Diego menyusuri jalan sambil membersihkan sisa reruntuhan bekas pukulan Greg bersama Luna dan Lina..
Saat mengamati sekeliling, Diego melihat sebuah batu berwarna emas sebesar kepala,
"Apakah kalian tau batu apa ini??" tanya Diego kepada Luna dan Lina
Keduanya hanya menggelengkan kepala, Diego mendekati dan memegangnya, suara misterius d dalam tubuh Diego mulai berkomunikasi..
"Anak muda, itu adalah emas murni dari zaman kekaisaran, itu bisa membuat benda seperti cincin dan kalung sebagai pertahanan jika di gabungkan, bahkan kamu bisa membuat cincin dari emas itu, karena emas tersebut memiliki kekuatan magis yang sangat dahsyat" ucap sosok itu
"Jackpot" teriak Diego
"Sayang, bikin kaget saja, kenapa teriak??" tanya Lina
"Kita mendapat harta karun, ini adalah emas murni dari zaman kekaisaran" jawab Diego
"Ayo kita menambang lagi, sepertinya masih banyak di daerah sini" tambah Diego
Mereka menemukan emas batangan murni sangat banyak, bahkan Diego menemukan batu meteor yang lumayan besar, kata sosok misterius tersebut, batu meteor sangat lah kuat, jika di jadikan pedang..
Diego akan membuat pedang dari batu meteor tersebut dan di campur dengan emas murni untuk eksperimen..
Setelah menambang emas murni yang sangat banyak dan 2 batu meteor yang sangat besar, dia mulai melihat ujung lorong goa tersebut, ternyata tembus hingga ke kaki gunung mati..
Sedangkan di tempat ayah ibu Diego
"Kamu telah melukai anak kita, dan bertindak ceroboh, dan ini kedua kalinya kamu membuat kesalahan, pertama kamu mengorbankan anak kita demi tender yang tidak seberapa itu, dan kedua kamu melukai anak kita yang telah lama terpisah..
Benar kata Greg, kamu telah berubah, sekarang kamu lebih mementingkan kekuasaan daripada keluarga, jangan pernah mencariku jika sifatmu tetap seperti ini" ucap sang istri yang pergi bersama anak perempuannya meninggalkan sang suami dan naga hitam yang menyesal sudah melukai darah dagingnya sendiri..
Diana dan Intan melesat mencari jejak dimana Diego pergi, sedangkan sang suami Adam membatu di tempat karena ucapan sang istri..
Kembali ke Diego dan kedua kekasihnya
"Sayang, sepertinya ada yang mendekat, di lihat dari auranya, beliau adalah nyonya besar dan kakakmu" ucap Luna
Greg, Bob dan Ares segera datang dan berada di dekat Diego, sedangkan Diego sangat santai dan tidak memiliki emosi apapun,.
Diana yang merasakan aura Diego mulai mendekat, saat jarak mulai dekat, Diana memeluk Diego dengan sangat erat, seakan takut kehilangan anak keduanya..
"Maafkan ibu nak, karena dulu meninggalkanmu sendiri di hutan, karena ibu sangat panik dan takut kamu di habisi oleh musuh ayahmu" ucap Diana
Diego diam dan tidak membalas pelukan sang ibu karena terkejut dengan tindakan tiba-tiba Diana..
Dia tidak tau harus berbuat apa, sampai suara merdu dari belakang Diego terdengar..
"Nyonya besar, kenapa anda berada disini??" tanya Lina
"Lina" sapa Diana dan memeluknya
"Nyonya besar, siapa gadis itu??" tanya Lina
"Oh, perkenalkan, dia Intan, kakak Diego" jawab Diana
"Haaa??" Luna dan Lina terkejut sebab dulu dia tidak pernah bertemu Intan..
"Salam nyonya besar, nona muda" sapa Greg, Bob dan Ares bersama
"Terima kasih Greg telah menjaga putraku dengan sepenuh hati" ucap Diana dengan tulus
"Sama-sama nyonya besar, tapi tuan muda bertemu kami setelah Ayah angkatnya meninggal, jadi itu semua tidak sepenuhnya kami yang menjaganya" balas Greg
"Benarkah?? Lalu selama ini dia tinggal bersama ayah angkatnya?? Tanya Diana memandang Greg dan Diego bergantian
"Benar nyonya, dan nyonya bisa melihat bagaimana kehidupan tuan muda lewat kalung yang di pakai tuan muda" jawab Greg
Diego yang tak tau harus berbuat apa hanya pasrah saja, melepas kalungnya dan memberikan pada Diana..
Sebuah cahaya masuk ke dahi Diana, Diana bisa melihat bagaimana Diego bertahan hidup, Diana tak menyangka putranya hidup serba kekurangan, dan hanya mengandalkan uang dari hasil kuli barang dan pertarungan jalanan..
"Ee, permisi, bolehkah saya pulang?? Karena saya takut orang tua saya khawatir" ucap Diego
Sementara Diana menangis semakin menjadi, dan di tenangkan oleh Luna dan Lina, di sisi Intan, dia merasa canggung, karena dulu dia tidak mengetahui jika dirinya memiliki seorang adik..
"maksud tuan muda adalah orang tua angkat dari tuan muda nyonya besar" bisik Lina yang mencoba menghibur Diana
"Bolehkah kami ikut dan bertemu dengan orang tua angkatmu??" tanya Diana berharap
Diego yang tak tau harus jawab apa, hanya mengangguk dan berbalik menuju jalan keluar hutan..
Di perjalanan Diego hanya diam karena tidak menyangka bahwa orang tuanya masih hidup,
Setibanya di mansion, Lucia berlari menemui Diego..
"Kakaaaaaaaakkk" teriak Luci sambil berlari di pelukan Diego
"Hah, kamu ini dhek, kalau jatuh gimana??" ucap Diego penuh perhatian
"Hehehe maaf kak" kata Luci
"Selamat datang kembali, eh, ada tamu, Diego, ajak mereka masuk, mama sudah siapkan makanan kesukaanmu, ajak mereka makan juga" kata Mala
"Baik ma, mari kita makan dulu" ajak Diego
Mereka menuju ruang makan, disana juga sudah ada Edward, York dan keluarga..
"Eh, nak,, marikita makan dulu" ajak Edward, meskipun dia penasaran siapa yang dibawa anaknya, tapi dia urungkan untuk bertanya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 67 Episodes
Comments
aris pang
seperti hambar
2025-01-18
0
Albertus Sinaga
bertemu dgn ibu
2024-12-09
0