Setelah mengantarkan Lita ke kamar nya Nizar mengambil handphone dan membuka email yang masuk dari para ustad dan guru di pondok , membalas satu persatu .
Pukul 6.30 pagi . Nizar keluar dan mengetuk kamar Lita ,
Tuk tuk tuk
" assalamualaikum dek , udah turun belum, . Ko sepi ya udah turun mungkin ."ucap Nizar dan berjalan menuruni tangga , dan berbelok ke dapur , melihat istrinya yang sedang menutup mata dan bersandar di sandaran kursi hati nya Ter enyuh , mendekati Lita dan mengusap puncak kepala nya .
" dek bangun , masih sakit ya istirahat aja yu di kamar" ucap Nizar mengusap kening istrinya,
Lita membuka mata yang terasa panas ,tersenyum melihat Nizar yang ada di depan muka nya .
" gak PP kak agak panas aja mata aku nya , " ucap Lita tersenyum
Mama yang melihat ada Nizar pun menghampiri.
" kamu tau Lita sakit zar ? " tanya mama penasaran , pikirnya Lita kan masih marah kemarin sore
" iya ma , tau tadi malem pas aku mau turun ternyata Lita juga mau turun buat ambil minum , kayaknya asam lambung nya naik , demam juga iya kan de" ucap Nizar menoleh menatap Lita ,
"iya ma , maaf ya , harus nya aku kemaren jangan langsung marah gitu aja ," ucap Lita terpejam mengingat kejadian kemarin sore ,
" iya gak papa na , udah minum obat kan atau mau mama bawa ke klinik ?" tanya mama menyentuh kening Lita .
" gak usah ma , udah minum obat juga semalem , abis sarapan aku mau istirahat di kamar boleh kan ?" tanya Lita melihat mama .
" boleh , tentu boleh , mau mama temenin ?" tanya mama ,
" aku aja yang nemenin ma " jawab Nizar
Nizar pikir ini momen yang pas untuk ia men jelaskan semuanya kepada Lita , lagian dia tidak ada jadwal kemana mana hari ini ,
" ya udah , suapin Lita ya zar , mama ke kamar dulu manggil papa , tadi masih baca kitab , " ucap mama melangkah meninggalkan Lita dan Nizar .
Nizar mengambil bubur dan teh yang sudah mama siap kan , tak lupa ia mencicipi bubur nya sedikit takut masih panas , bisa bisa terbakar lidah istrinya .
" ayo baca doa dulu , " ucap Nizar , Lita hanya mengangguk dan mulai berdoa ,
Nizar mulai menyuapi bubur dan memberi minum teh hangat ke istrinya , dengan sabar dan telaten ,
"dikit aja ya kak , rasa nya gak enak pahit " ucap Lita setelah beberapa suap hasil paksaan Nizar ,
"iya , dikit lagi ya , " ucap Nizar sabar ,
Dari jauh terdengar suara kaki papa dan mama mendekati meja makan ,
" kata mama kamu sakit nak ,?" ucap papa menghampiri Lita , mengecek suhu kening anak nya ,
" iya udah mendingan ko pa , kak Nizar yang ngurusin aku semalem , " ucap Lita tersenyum hangat,
"syukur lah kalo udah mendingan mudah mudahan cepet sembuh ya , " ucap papa mengecup kepala Lita .
" Nizar kamu juga sarapan , nanti baru naik temenin Lita ya , mama sama papa hari ini ada janji sama temen papa " ucap mama vira ,
"iya ma " jawab Nizar singkat
papa sarapan nasi goreng dengan Hidmat, rasanya tak pernah berubah masakan istrinya , selalu enak .
" udah kak aku udah kenyang ," ucap Lita menolak suapan terakhir.
" terakhir ini dek ayo sayang mubajir bubur nya nanti ," ucap Nizar . Mau tak mau Lita menyuap suapan terakhir itu .
Mama papa yang melihat Nizar dengan telaten dan sabar mengurus Lita , merasa bersyukur tak salah pilih menantu , entah harus ke mana mencari lelaki seperti Nizar , rasa syukur selalu mereka panjatkan , mereka pun tak asal menikah kan , banyak sekali pertimbangan yang mereka pikirkan, tak lupa solat istikharah rutin mereka lakukan , meminta yang terbaik untuk anak satu satunya ,
"kakak makan lah dulu , aku mau ke atas ya mata aku perih banget " ucap Lita hendak berdiri dari duduk nya .
Nizar menahan tangan Lita , " tungguin Kaka bentar aja ya , Kaka makan nya cepet ko ,kamu duduk aja dulu di sini merem aja GK PP ," ucap Nizar khawatir pas Lita naik tangga malah terjatuh.
Lita pun duduk Memejamkan mata nya dan bersandar kembali.
Nizar menyendok nasi goreng hanya sedikit takut istrinya menunggu kelamaan , biarlah dia bisa makan lagi nanti siang .
" udah yu " ucap Nizar bangun dari duduk nya , mem bantu Lita bangun ,.
" ma maaf ya aku gak bisa bantuin beresin piring nya " ucap Lita , " iya gak PP masih ada papa ko" jawab papa nya , mama nya tersenyum mengangguk .
" kita naik dulu ke atas ya ma pa " ijin Nizar.
" iya nak , kalo di rasa makin sakit langsung hubungi papa ya " ucap papa , khawatir anak nya sakit pasti karna masalah kemarin, dan itu pun belum selesai Lita sudah sakit duluan ,
Papa menghela napas panjang , melihat Lita dan Nizar yang mulai menjauh . .
" gak usah terlalu di pikirkan pa , Nizar pasti bisa ngasih pengertian ke Lita , nanti kita juga coba pelan pelan jelasin semuanya ke Lita , " ucap sang istri menenangkan mengusap bahu .
" iya ma , mau papa bantuin beresin piring nya " ucap mama melihat mama ,
" gak usah lah pa dikit doang ini , siap siap aja panasin mobil nya juga " balas mama , bangun dan membawa piring kotor ke wastafel
Setelah membaringkan Lita di tempat tidur , Nizar membenahi selimut menutupi hingga ke dada Lita , cepat sekali istrinya tertidur ,
Nizar mengambil laptop nya di kamar , dan mulai bekerja mengecek laporan laporan dari pesantren , hingga tak terasa sudah pukul 11 siang dan Lita mulai terbangun ,
" Kaka masih di sini " ucap Lita melihat Kaka nya duduk di meja belajar yang biasa Lita tempatin .
Nizar menoleh mendengar suara istrinya, dan berjalan mendekati , duduk di pinggiran kasur .
"iya nemenin kamu , " ucap nya
Lita bimbang haruskah ia bertanya sekarang atau nanti .
" kenapa ko melamun ?" tanya Nizar memegang jari tangan Lita .
" mm aku mau tanya boleh ?" ucap Lita melihat kakak nya ,
Nizar mengangguk .
" apa alasan kakak terima buat nikahin aku?"tanya Lita
Nizar menarik napas panjang , " gak ada alasan buat kakak nolak menikah dengan kamu dek , awal nya Kaka pun sakit sekali saat tau bahwa Kaka bukan anak kandung mama dan papa , Kaka kecewa Kaka marah, tapi saat papa menjelaskan semua nya kaka terima itu, malah Kaka terus berterima kasih sama papa dan mama , dan saat papa meminta Kaka buat nikahin kamu , Kaka ngerasa ada angin segar di sini di hati kakak," ucap Nizar membawa tangan Lita ke bagian dada nya ,
" dari dulu dek , saat Kaka baru baligh waktu umur kakak baru 14 tahun , Kaka tertarik sama kamu, bukan lagi perasaan kakak dan adik , tapi lebih ke rasa suka seorang laki laki dan perempuan, Kaka mulai menyadari kalo Kaka itu cinta sama kamu sebelum tau fakta ini , dulu Kaka menjauh bahkan pulang satu tahun sekali untuk menghindari rasa ini dek ," sambung Nizar .
Ya Lita ingat itu , setiap hari ia menanyakan kapan Kaka nya pulang tapi tak pulang pulang , itu pun hanya pulang saat lebaran saja. Dan mama hanya menjawab bahwa kak Nizar sibuk dengan sekolah nya , padahal dia sibuk membenahi perasaan nya.
"dan rasa cinta itu makin menjadi saat kita sudah menikah , tepat nya menikah tanpa kamu tau , dari situ kakak bisa leluasa pulang dan ketemu kamu , ketemu mama vira juga , karna dulu mama selalu menghindar saat kakak mendekat hanya papa saja yang selalu ada dan datang saat kakak butuh, kakak kira dulu mama nggak sayang sama kakak , tapi setelah tau ini Kaka mulai paham kalau dulu kita bukan mahram dek , mama dan kamu bukan mahram kakak , tapi sekarang kakak lega bisa berinteraksi bebas sama kamu, ." ucap Nizar , melihat Lita yang serius menyimak ,
Nizar maju secepat kilat dan cuup, mencium pipi tembam Lita ,
bugh
Lita memukul pundak Nizar
" ihh Kaka ,asal cium aja " ucap nya cemberut memalingkan muka , padahal dia tersenyum dalam hati .
" gak PP Halal dek , mau Kaka cium mau peluk pun boleh , " ucap Nizar terkekeh,
Lita tersenyum malu , Nizar gemas melihat itu pingin gigit rasanya ,
**
Nantikan konflik konflik setelah ini ya guys akan ada bab yang mengandung tawa , amarah , bahkan air mata .
See you ,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments