Diana dan Mala memahami maksud Diego, dan mereka berganti topik ke perusahaan paman York yang semakin maju,,
Bahkan projeknya sekarang hanya menerima pembangunan untuk kemiliteran, mansion serta villa mewah saja..
Saat ini paman York sedang mendapat projek pembangunan villa mewah di bukit Hill di kota..
Paman York turun tangan langsung, karena dia dipercaya oleh pemiliknya untuk membuatkan design..
Entah kenapa hari ini dia benar-benar blank dan tidak bisa berfikir karena saking banyaknya pesanan..
Diego yang melihat sang paman lesu langsung bertanya..
"Paman, kenapa wajah paman seperti tidak di berikan jatah oleh bibi??" celetuk Diego
Membuat dirinya yang sedang minum tersedak, sedangkan sang istri ikutan tersedak saat makan kue..
"Bocah nakal, mulutmu pedas sekali, bukan karena itu aku lesu, tapi karena tiba-tiba saja pikiranku nge-blank akhir-akhir ini karena banyaknya permintaan" jawab paman York berapi-api
Diego hanya tersenyum, berbeda dengan sang kakak dan kakak ipar alias Mala dan Edward yang tertawa puas karena mendengar Diego mengejek pamannya..
Tanpa menunggu lama, Diego mengeluarkan beberapa design villa yang sangat mewah..
"Aku punya beberapa design villa, siapa tau kebuntuan paman teratasi" ucap Diego
Paman York, Nanda sang istri melihat design buatan Diego sangat terkejut, tidak hanya 1 gambar design, tapi ada 20 gambar design mewah yang ada di tangannya..
"Hahaha, kamu memang Dewa Fortunaku nak, dengan ini pekerjaanku akan segera terselesaikan" ucap York yang saat ini lompat-lompat seperti anak kecil
Sedangkan Luci dan anak dari paman York yang seumuran Luci saling pandang karena bingung melihat sang paman/ayah seperti anak kecil yang baru mendapat permen..
Melihat kebingungan sang anak dan keponakannya, Mala langsung menjelaskan jika sang paman/ayah mereka sedang senang karena pekerjaan beratnya teratasi..
Luci dan Naomi hanya mengangguk tanda mengerti dan melanjutkan makannya..
Mereka melanjutkan makan dan ngobrol santai di ruang keluarga..
"Besok kita berangkat jam berapa nak??" tanya Diana
"Kalau bisa pagi bu, soalnya Diego mau mencari oleh-oleh untuk paman Inu dan bibi Ana, jadi kita tinggal menikmati perjalanan" jawab Diego
"Benar juga, jadi kita besok berangkat berapa orang??" tanya Mala
"Papa beneran gak ikut?? Kalau papa tidak ikut berarti 15, karena temanku Rex dan Dandi juga ikut" jawab Diego
"Dandi pemuda yang selalu berebut makanan dengan Luci dan suka jahilin Luci dan Rex si dingin tapi sopan itu??" tanya Mala
Ya, Rex memang sangat dingin tapi sopan kepada Mala, untuk Rex sendiri dulunya tinggal bersama ibunya..
Tapi ketika selesai misi bersama Diego dan lainnya, dia mendapat kabar jika sang ibu meninggal karena sakit, dan Mala yang tau cerita tersebut sangat kasihan, akhirnya Mala meminta Rex memanggilnya mama seperti Diego, akhirnya dia memiliki penyemangat, untuk tetap kuat,.
Dan untuk Dandi sendiri dia sangat jahil dan suka menggoda Luci jika bertemu si imut itu, dia masih memiliki keluarga lengkap, dan saat ini kedua orang tua Dandi berada di markas dan akan membantu menyiapkan gizi untuk para prajurit nanti..
"Benar ma, mereka ingin tau aku tinggal sebelum bertemu mama, papa dan Luci" jawab Diego
"Apakah Mereka itu ganteng dan kuat??" tanya Intan tiba-tiba
Seisi ruangan senyap dan semua memandang Intan, sedangkan Intan di buat malu dengan pertanyaan tiba-tibanya itu, membuat yang lain tertawa setelahnya..
"Kakak lihat sendiri saja nanti, sebentar lagi mereka sampai, kalau cocok ya langsung nikah aja, iya kan bu??" jawab Diego
"Benar, lagi pula kakakmu udah berumur 25 tahun, sudah waktunya memilih pasangan hidup" ucap Diana
Diana yang malu langsung berlari ke kamar, dan tingkahnya membuat yang lain tertawa..
"Sudah malam, lebih baik mama, ibu, papa dan lainnya istirahat, karena besok kita berangkat pagi, Diego akan istirahat setelah teman-teman Diego sampai" ucap Diego
"Baiklah, kami istirahat dulu" ucap Diana dan Mala bersamaan
Sedangkan Lina memberi waktu untuk Luna untuk berdua bersama Diego..
"Kamu tidak istirahat juga??" tanya Diego
Luna menggelengkan kepala dan duduk di samping Diego..
"Kita ke depan yuk, sambil nunggu Rex dan Dandi" ajak Diego dengan menggenggam dan menarik lembut tangan Luna
Luna yang diperlakukan dengan lembut pun hatinya sangat berbunga, (ibarat anak kecil dapat permen segudang)
Setibanya di teras, Luna tak mau melepas genggaman tangan Diego, dan menggenggamnya sangat erat seakan takut di tinggalkan..
Melihat ada yang aneh dengan Luna, Diego langsung menghadap Luna..
"Hei, kenapa tanganmu bergetar?? Ada apa hm, coba cerita" tanya Diego
"Ak-aku takut" ucap Luna sambil menundukkan kepalanya
"Takut kenapa?? Cerita saja jangan di pendam sendiri, ingat!! kita sebentar lagi bertunang kan, jadi ceritakan semuanya kepada calon suamimu ini agar bebanmu hilang" kata Diego memberikan nasehat
"Aku takut kamu menjauhiku seperti klanku dulu" jawab Luna
"Maksud kamu??" tanya Diego bingung
"Mereka menjauhiku karena tubuhku mengeluarkan hawa dingin dan dianggap bencana, bahkan tunanganku pun meninggalkanku" jawab Luna terisak
Diego langsung memeluknya,
"Kita sudah kenal sangat lama, dan aku tau kamu satu-satunya yang paling dingin diantara keempat saudaramu, tapi yakinlah, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi..
Jadi, jangan menganggap dirimu bencana, karena mulai detik ini dan seterusnya, ada aku dan yang lain di sisimu, aku juga akan membantumu dekat dengan yang lain" kata Diego yang terus menenangkan hati Luna, dan berhasil
Saat mereka masih berpelukan, datang Rex dan Dandi merusak suasana romantis mereka..
"Eh, sejak kapan kamu punya wanita??" tanya Rex
"Sejak aku bertemu dengan ibu serta kakak kandungku" jawab Diego yang tetap memeluk Luna
Sebenarnya Luna ingin melepas pelukannya, tapi Diego tidak mau melepaskan pelukannya, akhirnya Luna pasrah walaupun pipinya sudah merah karena malu..
"Benarkah??" jawab Rex dan Dandi
"Ya, mereka sekarang sedang istirahat, jadi segera masuk dan istirahat, besok kita berangkat pagi sekalian aku akan memperkenalkanmu dengan keluargaku" ucap Diego
Diego menunjukkan kamar untuk Dandi dan Rex, sedangkan Diego membawa Luna tidur bersama, Diego tidak ingin memaksa Luna berhubungan lebih intim, biarkanlah dia sendiri yang menyerahkan mahkotanya untuk Diego..
Keesokan paginya, saat sarapan, Intan dan Rex saling curi pandang, Diana, Mala dan Diego mengetahuinya dan berkata kepada sang ibu..
"Oh iya bu, sepertinya sudah ada yang suka dengan kakak, bagaimana kalau segera di nikahkan saja?? Biar tidak terjadi kecelakaan dikemudian hari" tanya Diego
"Ya, kami setuju, (Mala dan Diana saling mengangguk) bagaimana menurutmu Intan??" tanya Diana
Sedangkan kedua tersangka langsung mati kutu, dan tiba-tiba Diana menjawab..
"Sudah diputuskan, Intan Xu akan menikah dengan Rex..."
"Pranata" Sahut Diego
"ya, Rex Pranata.. Lalu acaranya akan di adakan dimana??"tanya Mala
"Kita adakan di Desa Wuku, biar paman Inu yang menikahkannya" jawab Diego
"Mama, Ibu, apa yang kalian bicarakan dan siapa juga yang suka dengan ku" kilah Intan
"Jadi kalian tidak mau dan tidak saling tertarik, ya sudah bu, kita carikan saja jodoh buat ka-..." ucapan Diego terpotong dengan jawaban kedua insan yang kepergok saling lirik
"Kami mau" jawab keduanya serentak
"Rex, aku tau kamu sudah lama, jadi jangan sembunyikan hal sekecil apapun padaku, karena aku mengetahui semuanya, dan untukmu kak, walaupun kita baru bertemu, tapi aku bisa melihat ketertarikanmu kepada Rex lewat matamu, jadi wanita jangan gengsi untuk bilang suka, karena jika kamu keduluan yang lain, itu akan terasa menyakitkan" nasehat Diego
"Eleh, sok tau kamu bocah, seakan kamu pernah merasakan saja" ucap Intan
"Memang aku pernah merasakannya, bahkan lebih menyakitkan lagi" jawab Diego dengan suara dinginnya
Suasana menjadi canggung, beruntung Luci sangat peka dengan perubahan pada Diego, diapun turun dari kursi makan dan mengajak Diego untuk segera berangkat..
"Kakak ayo berangkat, katanya mau beli oleh-oleh dulu untuk paman yang ada di desa" ajak Luci
Diego yang awalnya dingin langsung 360° berubah menjadi hangat kembali setelah mendapat genggaman tangan Luci..
"Tentu, Pa, ma, ibu ayo kita berangkat" ajak Diego pergi dari ruang makan sambil menggendong Luci dan Naomi keluar, diikuti Oleh Luna, Lina dan ketiga saudaranya..
Diana langsung menggelengkan kepalanya, sambil menghela nafas..
Sedangkan Mala hanya tersenyum dan menasehati Intan..
"Lain kali jika dinasehati Diego, cukup mengangguk saja, jangan membantah apa lagi mengejek.. Mama tau umurmu lebih tua 6 bulan dari Diego, tapi untuk pengalaman, Diego sudah merasakan Asam pedasnya kehidupan semenjak dia berpisah keluarga.. Dan satu lagi, sekali dia menasehati orang yang sangat berarti buatnya tapi orang tersebut malah mengejek dan memandang rendah dirinya, selamanya dia tidak akan pernah memberikan nasehatnya jadi minta maaflah sebelum semuanya terlambat" ucap Mala tersenyum meninggalkan Intan dan Rex di ruang makan..
Rex tidak tau masa lalu Diego, tapi dengan ketegasannya tadi membuatnya yakin bahwa apa yang dikatakan Mala 100% kebenaran..
"Ayo kita juga keluar, nanti atau pun besok minta maaflah kepada adikmu, apa yang dikatakan Mama Mala ada benarnya" ucap Rex mencoba menenangkan Intan..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
Albertus Sinaga
wah cinta one line
2024-12-09
0
Glastor Roy
ip
2024-10-18
1