setelah solat subuh , Lita turun ke bawah ,
niat nya hari ini mau bikin sarapan nasi goreng seafood kesukaan suaminya ,
Lita mengeluarkan bahan bahan dalam kulkas dan membersihkan nya , mengupas duo bawang dan bumbu lain nya ,
" pagi anak gadis mama " sapa mama menghampiri Lita ,
"pagi ma , " jawab Lita ,
" eh lupa bukan gadis lagi ya sekarang mah , hahah udah punya suami " ucap mama tertawa ,
"ih mama ya " Lita ikut cengengesan,
Mama membantu Lita memasak pagi ini , membuat sarapan simple dan minum teh hangat ,
*
Nizar dan papa beriringan masuk ke dalam rumah dan mengucap salam , tapi tak ada yang menjawab , Nizar masuk ke dapur dan papa yang masuk ke kamar nya ,
Nizar yang melihat mama dan istrinya sedang memasak dan sesekali bercanda ria ,
" duh akur banget ini , masak apa ?" ucap Nizar di belakang tubuh Lita , memegangi pundak istrinya dan melihat wajan berisi nasi goreng ,
" masak nasi goreng seafood" jawab Lita , mama menyajikan teh hangat di atas meja , menata piring untuk makan nanti ,
" wangi banget , pasti enak ini " ucap nizar , mengecup kepala Lita ,
" heran deh ikh , Kaka ini cium cium aku Mulu ya ," ucap Lita , menunggu nasi goreng, ke mangkok nasi . ,
" gak papa lah halal ko " ucap Nizar mengambil alih mangkok nasi , membawanya ke meja makan .
Mama yang mendengar itu hanya tersenyum, dan berpamitan memanggil papa ke kamar ,
" sini duduk " ucap Nizar menarik kursi di pinggir nya ,
" makan sepiring berdua mau nggak ?" tanya Nizar , menyendok nasi goreng ke piring
" jangan kak ,malu sama mama papa " jawab Lita , Nizar mendengar jawaban Lita menyendok kan nasi goreng dan di simpan di depan Lita ,
"Tungguin mama dulu" ucap Nizar , mereka mengobrol ringan ,
Tak lama mama dan papa datang dan duduk di kursi makan ,
" ayo di makan , maaf nunggu in lama , tadi ada yang telpon "ucap papa , mama mengisi nasi goreng di piring papa ,
Memulai makan dengan lahap , Nizar sampai menambah berkali kali , masakan istrinya selalu enak , sama dengan masakan mama vira,
Semua nya selesai makan , Nizar memulai obrolan , meminta ijin karena harus ke pondok hari ini . .
" ma pa , Nizar ijin balik ke pondok hari ini , karna ada urusan di pondok yang nggak bisa di tunda , " ucap Nizar memulai pembicaraan
" harus nya besok ya , ?" tanya lita
" iya , cuma tadi kakek telpon , dan beliau bilang harus bawa kamu , pengen lihat langsung cucu menantu katanya ," ucap Nizar menjelaskan ,
" ya udah gak papa , lagian sekolah Lita juga udah lulus kan , tinggal nunggu ijazah aja , Deket ini bisa pulang satu hari , " ucap mama
" iya papa setuju aja , udah kewajiban kamu ikut suami ," ucap papa memberi ijin .
Setelah bercakap cakap sebentar , barulah Nizar dan Lita naik ke lantai atas , Nizar membantu istrinya berkemas ,
" bawa baju nya dikit aja dek , di sana udah Kaka siapin lengkap sama skincare yang biasa kamu pake ," ucap Nizar
" iya oke , " ucap Lita , membawa baju sedikit dan skincare nya saja , tak lupa makeup juga ia bawa ,
" udah segini doang ?" tanya Nizar , yang melihat tas ransel Lita , kecil sekali .
" iya segini doang , kurang banyak yah ? " tanya Lita ikut melihat tas nya.
" nggak cukup ko , berangkat sekarang apa nanti dulu ? Tanya Nizar ,
Lita yang baru menidurkan badan nya , langsung duduk tegap ,
" sekarang banget emang kak ?" tanya Lita .
" heem jalan nya kan agak jauh , sekalian jalan jalan yu , kita lewat pantai jalan nya , " ucap Nizar ikut duduk di samping istrinya ,
Lita manut dan bersiap siap , tak sabar mau melihat pantai ,
Nizar membawa dua tas ransel yang di jinjing, satu tas nya yang berisi laptop dan barang barang , satu lagi tas berisi baju Lita , sedangkan Lita hanya membawa tas selempang kecil berisi hp dan dompet nya .
" mau berangkat sekarang emang?" tanya mama yang sedang menonton tv , dan papa juga menoleh,
" iya pa ma , sekalian mau berhenti dulu di pantai ," ucap Nizar , " kita sekalian pamit sekarang aja ya ma pa , doain kita ya " sambung Nizar , melihat ke arah Lita dan melihat mata istrinya berkaca kaca ,
" ma aku ijin pamit ya hiks , mendadak banget si Kaka kita berangkat nya , sedih jauh dari mama dan papa " ucap Lita memeluk mamanya , papa mengusap kepala Lita ,
" gak papa sayang , kan masih bisa pulang , sering sering main ya kesini , atau kalo papa lagi ada waktu senggang , kita yang main ke sana , jaga diri baik baik de , harus nurut apa kata suami , layani suami kamu dengan baik ya ," ucap mama , mengusap air mata di pipi Lita ,
" heem , mama harus sering kabarin aku ya , papa juga harus temenin mama terus kalo bisa mama nya bawa aja kemanapun papa kerja , aku tau mama selama ini selalu kesepian ." jawab Lita ,
Nizar tersenyum melihat momen ini , teringat dulu pun saat dia baru pertamakali di pindahkan ke pesantren, sama seperti Lita menangis memeluk papa nya , dan banyak berpesan ini dan itu , Nizar memaklumi. .
" iya nak , papa akan selalu temani mama kamu , " jawab papa tersenyum haru ,
" ya udah kita pamit pa ma , assalamualaikum " ucap Nizar menyalami mama dan papa , di ikuti Lita di belakang nya ,
" iya hati hati di jalan , kalo udah sampe kabarin mama ," ucap mama , mengantarkan Lita dan Nizar ke depan , sampai mobil yang di tumpangi Lita dan Nizar mulai menjauh dari pandangan .
Mama menarik napas panjang , dan menoleh ke arah papa , papa yang melihat mama menangis memeluk dan mengusap punggung mama ,
" sabar sayang , nanti lama lama terbiasa juga kan , jangan nangis nanti Lita di sana juga gelisah , kita doa kan yang baik baik buat mereka , papa yakin Nizar bisa menjaga Lita ," ucap papa Tirta meyakin kan istrinya,
Mama melepas pelukan , dan tersenyum " iya pa doa mama selalu menyertai Lita dan Nizar , sedih aja anak perempuan mama sekarang harus ikut suaminya ," ucap mama ,
Papa dan mama masuk ke dalam rumah ,
...----------------...
saat di perjalanan Lita mengecek handphone nya , dan ada notifikasi dari sahabatnya,
Disya :
**assalamualaikum Lita , sore nanti jadi nggak ke cafe lintang** ?
" astaghfirullah kak aku lupa ," ucap Lita panik
" apa ? Ada yang ketinggalan , mau puter balik ?" tanya Nizar ,
" aku lupa ada janji sama disya dan Dita , dimana dong ini ?" ujar Lita ,
" kabarin aja lewat telpon dek , nanati kalo kita balik lagi ke sini baru ajak ketemuan , bilang aja emang mendadak gitu berangkat nya , " ucap Nizar memberi saran . Menoleh menatap Lita ,
" aku telpon langsung aja deh , nanti Kaka bantu bilang nya yah plisss , aku gak enak sama mereka " ucap Lita memohon , Nizar yang melihat Lita mengatupkan tangan nya mengangguk setuju ,
Nizar menghentikan mobil nya di bahu jalan ,
Tut Tut Tut
Lita vidio call Dita dan disya , tak lama panggilan di angkat ,.
" hallo assalamualaikum, " ucap Lita mencoba tersenyum
" waalaikumsalam, kamu mau kemana Lit , mau jalan jalan ya ko nggak ngajak kita si " ucap dita , melihat Lita yang duduk di dalam mobil ,
" iya , aku sama ka Nizar ini" menunjukan layar handphone ke arah Nizar , Nizar hanya tersenyum menanggapi ," aku mau ke pesantren hari ini ikut suami aku ," sambung Lita , tersenyum malu ,
" what , ke pesantren? Sekarang Lita ? Kamu bilang besok katanya , kan kita mau ketemuan nanti sore di cafe , " ucap Dita kaget , disya tak kalah kaget cuma mau ngomong udah keduluan sama Dita , jadi dia hanya menyimak ,
" hehe iya , mendadak banget, kakek di sana nungguin ktnya dan kak Nizar juga ada urusan mendadak sekali , iya kan kak ?" ucap Lita ,
Nizar yang merasa terpanggil mendekatkan wajah nya ke sisi wajah Lita ,
" iya mendadak banget , maaf ya insyaallah kalo balik lagi ke rumah sini , nanti Lita kesitu ketemu sama kalian , " ucap Nizar
Dita dan disya yang melihat Nizar sedekat itu dengan Lita , menahan nafas , ingin meneriaki sosweet tapi malu karna ada Nizar ,
" oh iya kak. , hati hati ya Lit , jaga diri baik baik , kak Nizar juga jagain Lita ya kak , " ucap disya menyahut,
" iya , jangan sakiti Lita nya kita , nanti kalo ada kabar yang nggak nggak tentang Kaka. , kita pasti langsung datengin dan bawa Lita kabur " ucap Dita menggebu gebu .
Lita meringis malu , sungkan dengan Kaka nya. Dita ini tak bisa di filter sekali nasihat nya ,
" iya siap , saya nggak akan nyakitin Lita , dia kebahagiaan saya , bidadari hati saya " ucap Nizar memandang Lita , dan menjauh dari layar handphone.
Lita yang mendengar kan sedari tadi tersipu malu , hatinya berbunga bunga ,
Tak kalah heboh nya di layar handphone Dita dan disya menjerit histeris , sosweet sekali kak Nizar, mereka jadi yakin menyetujui Lita dan kak Nizar .
...****************...
...****************...
maaf masih banyak typo nya ,
See you guys
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments