bab 20 pulang ke pesantren

setelah solat subuh , Lita turun ke bawah ,

niat nya hari ini mau bikin sarapan nasi goreng seafood kesukaan suaminya ,

Lita mengeluarkan bahan bahan dalam kulkas dan membersihkan nya , mengupas duo bawang dan bumbu lain nya ,

" pagi anak gadis mama " sapa mama menghampiri Lita ,

"pagi ma , " jawab Lita ,

" eh lupa bukan gadis lagi ya sekarang mah , hahah udah punya suami " ucap mama tertawa ,

"ih mama ya " Lita ikut cengengesan,

Mama membantu Lita memasak pagi ini , membuat sarapan simple dan minum teh hangat ,

*

Nizar dan papa beriringan masuk ke dalam rumah dan mengucap salam , tapi tak ada yang menjawab , Nizar masuk ke dapur dan papa yang masuk ke kamar nya ,

Nizar yang melihat mama dan istrinya sedang memasak dan sesekali bercanda ria ,

" duh akur banget ini , masak apa ?" ucap Nizar di belakang tubuh Lita , memegangi pundak istrinya dan melihat wajan berisi nasi goreng ,

" masak nasi goreng seafood" jawab Lita , mama menyajikan teh hangat di atas meja , menata piring untuk makan nanti ,

" wangi banget , pasti enak ini " ucap nizar , mengecup kepala Lita ,

" heran deh ikh , Kaka ini cium cium aku Mulu ya ," ucap Lita , menunggu nasi goreng, ke mangkok nasi . ,

" gak papa lah halal ko " ucap Nizar mengambil alih mangkok nasi , membawanya ke meja makan .

Mama yang mendengar itu hanya tersenyum, dan berpamitan memanggil papa ke kamar ,

" sini duduk " ucap Nizar menarik kursi di pinggir nya ,

" makan sepiring berdua mau nggak ?" tanya Nizar , menyendok nasi goreng ke piring

" jangan kak ,malu sama mama papa " jawab Lita , Nizar mendengar jawaban Lita menyendok kan nasi goreng dan di simpan di depan Lita ,

"Tungguin mama dulu" ucap Nizar , mereka mengobrol ringan ,

Tak lama mama dan papa datang dan duduk di kursi makan ,

" ayo di makan , maaf nunggu in lama , tadi ada yang telpon "ucap papa , mama mengisi nasi goreng di piring papa ,

Memulai makan dengan lahap , Nizar sampai menambah berkali kali , masakan istrinya selalu enak , sama dengan masakan mama vira,

Semua nya selesai makan , Nizar memulai obrolan , meminta ijin karena harus ke pondok hari ini . .

" ma pa , Nizar ijin balik ke pondok hari ini , karna ada urusan di pondok yang nggak bisa di tunda , " ucap Nizar memulai pembicaraan

" harus nya besok ya , ?" tanya lita

" iya , cuma tadi kakek telpon , dan beliau bilang harus bawa kamu , pengen lihat langsung cucu menantu katanya ," ucap Nizar menjelaskan ,

" ya udah gak papa , lagian sekolah Lita juga udah lulus kan , tinggal nunggu ijazah aja , Deket ini bisa pulang satu hari , " ucap mama

" iya papa setuju aja , udah kewajiban kamu ikut suami ," ucap papa memberi ijin .

Setelah bercakap cakap sebentar , barulah Nizar dan Lita naik ke lantai atas , Nizar membantu istrinya berkemas ,

" bawa baju nya dikit aja dek , di sana udah Kaka siapin lengkap sama skincare yang biasa kamu pake ," ucap Nizar

" iya oke , " ucap Lita , membawa baju sedikit dan skincare nya saja , tak lupa makeup juga ia bawa ,

" udah segini doang ?" tanya Nizar , yang melihat tas ransel Lita , kecil sekali .

" iya segini doang , kurang banyak yah ? " tanya Lita ikut melihat tas nya.

" nggak cukup ko , berangkat sekarang apa nanti dulu ? Tanya Nizar ,

Lita yang baru menidurkan badan nya , langsung duduk tegap ,

" sekarang banget emang kak ?" tanya Lita .

" heem jalan nya kan agak jauh , sekalian jalan jalan yu , kita lewat pantai jalan nya , " ucap Nizar ikut duduk di samping istrinya ,

Lita manut dan bersiap siap , tak sabar mau melihat pantai ,

Nizar membawa dua tas ransel yang di jinjing, satu tas nya yang berisi laptop dan barang barang , satu lagi tas berisi baju Lita , sedangkan Lita hanya membawa tas selempang kecil berisi hp dan dompet nya .

" mau berangkat sekarang emang?" tanya mama yang sedang menonton tv , dan papa juga menoleh,

" iya pa ma , sekalian mau berhenti dulu di pantai ," ucap Nizar , " kita sekalian pamit sekarang aja ya ma pa , doain kita ya " sambung Nizar , melihat ke arah Lita dan melihat mata istrinya berkaca kaca ,

" ma aku ijin pamit ya hiks , mendadak banget si Kaka kita berangkat nya , sedih jauh dari mama dan papa " ucap Lita memeluk mamanya , papa mengusap kepala Lita ,

" gak papa sayang , kan masih bisa pulang , sering sering main ya kesini , atau kalo papa lagi ada waktu senggang , kita yang main ke sana , jaga diri baik baik de , harus nurut apa kata suami , layani suami kamu dengan baik ya ," ucap mama , mengusap air mata di pipi Lita ,

" heem , mama harus sering kabarin aku ya , papa juga harus temenin mama terus kalo bisa mama nya bawa aja kemanapun papa kerja , aku tau mama selama ini selalu kesepian ." jawab Lita ,

Nizar tersenyum melihat momen ini , teringat dulu pun saat dia baru pertamakali di pindahkan ke pesantren, sama seperti Lita menangis memeluk papa nya , dan banyak berpesan ini dan itu , Nizar memaklumi. .

" iya nak , papa akan selalu temani mama kamu , " jawab papa tersenyum haru ,

" ya udah kita pamit pa ma , assalamualaikum " ucap Nizar menyalami mama dan papa , di ikuti Lita di belakang nya ,

" iya hati hati di jalan , kalo udah sampe kabarin mama ," ucap mama , mengantarkan Lita dan Nizar ke depan , sampai mobil yang di tumpangi Lita dan Nizar mulai menjauh dari pandangan .

Mama menarik napas panjang , dan menoleh ke arah papa , papa yang melihat mama menangis memeluk dan mengusap punggung mama ,

" sabar sayang , nanti lama lama terbiasa juga kan , jangan nangis nanti Lita di sana juga gelisah , kita doa kan yang baik baik buat mereka , papa yakin Nizar bisa menjaga Lita ," ucap papa Tirta meyakin kan istrinya,

Mama melepas pelukan , dan tersenyum " iya pa doa mama selalu menyertai Lita dan Nizar , sedih aja anak perempuan mama sekarang harus ikut suaminya ," ucap mama ,

Papa dan mama masuk ke dalam rumah ,

...----------------...

saat di perjalanan Lita mengecek handphone nya , dan ada notifikasi dari sahabatnya,

Disya :

**assalamualaikum Lita , sore nanti jadi nggak ke cafe lintang** ?

" astaghfirullah kak aku lupa ," ucap Lita panik

" apa ? Ada yang ketinggalan , mau puter balik ?" tanya Nizar ,

" aku lupa ada janji sama disya dan Dita , dimana dong ini ?" ujar Lita ,

" kabarin aja lewat telpon dek , nanati kalo kita balik lagi ke sini baru ajak ketemuan , bilang aja emang mendadak gitu berangkat nya , " ucap Nizar memberi saran . Menoleh menatap Lita ,

" aku telpon langsung aja deh , nanti Kaka bantu bilang nya yah plisss , aku gak enak sama mereka " ucap Lita memohon , Nizar yang melihat Lita mengatupkan tangan nya mengangguk setuju ,

Nizar menghentikan mobil nya di bahu jalan ,

Tut Tut Tut

Lita vidio call Dita dan disya , tak lama panggilan di angkat ,.

" hallo assalamualaikum, " ucap Lita mencoba tersenyum

" waalaikumsalam, kamu mau kemana Lit , mau jalan jalan ya ko nggak ngajak kita si " ucap dita , melihat Lita yang duduk di dalam mobil ,

" iya , aku sama ka Nizar ini" menunjukan layar handphone ke arah Nizar , Nizar hanya tersenyum menanggapi ," aku mau ke pesantren hari ini ikut suami aku ," sambung Lita , tersenyum malu ,

" what , ke pesantren? Sekarang Lita ? Kamu bilang besok katanya , kan kita mau ketemuan nanti sore di cafe , " ucap Dita kaget , disya tak kalah kaget cuma mau ngomong udah keduluan sama Dita , jadi dia hanya menyimak ,

" hehe iya , mendadak banget, kakek di sana nungguin ktnya dan kak Nizar juga ada urusan mendadak sekali , iya kan kak ?" ucap Lita ,

Nizar yang merasa terpanggil mendekatkan wajah nya ke sisi wajah Lita ,

" iya mendadak banget , maaf ya insyaallah kalo balik lagi ke rumah sini , nanti Lita kesitu ketemu sama kalian , " ucap Nizar

Dita dan disya yang melihat Nizar sedekat itu dengan Lita , menahan nafas , ingin meneriaki sosweet tapi malu karna ada Nizar ,

" oh iya kak. , hati hati ya Lit , jaga diri baik baik , kak Nizar juga jagain Lita ya kak , " ucap disya menyahut,

" iya , jangan sakiti Lita nya kita , nanti kalo ada kabar yang nggak nggak tentang Kaka. , kita pasti langsung datengin dan bawa Lita kabur " ucap Dita menggebu gebu .

Lita meringis malu , sungkan dengan Kaka nya. Dita ini tak bisa di filter sekali nasihat nya ,

" iya siap , saya nggak akan nyakitin Lita , dia kebahagiaan saya , bidadari hati saya " ucap Nizar memandang Lita , dan menjauh dari layar handphone.

Lita yang mendengar kan sedari tadi tersipu malu , hatinya berbunga bunga ,

Tak kalah heboh nya di layar handphone Dita dan disya menjerit histeris , sosweet sekali kak Nizar, mereka jadi yakin menyetujui Lita dan kak Nizar .

...****************...

...****************...

maaf masih banyak typo nya ,

See you guys

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!