Bab 6

"Aku meanggilmu kemari, karena membutuhkan bantuanmu melatih teman-temanmu, karena para senior kalian sedang dalam tugas, jadi tidak bisa melatih mereka" ucap Jendral Siswo

"Kenapa harus saya Jendral??" tanya Diego

"Karena kualitas fisik dan aura kepemimpinanmu sangat kuat" jawab Jendral Siswo

"Hanya itu saja??" tanya Diego dengan penuh selidik

"Sebenarnya di camp ini hanya memiliki 4 senior, karena beberapa senior lainnya gugur dalam perang karena kecerobohan mereka meremehkan lawan tanpa mengatur strategi, akhirnya kamu tau sendiri, tahun ini kami hanya menerima 500 orang saja, padahal sebelumnya kami bisa merekrut 1000 orang sekaligus" ucap komandan Siswo

"Beri saya waktu sampai mereka setuju saya latih komandan, dan kemungkinan saya akan mengajak kedua kakak saya untuk membantu saya melatih teman-teman yang lain" balas Diego

"Apakah kakakmu juga seorang anggota militer?? tanya komandan Siswo

"Kalau soal identitas mereka, saya tidak tau banyak, yang jelas mereka dulunya disebut King & Queen Of Death" balas Diego

"King & Queen Of Death?? Sepertinya dulu aku pernah mendengar nama itu, tapi dimana??" batin komandan Siswo

"Baiklah, aku akan menghubungimu lagi besok, sekarang kamu bisa kembali ke barak" perintah Jendral Siswo

"Siap Jendral" ucap Diego

Setelah memberi hormat Diego meninggalkan ruangan Jendral Siswo..

"Fika, apa kamu tau tentang King & Queen Of Death??" tanya komandan Siswo

"King & Queen Of Death?? Bukankah mereka adalah pasukan misterius dari kota Neo?? Pasukan yang telah membantu pihak militer kita menumpas 100 orang DPO Internasional beberapa tahun yang lalu.." jawab Herfika

"Ah, aku baru ingat.. Tunggu..!!

Diego bilang tadi kakaknya adalah King & Queen Of Death, apakah yang anak itu maksud mereka??" tanya Jendral Siswo

"Sepertinya tidak mungkin, kalau memang iya, bukankah mereka kembali ke markas 3 tahunan yang lalu?? Bahkan pihak mereka tidak memberikan laporan apapun seperti di telan bumi" balas Herfika

"Benar juga, pantau terus perkembangan Diego, dan yang lainnya, aku merasa mereka akan menjadi senjata rahasia di militer kita" perintah Jendral Siswo

"Siap laksanakan Jendral" jawab Herfika

Kini Diego tengah berbaring di barak dan berbicara kepada Greg melalui telepati..

Disebelahnya ada Rex tengah telepon ibunya, melihat raut wajah bahagia teman barunya dia ingin sekali bertemu ibu dan ayah kandungnya..

Sedangkan Diego hanya mengirim pesan kepada orang tua angkatnya saja..

"Kak, apakah masih ada keluarga Xu dikota ini??" tanya Diego

"Ada, tapi untuk saat ini kekuatan tuan muda masih belum cukup, karena mereka saat ini masih menjadi incaran beberapa orang-orang timur tengah" jawab Greg

"Hufft, aku arus meningkatkan kekuatanku ,untuk mencari orang tua kandungku tapi bagaimana caranya agar meningkatkan kekuatanku dengan cepat" tanya Diego

"Tuan muda harus bertarung hidup dan mati agar kekuatan dalam diri tuan muda secepatnya bangkit, hanya dengan itu tuan muda akan berkembang dan bertambah kuat" saran Bob

"Baiklah, terima kasih kak atas sarannya" ucap Diego

"Sama-sama tuan muda" balas Bob

Hari-hari Diego berlatih dengan giat, prajurit yang lain tidak masalah dilatih oleh Diego, karena mereka yakin Diego akan membuat mereka lebih kuat dan berkembang..

6 bulan telah berlalu dan Diego kini melatih 25 orang setelah mereka dipilih langsung oleh Diego, tidak lupa dia juga membentuk tim di antaranya 5 sniper, 5 assasin, 5 hacker, 5 pengumpul informasi dan 5 penyerang bersama Diego, dan sisanya mereka akan berlatih di base camp karena 25 orang lainnya belum bisa menggunakan tenaga dalam..

Mereka semuanya Diego latih dengan bantuan dari kelima pasukan bayangan yang sudah Diego anggap sebagai kakak mereka sendiri..

