Pelatihan Pertama Di Camp

Setelah selesai memberi kabar, Diego langsung menonaktifkan ponselnya, Diego menyadari ada seseorang di belakangnya, tapi dia pura pura tidak tahu karena tidak merasakan bahaya, dia membalikkan badannya dan pura pura terkejut..

"Eh, senior, ada apa kesini??" tanya Diego

Senior Herfika meminta ponsel Diego sambil berkata,

"Mulai 3 bulan kedepan, seluruh junior diwajibkan untuk tidak menggunakan ponsel kecuali dia ingin keluar dari kesatuan" ucap Herfika, padahal dia hanya mengetes Diego

"Oh, ada lagi??" tanya Diego datar

"Dan satu lagi, dilarang keluar saat berada di asrama kecuali ada kepentingan mendesak dan cuti" jawab Herfika sambil melihat reaksi Diego

"Ada lagi senior??" tanya Diego yang tetap berwajah datar tanpa terkejut

"Sudah itu saja" jawab senior Herfika

"Siap, laksanakan" ucap Diego sambil melakukan penghormatan dan menyerahkan ponselnya dengan suka hati

"Eh, kamu tidak keberatan??" tanya senior Herfika

"Keberatan?? Buat apa?? Selama 18 tahun aku tidak punya siapa-siapa lagi, jadi kenapa harus keberatan" jawab Diego

"Maksud kamu??" tanya senior Herfika yang belum faham..

"Aku dari kecil di didik untuk selalu mematuhi peraturan yang diberikan ayah angkatku, 18 tahun adalah waktu yang panjang untuk menyesuaikan diri dari peraturan dan kesendirian, jadi kenapa aku harus keberatan??" jawab Diego tersenyum

"Baguslah, aku kira kau seperti anak-anak junior lainnya, ternyata aku salah, kalau begitu ini ponselmu.." kata senior Herfika

"Terima kasih senior" jawab Diego menerima ponselnya kembali

Senior Herfika keluar dari ruangan dengan penuh pertanyaan..

"Aku baru kali ini melihat junior yang ponselnya diambil tidak melawan tapi malah memberikannya dengan santai, siapa orang tuanya?? Aku harus menyelidikinya" ucap senior Herfika dalam hati

Sedangkan ditempat lain, seluruh angkatan Diego protes dengan tindakan tersebut, mereka tidak tau kalau itu hanyalah tes, sedangkan Diego sudah menyadarinya karena Greg sudah memberikan informasi sebelum memasuki camp..

Kembali ke Diego,

Diego mulai bermeditasi untuk menenangkan fikiran dan hati, setelah selesai bermeditasi selama 20 menit, dia istirahat karena besok pagi sudah mulai latihan..

Dia membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya..

Pagi sekitar pukul 4 alarm berbunyi, menandakan waktu berkumpul..

Diego sebelumnya telah bersiap, jadi saat alarm berbunyi, dia bergegas keluar barak dan lari menuju lapangan..

Disana Diego datang lebih awal, disusul oleh Rex dan Velicia..

Sambil menunggu yang lain datang, Rex, Ve berbincang, sesekali Diego menjawab..

Sekitar pukul 4.15 pagi mereka semua telah berkumpul, dari 50 orang, hanya 5 orang yang datang awal, yaitu Rex, Velicia, Andre, Bondan dan Diego..

Letnan Herfika maju dan memberikan arahan sekaligus teguran..

"Hari ini, saya Letnan Herfika Hazel yang akan memberikan pelatihan, untuk yang datang lebih awal pertahankan, dan untuk kalian yang terlambat, aku maafkan. Tapi tidak untuk lain kali, kalian faham" teriak Herfika

"Siap faham Letnan" ucap mereka serempak

"Bagus, jika besok ada yang terlambat lagi, Letnan James yang akan menghukum kalian, dan sekarang lakukan pemanasan dan keliling lapangan 20x dan lewati rintangan, siap, mulai" ucap Letnan Herfika

Mereka pun mulai berlari, dengan sangat cepat, sedangkan untuk Diego, dia berlari santai, tidak buru buru seperti yang lain..

Diputaran ke 10 mereka sudah ada yang tumbang, tapi Diego tetap berlari santai dan nafasnya masih teratur, tidak seperti kali pertama berlatih di hutan bersama kelima pasukannya..

Flash back in forest on

Awal pelatihan Diego berlatih fisik memutari setengah area hutan, ketika putaran kelima dia sudah tidak sanggup dan ingin menyerah, tapi saat ingat kedua orang tuanya dibantai, membuat semangatnya kembali, dengan modal semangat dan keteguhan hatinya, dia menyelesaikan 10 putaran dan jatuh pingsan..

Tapi kerja kerasnya membuahkan hasil, kini dia dapat memutari setengah area hutan yang awalnya 10x kini meningkat secara perlahan, dan berakhir menyelesaikan lari mengelilingi setengah area hutan 45x dan hanya tersengal sengal..

Flash back in forest off

Letnan Herfika dan yang lain pun merasa bahwa akan ada kuda hitam di angkatan juniornya..

Sedangkan Rex dan Velicia hanya bisa menyelesaikan 10x putaran dan tak sanggup lagi melanjutkannya..

"Anak itu sungguh spesial, dia masih sanggup mengelilingi lapangan dengan semangat dan tanpa mengenal lelah, siapa dia sebenarnya??" tanya Letjen Adi

"Saat saya mencari informasi tentangnya, dia adalah pemuda yatim piatu dari desa yang merantau ke kota dan diadopsi oleh Edward keluarga terkaya dikota ini setelah menyelamatkan anak semata wayangnya dari penculikan" jawab Letnan Herfika

"Pemuda yang menarik, aku suka semangatnya" ucap Letjen Adi terus memperhatikan Diego, begitupun Letnan Herfika dan ketiga Letnan lainnya

"Tuan, sepertinya banyak yang memperhatikan anda" ucap Lena

"Ah, si*l, aku terlalu bersemangat sampai aku mengundang perhatian, aku harus pura pura lelah" batin Diego

Setelah mengitari lapangan 15x Diego pura pura kelelahan, dan mulai duduk disebelah Rex yang sedari tadi kagum dengan semangat Diego..

"Wah, aku tidak menyangka, ternyata kau sungguh kuat, kalau boleh tau apa rahasianya??" tanya Rex

Diego hanya tersenyum dan menjawab dengan sedikit nafas memburunya (walaupun hanya pura-pura)

"Semangat berlatih dan tidak pernah menyerah, hanya itu yg aku tanamkan dalam diriku" jawab Diego

"Pantas saja kamu sangat kuat, kalau begitu ayo selesaikan latihan kita, biar kita bisa istirahat" ucap Rex

"Ayo, setelah ini kita makan di kantin, dan istirahat disana" balas Diego

Rex dan Diego bangkit dari duduknya dan mulai lari lagi dan menyelesaikan semuanya..

Rex yang awalnya sudah sampai batas, dia mulai melambat, Diego yang menyadari Rex mulai lelah pun langsung berkata,

"Kalau capek jangan dipaksa, daripada kamu pingsan" Diego memberi nasehat

"Tidak bisa, kalau aku menyerah, rugi aku berlatih keras untuk bisa lolos dan diterima disini" jawab Rex

"Baiklah, kalau itu mau kamu" balas Diego

Mereka menyelesaikan semua latihan hari ini, Rex yang sudah tidak kuat lagi mulai lemas dan jatuh pingsan..

Dan untung dengan sigapnya Diego memeganginya agar tidak jatuh..

Dia membawa Rex pergi ke ruang istirahat dan meletakkannya di salah satu kasur dan keluar ruangan..

Di luar sudah ada Letnan Herfika dan Velicia menunggunya, Diego yang heran dengan mereka pun bertanya

"Senior, ada apa kesini bukankah masih ada banyak yang masih melanjutkan latihan??"

"Jendral Siswo memanggilmu" jawab Letnan Herfika

"Eh?? Apa aku buat salah??" tanya Diego

"Langsung saja keruangannya dan cari tau sendiri" jawab Velicia cuek dan meninggalkannya

Diego yang cuek pun hanya mengangkat kedua bahunya dan menuju ruangan Jendral Siswo bersama Letnan Herfika..

Di perjalanan Herfika pun memulai obrolannya, untuk mencairkan suasana canggung..

"Maafkan sikap adikku, dia seperti itu karena dia tidak kamu sapa" ucap Letnan Herfika menjelaskan kesalah fahaman tersebut

"Pantes saja, dia galak, tapi ya memang salahku sih, karena tidak tau namanya" jawab Diego

"Nama dia Velicia Hazel adikku" ucap Letnan Herfika

Diego hanya mengangguk saja karena dia fokus melihat sekelilingnya..

Sesampainya di depan ruangan, Letnan Herfika mengetuk pintu..

TOK..TOK..TOK..

"Masuk lah" sahut suara seorang pria dengan suara beratnya..

Herfika pun memberi hormat dan mengatakan kalau dia sudah membawa Diego..

Pria paruh baya memutar kursinya dan memandang Diego dari bawah sampai atas..

Sedangkan Diego yang diperhatikan seperti itu walau merasa sedikit tidak nyaman, dia tetap bersikap biasa, tidak ada kegugupan dimatanya..

"Duduk lah terlebih dahulu" perintahnya

"Siap Jendral" ucapnya tegas dan memberi hormat sebelum duduk

"Aku memanggilmu kemari karena...

Penasaran dengan apa yang akan di katakan Letnan Jendral tersebut??

Jangan lupa like, subscribe dan komen jika menyukai karyaku..

Kritik dan saran yang membangun sangat berarti untukku..

Jangan lupa juga mampir ke novel bestie ku ya guys..

Terimakasih..🙏🙏

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

awal masuk akademi militer, pemanasan secara lari mengelilingi lapangan

2024-12-09

0

Aris Soeparwo

Aris Soeparwo

gag perlu pengantar ke bab selanjutnya

2024-11-30

0

aris pang

aris pang

hmmm

2025-01-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!