" seranggggg !!!! " .
Prangg
Bugh
Bugh .
Hantaman dan pukulan itu tak mampu di lawan oleh anggota geng the Tiger , mereka tiba-tiba saja mendapatkan serangan di dalam markas mereka ketika sedang tertidur siang .
Banyak sekali yang terluka , dan juga barang-barang markas yang pecah berserakan .
Bara menyeringai puas , setelah menghancurkan markas the Tiger dan melumpuhkan hampir sebagian anggota geng the Tiger .
" cabut ! "
Para anggota geng the wolf itu meninggalkan , basecamp milik anak-anak the Tiger .
Derungan motor para anggota Bara itu menggema di pelataran rumah mewah yang di jadikan markas the Tiger.
Bara merasa puas saat ini , setidaknya dia bisa membalas dendam pada Daffa setelah beberapa waktu yang lalu Daffa juga menyerang markas miliknya .
" makasih ya daf ! " ucap Hana yang baru aja turun dari motor Daffa .
" hati-hati han , nanti gue jemput " .
" eh gak usah , aku gak mau ngerepotin kamu ".
" gue gak repot kok han , bahkan gue free " .
" tapi____
" gue gak suka penolakan Hana , gue cabut dulu ! " .
Daffa pun pergi sambil mengedipkan sebelah matanya pada Hana .
Gadis itu menyentuh pipinya sendiri yang terasa panas saat ini .
Tadi saat pelajaran terakhir , Daffa mengirimnya chat dia ingin mengantarkan Hana kerja , awalnya Hana menolak Karna takut ketahuan anak yang lain .
Tapi Daffa tetaplah Daffa , dia sama sekali tidak suka jika di tolak , akhirnya Hana pun mau dengan syarat harus menunggu sekolah sepi .
Daffa pun tidak keberatan , dengan sabar dia menunggu Hana .
Motor Daffa sampai di markas tempat biasa dia berkumpul dengan anggota geng nya .
Mata elang itu menatap tak percaya dengan kondisi markasnya yang terlihat begitu berantakan dan barang pecah ada dimana mana .
Dengan sigap dia membuka helm fullfacenya dan berlari masuk ke dalam .
Mata Daffa mendelik melihat jika saat ini sebagian anggota nya luka-luka dan bahkan ada yang terluka parah .
Daffa berlari menghampiri salah satu temannya itu .
" Ki , kenapa ini ? " tanya Daffa bingung dan penasaran .
" Bara nyerang kita daf , kita semua pas lagi tidur dan santai dan gak ada yang denger kalo ada geng the wolf datang , terus kita langsung di serang gitu aja " .
" anjngg ! " ucap Daffa dengan rahang yang semakin menegas.
Daffa pun berdiri dan hendak keluar basecamp .
" daf , woy mau kemana Lo ? " teriak Reza yang baru keluar dari arah dapur itu .
" Bara ! ".
" jangan anjir ! Jangan gegabah ! " sahut Ares yang langsung berlari ke arahnya .
" jangan ? Gue gak bisa diam aja lihat mereka kayak gini ! Gue ngerasa kalo gue gak bisa jagain mereka ! " .
" kita tahu daf , tapi gak sekarang , kita obatin dulu mereka ! ".
" iya daf , santai dulu ! Kita susun strategi ! " .
Daffa akhirnya mengikuti saran kedua nya , dia pun mengambil ponselnya dan menelfon dokter yang menjadi langganan nya .
" untung saja kepalanya aman " ucap dokter itu yang baru saja selesai memeriksa Kiki .
" syukurlah bang ! " .
" sepertinya Lo harus nambah penjagaan daf ! " ucap dokter itu .
" makasih bang atas nasehatnya ! " sahut Daffa .
" jangan sampai papa Lo tau soal ini " .
" iya bang ,sekali lagi makasih ! " .
Dokter itu pun mengangguk dan langsung berjalan pergi dari markas Daffa.
Sebagian teman-teman Daffa saat ini membersihkan bekas-bekas penyerangan yang di lakukan para anggota the wolf .
Sedangkan Daffa , dia saat ini terlihat merenung di taman belakang seorang diri .
Tangan Daffa terkepal erat , dia tidak bodoh , ini semua pasti ada sangkut pautnya dengan Hana .
Pasti Bara merasa tidak terima , karna Daffa mengaku sebagai pacar Hana pikirnya Daffa saat ini .
Sedangkan saat ini Hana terlihat gelisah , dia ragu untuk menelfon Daffa lebih dulu , dia juga ragu mengirimi chat .
Hana melihat jika Daffa terkahir online siang tadi , yang itu artinya ketika Daffa sedang berada di sekolah saat menunggunya.
Karna Hana tidak ingin menganggu , dia pun pulang sendiri dan memesan ojek online .
Mata Hana mendelik melihat motor Bara yang terlihat memasuki area cafe tempat Hana bekerja .
Bara menghentikan motornya tepat di samping Hana berdiri , tubuh Hana mematung dia takut sekali dengan sosok Bara .
" han , kamu mau pulang ? ".
Hana tidak menjawab sama sekali , sungguh dia tidak ingin bertegur sapa kembali dengan Bara .
" han , kamu nungguin Daffa ? ".
" maaf Bar , aku nunggu ojek " sahut Hana akhirnya .
" kamu beneran pacaran sama Daffa ? ".
" Bara , aku mohon jangan ganggu aku lagi ! " .
" kenapa ? apa karna Daffa ? ".
" jangan bawa orang lain " .
" kenapa sih kamu suka sama dia han ? apa hebatnya Daffa ? " .
" maaf Bar , ojek aku udah dateng " .
Hana pun pergi menaiki ojek itu , Bara sama sekali tidak menghentikan langkah Hana .
Bara mengikuti motor yang membawa Hana saat ini , dia ingin tahu dimana Hana tinggal saat ini .
Hana pun panik , dia melihat jika saat ini Bara terlihat mengikutinya di belakang .
Hana mencoba menelfon Daffa tapi tidak di angkat , dia semakin bingung saat ini . jadilah dia memutuskan untuk berhenti sejenak di sebuah minimarket agar Bara pergi .
Dengan gugup Hana masuk ke dalam mini market itu , berharap Bara segera pergi .
Sementara itu Daffa baru saja keluar dari kamar mandi , dia mandi air dingin agar bisa menenangkan dadanya yang terasa sesak saat ini .
Dia pun membutuhkan angin .
Daffa mengambil ponselnya itu , dia mendelik kaget karna Hana menelfonnya berulang kali , gadis itu juga mengirim Daffa chat yang isinya jika dirinya sedang di buntuti Bara saat ini .
Daffa menelfon Hana , tapi tidak aktif .
Dia pun panik dan langsung berlari keluar dari kamar khusus miliknya yang ada di markas the Tiger .
" kemana daf ? " tanya Reza setengah berteriak .
Daffa tidak menjawab apapun , Karna Reza khawatir dia mengajak Ares untuk mengikuti kemana Daffa pergi .
Motor Daffa melesat membelah jalanan , dia pergi ke cafe tapi sudah tutup , dia pun tidak menyerah motornya terus melaju .
Mata elang itu melirik melihat motor Bara yang terparkir di halaman sebuah mini market yang tidak jauh dari cafe .
Daffa pun segera berhenti , dia berlari kesana kemari dan akhirnya melihat Bara yang sedang memegang erat tangan Hana .
Daffa mengeratkan rahangnya .
" lepasin cewek gue ! " ucap Daffa penuh emosi .
Hana menoleh kaget , dia merasa lega akhirnya Daffa datang untuknya .
Daffa melepaskan cekalan itu dan langsung memeluk Hana erat , dia tidak peduli jika saat ini menjadi tontonan .
Bahkan Ares dan Reza juga menatap tak percaya , terlihat jelas sekali jika Daffa yang memeluk Hana terlebih dahulu .
" gak usah deketin Hana , dia milik gue ! " ucap Daffa dengan tatapan tajamnya .
Daffa menarik tangan Hana , dan membawa gadis itu keluar dari minimarket .
" shitttt ! " umpat Bara keras .
Daffa masih terus membawa Hana untuk pergi menjauh , dia pun meminta Hana untuk duduk di sebuah taman yang terletak tidak jauh dari minimarket itu .
Daffa memeluk Hana lagi , dia ingin Hana tahu jika Daffa menyukainya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Terus cewek kamu mau kamu kemanain??
2024-10-11
0
ira rodi
hana hana...gampang banget terbuai....gak sadar sdh jadi pelakor...sekalipun daffa gak nganggap bella tetep aja dia masi jadi pacar daffa...
2024-09-23
0