Daffa dengan malas meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas , nama Bella terpampang jelas di layar ponselnya .
Daffa pun enggan untuk sekedar mengangkat telfon itu , dia pun tidur kembali .
Hari ini weekend jadi Daffa bebas bangun jam berapa pun , semalam saja dia tidak pulang kerumahnya dia memilih untuk tidur di markas bersama teman temannya.
Rumah Hana
Pagi pagi sekali Hana sudah bangun dari tidurnya , hari ini hari Minggu jadi dia akan membantu sang bapak untuk berjualan batagor .
Hana tidak pernah merasa malu , karna baginya yang terpenting itu isi perut bukan gengsi .
" nak , kata ibu kamu mau bekerja ? " tanya sang bapak .
" iya pak , mungkin besok Hana mulai bekerja " .
" Dimana nak ? " .
" di cafe pak , cafe anak muda gitu " .
" kalau kerja hati-hati ya nak , maafkan bapak ya nak seharusnya kamu itu belajar dan tidak bekerja seperti ini " .
" pak , Hana kan pengen nyari pengalaman " .
Pria paruh baya itu terharu mendengar ucapan Hana barusan , dia bangga pada sang putri yang tidak malu dengan kondisi keluarga mereka .
" panggil ibumu nak , kita sarapan dulu setelah itu bisakah kamu memandikan ibumu nak ? " .
" iya pak " .
Hana pun masuk kedalam kamar orangtuanya , dilihatnya sang ibu yang sudah bangun itu sambil membenahi kerudung yang tengah ia pakai itu .
Wanita itu tersenyum hangat pada sang putri , dengan cekatan Hana membantu sang ibu untuk duduk di kursi roda .
" makasih ya nak " ucap wanita itu sambil mengelus lembut surai hitam anaknya itu .
Hana mengangguk lembut , Hana membawa ibunya itu untuk keluar guna sarapan.
Setelah sarapan selesai , Hana pun bersiap untuk membantu sang bapak mendorong gerobak batagornya itu .
" capek han ? " .
Hana menggeleng samar , dia tidak capek sama sekali tapi justru merasakan senang , kapan lagi dia bisa membantu sang bapak jika bukan hair libur seperti ini.
Markas
Suara ketukan dari luar itu , membuat Daffa menggeliat , dengan malas dia membuka pintu .
" apa ? " tanya nya dingin .
" Lo gak laper ? Cari sarapan nyok " ucap Reza sambil memegang perutnya .
" bentar gue mandi dulu ! " .
Daffa pun mandi kilat , cukup lima menit waktu yang dia butuhkan .
" nah itu Daffa ! " ucap salah satu anggotanya itu .
" sarapan dimana kita daf ? " tanya Ares .
" ikut gue ! " .
" kita semua gitu ? " ucap Reza .
" gue sama Ares aja , kalian tunggu sini " .
" siap bero " ucap mereka antusias .
Daffa pun keluar dari markas yang lumayan besar itu , dan dihuni kebanyakan anak laki-laki usia remaja .
Motor Daffa berhenti di sebuah pedagang kaki lima , dan itu membuat Ares bertanya tanya .
" Lo gak salah kita sarapan batagor ? " .
" kenapa ? " .
" ya enggak papa sih " .
Daffa pun menepikan motornya itu , Ares pun mengikuti dari belakang .
Mata Daffa mendelik hatinya yang tadi serasa gersang kini berubah menjadi sejuk melihat pemandangan yang tidak ia duga itu .
Hana , gadis itu dengan santainya duduk di samping sang bapak yang sedang mengulek bumbu kacang .
" loh kamu lagi nak " ucap sang bapak yang terdengar antusias .
Hana pun ikut mendongak dan sejenak dia menatap tak percaya ketika melihat Daffa dan Ares yang kini tengah berdiri menjulang tinggi.
" makan sini atau bungkus ? " .
" bungkus pak tiga puluh "
" siap silahkan duduk dulu nak , Hana ayo banyu bapak " ucap pria itu .
Hana dengan sigap berdiri dan membantu sang bapak , Daffa tak pernah mengalihkan pandangannya dari Hana saat ini .
Ares menatap Daffa penuh curiga , kenapa Daffa melihat Hana dengan tatapan yang berbeda, sebagai sesama pria dia tahu persis jika pandangan Daffa saat ini mengisyaratkan kekaguman pada Hana.
" daf , Lo suka sama Hana ? " tanya Ares berbisik .
Daffa yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah Ares dengan tatapan tajamnya .
" ngaco ! " sergahnya .
" terus ngapain Lo lihatin dia kayak gitu , Hana emang cantik sih daf , dia juga pinter , wajar kalo cowok kayak Lo suka sama dia " .
" kok kayaknya lo tau banget ya ? " .
" siapa yang gak tahu dia daf , anak genius dari IPA satu pacarnya Alif anak OSIS " .
" ohhhh " sahut Daffa malas mendengar nama Alif .
Bagi Daffa , Alif itu bukan pemuda yang cocok untuk Hana , karna menurut nya Alif itu punya pikiran mesum dan dia takut jika Hana akan tergoda dan menyesal di kemudian hari .
" tapi gue denger sih mereka udah putus " ucap Ares yang mampu membuat Daffa menoleh tak percaya .
" serius ? " .
" ck...gosip lama kali " .
Saat mereka berdua berbincang asyik , tiba tiba terdengar suara pria paruh baya yang menyampaikan jika batagor nya sudah selesai .
" ini nak sudah selesai " ucap pria itu sembari menyerahkan dua plastik besar .
" oh iya pak , ini "
" kembaliannya sebentar " .
" gak usah pak ini rejeki bapak , saya permisi dulu " ucap Daffa sopan .
Daffa pun segera menaiki motornya itu , di balik helm fullfacenya itu dia menatap Hana penuh damba .
Dia merasakan bahagia saat ini , ternyata Hana sudah putus dengan Alif .
Untuk melupakan rasa bahagianya itu , dia menaiki motornya begitu kencang hingga membuat Ares ketakutan .
Hana yang melihat jika Daffa bersikap sopan pada sang bapak itu pun kaget, bapaknya baru saja bercerita jika kemarin dia juga datang dan tidak ingin uang kembalian .
" baik juga dia" gumam Hana pelan .
Sementara di lain sisi , tepatnya di markas motor hitam itu baru saja sampai , Ares yang duduk di boncengan Daffa tak kunjung turun hingga membuat Daffa menoleh .
" turun res ! " .
" hah hah , gila Lo ! Kalo mau mati jangan ngajak gue Ogeb , gue belum kemeja ngerasain surga dunia ! " gerutu Ares kesal .
" sorry " ucap Daffa singkat .
Ares pun masuk tanpa melepaskan helmnya , karna kedua tangannya itu sibuk membawa plastik yang berisi makanan .
" wah , itu Ares guys ! " seru Reza yang langsung berlari membantu Ares .
Ares pun akhirnya membuka helmnya itu dan menghirup oksigen sebanyak mungkin , tadi rasanya jantung miliknya serasa berhenti berdetak .
" kenapa Lo res ? " .
" nih minum ! " ucap salah satu dari mereka .
" gila tuh si Daffa, kenceng banget bawa motor , mau mati kali dia ! " gerutu Ares .
" sorry sorry " sahut Daffa yang baru saja masuk itu .
Wajah Daffa terlihat berseri seri dan itu membuat yang lainnya saling melirik , Daffa tak peduli dengan tatapan aneh mereka .
" udah makan nih , gue traktir kalian ! " .
" Lo sehat ? " .
" maksud Lo ? " .
" Lo aneh " .
" ck..." .
Daffa pun pergi mengambil piring di dapur , dia berjalan sambil bersiul riang , hal itu membuat Reza menatap Ares dengan sejuta tanya .
Seakan tahu maksud dari tatapan Reza itu .
" gue gak tau ! " ucap Ares tiba-tiba sembari memasukkan sarapanya itu ke mulut .
Reza pun memandang Daffa yang tampak masih bersiul itu , dia curiga jika saat ini temannya itu pasti sedang menyembunyikan sesuatu .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments