aku seperti ini?” Amy menunduk, air mata ditahan dengan susah payah namun pada akhirnya dia tidak bisa menahan diri.

Amy menangis, rasanya lebih menyakitkan dari pada ditolak dan dihina oleh para lelaki itu. Padahal dia sudah menemukan seseorang yang bisa mengerti akan dirinya tapi dalam sekejap mata saja dia sudah kehilangan orang itu.

“Kenapa kau menangis, Nona?” seorang pria yang datang entah dari mana tiba-tiba sudah berada di sampingnya.

“Pergi, jangan ganggu aku!” Amy mengusir karena dia tidak mau diganggu oleh siapa pun.

“Apa kau yakin?”

“Aku tidak sedang bercanda, sebaiknya kau pergi jika tidak aku akan?” Amy menghentikan ucapannya, dia segera mengangkat kepalanya dan melihat ke arah datangnya suara.

“Kenapa kau menangis di sini, Amy? Kau tidak sedang kerasukan setan, bukan?”

“A-Andrew!” Amy berteriak dan memeluknya. Dia juga sangat senang mendapati Andrew yang dia cari sedari tadi namun kegembiraannya berubah menjadi perasaan kesal.

“Dasar kau pria jahat!” Amy mulai memukul, dia juga mulai mencubit.

“Sakit, Amy!” Andrew berusaha menghindar dan mencoba menahan kedua tangan Amy.

“Kau benar-benar jahat, Andrew. Kau hilang begitu saja lalu kau muncul sesuka hati. Kau sudah seperti hantu dan kau sudah membuat aku seperti orang gila. Apa kau sengaja mempermainkan aku?” Amy terus memukul sampai membuat Andrew melangkah mundur.

“Aku tidak bermaksud mempermainkanmu, Amy.”

“Bohong. Kau selalu menghilang di saat aku membawa seseorang untuk bertemu denganmu. Aku sudah pergi ke ruko dan aku pergi ke apartemen itu untuk mencarimu tapi apa yang aku dapatkan? Aku tidak mendapatkan apa pun karena tempat itu kosong. Sebenarnya siapa dirimu dan kenapa kau datang dan pergi sesuka hatimu seperti ini?” Amy terus memukul karena dia sudah tidak tahan dipermainkan oleh Andrew.

“Jangan memukul lagi dan dengarkan penjelasanku!”

“Tidak mau!” Amy tetap memukulnya sampai akhirnya Andrew menangkap kedua tangannya dan memeluk Amy.

“Aku tidak bermaksud mempermainkan dirimu, Amy. Percayalah denganku.”

“Lalu kenapa kau begitu sulit dicari? Kenapa orang-orang berkata ruko itu kosong dan sudah terbengkalai. Sebenarnya mana yang benar?”

“Jangan percaya dengan ucapan mereka yang membuatmu bingung. Buktinya kita menghabiskan waktu di sana. Apa kau lupa dengan apa yang aku katakan padamu? Hanya orang terpilih yang menjadi klienku.”

“Kau bohong, aku tidak percaya denganmu lagi!”

“Percayalah denganku, Amy,” Andrew mengusap punggung Ami untuk menenangkan diri.

“Apa kau tidak berbohong, Andrew?”

“Tidak, Percayalah padaku. Hanya orang-orang tertentu saja dan aku sudah mengatakannya padamu. Mereka  tidak membutuhkan bantuanku oleh karena itu mereka tidak menganggap aku ada.”

“Jika begitu siapa kau sebenarnya? Apakah kau bukan manusia?”

“Bodoh. Tentu saja aku manusia. Jika aku adalah hantu, apa aku bisa memelukmu seperti ini? Apa hantu memiliki wujud yang bisa kau sentuh seperti ini, Amy?”

“Aku tidak tahu karena aku tidak pernah bertemu dengan hantu sebelumnya kecuali jika kau adalah hantu itu berarti kau adalah satu-satunya hantu yang aku temui di sepanjang hidupku.”

“Baiklah, kau bisa melihat dan menyentuh aku. Kau juga bisa merasakan sentuhanku, itu berarti aku bukanlah hantu dan aku adalah manusia seperti dirimu.”

“Lain kali aku tidak akan memaafkan dirimu jika kau mempermainkan aku seperti ini lagi!” Amy pun memeluknya, dia sangat lega karena dapat bertemu dengan Andrew lagi meskipun rasa penasarannya belum terjawab.

“Jangan berkata seperti ini, aku benar-benar tidak mempermainkan dirimu.”

“Baiklah,” Amy tersenyum, entah kenapa dia sangat senang.

“Tanganmu dingin!” Andrew memegangi kedua tangannya dan memasukkan tangan Amy ke dalam bajunya agar hangat.

Amy memandangi Andrew dan tersenyum, apakah dia sudah jatuh hati pada Andrew? Lagi dan lagi, dia justru terpikat dengan pria tampan dan memang dia sangat lemah pada pria tampan.

“Berapa lama kau menunggu aku di depan ruko?” Andrew masih memegangi tangannya yang dingin.

“Cukup lama. Kenapa kau tidak ada di sana?”

“Aku sedikit sibuk, lain kali segera pulang jika kau tidak menemukan aku.”

“Apa kau mengkhawatirkan aku, Andrew?” Amy mendekat, dan memeluknya lagi. Rasanya bahagia bisa bersama dengan pria itu.

“Tidak, bukan seperti ini!” Andrew mendorong Amy hingga pelukan Amy terlepas.

“Ada apa?”Amy terlihat bingung karena Andrew terlihat serius.

“Kau harus cepat pergi, Amy. Dia membutuhkan bantuanmu!”

“Dia siapa?” Amy semakin tidak mengerti saja.

“Pergilah, kau harus menolongnya sebelum terlambat jika tidak, semua tidak ada artinya!”

“Apa yang kau maksudkan, Andrew. Aku benar-benar tidak mengerti.”

“Cepatlah pergi, jangan sampai terlambat!” Andrew mendorong Amy, dia juga menyebutkan sebuah nama jembatan yang harus Amy datangi.

“Bagaimana denganmu? Apa kau tidak akan ikut denganku?”

“Pergi, Amy!” Andrew berteriak yang membuat Amy bergegas karena dia merasa ada sesuatu yang serius.

Dia berlari pergi sambil melihat Andrew yang hanya memandangi kepergiannya tanpa mengikuti. Kenapa pria itu tidak ikut dengannya dan sebenarnya apa yang sedang terjadi?

Amy tidak mengerti sama sekali tapi Andrew yang terus mendesaknya untuk segera pergi membuat Amy pun bergegas pergi ke jembatan yang dimaksudkan oleh Andrew.

Dia berlari dengan cepat setelah turun dari bus. Amy mengedarkan pandangan untuk melihat apa sebenarnya yang akan terjadi di jembatan itu sampai dia mendapati seorang pria gemuk yang hendak melompat dari jembatan. Tidak mungkin, apa pria itu hendak bunuh diri?”

“Tunggu, apa yang hendak kau lakukan?” teriak Amy. Pria itu tidak mendengar karena jarak yang cukup jauh. Amy berlari dengan cepat, dia berusaha mencegah namun pria itu justru sudah melompat ke bawah sana.

Amy berteriak dengan keras dan tanpa pikir panjang, dia pun melompat ke dalam air untuk menyelamatkan pria asing yang hendak bunuh diri itu.

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

Makin ke sini makin gemesin aja si bang Andrew 🤣🤣🤭

2024-10-24

0

Lusiana_Oct13

Lusiana_Oct13

saye pun dibuat penasaran sama si andrew apa dia BUNIAN🤣🤣🤣

2024-08-06

1

𝖉𝔬𝓶✅

𝖉𝔬𝓶✅

kan bnr misterius siapa kah Andrew sbnrnya!!!!!

2024-08-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!