BAB 13

Assalamu'alaikum teman-teman readers! Wah...alhamdulillah ya semakin banyak aja nih yang like. Semoga semakin bertambah! Hihihi...

Buat teman-teman readers terimakasih banyak atas likenya dan jangan lupa kasih komentar kalian ya...biar author semakin bersemangat.

💖💖💖💖

Entah kenapa aku merasa suasana malam ini begitu sunyi. Padahal, banyak sekali kendaraan yang saling melintas dan bersalipan melewatiku. Apalagi ketika aku mengingat pembicaraan papa dengan kak Maryam, hati ini merasa patah berkeping-keping. Sedangkan pikiranku kacau tanpa ada haluan.

Aku terus berlari menyusuri setiap jalanan kota yang begitu ramai dengan air mata yang terus berkucur membasahi pipiku. Entah aku mau kemana dan ada dimana sekarang, aku tak perduli. Tanpa arah tujuan yang pasti, aku tetap berlari.

"Bruuuaaaakkkkkk!" Suara tabrakan.

"Woi....ada tabrak lari woi...!" Terdengar samar teriakan dari seseorang yang mungkin itu melihatku.

Ya, setelah aku tergeletak di jalan masih kudengar teriakan dari seseorang dengan samar. Mungkin orang itu sudah melihat kecelakaan yang aku alami. Dan beberapa menit kemudian aku sudah tidak bisa mendengar suara apa-apa, bahkan kedua mataku saja sudah terpejam. Seakan sulit untuk aku membukanya.

"Ayo kita tolongin saja!"

"Ada yang kenal apa tidak sama gadis ini?"

Suara banyak orang yang silih berganti sedang mengerumuni tubuh Aisyah. Dan kecelakaan yang dialami Aisyah membuatnya tidak sadarkan diri. Namun, orang yang mengerumuninya juga sedang berusaha untuk menolongnya.

Ya, Aisyah terlalu banyak masalah dan itu membuatnya kalut. Dan akhirnya tanpa dalam kendalinya, ia berlari sampai kesempret sebuah mobil. Namun, mobil itu tidak bertanggung jawab. Mobil itu melarikan diri sebelum ada yang melihatnya.

"Coba lihat handphone dan dompetnya saja!" Ucap salah satu perempuan yang ikut mengerumuni Aisyah.

"Iya betul itu!" Sahut selanjutnya.

💦💦💦💦💦

"Kenapa hatiku gelisah ya? Dan kenapa aku merasa khawatir dengan keadaan Aisyah, sebenarnya ada apa dengan Aisyah?" Ucap Yulian dalam hatinya yang merasa gelisah dengan raut wajah serius dan bersedih.

Yulian yang sedang melangkahkan kakinya secara perlahan dan menelusuri ruas jalanan kota di malam itu, tiba-tiba hati dan pikirannya dipenuhi dengan rasa kegelisahan. Dan ia juga memikirkan tentang Aisyah pujaan hatinya.

******

"Pa, bagaimana ini? Aisyah sudah mendengar pembicaraan kita tanpa penjelasan dari kita. Maryam khawatir sama Aisyah Pa!" Ucap Maryam dengan wajah bersedih dibalik cadarnya.

"Papa juga khawatir dengan Aisyah! Sebaiknya kita cari Aisyah sampai ketemu saja Maryam." Ucap Pak Brian tegas.

Pak Brian dan Maryam kini beranjak untuk pergi mencari Aisyah dengan mobil.

*****

"Prookkkkcccaaahhhh!" Gelas terjatuh.

"Ada apa bu, suara apa itu tadi?" Tanya Fadli kepada ibunya dengan rasa penasaran.

"Tadi, suara gelas pecah nak! Ibu memegang gelas itu, entah kenapa gelas itu tiba-tiba terjatuh dan perasaan ibu jadi gelisah." Jawab bu Laila yang menjelaskan.

"Astaghfirullah halazim ibu, ibu seharusnya harus lebih hati-hati lagi! Untung saja gelasnya tadi tidak melukai tangan ibu, coba kalau tangan ibu terluka Fadli jadi khawatir dengan ibu ." Ucap Fadli dengan penuh kelembutan kepada ibunya.

"Entahlah nak, hati ibu jadi gelisah. Ibu kepikiran dengan Aisyah!" Ucap bu Laila.

"Sudah lah bu, kita do'akan saja semoga Aisyah tidak apa-apa!" Kata Fadli menyarankan.

Entahlah, sebenarnya ada hubungan apa antara Aisyah dengan bu Laila. Kenapa seperti ada ikatan batin antara ibu dan anaknya. Seolah bu Laila merasa gelisah dan merasa khawatir tentang keadaan Aisyah. Dan di waktu yang sama Aisyah juga mengalami kecelakaan mobil itu.

💦💦💦💦

Aisyah masih dalam kerumunan banyak orang. Belum ada yang berani untuk memberi pertolongan. Sampai akhirnya ada seseorang yang masuk dalam kerumunan itu dan segera memberi pertolongan kepada Aisyah.

"Ada apa itu, kenapa ada banyak orang disana? Seperti ada kecelakaan." Ucap Yulian dengan rasa penasaran. Lalu ia berjalan dan menuju dimana kerumunan itu berada. Dia semakin mendekat.

"Ada apa ya pak ini?" Tanya Yulian kepada salah satu bapak-bapak yang berada disitu.

"Ini loh dek, ada seorang gadis yang ditabrak lari!" Jawab bapak itu dengan singkat.

"Oh gitu ya pak!" Balas Yulian dengan begitu singkat .

"Sepertinya aku mengenali gadis ini!" Ucap Yulian dalam hati dengan memandangi tubuh yang terkapar lemah tak berdaya dipinggir jalan itu.

Yulian berusaha mendekatinya dan semakin mendekat, hingga akhirnya dia tahu siapa gadis itu. Meskipun wajah Aisyah terbalut dengan cadar yang melekat di wajahnya.

"Aisyah...! Ya Allah...! Kenapa seperti ini? Apa yang terjadi sama kamu Aisyah?" Ucap Yulian begitu panik.

Air mata telah menetes membasahi pipi Yulian dan tanpa sengaja butiran air mata itu pun terjatuh menetes di cadar Aisyah yqng menembus sampai ke pipi putih bersih milik Aisyah.

Dengan rasa takut, gelisah, panik dan campur aduk lah , Yulian berusaha untuk mencari bantuan. Beberapa menit kemudian, akhirnya Aisyah mendapatkan bantuan dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Trisna Medika yang tak begitu jauh dari lokasi kejadian.

Setelah lima belas menit perjalanan, akhirnya tibalah Yulian dan Aisyah di Rumah Sakit itu.

"Dok, tolong teman saya dok! Selamatkan dia dok!" Teriak Yulian yang begitu panik melihat Aisyah yang bercucuran darah di kepalanya.

"Sebentar ya mas, biarkan dokter yang memeriksa dan mas bisa tunggu disini sebentar." Ucap seorang suster.

"Cepat sus, dok!" Lagi-lagi Yulian berteriak kepada pihak Rumah Sakit, karena saking paniknya.

"Dok, denyut nadinya melemah. Dokter harus segera menangani pasien!" Ucap suster tersebut.

Aisyah dilarikan ke ruangan ICU untuk masa penanganan. Sedangkan Yulian masih setia menemani Aisyah dari luar ruangan dengan air mata yang masih membasahi pipinya.

"Aisyah, aku yakin kamu akan baik-baik saja! Kamu gadis yang kuat, bertahanlah Aisyah!" Ucap Yulian yang memandangi Aisyah dari luar ruangan.

Jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Dan Aisyah masih ditangani oleh Dokter diruang ICU. Masih begitu banyak rasa ketegangan dalam diri Yulian. Dia tak pernah berhenti memandangi Aisyah dengan infus yang melekat ditangannya dan alat-alat lainnya.

"Ya Allah, aku begitu sangat mencintai Aisyah! Tolong selamatkanlah dia Ya Allah." Ucap Yulian yang tak pernah lupa mendo'akan kesembuhan Aisyah.

💦💦💦💦💦

"Pa, bagaimana ini? Sudah jam sekian, kita belum menemukan Aisyah juga!" Ucap Maryam dengan panik.

Tak lama kemudian suara handphone pak Brian berbunyi. Dan dengan cepat beliau mengangkat telfon itu.

"Assalamu'alaikum Om Brian! Ini Yulian!"

"Wa'alaikumsalam! Iya Yulian, ada apa kamu menelfon om malam-malam seperti ini?" Tanya Pak Brian penasaran.

"Sebenarnya Yulian ingin memberi kabar kepada Om tentang A....Aisyah om!" Jawab Yulian dengan gemetar dan menahan tangis.

"Aisyah? Memangnya ada apa dengan Aisyah Yulian?" Tanya Pak Brian yang semakin penasaran dan merasa khawatir.

"Aisyah...Aisyah...mengalami kecelakaan om. Dan sekarang di Rumah Sakit Trisna Medika. Yulian minta sekarang juga om datang kesini!" Jawab Yulian yang akhirnya bisa menjelaskan keadaan Aisyah kepada pak Brian.

"Apa? Aisyah kecelakaan? Baiklah Yulian, om segera menuju ke Rumah Sakit." Ucap pak Brian dengan terkejut.

Pak Brian pun melaju dengan cepat menuju ke Rumah Sakit dimana Aisyah dirawat, namun pak Brian juga berhati-hati dalam menyetir mobilnya.

Setelah beberapa menit dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit, akhirnya pak Brian dan Maryam sampai juga. Mereka bergegas mencari tahu keberadaan Aisyah.

"Suster, pasien atas nama Aisyah Fadilah dimana ya sekarang?" Tanya pak Brian kepada suster yang bertugas dibagian pendaftaran.

"Oh Aisyah Fadilah masih di ruang ICU pak, dia masih dalam penanganan Dokter." Jawab suster itu dengan sangat ramah.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂

꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂

hmm teka teki sebenarnya siapa Aisyah ini

2022-07-12

0

꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂

꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂

mungkinkah Aisyah adalah bayi yg tertukar

2022-07-12

1

Sunarty Narty

Sunarty Narty

kirain Fadli jodohnya Aisyah,mungkin saudara kandung y..

2021-06-08

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1
2 Bab 2
3 BAB 3
4 BAB 4
5 BAB 5
6 BAB 6
7 BAB 7
8 BAB 8
9 Bab 9
10 BAB 10
11 BAB 11
12 BAB 12
13 BAB 13
14 BAB 14
15 BAB 15
16 BAB 16
17 BAB 17
18 BAB 18
19 BAB 19
20 BAB 20
21 BAB 21
22 BAB 22
23 BAB 23
24 BAB 24
25 BAB 25
26 BAB 26
27 BAB 27
28 BAB 28
29 BAB 29
30 BAB 30
31 BAB 31
32 BAB 32
33 BAB 33
34 BAB 34
35 BAB 35
36 BAB 36
37 BAB 37
38 BAB 38
39 BAB 39
40 BAB 40
41 BAB 41
42 BAB 42
43 BAB 43
44 BAB 44
45 BAB 45
46 BAB 46
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 BAB 79
80 BAB 80
81 BAB 81
82 BAB 82
83 BAB 83
84 BAB 84
85 BAB 85
86 BAB 86
87 BAB 87
88 BAB 88
89 BAB 89
90 BAB 90
91 BAB 91
92 BAB 92
93 BAB 93
94 BAB 94
95 BAB 95
96 BAB 96
97 BAB 97
98 BAB 98
99 BAB 99
100 BAB 100
101 BAB 101
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104
105 BAB 105
106 BAB 106
107 BAB 107
108 BAB 108
109 BAB 109
110 BAB 110
111 Hari Yang Dinanti
112 Balai Raya Aceh Sepakat
113 Akad Nikah
114 Aisyah Galery
115 Aku dan Kamu
116 Seperti Malam Itu
117 Memberi Pengertian
118 Malam yang Menghangatkan
119 Tamu di Pagi Hari
120 Dua Tahun Lalu
121 Berprasangka Baik
122 Sebuah Kejutan
123 Bahagia di Hari Itu
124 Aisyah Galery
125 Jesica
126 Finally
127 Edinburgh
128 Janji Yang Terucap
129 Royal Mile (Edinburgh)
130 Sebuah Pertemuan
131 Tatapan Itu
132 Nicolson Square Gardens
133 Cemburu (tidak) Buta
134 Percayai Aku
135 Selalu Beriktikad Baik
136 Hanya Berdua
137 Merindukan Kota Medan
138 Amanah Dan Khadijah?
139 Galeri Seni
140 Come Back To Indonesia
141 Yulian Pergi?
142 Melakukan Tugas
143 Terima Kasih Tuhan
144 Apa Yang Terjadi?
145 Darah
146 Bayangan Semu
147 Wanita Itu?
148 Rasa Yang Menyelimuti Hati
149 Di Atas Kuasa-Nya
150 Remuknya Hatiku
151 Takdir
152 Hanya Arumi
153 Sepasang Mata?
154 Selembar Foto
155 Aku Percaya kepadamu
156 Rintihan Air Mataku
157 Kepulangan Yulian
158 Kembali Pulang
159 Ketakutan Dalam Diriku
160 Sangat Berantusias
161 Ada Apa?
162 Apakah Itu Khadijah?
163 RSIA Stella Maris Medan
164 Keputusanku
165 Promise
166 Amanah Darimu
167 Selamat Datang
168 Rasa Syukurku
169 Cinta Terakhirku
Episodes

Updated 169 Episodes

1
BAB 1
2
Bab 2
3
BAB 3
4
BAB 4
5
BAB 5
6
BAB 6
7
BAB 7
8
BAB 8
9
Bab 9
10
BAB 10
11
BAB 11
12
BAB 12
13
BAB 13
14
BAB 14
15
BAB 15
16
BAB 16
17
BAB 17
18
BAB 18
19
BAB 19
20
BAB 20
21
BAB 21
22
BAB 22
23
BAB 23
24
BAB 24
25
BAB 25
26
BAB 26
27
BAB 27
28
BAB 28
29
BAB 29
30
BAB 30
31
BAB 31
32
BAB 32
33
BAB 33
34
BAB 34
35
BAB 35
36
BAB 36
37
BAB 37
38
BAB 38
39
BAB 39
40
BAB 40
41
BAB 41
42
BAB 42
43
BAB 43
44
BAB 44
45
BAB 45
46
BAB 46
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
BAB 79
80
BAB 80
81
BAB 81
82
BAB 82
83
BAB 83
84
BAB 84
85
BAB 85
86
BAB 86
87
BAB 87
88
BAB 88
89
BAB 89
90
BAB 90
91
BAB 91
92
BAB 92
93
BAB 93
94
BAB 94
95
BAB 95
96
BAB 96
97
BAB 97
98
BAB 98
99
BAB 99
100
BAB 100
101
BAB 101
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104
105
BAB 105
106
BAB 106
107
BAB 107
108
BAB 108
109
BAB 109
110
BAB 110
111
Hari Yang Dinanti
112
Balai Raya Aceh Sepakat
113
Akad Nikah
114
Aisyah Galery
115
Aku dan Kamu
116
Seperti Malam Itu
117
Memberi Pengertian
118
Malam yang Menghangatkan
119
Tamu di Pagi Hari
120
Dua Tahun Lalu
121
Berprasangka Baik
122
Sebuah Kejutan
123
Bahagia di Hari Itu
124
Aisyah Galery
125
Jesica
126
Finally
127
Edinburgh
128
Janji Yang Terucap
129
Royal Mile (Edinburgh)
130
Sebuah Pertemuan
131
Tatapan Itu
132
Nicolson Square Gardens
133
Cemburu (tidak) Buta
134
Percayai Aku
135
Selalu Beriktikad Baik
136
Hanya Berdua
137
Merindukan Kota Medan
138
Amanah Dan Khadijah?
139
Galeri Seni
140
Come Back To Indonesia
141
Yulian Pergi?
142
Melakukan Tugas
143
Terima Kasih Tuhan
144
Apa Yang Terjadi?
145
Darah
146
Bayangan Semu
147
Wanita Itu?
148
Rasa Yang Menyelimuti Hati
149
Di Atas Kuasa-Nya
150
Remuknya Hatiku
151
Takdir
152
Hanya Arumi
153
Sepasang Mata?
154
Selembar Foto
155
Aku Percaya kepadamu
156
Rintihan Air Mataku
157
Kepulangan Yulian
158
Kembali Pulang
159
Ketakutan Dalam Diriku
160
Sangat Berantusias
161
Ada Apa?
162
Apakah Itu Khadijah?
163
RSIA Stella Maris Medan
164
Keputusanku
165
Promise
166
Amanah Darimu
167
Selamat Datang
168
Rasa Syukurku
169
Cinta Terakhirku

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!