Merekapun berangkat menuju desa Wuku, tapi sebelum itu, Diego membeli oleh-oleh dan camilan untuk yang lain..
Apa lagi Luci dan Naomi meminta es krim, gula-gula kapas, dan beberapa snack, semua Diego turuti..
Sedangkan Luna, Lina dan ketiga saudaranya membeli beberapa baju bahkan saat ini Diego diminta Luna dan Lina memilihkan beberapa baju yang cocok untuk mereka..
Diego mengambil menurut instingnya saja, dan entah kebetulan atau apa, apa yang di pilih Diego sesuai dengan apa yang keduanya suka..
Selesai belanja, mereka melanjutkan perjalanan.. butuh waktu 5 jam untuk mereka sampai..
Diego yang melihat bibi Ana sedang duduk di teras langsung turun dari mobil dan menghampirinya..
"Selamat siang bibi Ana, sepertinya tidak ada yang berubah dari bibi, bahkan semakin cantik" ucap Diego
Bibi Ana yang terkejut karena ada yang menyapanya segera menoleh dan memandang dari atas sampai bawah..
"anda siapa ya??" tanya Bibi Ana
"Eh, bibi lupa dengan bocah yang selalu membuat paman tua kesal??" tanya Diego balik
"Xu, ini kau nak?? Makin tampan saja kamu sekarang.. Bagaimana kabarmu, kau kesini dengan siapa, kenapa lama tak pulang dan siapa mereka??" tanya bibi Ana bertubi-tubi
"Aish, bibi, pertanyaanmu terlalu banyak, aku jadi bingung yang mana dulu yang akan aku jawab" keluh Diego
"Hahaha, maklum bibi sangat rindu sama kamu, lalu siapa mereka??" tanya bibi Ana
"Wanita cantik berbaju biru dan pria serta gadis kecil berkuncir kuda itu adalah keluarga angkatku, beliau adalah mama Mala dan papa Edward dan Lucia, sedangkan sebelahnya pria yang hampir mirip dengan papa, beliau adalah paman York, sebelahnya bibi Nanda dan gadis kecil itu Naomi anak mereka, dan Ini adalah ibu beserta kakak kandungku, ibu Diana dan kak Intan, untuk dua pria berbadan kekar itu adalah anggotaku di kemiliteran, dan ketiga pria di sebelah mama Mala adalah saudaraku angkat yang merawatku ketika merantau di Kota, dan untuk kedua gadis itu adalah calon istriku" jawab Diego memperkenalkan mereka..
"Jadi kamu sudah bertemu dengan keluarga kandungmu, syukurlah..
"Mari masuk, maaf rumahnya kecil dan sedikit berantakan" ajak bibi Ana
"Oh iya, paman Inu kemana bi??" tanya Diego
"Pamanmu ada di makam kak Anton sedang bersih-bersih" jawab bibi Ana
"Kalau begitu aku akan kesana, ma, pa, ibu, aku kemakam ayah Anton dulu, mama, papa ibu dan lainnya ngobrol dulu aja, nanti aku bersihkan dulu rumah Ayah Anton agar bisa kita tempati" ucap Diego yang keluar dari rumah bibi Ana bersama Luna, Lina dan ketiga saudaranya menuju makam Anton
Mereka pun melanjutkan ngobrol, dengan sangat seru, sedangkan Diego menuju depan rumah bibi Ana karena rumah ayah angkatnya berhadapan dengan rumah bibinya..
Pria paruh baya yang sedang istirahat pun melihat pemuda yang tidak asing langsung berdiri dan menyerang Diego, dengan gesit Diego terus menahan gempuran serangan dari paman Inu hingga 10 menit..
"Hahaha, ternyata kau sungguh hebat nak, bisa menangkis serangan yang tua ini" tawa paman Inu
"Ahahaha paman juga masih sangat hebat, di usia yang sudah tidak muda lagi masih memiliki serangan yang sangat mematikan" ucap Diego memeluk paman Inu
"Kau kesini bersama siapa??" tanya Paman Inu
"Aku kemari bersama kedua calon istriku dan kakak mereka(sambil menunjuk Greg dan yang lain) serta ada mama, papa angkat beserta adiknya, dan Ibu dan kakak kandungku" jawab Diego
"Wah, tidak ku sangka kau memiliki calon istri yang sangat cantik" puji paman Inu
"Kalau begitu, ini kunci rumah Anton, paman akan menyapa keluargamu dulu dirumah" tambah paman Inu bergegas pulang ke rumah
Diego menghampiri pusara ayah angkatnya dan berdoa..
"Ayah, anakmu pulang" sapa Diego yang menahan air matanya agar tidak tumpah
Setelah beberapa menit, Diego mengajak kelimanya membersihkan rumah untuk istirahat orang tuanya..
Sekitar 25 menit, Diego selesai membersihkan rumah dua lantai yang lumayan besar itu bersama kedua calon istri dan ketiga kakak angkatnya..
"Ah, akhirnya selesai juga, oh iya, kalau mau mandi, ada kamar mandi yang ada di setiap kamar, jadi kalian tidak perlu antri mandi" ucap Diego
"Sayang, istirahatlah dulu, kamarku ada di lantai dua, pintunya bertuliskan namaku, dan untuk kak Greg, Bob dan Ares silahkan pilih kamarnya, aku akan memanggil yang lainnya terlebih dahulu" tambah Diego
Diego bergegas menuju rumah bibi Ana untuk memberitahu jika rumahnya sudah bersih dan siap untuk di tempati..
Mereka bergegas menuju rumah dimana Diego dibesarkan, tempat tinggal Diego walaupun besar tapi sangat tradisional, mereka segera memilih kamar untuk istirahat, sedangkan Diego keluar menggunakan motor sang paman untuk pergi belanja kepasar, awalnya ingin belanja sendiri, tapi sang ibu keukeuh ingin ikut, akhirnya belanja bersama sang ibu..
Di pasar banyak yang mengenal Diego karena kebaikannya menolong, bahkan saat Diego belanja, sempat sang penjual tidak mau menerima uang darinya, karena dulu Diego sering sekali menolongnya, tapi karena bujukan dari Diego yang mengancam dirinya akan di pukuli ibunya jika tidak membayar apa yang sudah di beli, akhirnya sang penjual menerimanya..
Di jalan Diana tersenyum melihat kerendahan hati sang anak, bahkan dia tidak segan-segan menolong beberapa orang di pasar dengan suka rela..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
miilieaa
kak sejauh ini ceritanya bagus banget...
semangat terus yaa kak/Rose/
2024-11-13
1