Setibanya dirumah, Diego memasak hidangan yang super besar untuk keluarganya..
Bahkan Luci dan Naomi nempel terus seperti perangko..
Setelah satu jam masak besar, Diego menyiapkan di lesehan, karena mejanya tidak cukup untuk meletakkan hidangannya, tidak lupa Diego menyiapkan nasi kotak banyak untuk warga sekitar yang dulu sangat baik kepadanya..
Melihat bagaimana Diego sangat dermawan membuat keluarga besarnya tersentuh..
Walaupun dia sudah sukses, dia tidak lupa kepada orang-orang yang membantunya dulu disaat susah..
Bahkan Luci dan Naomi sangat semangat membagikan nasi kotak kepada warga sekitar, tanpa rasa lelah mereka membantu membagikannya hingga habis..
"Sangat menyenangkan ya saling berbagi kepada sesama" celetuk Luci
"hem hem, Naomi jika sudah besar nanti akan berbagi seperti paman Diego" ucap Naomi yang polos
Diego pun tersenyum dan memberikan nasehat kepada duo bocilnya..
"Tapi kalian harus ingat, jika memberi, jangan mengharapkan imbalan, apapun itu.. Faham" nasehat Diego
"Faham kak/paman" jawab keduanya
"Baiklah, mari kita pulang, mandi lalu makan" ajak Diego
"Ayooooo!!!!!" jawab keduanya dengan semangat
Setibanya dirumah, Luci dan Naomi cerita tentang pengalaman berbagi dengan sangat antusias..
Bahkan Nanda, Mala dan Diana tidak menyangka jika Diego sangat dermawan..
Mereka sangat bangga Diego mau mengajari duo bocil dengan sangat sabar, bahkan tak pernah sekalipun marah ke duo bocil, jika duo bocil buat kesalahan, Diego selalu menasehati dengan sangat lembut, serta selalu memberikan contoh yang positif..
Arlong sendiri tidak pernah menyangka, pemuda yang dia ikuti begitu dermawan dan rendah hati, membuatnya merasa tidak salah memilih Diego..
Arlong melihat anaknya di diri Diego, dulu anaknya mirip seperti Diego, tapi naasnya umurnya tak panjang, karena sebuah insiden yang mengharuskan sang anak mengorbankan nyawanya demi sang ayah..
Dengan adanya Diego, Arlong dapat mengobati rasa rindunya kepada sang anak..
Diego saat ini sedang duduk di depan makam Anton dan menceritakan pengalaman hidupnya, dia melepas bajunya sambil bercerita
"Ayah tau, setelah ayah pergi, Diego melakukan tarung jalanan, ini adalah sayatan pertama yang Diego dapatkan saat melawan mantan napi, dan ini pertarungan hidup dan mati saat Diego umur 12 tahun" ucap Diego sambil terus menunjukkan semua bekas lukanya di makam ayah angkatnya..
Sedangkan di pintu belakang, Diana, Intan dan lainnya mendengarkan Diego bercerita sendiri..
Diana tak bisa membendung air matanya melihat perjuangan Diego yang dari kecil tak pernah mau merepotkan orang lain, bahkan keluarga paman Inu dan bibi Ana adik dari Anton pun sampai angkat tangan dengan penolakan Diego..
Semua Diego lakukan untuk menghidupi dirinya sendiri karena sudah berjanji bahwa dia tidak akan pernah merepotkan orang lain, bahkan keluarga ayahnya sendiri..
Berbeda dengan Intan, yang dari kecil sudah hidup enak, bahkan ketika tidur abadi pun dia masih di berikan sumber daya, untuk Diego sendiri harus mencari dengan penuh darah..
Semua masalah dia pendam sendiri, dia selesaikan sendiri tanpa ada orang yang tau bahkan sang ayah angkatnya sendiri tidak tau jika Diego memiliki banyak sekali masalah, dan hebatnya dia selesaikan semua sendiri tanpa bantuan orang lain sampai bertemu Greg dan yang lain..
Diego yang baru menyadari ada beberapa pasang mata melihatnya saat ceritanya selesai..
Saat berbalik, tanpa ada rasa terkejut atau reaksi berlebihan, Diego hanya berucap..
"Ibu, dan yang lainnya kenapa disini?? Kan sudah malam" ucap Diego yang sangat datar, tanpa ekspresi
Diego seperti robot yang tidak memiliki emosi, datar sedatar datarnya..
Membuat Diana merasa sangat bersalah karena kebodohannya meninggalkan Diego sendiri di tengah hutan yang jarang sekali di jamah oleh manusia..
Sedangkan sedikit jauh dari lokasi, Sang ayah kandung mendengar cerita sang anak laki-lakinya merasa terpukul karena kecerobohannya membuat sang anak menjadi dingin dan jarang tersenyum seperti anak-anak lainnya..
Seakan mendapat pukulan keras di jantungnya, sang ayah melesat memeluk Diego dan meminta maaf dengan apa yang telah terjadi..
Dan jawaban Diego membuat Diana, sang suami bahkan Intan menjadi semakin sakit..
"Yang lalu biarkan berlalu, ya walaupun dulunya aku sangat iri melihat teman-teman yang keluar bersama orang tua mereka, ingin apapun selalu dapat, sedangkan aku, ingin sepasang baju harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkannya, tapi semua aku bisa dapatkan tanpa harus mengemis, dan saat itulah rasa iri hati di dalam diriku hilang, jadi kalian tidak perlu merasa bersalah, karena apa yang aku inginkan dulu sudah aku dapatkan dengan tanganku sendiri, walaupun begitu aku tidak pernah merasa paling tinggi dan gila akan pujian ataupun merasa superior dan minta di sembah.. jangan lupakan dari mana anda berasal, jangan karena kekuasaan, anda dibutakan mata dan hati anda, di atas langit masih ada langit dan utamakan keluarga" ucap Diego tersenyum tanpa adanya air mata yang turun dari kedua matanya melepas pelukan sang ayah dan beranjak pergi memasuki rumah..
Sebelum Diego masuk, dia berdiri di sebelah sang kakak dan menasehatinya..
"Nasehat itu bukan dilihat dari usia, selama nasehat itu masih bisa diterima dan tidak menyimpang.. saranku, sebelum berbicara, fikir dulu, jangan sampai perkataan yang keluar dari mulut kita menyakiti hati lawan bicara kita" ucap Diego menepuk pundak sang kakak dan melangkah masuk ke rumah
Semua yang ada disana terdiam, bahkan Dean Xu memahami perkataan terakhir, dan akhirnya tercerahkan,,
Selama ini Dean hanya fokus dengan kekuasaan tanpa meluangkan waktu untuk istri dan anaknya..
Setelah mandi, Diego merebahkan tubuhnya di ranjang, saat akan memejamkan mata, Luna dan Lina mengetuk pintu..
Diego membuka pintu, melihat keduanya menundukkan kepala, membuatnya heran..
"Hm, ada apa??" tanya Diego
"Bolehkah kami tidur bersamamu??" tanya Lina
"(mengangguk) masuklah" jawab Diego
Setelah keduanya masuk, Diego mengunci pintu dan berbaring, Luna dan Lina bergegas memeluk di sebelah kanan dan kiri Diego..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Miyamura Izuma
muehehehe mantap
2025-01-13
0