Dengan panik Alif menggendong tubuh mungil Hana itu , meski saat ini semua mata tertuju padanya dia tidak perduli , yang penting saat ini keselamatan Hana .
Dokter yang sedang berjaga itu pun , dengan sigap langsung memeriksa kondisi Hana , gadis berkulit putih itu tampak pucat .
" kenapa ini bisa pingsan ? "
" dia terlambat dok , terus di hukum " jawab Alif yang tampak masih mengatur nafasnya itu .
" dia belum sarapan , makannya pingsan " ucap dokter itu setelah memeriksa kondisi Hana .
Alif yang mendengar itu pun kaget , kenapa bisa Hana belum sarapan padahal selama ini setahu Alif, Hana selalu bangun pagi .
Sementara di lapangan terlihat kedua sahabatnya Daffa yang menghampirinya dengan penampilan yang tak kalah urakan itu .
" telat lagi ? "
" menurut Lo ? " sahut Daffa sinis .
" galak amat ! "
" kurang jatah kali ! " sahut pemuda dengan potongan rambut Curly buzz itu .
" diem ! " sahut Daffa .
Dia sama sekali tidak ingin untuk banyak berbicara , hatinya terasa panas melihat pujaan hatinya itu di gendong Alif.
" cabut ! "
Daffa pun mengajak kedua sahabatnya itu untuk pergi dari lapangan itu , dia butuh menyegarkan otak dan hatinya saat ini .
Pekikan kagum pun terlontar mengiringi langkah ketiga siswa urakan itu , tak ada rasa takut di diri mereka karna sekolah itu milik papa Daffa .
Dengan kekuasaan yang dia pegang itu , tidak jarang dia akan membully siswa ataupun siswi yang sudah menganggu pemandangan nya .
Seperti saat ini dia ingin menghampiri salah satu siswa cupu , yang selalu ia tindas itu .
Daffa itu bengis dan sejauh ini tidak ada yang mampu membuat emosinya turun ketika dia sudah marah .
Brakkk
Daffa menendang pintu kelas dua belas IPA itu , dia mencari kesana kemari dan melihat targetnya yang saat ini tengah menunduk dengan tubuh bergetar .
" woy cupu ! beliin gue minum ! " .
" a-aku tidak punya uang kak " sahut siswa itu dengan tubuh gemetar ketakutan .
" gue gak perduli ! "
Teman kelasnya itu pun tidak ada yang berani melawan Daffa , mereka juga takut karna jika salah bicara Daffa akan menjadikan mereka target bully .
Dengan langkah tergesa-gesa siswa itu pun akhirnya keluar dan tidak sengaja menabrak Hana yang baru saja akan masuk kelas .
" Dion ? Mau kemana ? " tanya Hana lembut .
Daffa yang mendengar suara lembut itu langsung menoleh , dia sesaat terpaku melihat Hana yang saat ini tengah berdiri di depan kelas nya itu .
" anu aku mau ke kantin " .
" loh bentar lagi kan masuk ? "
" gue yang nyuruh ! " sahut Daffa .
Mendengar suara yang terdengar menggelegar itu membuat tubuh lemas Hana mematung , wajahnya saja masih pucat , tapi dia memaksa ingin mengikuti pelajaran dan menolak di antarkan Alif .
Hubungannya dengan Alif pun sebenarnya sudah kandas dan kini mereka lebih memilih menjadi teman .
" duluan ya ! " ucap Dion dan langsung berlari itu .
Hana menatap punggung Dion itu dengan iba , dia tahu betul bagaimana kondisi keuangan keluarga Dion karna mereka bertetangga .
Hana pun tersentak kala tubuhnya itu tersenggol salah satu teman Daffa yang ia ketahui bernama Ares .
" han , kok Lo masuk sih ? Gue denger Lo pingsan tadi ? " ucap Sinta salah satu teman yang paling dekat dengan Hana .
" loh guru belum masuk ? "
" ah elo , gue tanyain juga ! "
" udah mendingan , yuk ! "
Mereka kemudian duduk , dan langsung mengeluarkan buku pelajaran sembari sesekali saling bercerita .
Hana dan Sinta sudah berteman sejak SD , mereka selalu satu sekolah bedanya Sinta lebih kaya dari Hana .
" Lo tau gak sih han , tadi si Daffa marah marah sama Dion , gara gara dia gak mau beliin makanan buat Daffa alasannya sih gak punya uang ! " .
" kasian Dion , gue tahu banget gimana kondisi keluarga nya , lagian mereka kan kaya kenapa gak jajan pake uang sendiri aja " .
" huss , jangan keras keras nanti ada yang denger " .
Di kantin
" ck ...mana sih culun , gue udah laper nih ! " gerutu Reza .
" sabar napa ! " sahut Ares .
Daffa seolah enggan untuk menanggapinya , dia merutuki kebodohannya sendiri saat ini , bisa bisanya dia tadi membentak Hana , apa yang akan dipikirkan gadis itu .
Pasti saat ini dia semakin takut dengan sosok Daffa .
" gblok ! " gumamnya pelan .
" siapa yang bilang gitu ? " tanya Ares yang ternyata mendengar umpatan Daffa barusan
" kepo ! "
" apa dia ngomong apa ? " tanya Reza penasaran .
" diem ! " ucap Daffa sinis .
" anjim Lo ! " .
Tak berapa lama kemudian , Dion pun datang sambil membawa nampan yang berisi makanan dan juga minuman .
Dengan tangan gemetar dia menaruh makanan itu dengan hati hati di atas meja .
" katanya gak ada duit Lo ! " ucap Reza.
" aku hutang ! " .
Uhhhukkkk
Minuman dingin yang tengah Reza minum itu pun muncrat kearah Ares dan membuat Ares mengumpat tak henti .
" utang ? "
Dion pun mengangguk , dia tidak berbohong karna memang tidak memegang uang sepeser pun , dia tadi saja berangkat jalan kaki karna tidak ada ongkos untuk berangkat .
" gila Lo ! Kita suruh makan hasil hutang ? "
" nih bayar ! " ucap Daffa yang melempar uang merah itu .
Dengan sigap Dion pun menangkapnya dan langsung membayar ke ibu kantin itu .
" ngapain Lo kasih ? " tanya Reza tak percaya .
" Lo gak liat wajahnya , dia jujur , anggep aja gue lagi baik hati ! " sahut Daffa .
Sebenarnya dia hanya ingin berbaik hati karna saat ini hatinya sedang tidak menentu , setelah sorot mata yang di berikan Hana untuknya .
Gadis itu tampak begitu takut dengannya , mengingat itu saja membuatnya tak bernafsu untuk makan lagi .
Seharusnya dia tidak menjawab dan hanya diam saja , tapi ini sudah terlanjur .
Dengan kasar dia mengacak rambut nya itu hingga membuatnya terlihat berantakan.
" Lo kenapa njir ? " tanya Ares yang baru saja dari toilet itu .
" tau nih anak ! Aneh ! " .
" gara gara Lo nih liat baju gue basah njir ! " ucap Ares sinis .
" sudah aku bayar , ini kembaliannya " ucap Dion yang baru saja datang seraya menyodorkan uang pecahan puluhan itu .
" buat Lo aja ! " ucap Daffa tanpa menoleh .
Dion yang mendengar itu pun bersorak riang di dalam hati , jarang jarang Daffa akan berbaik hati seperti ini . Dia pun pamit pergi dari kantin itu .
" ngapain Lo ngasih dia duit ? " tanya Ares penasaran .
Daffa mengendikkan bahu acuh , entahlah dia juga tidak tahu ada apa dengannya hari ini .
" kalian pernah gak sih di tolak ? " ucap Daffa tiba tiba .
Uhuukkkk
Reza yang tengah minum itu pun lagi lagi harus tersedak liurnya sendiri , dengan cepat dia mengambil tissue .
" maksud Lo apa ? " tanya Ares penasaran .
" Lo di tolak ? " sahut Reza penasaran .
" ck ?!! lupain ! " .
Daffa pun kemudian beranjak terlebih dahulu tanpa menyentuh makananya sama sekali .
Hatinya saat ini tiba tiba terasa perih dan tidak bersemangat , sampai kapan dia akan bersembunyi ? .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Tadashi Hamada
Gila, cerita ini kualitasnya pernahan deh! 👌🏻
2024-06-04
1