Dion melangkah dengan langkah ragunya menuju ke rooftop , dia bingung dan pasrah apa yang akan terjadi nanti .
ceklek
Dion melihat sekeliling tidak ada tanda-tanda Daffa dan teman-temannya saat ini , dia ingin kembali tapi urung Karna sebuah suara menghentikan langkahnya .
" woy ! " .
Tubuh Dion reflek dengan cepat , suara itu suara yang selalu membuat nya ketakutan bahkan hingga ke alam mimpi.
" cupu ! " .
Dion akhirnya menoleh dengan sorot mata ketakutan saat ini , tidak biasanya Daffa menyuruh dirinya untuk menemuinya , biasanya dia akan pergi menemui Dion .
" a-ada apa Daffa ? " tanya Dion terbata .
" Lo kenal Deket sama Hana ? " tanya Daffa yang langsung to the point .
Dion mendelik mendengar nya mungkinkah saat ini Daffa akan beralih membully Hana pikirnya .
" jangan Hana Daffa , biar aku saja yang kamu bully " .
Mata elang itu memicing mendengar perkataan Dion barusan , sedekat itu kah mereka ? .
Daffa melihat Dion dari atas hingga bawah , jika di bandingkan dirinya jelas Daffa lebih tampan dari Dion tapi kalo soal nyaman , mungkinkah Hana lebih nyaman dengan Dion pikir nya .
" maksud Lo ! " .
" Hana itu anak tunggal , ibunya lumpuh dan ibuku yang merawatnya ketika Hana tinggal sekolah ! " ucap Dion sambil menunduk .
" apa ? " .
" tolong Daffa , kamu jangan membullynya kasian dia " .
" sedekat apa Lo sama dia ? " .
Dion mendongak menatap wajah tampan Daffa dengan mata yang berkabut , entahlah jika itu tentang Hana Dion merasa tidak tega .
" rumahku bertetangga dengan rumah Hana " .
" jadi____
" kita tetangga Daffa , tolong kasian dia , aku denger kalo dia udah nunggak SPP selama dua bulan ini dan Hana gak bilang sama orang tuanya" .
" Kok Lo jadi curhat sih ke gue ? " .
" maaf Daffa , aku hanya ingin kamu mengerti " .
Daffa mendengus kesal saat ini dia merasa sangat cemburu dengan Dion yang jelas tidak apa-apa nya jika dengannya , tapi nyatanya Dion lebih dekat dengan Hana .
" ck ... Pulang aja sana Lo ! " .
" loh kamu ____
" apa Lo mau gue bully ? Gue lagi gak mood ! Udah sana ! " ucap Daffa sambil mengibaskan tangannya.
Dion yang mendengar itu langsung berlari keluar dari area rooftop itu .
Sedangkan Daffa , lagi-lagi dia menjadi galau saat ini , baginya Hana sangat sulit untuk dia dapatkan .
" hah ! " .
Daffa menghela nafasnya kasar , tidak ingin terlalu larut memikirkan dia mendial sebuah nama dan mengajaknya untuk bertemu .
Sementara itu Hana , gaids itu bekerja dengan giat dan cekatan , dia berharap semoga lelahnya ini akan terbayarkan nanti .
Hana meminta gajinya perminggu saja agar bisa menyicil uang spp yang sudah menunggak itu .
" han , ada pelanggan di ruang VIP , kamu yang layani ya ! " .
" oh iya kak " .
Hana berjalan dengan riang , langkahnya terayun dan mengetuk sebuah private room di cafe itu .
Tok tok
Mata Hana membulat melihat , siapa yang kini sedang duduk manis di hadapannya saat ini bersama dengan teman sebayanya .
Dua tahun lalu , kejadian yang tidak pernah Hana bayangkan itu terjadi di hidupnya , dai jatuh cinta dengan anak majikan ibunya .
Awalnya dia ingin sekali mengubur perasaanya itu , karna status mereka tapi ternyata anak majikannya itu justru menembak Hana dan mereka berpacaran secara diam-diam.
Satu tahun lamanya mereka berpacaran dan layaknya remaja seumuran mereka , mereka akan berkencan di cafe atau taman hanya untuk menghabiskan waktu luang .
Tapi semua itu hancur berantakan , ketika anak majikan ibu Hana sakit dia pun terpaksa menghampirinya di dalam kamar , mereka pun berpelukan dan pintu kamar itu terbuka .
Orang tua anak itu tidak terima , dengan lantang dia memecat ibu Hana bahkan membuat ibunya cacat seumur hidup .
Sejak itu Hana dan keluarga pun pindah ke tempat lain dan memulai hidup baru , tapi kini Hana tidak sengaja bertemu dengan nya lagi .
" Farhana " ucap pemuda itu sambil menatap Hana kagum .
Hana mengalihkan pandangannya , saat ini dia sedang bekerja dan harus profesional apalagi ini hati pertamanya .
" mau pesan apa kak ? " tanya Hana dengan senyum merekah .
Hening !
Tak ada satupun yang menyahut , keempat pemuda itu saling melirik dan mengangguk bersamaan.
Mereka pun keluar ruangan itu dan meninggalkan Hana berdua saja dengan mantannya itu .
" Farhana " ucap pemuda itu lembut .
Hana menoleh tatapan keduanya pun bertemu , sorot mata itu masih sama tapi Hana sudah tidak memiliki sorot mata itu lagi .
Sorot mata Hana hanya kosong dan penuh dengan emosi yang dia tahan .
" kamu kemana aja , aku nyari kamu " .
Hana sama sekali tidak menjawab , dia tidak ingin lagi mengulang kebodohannya di masa lalu .
" han " .
" maaf aku sedang bekerja , bisakah kamu melepaskan ini " ucap Hana sambil melirik tangannya yang di pegang itu.
" han , kamu gak mungkin lupa sama aku kan " .
" maafkan aku Bara , aku masih bekerja " .
" kita bicara nanti , aku tunggu sampek kamu pulang " .
" jangan seperti ini Bar , kita sudah selesai " .
" kita belum putus han ! Aku belum memutuskan kamu " .
" terserah ! Yang penting buat ku kita udah gak ada hubungan apapun lagi , sejak papa kamu membuat ibuku cacat seumur hidup " .
Setelah berkata seperti itu , Hana pun pergi meninggalkan Bara yang tampak masih mematung , tubuh jangkung itu sama sekali tidak berdaya .
Bara sangat mencintai Hana , dia mencari gadis itu tapi tidak dia temukan , apa mungkin karna power sang papa hingga dia kesulitan untuk menemukan Hana nyatanya mereka masih satu kota.
ceklek
" bos ! " .
" cabut ! " .
Bara pergi lebih dulu , dia meninggalkan teman-temannya yang kini masih terpaku menatap punggung Bara yang sudah menghilang dari balik pintu .
Langkah Bara terayun ke sebuah meja kasir , dan meminta untuk bertemu dengan manager cafe itu dia sengaja meminta Hana untuk menemuinya .
" bos kita ngapain disini ? " tanya Angga penasaran.
" Lo balik aja duluan , gue ada perlu sama cewek gue ! " .
" Lo punya cewek Bar ? " .
" ck.." .
Tak lama kemudian seorang gadis cantik dengan rambut lurus dan poni tipis terlihat berjalan ke arah para pemuda yang sedang duduk di atas motor mereka .
Bara tersenyum senang melihat kedatangan Hana saat ini .
Begitu pula dengan teman-teman Bara yang tampak kagum dengan kecantikan natural yang Hana miliki .
" han , sekarang kan udah gak di dalam cafe , jadi aku bebas ngajak kamu ngobrol" ucap Bara lembut .
Teman-temannya itu menganga tak percaya melihat itu , apa mereka tidak salah dengar jika saat ini Bara bersikap lembut dengan seorang gadis .
" ada apa ? " tanya Hana ketus .
" kamu pulang jam berapa ? " .
" maaf Bara aku sudah bilang kita tidak usah bertemu lagi " .
" tapi han ____
" lepas ! " ucap Hana sambil memberontak meminta untuk di lepaskan .
" gak ! Sebelum kamu mau pulang sama aku ! " .
" lepasin dia ! " ucap Daffa yang baru saja datang itu .
" Lo____
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments