Bab 2

Cuaca pagi ini cukup cerah. Cahaya matahari telah bersinar disela-sela gorden kamarku. Namun, aku masih saja merasa malas untuk beranjak dari kasur yang sangat nyaman aku tiduri saat ini. Bukan berarti aku wanita pemalas ya namun, aku merasa begitu lelah. Entahlah_jam berapa aku mulai tertidur dan handphoneku pun juga masih dalam genggaman tanganku. Rasanya cuma pengen rebahan saja, tapi aku ingit kalau hari ini kuliahku sudah mulai masuk.

"Non Aisyah bangun! Sarapannya sudah siap non!" Ucap bik Murni yang membangunkanku dan memanggilku dari luar pintu seraya memberi tahu bahwa sarapan pagi ini sudah siap.

"Iya bik, nanti aku turun kok!" Ucapku yang penuh dengan rasa males, tapi aku sadar cacing-cacing yang ada didalam perutku sudah berbaris dan bergoyang-goyang minta jatah makan.

Beranjaklah aku dan bergegas untuk mandi beberapa menit saja, karena aku tidak suka kalau harus lama-lama berada dikamar mandi.

Setelah usai mandi, ku ambil kaos polos unguku dan ku padukan dengan celana panjang yang berbentuk menyerupai pensil. Aku juga tidak suka berdandan yang memakai make up dan segala macemlah. Aku cukup menguncit rambutku ke atas dan sudah selesai.

"Selamat pagi bik!" Sapaku pada bik Murni dengan senyuman manis pagi ini, sembari dengan basa-basi kecil sebelum aku bersiap untuk menyantap makanan yang sudah tersedia di atas meja makan. Karena tidak mungkin jika aku langsung menyantap makanannya, takutnya nanti aku dikira tidak sopan. Sedangkan aku masih punya rasa sopan dan malu di dalam diriku.

"Iya Non, selamat pagi juga!" Balas bik Murni dengan senyuman lebar dan mengambilkanku makanan yang sudah tersedia tadi di atas piring. Ini kebiasaanku setiap hari, memang bik Murni yang mengerti aku. Nah, maka dari itulah aku menganggap bik Murni sebagai ibuku sendiri. Tapi bukan berarti aku anak yang manja terhadap bik Murni.

Sarapan pagi ini benar-benar sesuai dengan bayanganku, sehingga membuatku berselera saat memakannya. Begitu lezat pokoknya. Tidak ada yang bisa menandingi masakan bik Murni.

Sejenak suasana terhening. Tidak ada pembiacaraan antara aku dengan bik Murni. Tapi, karena rasa penasaran yang tidak dapat aku tahan, kini aku tanyakan kepada bik Murni.

"Oh iya bik, papa belum pulang juga ya?" Tanyaku disela-sela keheningan.

"Belum Non, mungkin saja Tuan masih sibuk bekerja!" Jawab bik Murni yang menjelaskan.

Di dalam hatiku berkata. "Hah, sibuk kerja sampai lupa sama anaknya."

Entahlah, papaku memang sibuk bekerja atau sibuk dengan wanita selingkuhannya. Yang membuatku selalu pusing jika terpikirkan tentang papa ku yang tidak pulang ke rumah.

********

Banyak suara langkah kaki yang berjalan maupun berlari. Banyak juga suara mengobrol yang bernada keras maupun pelan. Ya, ini dia kampusku. Kampus idamanku yang cukup terkenal.

"Aisyah...!" Seseorang memanggilku dari jarak yang tak begitu jauh, ya_sekitar 2 meteranlah.

"Eh Aida...!" Balasku dengan lambaian tangan dan senyuman manis. Dan memang aku manis tanpa senyum pun!

Ya_dia Aida sahabatku sejak kami masih duduk di bangku SMU sampai kami didunia perkuliahan. Memang benar kami satu kampus tapi, kami berbeda dalam mengambil jurusan.

"Aku kangen sama kamu Aisyah!" Ucap Aida sembari memelukku.

"Iya Aida, aku juga kangen sama kamu." Balasku dengan memeluknya pula.

Sejak liburan kuliah yang cukup lama, aku dan Aida jadi jarang bertemu. Ya_karena Aida sibuk bekerja membantu ibunya dan sedangkan aku, aku tidak mau lah ya kalau mengganggu Aida, jadi aku ya dirumah saja sambil baca novel kesukaanku. Bukan berarti aku tidak mau mencari perkerjaan seperti Aida, tapi karena aku belum siap saja.

Oh iya, Aida itu gadis cerdas dan baik hati yang berkulit putih. Sedangkan tingginya, ya lebih tinggi aku cuma berbeda beberapa cm saja kok. Aida itu juga suka berjilbab dalam setiap kesehariannya. Lebih hebatnya lagi dia itu dapat beasiswa loh, waw kan...!

Kita sering mengobrol dalam setiap perjalanan dilorong kampus. Ya_termasuk saling curhat terutama curhat tentang masalahku dengan papaku.

"Oh iya Aisyah, bagaimana kabar kamu sama Yulian?" Tanya Aida padaku secara tiba-tiba.

"Emm....Yulian? Ah_sudahlah Aida jangan bahas Yulian ya!" Pintaku sembari menjawab pertanyaan Aida.

"Loh, kenapa Aisyah? Apa kamu punya masalah dengan Yulian?" Lagi-lagi Aida bertanya dengan rasa penasarannya.

"Emm ma'af Aida, aku nggak bisa jawab sekarang. Akan aku ceritakan kalau waktunya sudah tepat. Aku harus pergi masuk ke kelas dulu ya!" Ucapku dengan meninggalkan Aida.

"Ya Aisyah, bukannya masih nanti jadwalnya masuk ke kelas?" Ucap Aida yang tak ku hiraukan.

Aku mencoba menghindari Aida dan sampai akhirnya ...

"Brukkk...!" Suara tubuh yang jatuh kelantai.

"Aduh!" Rintihku kesakitan setelah tubuhku terjatuh di lantai.

"Asif al-ukhty, laqad aisatadamat biulsudfat (ma'af , saya tidak sengaja)." Ucapnya dengan bahasa yang tidak aku mengerti apa artinya. Aku hanya bisa menatap dengan mulut ternganga atas perkataannya. Dan paling menyebalkan lagi lelaki itu langsung pergi meninggalkanku tanpa membantuku untuk berdiri. Coba bayangin, menurut kalian bagaimana coba? Cowok aneh dan angkuh bukan!

Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berjalan mendekatiku. Ya, aku mendongakkan kepalaku terlebih dulu untuk mihat wajah siapa yang ada dihadapanku. Dan ternyata.

"Sini aku bantu kamu berdiri!" Ucapnya sambil mengulurkan tangannya yang ingin mencoba membantuku.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri kok!" Ucapku dengan ketus dan sinis. Karena aku masih tidak mau melihatnya. Melihat wajah yang sudah membuatku terluka. Tahu kan kalian siapa yang aku maksud, pastinya Yulian.

"Sorry, aku harus pergi." Ujarku kemudian sambil berjalan meninggalkan Yulian yang masih berdiri terpaku.

"Emm... Aisyah, tunggu!" Panggilnya yang tak ku hiraukan. Dan pastinya dia tahu kalau aku masih memiliki rasa marah terhadapnya.

*******

Hari sudah mulai sore, semua Mahasiswa dan Mahasiswi lainnya sudah banyak yang pulang. Hanya beberapa sih yang masih berada di kampus. Dan kegiatan mereka kebanyakan hanya mengobrol.

"Kring...kring...!" Terdengar suara handphone ku yang berada didalam tas sedang berbunyi. Menandakan ada panggilan masuk ke nomor handphone ku.

"Hallo!" Ujarku setelah mengangkat telefon itu.

"Aisyah, kamu di mana sekarang?" Tanya seseorang dari seberang.

"Aisyah masih di kampus pa, sudah ya Aisyah tutup dulu." Jawabku dengan singkat, karena masih ada rasa sedikit kesal terhadap papa ku.

Kenapa sih, hari ini aku harus bertemu dengan Yulian dan sekarang aku harus bertemu dengan papa ketika setiba di rumah nanti. Huh, rasanya aku malas banget mau pulang. Tapi, aku juga merasa kangen sama bik Murni, jadi ya aku putus kan untuk segera pulang. Dan aku merasa kangen juga sama masakan bik Murni.

Terlintas sejenak dalam pikiranku tentang lelaki yang tidak sengaja tabrakan denganku tadi.

"Siapa ya kira-kira lelaki tadi? Sepertinya aku tidak pernah bertemu dengannya selama di kampus. Cowok yang cuek, angkuh dan tidak berperasaan." Entahlah, siapa dia. Aku juga tidak perduli, karena aku tidak kenal dengannya.

Ku lanjutkan perjalananku dengan mengayuh sepeda.

