Di tengah obrolan mereka di meja makan, tiba tiba Pak Herman mengambil gelas dan meneguk nya.
"Papa dan Mama sebenarnya mau mengatakan sesuatu."Ucap Pak Herman.
Senja yang saat itu sedang mengunyah pun tampak mendengar pak Herman yang tampak bicara serius.
"Karena kalian sudah bersama, Papa dan Mama ingin kamu segera menikahi Senja."Ucap Pak Herman.
"Jadi kapan kalian akan menikah?, tidak baik lama lama berpacaran."Ucap Pak Herman.
Senja yang mendengar lansung tersedak, ia terbatuk batuk mendengar apa yang di sampaikan oleh pak Herman. Bu Mira yang melihat senja tersedak lansung memberikan minuman untuk nya.
"Pelan pelan makannya Senja." ucap Bu Mira, senja pun mengangguk sembari meminum air itu.
Senja tampak melihat Adrian yang terdiam datar seperti memikirkan sesuatu. Hubungan mereka yang hanya pura pura saja pacaran, bagaimana bisa sampai ketahap menikah.
Di perhadapkan oleh Orang tua nya yang terus meminta nya untuk segera menikahi seorang wanita, membuat Adrian pun tidak bisa berkata kata.
Setelah menyelesaikan makan malam nya, senja pun mengajak Adrian keluar ke teras rumah.
"Tuan, bagaimana bisa kita menikah, Kita kan hanya pura pura."Ucap Senja protes.
"Siapa yang bilang kita pura pura, aku tidak pernah menjalankan hubungan pura pura dengan wanita."Balas Adrian.
"Orang ini, kau dikasi hati minta jantung, aku sudah membantumu, bagaimana kau bisa memanfaatkan ku sejauh ini." ucap Senja penuh kekesalan dengan Adrian.
Bu Mira dan Pak Herman yang melihat dari dalam rumah mengintip senja dan Adrian bicara, mereka tidak bisa mendengar apa yang bicarakan kedua nya.
"Mereka sepertinya sedang bertengkar." Ucap Bu Mira pada suami nya.
"Yah seperti nya begitu, tapi kita dulu juga pernah bertengkar ma, semoga saja bukan masalah besar."
"Yah, semoga saja." Balas Bu Mira khawatir.
Senja lalu tanpa sengaja melihat orang tua Adrian sedang mengintip mereka, Senja pun menghela nafas lalu diam.
"Apa kamu mau menikah dengan ku?. Aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan, semua nya."
•••
Bu Mira mengajak Senja ke sebuah ruangan. "Kamu adalah wanita pertama yang di bawa Adrian ke rumah ini, Itu sebab nya kami sangat senang saat kamu datang bersama nya." Ucap Bu Mira.
"Seorang seperti Bryan bahkan tidak pernah membawa wanita ke rumah nya, apa dia itu normal?." ,,Batin Senja bertanya tanya di dalam pikiran nya.
"Apa kamu sudah pernah mendengar tentang wanita bernama Lusi?." Tanya Bu Mira.
"Lusi?."
"Tidak, saya tidak tahu."
Bu Mira tersenyum dan mengangguk. "Nanti Adrian akan memberitahu kamu sebelum kamu menikah dengan nya." Kata Bu Mira lagi.
Di buat penasaran, Senja hanya bisa diam saja, pikiran nya sedang bergelut bagaimana cara agar ia dan Adrian tidak sampai menikah.
"Ini senja, pakai lah gelang ini, anggap saja sebuah hadiah saya untuk kamu."Bu Mira memberikan sebuah gelang pada Senja, dengan mutiara yang indah membuat senja begitu terpesona dengan kecantikan gelang itu.
"Tapi saya tidak bisa menerima nya."
"Jangan menolak, nanti Tante akan sedih." Bu Mira memakaikan pada pergelangan tangan senja, senja pun menerima pemberian Bu Mira meski agak enggan.
Setelah seharian di rumah Adrian. Adrian pun mengantar Senja pulang, senja membuang wajah nya ke arah luar jendela, ia hanya diam tidak mau berbicara dengan Adrian, Adrian pun juga tampak diam, pandangan nya pun sama menyusuri jalanan. Suasana di mobil tampak Hening. Sesekali Tom melirik kekaca spion untuk melihat situasi di belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments