Siapa Kau Sebenarnya?

Segelas minuman hangat sudah berada di atas meja. Andrew sedang sibuk mencari sesuatu karena dia berniat merapikan penampilan Amy yang begitu berantakan. Padahal dia meminta Amy pergi ke salon tapi Amy justru  menggunting rambutnya sampai seperti itu.

“Aku memintamu pergi ke salon untuk merapikan rambut sawimu Amy, tapi kenapa rambutmu berantakan seperti ini?”

“Aku yang mengguntingnya. Aku benci dengan rambutku oleh karena itulah aku mengguntingnya!”

“Bodoh, lihat apa yang kau lakukan dengan rambutmu ini? Kau justru merusaknya.”

“Aku sudah tidak tahan lagi, Andrew. Mereka menertawakan aku dan mencibir aku hanya karena cintaku ditolak oleh Alvin. Entah dari mana mereka bisa tahu apa yang diucapkan oleh Alvin ketika dia menolakku yang pasti semua itu jadi gosip di kantor.”

“Meski begitu, tidak seharusnya kau menyakiti dirimu sendiri, bukan?” Andrew mendekati Amy dengan sebuah gunting juga sebuah kain.

“Itulah kenapa aku berkata jika kau dikelilingi dengan Aura gelap. Pertama kau terlalu mencintai pekerjaanmu dan yang kedua kau tidak mencintai dirimu sendiri sehingga kau mudah terpengaruh dengan perkataan orang lain yang sesungguhnya tidaklah penting sama sekali.”

“Kau tidak berada di posisiku jadi kau tidak tahu apa yang aku rasakan!” Andrew tidak mengerti, dia tidak tahu bagaimana sakit hatinya ketika dicibir sedemikian rupa hanya karena cintanya ditolak.

“Aku merasakannya, Amy. Aku bisa merasakan apa yang saat ini kau rasakan. Aku tahu kau sedang marah dan aku tahu kau sedang kecewa karena gosip itu.”

“Benarkah?” Amy memandangi Andrew, entah yang dikatakan oleh pria itu serius atau tidak namun melihat ekspresinya seolah-olah dia serius tapi seolah-olah dia juga sedang bercanda.

“Tentu saja apa yang aku katakan itu benar. Aku seorang peramal. Kau tidak lupa akan hal itu, bukan?”

“Baiklah, tapi apa yang ingin kau lakukan?”

“Merapikan rambutmu yang berantakan. Memangnya apalagi yang ingin aku lakukan?”

“Wait!” cegah Amy sambil mengangkat tangannya.

“Sebenarnya kau ini peramal atau tukang cukur?”

“Aku bisa menjadi apa saja tergantung situasi,” Andrew tersenyum. Kecurigaan Amy terhadap pemuda itu semakin besar dia rasakan.

“Kau benar-benar mencurigakan, Andrew? Siapa sebenarnya dirimu?” Amy beranjak dari tempat duduk. Dia tidak mau tertipu oleh pemuda itu yang benar-benar mencurigakan.

“Bukankah aku sudah memperkenalkan diriku kemarin? Aku Andrew Charlton, peramal yang akan membaca nasib seseorang menggunakan kartu tarot. Apa masih kurang jelas?"

“Aku tidak percaya padamu. Tadi aku datang lebih pagi untuk menemui dirimu tapi tempat ini masih tutup. Apa kau mendengar panggilanku tadi?” Amy memandangi Andrew dengan serius. Dia sudah berusaha memanggil Andrew dan jika memang Andrew tinggal di tempat itu, seharusnya Andrew mendengar panggilannya.

Andrew tak menjawab, dia hanya memandangi Amy dalam diam. Pertanyaan itu sudah sering dia dapatkan dari pelanggannya tapi sepertinya Amy bukanlah pelanggan biasa.

“Beritahu aku, Andrew. Aku sudah memanggilmu sedari tadi tapi kau tidak menjawab. Aku kira kau tidak ada di dalam oleh karena itu aku menunggumu tapi kenapa tiba-tiba kau membuka ruko ini dari dalam. Siapa sebenarnya kau?”  pria itu pasti bukan manusia, dia yakin itu.

Mungkin saja Andrew adalah alien yang sedang menyamar dan mungkin saja dia adalah siluman atau apa pun itu yang bisa menghilang secara tiba-tiba dan muncul secara tiba-tiba.

Andrew kembali tersenyum. Pemuda itu melangkah melewati Amy lalu berdiri di belakangnya.

“Aku mendengar panggilanmu, Amy,” ucapnya sambil menekan kedua bahu Amy supaya Amy kembali duduk.

“Kau bohong. Jika kau mendengar panggilanku, kenapa kau tidak menjawab?”

“Tidak ada orang yang mencariku saat siang hari, Amy. Semua pelangganku mencari aku saat malam hari oleh karena itulah aku tidak menjawab panggilan darimu," kain diletakkan di bahu Amy, dia akan mulai merapikan rambut Amy.

“Perkataanmu benar-benar mencurigakan, Andrew. Apakah kau seorang siluman?”

“Apa aku terlihat seperti siluman saat ini?”

Amy berpaling memandangi Andrew sejenak, dilihat bagaimanapun pemuda itu adalah manusia tapi siluman dapat mengubah wujudnya menjadi manusia jadi tak ada salahnya dia mencurigai Andrew sebagai siluman.

“Kau terlalu tampan jadi bisa saja kau adalah siluman yang berubah wujud menjadi manusia,” ucapannya mungkin akan ditertawakan tapi tidak ada salahnya menaruh curiga.

“Jika begitu kau bisa menganggap aku sebagai siluman tampan. Aku tidak keberatan sama sekali,” Andrew mulai merapikan rambut Amy yang acak-acakan. Sangat disayangkan, Amy justru melampiaskan segala emosinya dengan melakukan perbuatan yang merugikan dirinya sendiri.

“Jika begitu aku akan memperhatikan dirimu dengan baik karena aku tidak mau ditelan olehmu. Lagi pula aku jelek, dagingku tidak enak sama sekali. Darahku pahit, dagingku juga keras. Carilah gadis yang lebih muda, darah dan dagingnya lebih enak dimakan!”

Andrew terkekeh mendengar ucapan Amy. Sepertinya Amy terlalu banyak menonton film sehingga menganggap dirinya sebagai siluman namun dia akan membiarkan Amy menganggapnya apa saja yang dia inginkan.

“Lain kali, jangan melakukan hal seperti ini lagi. Kau lihat rambut indahmu ini? Jadi hancur gara-gara perbuatanmu sendiri.”

“Bukankah kau berkata jika rambutku seperti sawi kering? Kenapa tiba-tiba kau mengatakan jika rambutku indah? Apa kau sengaja melakukannya supaya aku melampiaskan amarahku pada rambutku?”

“Bodoh, kau benar-benar bodoh. Aku hanya berkata jika rambutmu seperti sawit kering dan aku tidak mengatakan jika rambutmu tidak bagus. Rambutmu cukup terawat, aku memintamu pergi ke salon untuk mengubah gaya rambutmu tapi kau justru menghancurkannya.”

“Sudah aku katakan, aku melakukannya karena aku kesal dengan mereka, Andrew.”

“Baiklah. Sepertinya langkah pertama yang harus kau lakukan adalah mencintai dirimu sendiri. Jika kau tidak bisa mencintai dirimu sendiri maka kau akan menyakiti dirimu di kemudian hari seperti yang kau lakukan saat ini.”

Amy menunduk, apa yang Andrew katakan sangat benar. Dia sendiri tidak ingat apakah dia pernah melakukan hal menyenangkan atau tidak dan apakah dia pernah menikmati hasil dari jerih payahnya atau tidak.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan, Amy. Tidak perlu merasa bersalah pada dirimu sendiri. Kau masih memiliki banyak kesempatan untuk memperbaikinya oleh karena itu, mulailah cintai dirimu sendiri mulai sekarang.”

“Jadi kau benar-benar bisa membaca pikiranku, Andrew?” jika Andrew bukan siluman berarti di makhluk luar angkasa karena Andrew bisa membaca pikirannya.

Tiba-tiba Ami meraba kepalanya seperti mencari sesuatu. Dia seperti orang bodoh namun dia hanya ingin memastikan.

“Apa yang kau cari, Amy?”

“Mencari antena. Jangan-jangan kau menancapkan antena kecil di kepalaku tanpa aku ketahui supaya kau bisa membaca pikiranku,” perkataannya lagi-lagi membuat Edward terkekeh. Sepertinya Amy membayangkan dirinya sebagai makhluk yang lainnya.

“Kali ini apa yang kau bayangkan tentang aku, Amy?”

“Aku pikir kau juga alien. Jika kau bukan siluman itu berarti kau adalah alien!”

“Itu berarti, kau harus semakin waspada kepadaku karena aku bisa menculikmu dan membawamu keluar angkasa untuk aku jadikan budakku.”

“Jangan lakukan hal itu!” teriak Amy ketakutan.

Andrew kembali terkekeh, rambut Amy yang tadinya berantakan sudah mulai terlihat rapi. Meski tidak terlalu bagus tapi lebih baik dibandingkan tadi.

“Sudah selesai, tapi besok kau harus pergi ke salon untuk memperbaiki rambutmu.”

“Coba aku lihat!” Amy mengambil kaca kecil dari dalam tasnya untuk melihat penampilannya.

“Kau benar-benar berbakat. Andrew. Jangan katakan sebelum kau menjadi pesulap, kau pernah bekerja di salon!”

“Anggap saja seperti itu!” Andrew membersihkan rambut Amy lalu melangkah pergi.

Amy memandanginya kepergian pria itu. Sungguh, dia sangat penasaran dengan Andrew. Siapa sebenarnya peramal itu? Jiwa detektifnya bergejolak dan dia akan mencari tahu tentang pria itu nantinya. Dia yakin Andrew pasti hanya pemuda iseng yang tidak memiliki pekerjaan. Meski dia sempat curiga jika Andrew adalah siluman atau Alien, tapi dia sangat yakin jika Andrew hanyalah seorang pemuda iseng yang pura-pura menjadi seorang peramal tapi apakah demikian?

Terpopuler

Comments

gia nasgia

gia nasgia

Ternyata Amy kocok juga

2024-10-07

0

Muh. Yahya Adiputra

Muh. Yahya Adiputra

rasa penasaran ini bisa membunuhkuuu🤭
kamu benar-benar yach Amy menganggap Andrew alien dsb..
tapi ...aku juga sama penasarannya seperti dirimu😁😁😁😁

2024-07-14

0

𝖉𝔬𝓶✅

𝖉𝔬𝓶✅

ko Andrew gak bisa ditemui di siang hari apa jngn² dia bukan manusia biasa.

2024-07-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!