Bab 20

"Apakah kamu baik-baik saja??" tanya Luna

"Aku baik-baik saja, jangan khawatir" jawab Diego dengan tersenyum

Mereka bertiga tidur dengan sangat nyenyak hingga pagi hari..

Seperti biasa Diego selalu bangun pagi untuk jogging dan melakukan olah raga lainnya seperti push up, sit up, pull up dan back up..

Selesai dengan kegiatan olahraganya, Diego bergegas pulang, saat melihat jam masih pukul 5, tapi masih belum ada yang bangun, Diego menuju dapur dan memasakkan beberapa masakan..

Selesai memasak, Diego menulis sesuatu di kertas dan dilekatkan di atas tudung saji..

Setelahnya, Diego naik, mandi, dan keluar lagi ke tempat dimana dia melatih 4 orang pemuda sekitar umur 15 tahun yang dia temukan di pasar tempat dimana dulu Diego bekerja, dan di ajak untuk bergabung menjadi pasukannya, awalnya mereka ragu dan takut, tapi setelah melihat lencana Diego, mereka akhirnya mau ikut dan berlatih..

Melihat keempatnya sangat semangat berlatih membuat Diego tersenyum tipis dan menghampirinya..

"Bagaimana latihan kalian beberapa hari ini?? Apakah ada kendala??" tanya Diego

"Eh, kak Diego, sementara ini masih aman kak, kami pun sudah mulai terbiasa dengan pemberat ini" jawab Ilham

"Kalau begitu tambah lagi beratnya 5kg, dan ingat, jangan di lepas sebelum aku menyuruhnya" perintah Diego

Keempatnya pun mengikuti instruksi dari Diego untuk menambah berat beban di kaki dan tangan mereka..

Di rumah Diego..

Melihat jam sudah pukul 7 pagi, Diana yang bangun kesiangan karena semalam olahraga bersama sang suami, bergegas menuju dapur, saat melewati meja makan, berbagai hidangan tersedia..

Melihat ada surat, Diana pun membacanya, ternyata dari sang anak..

"Aku sudah siapkan sarapan untuk ibu dan yang lain, ibu bisa makan duluan, tidak perlu menungguku, hari ini aku akan pulang sedikit telat karena aku sedang ada urusan, maaf tidak bisa makan bersama kalian.."

Setelah membaca surat dari Diego, Diana hanya bisa menghela nafas karena tidak bisa makan bersama sang anak..

Diana pun membangunkan seisi rumah untuk segera sarapan..

Mereka makan dengan sangat lahap, terutama Lucia, karena dia tau siapa yang memasak masakan itu..

Selesai makan baru mereka menyadari bahwa Diego tidak ada bersama mereka..

"Kemana nak Diego??" tanya York

"Dia sedang ada urusan pagi tadi, jadi dia tidak ikut sarapan bersama" jawab Diana

"Pantesan aku tidak melihatnya ikut sarapan" ucap York dan yang lain

Diana yang bingung mau kemana, langsung menuju rumah bibi Ana untuk membantu bersama mala dan duo bocil Luci dan Naomi..

Kembali ke Diego..

Saat ini Diego sedng melatih alkemis bersama keempat calon pasukan barunya, Diego melatih mereka beladiri dan cara menggunakan senjata tajam dan senjata api..

"Bagaimana, apakah sudah terbiasa dengan senjata yang kalian pilih??" tanya Diego

"Sudah kak, tapi aku lebih suka memakai glock 37 ini dan samurai" jawab Ilham

"Kalau aku lebih suka memakai pisau lempar dan sniper, karena sangat sesuai denganku" ucap Lenka

"Aku lebih suka menggunakan nunchaku dan glock 37" kata Blue

"Kalau aku, lebih suka dengan sniper" ucap Black

"Jika begitu Lenka dan Black kuasai sniper dengan sempurna, dan untukkmu Ilham dan Blue akan memfokuskan serangan jarak dekat" perintah Diego

"Dan satu lagi, Ilham dan Blue, aku ada tugas pertama untuk kalian, jadilah juara pertama dan kedua di pertarungan jalanan, buat seluruh kekuatan dunia bawah mengakui kehebatan kalian, setelah itu, carilah beberapa pemuda seusia kalian untuk bergabung dengan tim kita, tapi ingat, carilah yang benar-benar setia mengikutiku, aku tidak ingin ada penghianat di dalam pasukanku, dan untukmu Lenka dan Black, cari pemuda pemudi berbakat dalam bidang hack dan ajak mereka bergabung, aku juga butuh satu orang hacker, dan seorang yang pandai dlm bisnis, apa kalian mengerti??" tanya Diego

"Siap, kami mengerti" jawab mereka berempat serempak

"Baiklah, istirahatlah dulu, aku akan memasakkan makanan untuk kita sarapan, setelah itu aku akan ke pasar membeli beberapa bahan makanan, agar kalian bisa memasak sesuai selera kalian" ucap Diego memasuki rumah papan yang Diego buat untuk mereka..

Diego memasakkan beberapa hidangan, dan lima jus apel untuk mereka dan dirinya makan..

Setelah selesai masak, Diego memanggil keempatnya untuk makan bersama..

Jam 10, Diego pergi ke pasar untuk membeli bahan makanan untuk stock anak buahnya, disana dia juga membeli beberapa bibit buah untuk di tanam di sekeliling rumah, Diego juga tidak lupa menghubungi Gio untuk mencarikan kontraktor, karena Dia ingin membuat tempat tinggal preman-preman jalanan dan membimbingnya agar mereka mendapat pekerjaan yang legal..

Kenapa Diego tidak meminta tolong paman York untuk membangun?? Karena hari ini paman York harus kembali ke kota untuk mengurus villa mewah milik pengusaha besar sahabat papanya..

Selesai mengurus semuanya, Diego mulai menjalankan misinya menguasai preman-preman yang sering membuat resah warga pasar dan sekitar..

Diego hanya ditemani oleh Dandi, karena Rex dalam mode bucin dengan Intan sang kakak, jadi Diego tidak ingin mengganggu mereka dan membiarkan mereka, karena Diego sudah menyerahkan tugas mendisiplinkan sang kakak agar bisa menjaga ucapannya..

"Kita kemana dulu ini??" tanya Dandi

"Kita akan ke belakang pasar, aku kenal kepala preman disana" jawab Diego

"Kamu tau tempat-tempat seperti itu??" tanya Dandi lagi

"Ya, aku dulu yang bantu dia menjadi kepala preman, sepertinya dia akan ingat kalau aku sparing dengannya" jawab Diego

Setelah menempuh jarak 25 menit, Diego melihat kepala preman tersebut sedang duduk di depan 25 anak buahnya..

"hei paman botak" panggil Diego

Sedangkan si botak yang di panggil langsung melihat siapa yang memanggilnya..

Ketika pandangan matanya bertemu, wajah botak langsung menegang..

"K-kau.." tunjuk botak gemetar

"Bos, siapa dia??" tanya para anak buahnya

"D-dia adalah srigala penyendiri, juara bertahan tiga tahun berturut sebelum menghilang, kini dia kembali lagi" jawab botak terbata-bata

Siapa yang tidak kenal srigala penyendiri, kebrutalannya membabat habis lawan dan menyabet gelar tak terkalahkan sudah tersebar..

Bahkan keluarga timur tengah yang sangat kaya mencarinya untuk kerja sama saja tidak ada yang tau keberadaannya, tapi sekarang, dia muncul di depan botak, orang yang pernah di bantunya menguasai dan menjaga desa tempat tinggalnya..

"Ternyata kau masih ingat denganku paman, oh, orang terkuat nomer 2 petarung jalanan juga bergabung denganmu paman??" tanya Diego

Para anak buah si botak sangat terkejut mendengarnya, mereka mencari cari siapa yang dimaksud..

"Ada apa kau kemari kawan??" tanya botak

"Aku ingin mengajukan kerja sama denganmu" jawab Diego

"Kerja sama?? Kerja sama seperti apa?? Dan apa manfaat yang aku dapat??" tanya Botak

"Kerja sama menguasai seluruh preman yang ada di desa ini, manfaat yang kalian dapatkan adalah mendapatkan gaji setiap bulannya dan juga perlindungan penuh, selama kalian berjanji tidak melakukan kejahatan serta menerima misi dariku, bagaimana??" jawab Diego sambil menunjukkan lencana kemiliterannya sukses membuat botak dan anak buahnya terkejut bukan main..

Botak dan anak buahnya saling berunding, dengan tekat kuat dan mereka juga ingin mengubah hidup mereka agar berguna untuk orang lain dan keluarga mereka..

"Baiklah, aku dan anak buahku siap bergabung denganmu" ucap botak

"Baiklah untuk misi pertama kalian, kita akan pindah ke tempat yang tersembunyi untuk markas kita, aku sudah punya tempat yang cocok untuk kalian, tapi untuk sementara kalian bangun tempat tinggal seadanya dulu, karena temanku sedang mencarikan kontraktor untuk membangun markas kalian, sekarang, mari ikut aku dan temanku" ajak Diego

Mereka pun bergegas pindah ke markas baru mereka, selama di perjalanan, para anak buah botak penasaran dengan kekuatan Diego..

Entah siapa yang memulai duluan, anak buah botak ingin sparing dengan Diego..

Diego sendiri menerimanya dengan senang hati, dia juga ingin melihat kekuatan anak buah botak..

Diego mencari tempat yang luas, setelah menemukannya, mereka mulai membentuk lingkaran untuk melihat sparing antara Diego dan seorang pemuda kekar..

"Siap, mari tunjuk kan seluruh kekuatanmu" ucap Diego

Pria kekar bernama Tio melesat menyerang Diego dengan sangat brutal, sambil menangkis serangan Tio, Diego memberikan arahan, karena serangan Tio asal-asalan..

"Tinjumu bagus, tapi kurang bertenaga" ucap Diego

Tio yang mendapat komentar tidak marah, namun dia mengikuti arahan Diego..

"bagus, sekarang pertajam indramu, aku akan menyerangmu" perintah Diego

Tio menahan serangan Diego dengan susah payah, sedangkan botak dan anak buah lainnya dibuat melongo karena tidak bisa meliht gerakan Diego yang super cepat itu..

"Gila, aku tidak bisa mengikuti gerakannya, sungguh sangat cepat" ucap AB1(Anak Buah)

"Benar, aku hanya melihat bayangannya saja, seberapa kuat boss baru kita ini??" balas AB2

Sedangkan Tio kini dibuat tak berkutik, tubuhnya lebam sana sini..

"Cukup sampai disini sparing kita, tingkatkan indramu dngan sering bermeditasi" perintah Diego yang membantu Tio berdiri

"Nanti aku kan berikan beberapa teknik bela diri untuk kalian agar kedepan kalian tidak asal-asalan menyerang lawan, karena jika kalian menyerang lawan asal, tidak sampai 10 menit tenaga kalian akan terkuras habis dan itu akan membuat kalian terbunuh" ucap Diego..

Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju tempat Ilham dan teman-temannya..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!