" kamu suka cincin nya ?" tanya Nizar
" suka kak. cantik cincin nya " jawab Lita balik melihat suami nya
"lebih cantikan kamu kemana mana dek " ucap Nizar , gombal sekali lah heheh,
" bisa aja makasih ya , kita mau kemana lagi ini kak ?" tanya Lita melihat jam tangan menunjukan pukul 3 sore ,
" kemana aja , ke taman depan komplek mau nggak?" tanya Nizar
" boleh tuh , udah lama nggak kesana bareng kakak " ucap Lita ,
Mereka bangkit dan meninggalkan cafe ,
Menaiki mobil, mengunjungi taman sekalian jalan pulang .
Nizar memarkirkan mobil di parkiran taman ,
membuka kan pintu untuk istri nya , berjalan beriringan , jari tangan yang saling bertautan , Lita pokus memandang sekitar , hati nya tersenyum bahagia , tak menyangka doa doa nya Allah jawab sekarang , bergandengan tangan dengan kakak nya kekasih hatinya ,.
Nizar pun tak kalah bahagianya , lega dan hilang sudah beban nya ,
" mau beli jajan nggak ?" tanya Nizar ,
" nggak , masih kenyang , muter aja dulu yu kak , " ajak Lita , Nizar mengangguk mengikuti ,
Lita memilih duduk di tepian danau di bahan pohon yang asri ,
Nizar mengusap keringat di kening Lita , cuaca nya agak panas dan capek berjalan mengelilingi taman , duduk di bawah pohon menikmati semilir angin sejuk ,
"makasih kak " ucap Lita tersenyum ,
"nggak geratis loh ya ," ucap Nizar
" mau aku bayar emang nya ?" tanya Lita senyuman nya luntur dan menatap Kaka nya
Cup , Nizar mencium pipi Lita
" iiih Kaka gak boleh gitu , banyak yang lihat nanti , " ucap Lita memandang sekitar
" nggak nyium nya bentar doang ini , yang lain gak bakalan ngelihat ko ," ucap Nizar mengusap kepala Lita , menyandar kan Lita di pundak nya , tatapan kedua nya melihat danau .
Lita memejamkan mata nya menikmati sejuk nya udara dan rasa nyaman karna usapan tangan suaminya ,
"2 hari lagi ikut kakak ya ke pondok , kamu lanjutin kuliah di sana ," ucap Nizar
Lita duduk tegak , " kenapa harus ikut ? Di sini juga kan banyak kampus kak" ucap Lita , tak siap harus jauh dari mama papa dan sahabat nya .
" kan sekarang kamu istri Kaka , jadi kemanapun suami kamu harus ikut" jelas Nizar
Lita diam berpikir , " kan kakak bisa pulang kesini , " nego nya
" bisa aja kakak pulang 2 bulan sekali mungkin " ucap Nizar karna jujur urusan di pesantren itu banyak sekali apa lagi ia yang sekarang harus melanjutkan mengurus pesantren, karna kakek nya sudah menua ,.
" lama banget , "ucap Lita cemberut, baru juga kangen kangenan harus pisah lama lagi ,
" makanya kamu ikut , di sana banyak ko santri santri putri dan ustadzah juga , " ucap Nizar , mencoba merayu istrinya.
"harus bilang dulu sama mama kan , kalo mama kasih ijin aku ikut " ucap Lita ,
"di ijinin ko , Kaka udah bilang sama mama papa jauh jauh hari " ucap Nizar , yang memang sudah meminta ijin dari beberapa hari yang lalu ,
" loh ko , jadi Kaka bilang gini , udah bilang duluan gitu ke mama ?" tanya Lita ,
" iya , ijin mama papa itu mudah di dapetin , tinggal persetujuan kamu nya aja yang susah , " ucap Nizar menjelaskan
" aku ikut mana baik nya aja lah " ucap Lita.
Mereka memilih pulang karna sudah sore , dari perjalanan pulang sampai di depan rumah , Lita tak banyak bicara , malah banyak melamun nya .
" assalamualaikum," ucap nya memasuki rumah ,
"waalaikumsalam, dari mana ini berdua duaan terus " jawab papa ,
" abis dari cafe terus ke taman pa ," ucap Lita , Nizar mengikuti Lita di belakang nya , tadi nya dia mau ikut duduk di sopa bareng papa tapi urung di lakukan , karna Lita yang duluan ke kamar ,
" pa , aku nyusul Lita , ngambek pasti " pamit Nizar buru buru menyusul istrinya ,
Papa yang melihat hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah anak dan menantunya ,
Nizar berlalu menaiki tangga dan menghalangi jalan Lita tepat di depan pintu kamar nya ,
" awas kak , aku mau masuk , mau mandi mau solat " dorong Lita ,
" jangan ngambek tapi , tidur nya di kamar kakak ya plis ya !" ucap Nizar tetap menghalangi Lita
" iya iya , awas lah " ucap Lita tak mau melihat ke arah kakak nya ,
" senyum nya mana , sini lihat kakak " ucap Nizar memegang kepala Lita mengarahkan ke muka nya , di tatap secara intens oleh suami nya , membuat Lita malu , lalu tersenyum.
Cup di cium nya bibir Lita , secepat kilat dan langsung berlari meninggalkan Lita yang masih mematung ,
" ihh kakak " teriak nya kencang ,
Nizar di balik pintu hanya terkekeh jantung nya pun berdetak tak karuan, berani sekali pikirnya .
Lita masih mencak mencak , tak terima ciuman pertama nya di curi begitu saja ,.
...****************...
Terus suport mamel ya guys ,
See you .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments