Kedua pasangan paruh baya itu berlari dengan gelisah di rumah sakit , mereka baru saja mendapat kabar jika saat ini anak mereka satu - satunya sedang berada di rumah sakit Karna kecelakaan .
" om ! " ucap Angga pada pria paruh baya yang tampak masih gagah itu .
" dimana Bara ? " .
" masih di tangani dokter om ! " .
Pria itu menghela nafasnya gusar , dia melirik sang istri yang kini menangis sesenggukan.
Pintu ruang itu pun akhirnya terbuka setelah cukup lama mereka menunggu di luar , terlihat dokter itu menghampiri mereka yang tengah duduk dengan wajah panik nya .
" bapak keluarga pasien ? " .
" iya dok ! Saya papanya ".
" pasien tidak mengalami luka yang cukup serius , mungkin sebentar lagi sadar , tapi ada yang perlu saya sampaikan pada Bapak secara personal , bisa bapak ikut dengan saya ? " .
" kenapa dok ? Ada apa dengan putraku ? " tanya wanita paruh baya itu dengan bulir bening yang mengalir deras .
" tidak apa-apa , saya hanya ingin menyampaikan sesuatu " .
" baiklah dok ! " .
" mas___
" kamu tunggu disini , semua akan baik-baik saja " .
Pria paruh baya itu pun mengikuti langkah dokter yang baru saja memeriksa anaknya .
" silahkan duduk pak ! " .
Dokter itu pun terlihat mengambil CT scan yang baru saja dia ambil dari seorang suster .
" bapak lihat ini baik-baik , saya tidak ingin berasumsi sendiri , tapi disini terlihat dengan jelas jika anak bapak sempat mengalami trauma pada kepalanya , tapi bapak tenang saja ini tidak akan mengancam nyawa anak bapak " .
" trauma kepala ? " .
" iya pak , apa sebelumnya anak bapak pernah terkena benturan benda kerasa ? " .
" tidak pernah dok " .
" atau mungkin bapak lupa ? " .
Pria itu pun menggeleng pelan , seingat nya anaknya tidak pernah terkena benturan di kepala .
" apakah itu berbahaya dok ? " .
" tidak pak , ini termasuk cidera ringan " .
" syukurlah " .
" nanti saya akan rutin mengecek kondisi pasien " .
" baiklah , kalau begitu saya permisi ! " .
" silahkan " .
Dengan perasaan yang berkecamuk dan penuh tanya hinggap di kepalanya saat ini , kapan dan dimana putra itu terjatuh atau terkena benturan ? .
Apakah karna selama ini dia sibuk ? .
Dia membuka ruang rawat sang anak , dan istrinya terlihat mengelus lembut wajah tampan Bara .
" mas apa kata dokter ? " .
" tidak apa-apa , kamu tenang saja " .
" sebenarnya Bara kenapa mas ? " .
" maksud kamu ? " .
" Bara dari tadi memanggil nama Farhana , siapa dia mas ? " .
Deg
Tubuh pria itu mematung , dia tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar itu . setelah sekian tahun berlalu kenapa Bara masih mengingat Farhana pikirnya ? .
" mas ____
" Sarah , mungkin saja dia teman Bara " .
" mungkin juga sih mas " .
" sudahlah jangan terlalu di pikirkan , istirahat lah ! " .
Wanita paruh baya itu pun beristirahat di sofa yang ada di ruangan itu , sedangkan pria itu tampak menutupi raut wajah terkejutnya , dia tidak menyangka jika Bara masih mengingat gadis itu .
Gadis miskin anak penjual batagor yang dulu menjadi teman dekat Bara saat masih SMP .
Sekuat tenaga dia mencoba menghancurkan kehidupan Asih dan juga sang suami , tapi nyatanya Bara masih belum melupakan Farhana sepenuhnya .
Keesokan harinya , tepatnya di sekolah elit jakarta , sudah sejak pagi tadi gosip beredar jika saat ini pemuda yang kemarin datang ke sekolah mereka sedang terbaring lemah di rumah sakit .
Kasak kusuk terdengar di setiap penjuru sekolah , mereka menduga jika ada hubungannya dengan Daffa , karna kemarin dia kesekolah untuk mencari Daffa .
" han , lo tau gosip yang lagi viral gak sih ? " ucap Sinta saat mereka tengah makan siang di kantin.
" apa ? " .
" Lo liat cowok kemarin gak , eh geng maksud gue . Mereka kan kemarin kesini , terus nyari si Daffa nah sempet berantem deh tuh . Eh tadi gue denger kalo cowok kemarin sekarang lagi dirumah sakit ! " .
" ya terus ? " .
Sinta memukul keningnya sendiri. , Hana ini menag cerdas tapi dia lelet dalam menangkap sebuah gosip .
" han , itu berarti ada hubungannya sama si Daffa ! " ucap Sinta lirih .
" yaudah sih biarin , kita gak perlu ikutan kayak gitu ! " .
" iya juga sih ! Cuma gue penasaran aja ! " .
" gak usah penasaran sin ! Gimana ada lowongan gak di cafe om Lo itu ? " .
" eh iya gue lupa , ada Han Lo mau ? " .
" mau ! " .
" oke nanti pulang sekolah kita kesana ! " .
" makasih Sinta ! " .
Mereka pun akhirnya melanjutkan obrolan random , hingga sampai di depan perpustakaan. Sinta berpamitan jika dia tidak bisa ikut ke perpustakaan karna ada buku yang belum dia kembalikan .
Hana pun masuk ke perpustakaan itu sendirian , dia senagaja mencari tempat yang cukup sepi untuk membaca buku yang beberapa hari ini dia pelajari .
Mata indah itu memicing , kala dia melihat sosok Daffa yang tengah tertidur di bangku paling pojok , Hana merasa heran sejak kapan Daffa masuk ke perpustakaan , karna pemuda itu tidak pernah menginjakkan kakinya di tempat seperti itu .
Hana pun tidak peduli , dia pun memilih untuk duduk di bangku yang ujung guna menghindari penggangu pikirnya .
Daffa pun terbangun , sebenernya dia tidak tidur dia memang menunggu Hana , gadis itu pasti akan pergi ke perpustakaan ketika istirahat seperti ini .
Senyum tipis itu terukir , dia menatap kagum pada sosok Hana yang tengah serius membaca buku itu . Dia mengambil ponsel dan membidik Hana secara diam-diam.
Seakan sudah mendapatkan angin segar , Daffa pun keluar dengan langkah jenjangnya itu . Sesekali dia melirik Hana yang sama sekali tidak terganggu dengan pekikan kagum dari para kaum hawa yang berada di situ .
Daffa pergi ke rooftop , tempat dimana dia biasanya nongkrong .
" daf ! " .
" dari mana Lo ? " tanya Reza penasaran.
" biasa ! " .
" Bara kritis kemarin ! " .
" kenapa gak mampus aja tuh anak ! " geram Daffa .
Hening !
Tak ada yang menyahut omongan Daffa tadi , mereka tahu jika saat ini Daffa begitu membenci Bara .
Teng teng
Bel masuk itu pun berbunyi , tapi sama sekali tidak menganggu aktivitas Daffa dan kedua temanya itu .
" Lo bolos lagi daf ? " tanya Reza penasaran .
" iya ! " .
" gue ikut ! " .
Ketiganya pun sepakat untuk membolos pelajaran terakhir . Daffa memang sering sekali bolos , hal itu pula yang membuat para guru di buat geram karna kelakuannya .
" mau kemana katanya bolos ? " tanya Ares ketika melihat Daffa beranjak .
" cari angin ! " .
" lah disini banyak angin ! " .
Daffa tidak menjawab , dia tetap melangkah pergi . Entahlah pikirannya saat ini tiba-tiba menjadi kalut karna mendengar nama Bara , hal itu mengingatkan dia dengan Abdi .
Saat berjalan dengan santai itu , dia melihat Hana yang baru saja keluar dari perpustakaan dengan tergesa-gesa , Daffa pun mengikuti gadis itu .
" Hana " ucap Daffa sedikit berteriak .
Hana pun menoleh , matanya mendelik sempurna melihat siapa yang saat ini tengah memanggil namanya , dia melirik sekeliling dan tidak ada siapapun kecuali mereka berdua .
Tubuh Hana terpaku , dia merasa tidak percaya saat ini Karna Daffa semakin dekat ke arahnya . Reflek dia mundur perlahan .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
ira rodi
ooo jadi mamanya hana ljmpuh ulah papanya bara...emang bapak sama anak sama....bapaknya buat celaka orang smpe lumpuh trs anaknya keroyok abdi dan kawannha smpe meninggal dan sekarat.....
2024-09-23
0