Berlatih Sebelum Melakukan Perjalanan

Diego pagi itu sedang termenung di bawah pohon tempat dia mendapatkan keberuntungan bertemu pengawal setia keluarganya..

Greg keluar dari bayangan Diego dan menemaninya ngobrol..

"Kenapa tuan muda melamun di tempat ini?" tanya Greg

"Aku ingin pergi merantau ke kota, tapi ilmu beladiriku sangatlah kurang, karena aku hanya bisa ilmu dasar saja" jawab Diego murung

Tiba tiba dia memiliki ide dan memandang Greg dengan mata berbinar..

"Bisakah kamu dan adik adikmu melatihku beladiri?? Tidak peduli seberapa keras pelatihan yang kamu berikan, aku akan melakukannya" ucap Diego

"Apakah tuan yakin??" Tanya Greg

"Tentu saja, kalau aku lemah, bagaimana aku bisa membalaskan dendam kedua orang tuaku??" jawab Diego

"Baiklah, kapan tuan muda ingin berlatih??"

"Sekarang juga" jawab Diego mantap

Greg, Luna, Ares, Lina, dan juga Bob sudah muncul di depan Diego..

"Untuk pelatihan pertama, tuan muda harus melatih fisik terlebih dahulu hingga batas paling ekstrem" ucap Greg memberi arahan

Diego pergi ke TPA untuk mencari besi dan membawanya ke tempat peleburan untuk membentuk pemberat di kaki dengan berat berbeda beda, mulai dari ringan, sedang dan berat, Diego menghabiskan uang hampir 30 ribu dolar untuk membuatnya..

Melihat kesungguhan tuan mudanya membuat kelimanya menjadi yakin jika suatu saat sang tuan muda bisa menjadi penguasa..

Keesokan paginya, Diego sudah bersiap di hutan belakang desa bersama kelima pasukan bayangannya..

"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang??" tanya Diego

"Tuan muda harus melatih fisik terlebih dahulu dengan berlari sejauh 500 meter, dan akan bertambah jika tuan muda sudah bisa beradaptasi dengan pemberat dan jarak tersebut, jadi pasangkan pemberat itu di tangan dan kaki tuan muda" perintah Greg

Diego pun langsung menggunakan pemberat dan sudah bersiap untuk lari..

Dengan pemberat di tangan dan kaki tidak membuat Diego menyerah untuk berlatih..

Setiap seminggu sekali Diego pasti mengikuti pertarungan, untuk menambah tabungannya..

Waktu terus berlalu dengan cepat, dan setiap harinya Diego berlatih beladiri, berlari, dan malamnya meditasi dibawah air terjun, membuat insting bertahan dan menyerang mulai meningkat berkat latihan tanding.

Dan sekarang dia bisa mengobrol dengan pasukannya dengan telepati, dia di latih sangat lama, bisa menguasai telepati selama 6 bulan lebih, dengan begitu Diego tidak kesepian lagi, ..

*****

Kini sudah hampir 1 tahun Diego berlatih, dan sekarang umurnya 15 tahun.

Pagi itu Diego berpamitan dengan para warga yang dulu pernah merawat dan membantu mereka, dia ingin hidup lebih baik lagi di kota. Dan jika nanti dia sukses akan membangun desa tersebut menjadi kota..

Para warga akan mendoakan Diego agar sukses kedepannya..

Diego meninggalkan desa tempat tinggalnya, walaupun sedih, dia tetap bertekat untuk mengubah hidup dikota dan mencari informasi tentang siapa yang membunuh kedua orang tuanya, sedangkan untuk orang tua dari ayah yang masih hidup, tak tahu dimana mereka, berbeda dengan orang tua sang ibu yang telah meninggal karena menyelamatkan Diego dari serangan dadakan..

Dari cerita tersebut, lawan dia adalah orang licik, maka dari itu Diego selalu belajar strategi dari para mentornya, Diego selalu mengikut sertakan semua untuk memberi saran, dan saran tersebut akan di gabungkan diambil jalan tengahnya..

Pasukan bayangan Diego tentu saja terharu, karena perjuangan dan sarannya selalu di hargai..

Di perjalanan, Diego mengutarakan isi hatinya, dan ingin memanggil kelimanya dengan sebutan "kakak" karena Diego merasa nyaman dan ingin melanjutkan pelatihannya di kedalaman hutan selama 2 tahun untuk meningkatkan seluruh pengalamannya bertarung..

Walaupun awalnya di tolak, Diego tetap memaksa, dan akhirnya di izinkan, dengan syarat mereka berlima tetap akan memanggilnya dengan sebutan "tuan muda". Kesepakatan pun terjalin oleh keenamnya..

Hari hari Diego berlatih, bahkan kelima pasukannya terkejut melihat luka bekas pertarungan yang ada ditubuh Diego..

Mereka sangat sedih karena baru tau bahwa luka tersebut Diego dapatkan dari perjuangannya seorang diri untuk bertahan hidup didunia yang keras ini..

Diego sebenarnya adalah sosok ceria, baik, ramah, tapi semenjak kepergian ayah angkatnya, dia berubah 360° menjadi sosok pendiam, tidak berbicara banyak dan selalu menyendiri, bahkan para warga menjulukinya "Dragon Lonely" atau naga penyendiri karena kemanapun dia pergi selalu sendiri, dan jarang berkumpul dengan warga sekitar..

Hari berlalu sangat cepat, tidak terasa Diego melakukan pelatihannya selama 2 tahun dihutan bersama Greg dan lainnya, sekarang umur Diego sudah menginjak 18 tahun, dia tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan..

Sekarang saatnya Diego keluar dari hutan menuju kota, tapi sebelum itu, dia harus menaiki kapal untuk menyebrang ke kota tersebut, sebenarnya Diego ingin naik pesawat, tapi karena takut uangnya habis, dia pun menghematnya..

Dua jam perjalanan, Diego sampai dikota besar, walaupun banyak yang memandang jijik, Diego tidak mempedulikannya, dia begitu takjub melihat banyaknya gedung gedung bertingkat, setelah 10 menit melangkah, dia melihat bangunan yang tak begitu mewah, berada di tengah kota, bangunan tersebut bernama "Motel Sakura", Diego memasuki bangunan tersebut, hanya ada beberapa orang yang sedang makan, melihat ada orang masuk ke penginapan, sang resepsionis mendekatinya..

"Selamat sore, apakah ada yang bisa saya bantu??" tanya pria tua tersebut

"Apakah masih ada kamar kosong untuk 2 hari kedepan??" tanya Diego balik

"Masih, mari saya antar ke kamar" ajak pria tua itu..

"Untuk dua hari, anda wajib membayar 400 dolar, dan untuk makan pagi dan malam, anda bisa menambahkan 100 dolar, jadi total semua 500 dolar" jelas pria tua tersebut

Tanpa menunggu lama, Diego mengeluarkan uangnya dari dompet dan memberikan kepada pria tua tersebut..

"Jika butuh sesuatu, cari saja aku di bawah, namaku Liu, dan ini kunci kamarmu, selamat istirahat" ucap pria tua itu

"Baik paman Liu, terima" jawab Diego sambil membungkukkan sedikit badan

Melihat kesopanan Diego, Liu hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu meninggalkan Diego di depan kamarnya.

Diego memasuki kamarnya dan melihat sekelilingnya,

"Lumayan untuk 2 hari kedepan" ujarnya sambil berbaring dan terlelap

Pagi harinya Diego ingin membeli beberapa baju dan celana, karena dia berangkat dari desa tidak membawa apapun, hanya baju dan celana yang ia pakai sedikit robek..

Selesai mandi, Diego turun untuk sarapan dan bertanya dimana dia bisa membeli baju di daerah sini, Liu menyarankan untuk pergi kepasar besar, karena disana harganya terjangkau..

Memasuki pasar, Diego membeli 5 setel baju dan celana, (termasuk celana dalam juga). Dia memakai satu baju berwarna putih dan celana jeans berwarna navy, dia keluar dari pasar dan akan melanjutkan jalan jalan..

Tetapi tiba tiba ada beberapa orang menggendong anak berusia 5 tahun dengan paksa untuk dibawa pergi, kejadian tersebut membuat panik orang orang sekitar termasuk orang tua anak tersebut..

"Tolong lepaskan anakku, aku akan memberikan semua yang aku miliki" ucap orang tersebut,

"Hahaha baiklah, aku ingin seluruh aset keluargamu" ucap pria kekar bertato

Melihat keduanya saling berdiskusi alot, Diego berjalan mendekati orang yang memegang gadis kecil berusia 5 tahun itu karena sang gadis terus berteriak dan menangis..

Ketika mata Diego bertatapan dengan sang gadis kecil, Diego menaruh telunjuknya di depan bibir menandakan untuk tenang sambil tersenyum, sang ibu yang awalnya panik, melihat interaksi dari sang anak dan pemuda itu menjadi sedikit tenang..

Teriakan dan tangisan gadis itu mulai reda, dan kesepakatan tidak menemukan titik terang..

"Bagaimana??, jika kamu tidak bisa memberikan seluruh kekayaanmu, maka anak mu itu akan aku berikan kepada tuan Bill agar kelak dewasa bisa menjadi istrinya hahaha" ucap pria bertato sambil tertawa

Keamanan di tempat tersebut tidak berani bergerak karena ancaman tersebut..

Diego melesat merebut gadis kecil tersebut tanpa diketahui siapapun kecuali sang ibu karena orang tersebut lengah..

Diego mengganti gadis kecil tersebut dengan boneka yang ada di sebelah Diego,

Setelah menyerahkan gadis kecil kepada ibunya, Diego berjalan dengan santai sambil berkata,

"Hei paman bertato, siapa yang di pegang anak buahmu itu?? Kenapa mirip dengan mukamu??" tanyanya santai

Pria bertato tersebut menoleh kearah anak buahnya terkejut melihat boneka b*b* yang dipegang oleh anak buahnya..

Dengan marah dia melesat menyerang Diego, tapi dengan entengnya ia menghindari..

"Kenapa kamu marah padaku paman, apa kau tidak malu menyerang bocah kecil sepertiku??" tanya Diego pura pura kebingungan

"Kau tanya kenapa?? Karena kau menunjuk boneka itu dan mengatakan mirip denganku" ucapnya tetap menyerang Diego

"Hah?? Hanya karena itu, ternyata otakmu kecil dan gampang emosian" jawab Diego dan menendangnya hingga masuk mobil blind van..

BRUAK

"Eh, padahal aku cuma menendang pelan, kenapa dia malah terbang masuk ke mobil??" tanya Diego yang pura pura terkejut

Keenam anak buah pria bertato pun terkejut dan menyerang Diego dengan brutal, tapi serangan mereka tidak ada yang mengenai tubuhnya..

Karena bosan menghindar, Diego menghajar keenam orang tersebut dan memasukkannya kedalam mobil, setelah itu berjalan menjauhi kerumunan orang orang yang sedang terkejut melihat dengan entengnya Diego menumbangkan ketujuh orang tersebut dalam waktu kurang dari 30 menit..

Gadis kecil yang dia selamatkan pun berlari dan memeluk kaki Diego..

"Kakak, kakak mau kemana?? jangan pergi" ucap gadis kecil itu menggenggam tangan Diego

Diego langsung menggendongnya dan menjawabnya,

"Kakak masih ada urusan, jadi kakak harus pergi" jawab Diego

"Aku ikut" jawab gadis itu lagi

"Eh, jangan, nanti orang tuamu pasti mencarimu" balas Diego

"Aku tidak peduli, pokoknya aku iikkuuuuuuut" teriak gadis itu..

Orang tua gadis tersebut mendekati Diego dan mengucapkan terima kasih..

Diego hanya tersenyum dan mengangguk..

"Sudah siang, bagaimana kalau kamu ikut kami pulang, sebagai ucapan terimakasihku, aku mengundangmu untuk datang kerumah dan makan bersama" ucap pria tersebut

"Kakak Greg dan yang lainnya, bagaimana pendapat kalian" tanya Diego menggunakan telepatinya

"Terima saja tuan muda, toh hanya undangan kerumah dan hanya makan saja kan?? Lagi pula gadis kecil itu sepertinya tidak ingin pisah dari anda" jawab Greg

"Kami setuju" jawab keempat lainnya

"Baiklah" ucap Diego menghela nafas

Gadis kecil itu selalu menempel kepada Diego dan tidak mau lepas seperti anak koala..

Bahkan kedua orang tua gadis tersebut sangat terkejut melihat anaknya nempel terus kepada Diego, dan hari ini mereka melihatnya secara langsung, sebelumnya anak gadisnya tidak pernah dekat dengan siapapun, diajak kemana pun selalu tidak mau, dan ini??

Orang tuanya dibuat sangat bingung dengan sikap anak gadis mereka..

Setibanya dirumah yang sangat besar dan mewah, Diego diajak masuk dan dijamu dengan sangat banyak makanan..

"Untuk siapa makanan sebanyak ini??" tanya Diego

"Untuk kamu" jawab perempuan itu

"Eh, tante tidak perlu repot repot menjamuku seperti ini, ini terlalu banyak??" tanya Diego

"Tidak apa apa, makanlah, jika kurang, kamu bisa nambah" jawab perempuan itu

Diego melihat 10 orang berdiri di belakangnya pun mengajaknya makan

"Ayo paman, bibi, temani aku makan" ajak Diego

Melihat reaksi dari para pembantu ragu, Diego pun bertanya sesuatu yang mengejutkan..

"Apakah ada aturan antara pembantu dan majikan untuk makan bersama??

Mendengar pertanyaan Diego membuat yang lain diam..

"Kalau begitu izinkan saya makan bersama kalian" tambah Diego

Ucapan Diego membuat pasangan suami istri tersebut terkejut..

"Kenapa ingin makan dengan mereka??" tanya wanita itu

"Karena almarhum ayah angkatku pernah berkata, mau sekaya apapun kita nanti, jangan pernah lupa siapa kita sebelum kaya"

"Dan itulah prinsip yang sekarang aku pakai, kita sama sama manusia, yang membedakan hanyalah status" jawab Diego

Jawaban Diego seakan menampar keduanya, dan sejak menjadi kaya, mereka menjadi lupa siapa mereka dulu..

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

sungguh suatu kata nasehat, jangan lupa waktu susah

2024-12-09

1

aris pang

aris pang

lanjut

2025-01-18

0

Jamal Amir

Jamal Amir

mantap,,,ada makna nya,,dan pelajaran

2024-11-09

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!