Amy bergegas tanpa memperdulikan cibiran dari rekan kantor serta tatapan Elisa yang tidak menyenangkan. Persahabatan mereka yang sudah terjalin selama tiga tahun benar-benar retak hanya karena perkara sepele.
Elisa tidak pernah berbicara lagi dengan Amy. Dia mendiamkan Amy dengan harapan Amy mau berubah dengan sendirinya agar persahabatan mereka kembali lagi namun Amy justru cuek dan tidak memperdulikan dirinya.
Amy seolah-olah begitu menikmati kehidupannya saat ini. Dia seperti menikmati perubahan yang terjadi pada dirinya. Elisa jadi penasaran karena Amy berubah dengan cepat. Apakah ada yang mendukung Amy tanpa dia ketahui?
Rasa penasaran itu membuat Elisa memutuskan untuk mengikuti Amy secara diam-diam. Dia sangat ingin tahu apakah kecurigaannya benar atau tidak dan jika benar itu berarti dia harus menjauhkan Amy dari orang itu agar tidak semakin mempengaruhinya terlalu jauh.
Amy yang telah membuat janji dengan Lucas tidak curiga sama sekali jika Elisa mengikuti dirinya. Dia pergi ke tempat di mana dia bertemu dengan Lucas hari itu. Elisa mengawasi Amy dengan rasa penasaran yang begitu tinggi.
Mungkin saja Amy sedang menunggu seorang pria tampan yang dia sukai. Bisa saja Amy berubah demi pria itu dan sekarang dia hendak menyatakan perasaannya. Hal itu bisa saja terjadi. Mungkin sebentar lagi dia akan melihat Amy ditolak untuk kesekian kalinya.
Meski Amy sudah berubah menjadi cantik, Jangan kira dia akan disukai. Penolakan pria itu pasti akan menghancurkan harapan Amy dan sebentar lagi kami akan mendapatkan kekecewaan.
Amy sedang menunggu Lucas, dia sungguh sudah tidak sabar untuk mempertemukan Lucas dengan Andrew. Pria itu cukup lama, Amy sudah menunggu selama 15 menit lamanya. Dia pikir Lucas tidak akan datang namun ketika melihat kedatangannya, Amy sangat senang namun kehadiran Lucas membuat Elisa begitu terkejut. Apa dia tidak salah melihat dan apakah selera Amy telah berubah?
“Akhirnya, aku pikir kau tidak akan datang, Lucas.”
“Maaf telah membuatmu menunggu lama, Amy. Seharusnya kau tidak menunggu aku dan meninggalkan aku supaya waktumu tidak terbuang sia-sia.”
“Tidak perlu khawatir, Lucas. Aku memiliki banyak waktu jadi kau tidak perlu khawatir.”
“Baiklah. Sekarang katakan padaku, siapa yang hendak kau perkenalkan padaku?”
“Ikut aku sekarang!” Amy meraih tangan Lucas tanpa menunjukkan perasaan jijik sama sekali.
Lucas memandangi tangan mereka, ini kali pertama ada seorang wanita yang memegang tangan gemuknya tanpa merasa geli. Jangankan menyentuh, melihat badannya saja mereka sudah geli.
“Cepat sedikit, kau berat!” ucap Amy yang menariknya sekali tadi.
“Maaf jika aku berat!” Lucas mempercepat langkah, agar Amy tidak menariknya lagi.
Elisa keluar dari persembunyian dengan ekspresi wajah bingung. Dia masih tidak mempercayai apa yang baru saja dia lihat. Apa pria gemuk itu adalah kekasih Amy? Dia sungguh tak mau mempercayainya tapi mereka berdua begitu akrab dan bisa dia lihat jika mereka berdua seperti memiliki hubungan spesial.
Dia semakin penasaran saja oleh karena itu, Elisa mengikuti mereka karena dia sangat ingin tahu ke mana mereka berdua akan pergi. Dia bisa mengambil fotonya lalu menyebarkannya di kantor.
Amy akan menjadi bahan cibiran karena dia mengubah penampilannya hanya untuk seorang pria gemuk yang rupanya tidak jauh berbeda dengan Amy. Besok pagi, Amy pasti akan menjadi bahan tertawaan seluruh pegawai yang ada di kantor. Dengan begini Amy pasti akan kembali seperti dulu.
“Ke mana kau mau membawa aku, Amy?” Lucas masih tidak mengerti.
“Ikut saja, sudah tidak jauh!”
“Jangan menipu aku. Peramal itu pasti palsu dan menipu dirimu saja.”
“Setelah kau bertemu dengannya, kau tidak akan berbicara seperti ini lagi. Percayalah padaku, dia bukan peramal sembarangan karena dia dapat meramalkan segala hal yang ingin kau ketahui. Dia bahkan bisa membaca pikiranmu dan mengetahui apa masalahmu sebelum kau mengutarakannya.”
“Wow, ucapanmu itu semakin membuat aku curiga dan tak bisa mempercayainya. Apa ada hal yang seperti itu, Amy?”
“Tentu saja, ayo. Kau harus percaya dan kau harus menjadi kliennya. Andrew akan sangat senang bertemu denganmu!” Amy kembali menarik Lucas menuju tempat Andrew.
“Ke mana sebenarnya kau mau membawa aku?” Amy membawanya menuju deretan ruko kosong yang sudah tidak pernah dipakai lagi sekian lama.
Dia pikir Amy hendak membawanya pergi sambil menaiki bus tapi ternyata dia justru membawanya menuju tempat yang sudah tidak pernah digunakan lagi itu. Lucas masih tidak mengerti ketika mereka berdua berdiri di depan sebuah ruko yang jelas-jelas sudah kosong.
“Andrew, aku datang membawa klien!” Amy memanggil sambil mengetuk pintu. Biasanya Andrew sudah buka tapi entah kenapa hari ini Andrew masih belum memulai bisnisnya.
“Siapa yang kau panggil, Amy?”
“Tentu saja peramal itu. Biasanya tempat ini sudah buka tapi entah kenapa hari ini Andrew belum memulai bisnisnya. Mungkin ada sesuatu yang menghalangi dirinya jadi kita harus berusaha memanggil sebab dia tinggal di sini.”
“Kau gila. Tempat ini kosong dan tidak pernah dihuni oleh siapa pun. Mana mungkin peramal yang kau maksudkan itu tinggal di tempat ini.”
“Jangan membual, Lucas. Aku hampir datang ke tempat ini setiap hari dan menghabiskan waktu bersama dengan Andrew. Aku tidak mungkin bermimpi dan aku sangat yakin jika Andrew tinggal di tempat ini.”
“Tapi tempat ini sudah kosong selama bertahun-tahun dan tidak pernah ada yang menempatinya. Aku juga sering lewat di sekitar sini tapi aku tidak pernah melihat tempat ini beroperasi apalagi seperti yang kau maksudkan. Kau pasti sudah teperdaya dengan sesuatu, Amy. Jangan-jangan seorang gelandangan menipu dan membawamu ke sini.”
“Tidak mungkin, aku tidak percaya!” Lucas pasti hanya menakuti dirinya karena dia tidak mempercayai peramal namun perkataan dari Elisa waktu itu teringat karena Elisa juga menyebutkan jika tempat itu juga kosong dan tidak pernah beroperasi lagi.
Apa hanya dirinya saja yang mengalami keanehan itu? Apa hanya dirinya saja yang melihat tempat ramal itu dan hanya dia saja yang bisa melihat Andrew? Keanehan yang dia alami benar-benar tidak masuk akal dan tidak dimengerti sama sekali oleh dirinya.
“Mungkin kau sedang mengalami banyak masalah sehingga kau berhalusinasi dan menganggap jika kau mengenal seorang peramal. Sebaiknya kau sadar sebelum kau berhalusinasi semakin Jauh. Percayalah padaku, tempat ini sudah kosong selama bertahun-tahun dan tidak ada tempat seperti yang kau maksudkan,” Lucas kembali meyakinkan Amy.
“Tidak, aku sungguh tidak percaya!” jika dia berhalusinasi, kenapa terasa begitu nyata? Pemuda yang selalu dia temui, tidak mungkin hasil dari imajinasinya.
Kebersamaan mereka terasa begitu nyata. Sentuhan Andrew pun terasa begitu nyata bahkan dia masih mengingat ciuman yang pria itu berikan untuknya lalu bagaimana mungkin Andrew hanyalah hasil dari imajinasinya saja?
“Ayo kita pergi, jangan sampai kita dianggap orang gila oleh orang yang kebetulan lewat,” Lucas meraih tangan Amy lalu mengajaknya pergi.
Amy berpaling, melihat ruko yang gelap di mana tidak ada satu lampu pun terdapat di sana. Aneh, kenapa Andrew tidak ada dan kenapa tempat itu kosong? Dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sedang dia alami.
Elisa yang menguntit mereka terlihat begitu puas karena dia telah mengambil begitu banyak foto Amy bersama dengan pria gemuk itu. Besok akan dia sebar untuk mempermalukan Amy namun pemuda yang tiba-tiba saja berada di belakangnya, memukul Elisa hingga dia pingsan lalu menghapus semua foto itu.
Pemuda itu memandangi kepergian Amy dan Lucas setelah dia membereskan Elisa. Sekarang tinggal membiarkan hubungan mereka berdua mengalir seperti air.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments
gia nasgia
Kopok emang enak kalau rencana mu gatot 😜
2024-10-24
0
Lusiana_Oct13
elisa tu punya masalah apa sich sama amy kok bisa sejahat itu ????😡😡😡
2024-08-06
1
𝖉𝔬𝓶✅
ko Elisa gak suka bngt sama perubahan Amy 😖
2024-08-01
1