Di jalan mobil Diego menjadi perbincangan banyak orang, walaupun bukan mobil termahal di dunia, tapi warna hitamnya yang garang menjadikan Lamborghini Aventador milik Diego menjadi raja jalanan..
Melihat jam sebentar lagi Lucia pulang, Diego mempercepat laju kendaraan..
Tidak sampai 20 menit sudah sampai di depan sekolah Lucia,.
"Aduh, kenapa aku tidak ganti baju terlebih dahulu tadi, ah, bodo amat lah,, yang penting adik kesayanganku" ucap Diego keluar dari mobilnya yang masih memakai seragam kemiliterannya
Diego menjadi perhatian banyak orang, termasuk para gadis kuliahan, karena sekolah Lucia berhadapan langsung dengan kampus University Neo..
Melihat Lucia keluar dari area sekolah, Diego langsung menghampirinya..
"Lucia, tidak rindu kah sama kakak??" tanya Diego yang sudah ada di depan Lucia
Mendengar suara yang familiar, Lucia mendongak, melihat sang kakak yang sangat dirindukan, langsung berlari memeluk sang kakak..
"Kak Diego, kapan kakak pulang??" tanya gadis kecil itu
"Kakak baru saja pulang dan langsung jemput adik kakak yang cantik ini" jawab Diego sambil mencubit lembut pipi Lucia
Diego berjalan menuju mobil sambil menggendong Lucia yang cantik seperti boneka..
"Wah, lihatlah, sungguh kakak yang sangat perhatian dan penyayang" ucap gadis1
"Benar, beruntung sekali wanita yang bersamanya, udah tampan, macho dan penyayang" tambah gadis2
Diego mendengar obrolan-obrolan para gadis yang memujinya hanya cuek saja..
Setelah membuka pintu dan mendudukkan Lucia, Diego meminta Lucia untuk menghubungi mama agar tidak di jemput, karena sudah di jemput oleh sang kakak..
Mendengar Diego sudah pulang, sang mama pun sangat senang, dia langsung meminta pelayan memasak masakan yang lezat untuk anaknya..
Para pelayan yang bahagia mendengar kepulangan Diego bergegas menyiapkan masakan kesukaan Diego..
"Luci, kita langsung pulang, atau jalan-jalan dulu??" tanya Diego
"Bagaimana kalau kakak belikan Luci es krim, lalu kita pulang" jawab Lucia
"Baiklah, kita beli es krim di supermarket depan saja ya" ajak Diego
"Em" angguk Lucia
Diperjalanan Lucia tak henti-hentinya ngobrol, sang kakak hanya mendengar cerita Lucia..
Setelah beli es krim, snack dan rokok untuk satpam dan tukang kebun, Diego langsung pulang untuk segera bertemu sang mama angkatnya..
Tak butuh waktu lama, Diego memasuki halaman rumah yang bersih..
Turun dari mobil, Diego di sambut satpam dan tukang kebun,.
"Selamat datang tuan muda" ucap satpam dan tukang kebun..
"Huh, selalu saja memanggilku seperti itu, jangan panggil aku tuan muda, anggap aku ini anak kalian juga" ucap Diego tak berdaya
"Ini ada rokok dan snack untuk camilan paman sekalian, di bagi rata ya, aku mau masuk dulu" tambah Diego
"Terima kasih nak Diego, silahkan masuk, nyonya sudah menunggumu" ucap satpam1
Diego hanya tersenyum dan mengangguk, lalu berjalan masuk rumah..
"Mama, Diego dan Luci pulang" teriak Diego
"Selamat datang kembali nak" jawab Mala sambil memeluk Diego
"Wah, gagah sekali anak mama, kamu pasti capek, segera mandi, ganti baju dan ayo kita makan bersama, biar Lucia mama yang urus" ucap mala sambil mengajak Lucia ganti baju
Diego masuk kamar yang sudah lama tidak dia gunakan..
"Ah, nyamannya" ucap Diego membaringkan badannya sekejap, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya..
Setelah ganti pakaian, Diego bergegas menuju ruang makan, disana sudah ada Lucia dan sang ibu..
"Papa kemana ma??" tanya Diego
"Sebentar lagi juga pulang, papamu hanya mengunjungi adiknya yang akan bekerja sama membangun proyek perumahan, karena akhir-akhir ini kantor milik adik papamu sepi" ucap Mala menghela nafas
"Apa ada masalah ma??" tanya Diego lagi
"Kata papa kantor pamanmu sepi karena dia di fitnah telah melarikan uang sebanyak 200jt Neo, padahal pamanmu sama sekali tidak pernah menerima proyek tersebut, akhirnya para pelanggan yang biasa menyewanya pada pindah ke kantor yang baru buka" jawab Mala
"Sepertinya ada yang tidak beres, sudah ma, tenang saja, mama bilang saja ke paman, aku butuh tenaganya untuk membangun markas" ucap Diego
"Maksud kamu nak??" tanya Mala bingung
"Diego akan membangun markas untuk anggota yg akan Diego pimpin, atau bisa di bilang ini adalah perintah langsung dari atasan, beliau memintaku untuk membuat pasukan khusus, mereka sudah tidak bisa melatih Diego lagi, karena Diego dalam beberapa hari kebelakang selalu menyelesaikan misi dengan cepat" jawab Diego sambil mengeluarkan lencananya
Mala yang melihat lencana tersebut di buat tak bisa berkata-kata karena saking senangnya..
"Jadi sekarang anak mama menjadi Jendral Muda tahun ini??" tanya Mala
"Benar ma, makanya atasan Diego meminta Diego mencari anggota sendiri dan melatihnya sendiri, karena semua misi yang tidak dapat diselesaikan oleh junior-junior, tim Diego yang nantinya akan turun tangan" jawab Diego
"Mama bangga padamu nak, mama hanya bisa berdoa dan memberi saran, selalu hati-hati dan jaga diri dimanapun kamu berada" pesan Mala
"Mama tenang saja, Mereka tidak akan ada yang tau identitas Diego sebagai Jendral Muda kota Neo, karena ini sudah menjadi kesepakatan Diego dan atasan sebelumnya" kata Diego sambil tersenyum
"Kakak, apakah Luci juga bisa seperti kakak??" tanya Luci tiba-tiba
"Tentu, asalkan Luci rajin belajar dan selalu nurut apa kata mama, papa dan kak Diego" balas Edward yang baru sampai
"Eh, papa sudah sampai" ucap Luci happy
"Selamat nak, atas kenaikan pangkatmu, papa tidak menyangka kamu akan sesukses ini dalam waktu kurang dari setahun" ucap Edward
"Ini semua berkat doa papa mama dan Luci, kalau tidak, Diego tidak akan menjadi seperti sekarang ini" jawab Diego tersenyum
"sudah, sudah, ayo kita makan setelah ini kita lanjut lagi" kata Edward
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
system
serasa ada yg hambar thor padahal ceritanya seru 🤔🤔🤔serasa ada yg kurang
2024-11-28
0
aris pang
ap yaaa🤔🤔🤔
2025-01-18
0
Albertus Sinaga
bangga dan senang
2024-12-09
0