Di mana jarak rumahku dengan kampus ku tidak terlalu jauh, kira-kira sekitar 1 jam-an lah.

Indahnya kota menjadi penghias dalam setiap perjalananku. Ramainya kota membuatku harus berhati-hati dalam mengayuh dan menyeberangi setiap perjalanan. Aku sungguh menikmati berkendara bebas polusi.

Terpopuler

Comments

Bunga Syakila

Bunga Syakila

lagi menyimak

2021-10-24

1

Andie Youlee

Andie Youlee

👍👍👍👍👍

2021-08-03

1

Sunarty Narty

Sunarty Narty

calon jodoh..

2021-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 Bab 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 Bab 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 Hari Yang Dinanti
112 Balai Raya Aceh Sepakat
113 Akad Nikah
114 Aisyah Galery
115 Aku dan Kamu
116 Seperti Malam Itu
117 Memberi Pengertian
118 Malam yang Menghangatkan
119 Tamu di Pagi Hari
120 Dua Tahun Lalu
121 Berprasangka Baik
122 Sebuah Kejutan
123 Bahagia di Hari Itu
124 Aisyah Galery
125 Jesica
126 Finally
127 Edinburgh
128 Janji Yang Terucap
129 Royal Mile (Edinburgh)
130 Sebuah Pertemuan
131 Tatapan Itu
132 Nicolson Square Gardens
133 Cemburu (tidak) Buta
134 Percayai Aku
135 Selalu Beriktikad Baik
136 Hanya Berdua
137 Merindukan Kota Medan
138 Amanah Dan Khadijah?
139 Galeri Seni
140 Come Back To Indonesia
141 Yulian Pergi?
142 Melakukan Tugas
143 Terima Kasih Tuhan
144 Apa Yang Terjadi?
145 Darah
146 Bayangan Semu
147 Wanita Itu?
148 Rasa Yang Menyelimuti Hati
149 Di Atas Kuasa-Nya
150 Remuknya Hatiku
151 Takdir
152 Hanya Arumi
153 Sepasang Mata?
154 Selembar Foto
155 Aku Percaya kepadamu
156 Rintihan Air Mataku
157 Kepulangan Yulian
158 Kembali Pulang
159 Ketakutan Dalam Diriku
160 Sangat Berantusias
161 Ada Apa?
162 Apakah Itu Khadijah?
163 RSIA Stella Maris Medan
164 Keputusanku
165 Promise
166 Amanah Darimu
167 Selamat Datang
168 Rasa Syukurku
169 Cinta Terakhirku
Episodes

Updated 169 Episodes

1
BAB 1
2
Bab 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
Bab 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
Hari Yang Dinanti
112
Balai Raya Aceh Sepakat
113
Akad Nikah
114
Aisyah Galery
115
Aku dan Kamu
116
Seperti Malam Itu
117
Memberi Pengertian
118
Malam yang Menghangatkan
119
Tamu di Pagi Hari
120
Dua Tahun Lalu
121
Berprasangka Baik
122
Sebuah Kejutan
123
Bahagia di Hari Itu
124
Aisyah Galery
125
Jesica
126
Finally
127
Edinburgh
128
Janji Yang Terucap
129
Royal Mile (Edinburgh)
130
Sebuah Pertemuan
131
Tatapan Itu
132
Nicolson Square Gardens
133
Cemburu (tidak) Buta
134
Percayai Aku
135
Selalu Beriktikad Baik
136
Hanya Berdua
137
Merindukan Kota Medan
138
Amanah Dan Khadijah?
139
Galeri Seni
140
Come Back To Indonesia
141
Yulian Pergi?
142
Melakukan Tugas
143
Terima Kasih Tuhan
144
Apa Yang Terjadi?
145
Darah
146
Bayangan Semu
147
Wanita Itu?
148
Rasa Yang Menyelimuti Hati
149
Di Atas Kuasa-Nya
150
Remuknya Hatiku
151
Takdir
152
Hanya Arumi
153
Sepasang Mata?
154
Selembar Foto
155
Aku Percaya kepadamu
156
Rintihan Air Mataku
157
Kepulangan Yulian
158
Kembali Pulang
159
Ketakutan Dalam Diriku
160
Sangat Berantusias
161
Ada Apa?
162
Apakah Itu Khadijah?
163
RSIA Stella Maris Medan
164
Keputusanku
165
Promise
166
Amanah Darimu
167
Selamat Datang
168
Rasa Syukurku
169
Cinta Terakhirku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!