Seminggu kemudian

Hari ini mereka menjalankan misi perdana mereka untuk memberantas sisa DPO internasional yang sedang sembunyi di negara mereka..

"Rex, sudah tau dimana lokasi tersangka??" tanya Diego..

"Sudah kapten, mereka ada 10 orang termasuk Letnan Uda dengan senjata lengkap, sekarang berada di pulau X sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu" jawab Rex

"Baiklah, sepertinya kita kekurangan informasi, karena kita tidak tau mereka itu kultivator atau bukan, kita tidak bisa bertindak gegabah" tambah Diego

"Tuan muda, biarkan saya yang menyelidiki mereka" ucap Greg meminta izin

"Baiklah kak, tapi sebelum itu, kakak bawa ponsel ini untuk merekam mereka, aku merasa ada yang janggal dengan mereka" balas Diego

"Baik tuan" jawab Greg melesat setelah menerima ponsel dari Diego

"Kita tunggu sampai tengah malam, setelah itu, aku, Rex, Rendi, Dio dan Joe akan melakukan eksekusi, tapi ingat, hati-hati" perintah Diego

"Baik kapten" jawab mereka berempat..

Setelah 45 menit Greg kembali dan memberikan video yang telah Greg ambil, dan tidak disangka ada salah satu Letnan yang membantu mereka melarikan diri..

Dia pun mengirim pesan singkat dan video kepada Jendral Siswo untuk segera diselidiki tanpa sepengetahuan Letnan Herfika, sedangkan Letnan Herfika juga di berikan video tersebut, tak menunggu lama Letnan Herfika menghubungi Diego..

"Apa video ini bisa dipercaya??" tanya Letnan Herfika masih ragu

"100% benar Letnan, dan kami akan menyerang malam ini" jawab Diego

"Kamu gila, jangan gegabah belum tentu Letnan Uda membantu mereka, pasti dia dipaksa oleh mereka, lebih baik segera kembali ke camp.." sergah Letnan Herfika

"Lalu menurutmu, video yang aku kirim hanya editan??, lalu, kita akan membiarkan penghianat seperti dia lolos begitu saja??" Tanya Diego yang merasa jika Letnan Herfika memiliki hubungan khusus dengan penghianat itu..

"Ini perintah, segera kembali ke camp, jika tidak, aku akan mengeluarkanmu dari kemiliteran.." bentak Letnan Herfika

"Jadi kamu melindungi kekasihmu yang menjadi penghianat itu dan kamu mengeluarkanku??

Baiklah, aku, Diego dari divisi penyergap akan mengundurkan diri dari militer" ucap Diego mematikan ponselnya

Letnan Herfika sangat terkejut mendengar ucapan Diego, tapi karena dia keras kepala, dia menganggap itu hanya masalah sepele dan bisa dia selesaikan sendiri..

Rex dan lainnya yang mendengar pembicaraan Diego dan Letnan Herfika hanya diam..

"Jadi, bagaimana dengan kalian tentang video ini?? Apa kalian meragukan keasliannya??" tanya Diego

"Siap tidak kapten" jawab mereka serentak

"Sekarang, ada penghianat di camp kita, apakah kalian akan diam saja dan pura-pura tidak tau serta membantu penghianat itu melarikan diri juga??" tanya Diego lagi

Mereka semua tidak menjawab pertanyaan kedua Diego..

"Kalian pulanglah ke camp dan bilang kepada Jendral Siswo, aku keluar dari pasukan, karena tugasku melindungi Negara, bukan untuk melindungi penghianat" jawab Diego bergegas pergi menuju tepi pantai sambil meninggalkan senjata api laras panjangnya

Ke-20 anggota dibuat bingung dengan kaptennya..

"Aku akan ikut kapten Diego" jawab Rex

"Aku pun juga akan ikut kapten Diego" ucap Rendi juga menuju dimana Diego pergi

"Kami ikut" ucap Joe dan Dio bersama

Ke-20 orang kebingungan dan mau tidak mau kembali ke camp dan melapor langsung kepada Jendral Siswo..

Di tepi pantai dimana Diego duduk

"Kenapa kalian berempat kesini??" tanya Diego tanpa melihat mereka

"Kami akan ikut denganmu" jawab Rex, Dandi, Joe dan Dio

"Alasannya??" tanya Diego

"Karena kami benci penghianat" jawab keempatnya kompak

"Jika ingin ikut denganku, apa kalian siap mati??" tanya Diego lagi

"Lebih baik mati daripada melindungi penghianat" jawab Rex dengan mantap

"Rex benar, aku masuk militer untuk mengabdi pada negara, bukan untuk menjadi menghianati negara" jawab Rendi

"Kami setuju, ini adalah impian orang tua kami untuk melindungi Negara, bukan untuk menghianati Negara Neo ini" jawab Joe dan di amini oleh Dio..

"Baiklah, malam ini kita akan bergerak memburu mereka, aku juga sudah menyiapkan senjata untuk kalian" kata Diego

Di Camp militer..

Ke 20 anggota yang dilatih Diego langsung melapor kepada Jendral Siswo, dan dia pura-pura terkejut mendapat laporan jika salah satu Letnan berani menghianati pasukannya sendiri dengan membantu buronan internasional melarikan diri, dan lebih mengejutkan lagi bahwa anaknya Letnan Herfika membela penghianat itu dan malah membatalkan misinya..

Mereka yang telah di latih oleh Diego IT langsung menyelidiki kasus ini, dan hasilnya sangat mengejutkan Komandan Siswo..

Dari hasil penyelidikan, Letnan Uda adalah dalang dibalik kaburnya buronan tersebut..

Di Ruangan Jendral Siswo

"Lihat, laki-laki yang kau suka dan kau banggakan telah menghianati kota Neo bahkan membantu buronan internasional melarikan diri, dan kau malah menggagalkan misi yang sudah lama para petinggi sepakati secara sepihak tanpa melapor dulu kepadaku" bentak Komandan Siswo sambil menujuk video tentang kebusukan Letnan Uda

Letnan Herfika melihat seluruh video yang memperlihatkan bagaimana sang kekasih berhianat membuatnya merasa sangat terpukul dan bersalah, dia tidak menyangka bahwa dirinya hanya dijadikan alat oleh kekasihnya..

"Dan lebih parahnya lagi, kau mengeluarkan orang yang telah berjasa dan sangat berkompeten di kelompok kita tanpa berunding dengan ayah dan ibumu sendiri, mulai hari ini aku akan mencopot jabatanmu dengan tidak hormat, Adi, bawa dia ke sel gelap selama 1 tahun, biar dia merenungkan kesalahannya" ucap Komandan Siswo tanpa menoleh anaknya..

"Siap Komandan" jawab Letjen Adi membawa keluar Herfika

Letjen Adi adalah adik dari Jendral Siswo, juga sebagai paman dari Herfika dan Velicia..

"Paman serta ibumu sudah memberitahumu sebelumnya, jika Uda hanya memanfaatkan posisimu sebagai anak dari pemimpin, tapi kamu tetap keras kepala tidak mau mendengar nasehat kami, dan sekarang kamu tau sendiri kan kenyataannya?? Dan kamu mengeluarkan anak berbakat seperti Diego hanya demi penghianat" ucap Letjen Adi menggelengkan kepala

"Paman..."

Sebelum Herfika melanjutkan bicara, Letjen Adi langsung memotongnya..

"Maaf, paman tidak bisa membantumu kali ini" ucap Letjen Adi

Herfika hanya menundukkan kepalanya merutuki kebodohan dan kesalahan yang telah dia buat..

Kembali ke Diego

Saat ini Diego dan keempat sahabatnya sedang menyusun strategi untuk menyergap buronan dan penghianat tersebut..

"Baiklah, ini adalah hari dimana kita akan membantai habis penghianat dan buronan, jika misi ini sukses, kalian bebas memilih jalan hidup kalian sendiri" ucap Diego

"Bolehkah aku tetap mengikutimu kawan??" tanya Rex

"Kami juga" tambah Joe, Rendi dan Dio

Diego tersenyum dan berucap,

"Tidak masalah, kita bangun kekuatan sendiri, kita kuasai dunia bawah kota Neo, bagaimana menurut kalian??" tanya Diego

"SETUJU" jawab mereka berempat kompak..

Tengah malam Diego dan keempat sahabatnya mulai bergerak menuju pulau X, mereka menggunakan sampan ukuran sedang untuk menyeberang..

Terpopuler

Comments

Jamal Amir

Jamal Amir

mantap MC nya tegas keras dan punya prinsip,,tidak naif

2024-11-09

2

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

tekad yg bulat utk abdi negara

2024-12-09

0

Miyamura Izuma

Miyamura Izuma

nahh suka neh mc kaya ginii

2025-01-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!