Lita merendam kan badan nya di bathtub, wangi lilin lavender membuat nya rileks , bathub berisi air dan busa yang wangi .
10 menit Lita selesai mandi tak lupa ambil wudhu sekalian , keluar kamar mandi hanya memakai jubah mandi ,
ceklek
Lita berjalan riang mengambil baju dari dalam lemari , tak menyadari kalau Nizar sedang duduk di sopa di dekat jendela, Nizar berniat mengajak Lita solat ber jama'ah , tapi apa yang di suguhkan Lita benar benar membuat Nizar ketar ketir . Dengan gugup ia berdehem
Ehem
Lita mematung ia seperti mendengar suara Kaka sekaligus suami nya , Lita berbalik memegang baju yang ia ambil di lemari . Melihat Kaka nya terduduk di sopa memegang sajadah ,
" Kaka ngapain ke sini ?" ucap Lita merapatkan badan nya ke pintu lemari .
" mau ajak kamu solat berjamaah, pakai dulu baju nya Kaka tungguin , " ucap Nizar dan duduk berbalik memunggungi Lita ,
Nizar tak kuasa menahan gugup , dan terus ber istighfar, ia tau halal melihat Lita dalam keadaan apa pun , tapi ia belum terbiasa , sebisa mungkin Nizar tahan .
Lita buru buru memakai baju tidur nya dan memakai mukena ,
" udah kak ayo " ucap Lita gugup .
Nizar mengusap wajah nya dan bangkit , menggelar sajadah ke arah kiblat , mereka mulai solat dengan khusyuk, tak tertinggal Lita pun membaca Al Qur'an di dengarkan oleh Kaka nya , setor hapalan.
Setelah solat mereka turun ke bawah berkumpul bersama mama dan papa ,
Banyak yang papa dan mama ceritakan , termasuk soal bebet bobot Nizar , supaya Lita tau lebih detail lagi , mereka pun memberi nasihat kepada Lita dan Nizar ,. Mama papa bersyukur Lita mau menerima semuanya dengan ikhlas
" Lita kamu kan sekarang sudah menikah , kamu harus patuh apa kata suami , tapi kalau suami kamu menjerumuskan ke dalam hal hal yang di benci Allah , kamu bisa menolak , baik suka maupun duka dalam menjalin rumah tangga , lewati dengan bekal iman , ikhlas dan sabar , selalu bersyukur atas apa yang Allah kasih ke kamu ," nasihat papa , Lita mengangguk paham .
"Nizar juga ya , kalau suatu saat nanti kamu udah nggak mau sama anak papa , udah gak sayang atau sebagai nya , tolong jangan sakiti Lita , pulangkan kembali dia ke papa , papa akan selalu Nerima Lita kapan pun , dan rumah ini akan selalu terbuka untuk anak papa ." ucap papa , Nizar mengangguk patuh .
" siap pa , itu gak akan pernah terjadi , karna aku menyayangi Lita melebihi sayang aku ke diri aku sekalipun , doa kan yang terbaik pa untuk rumah tangga kami , restui setiap perjalanan kami , jawab Nizar tegas .
Papa yakin itu , Nizar tak mungkin menyakiti Lita , ia tau sifat dan sikap Nizar , makanya papa yakin menikahkan Lita dan Nizar dulu .
banyak yang Nizar dan papa obrolkan , mama dan Lita hanya menyimak dan sesekali ikut berbicara , sampai tak terasa malam sudah tiba ,
Melihat lita yang tiduran di pangkuan mama , Nizar inisiatif mengajak nya tidur ke kamar
" pindah ke kamar yu dek " ucap nya
Lita yang tak sepenuh nya tidur , langsung terbangun dan mengiyakan ajakan suaminya ,
" oh iya , Lita tidur sama ka Nizar sekarang kan ? Satu kamar kan ?" tanya mama , Lita yang mendengar itu menggeleng kan kepala, . Nizar hanya tersenyum ia tak mau memaksa istrinya takut istri kecil nya ngambek .
" loh , harus satu kamar de , suami istri itu tidur satu kamar , satu ranjang , makan satu piring berdua minum pun satu gelas berdua ,malam ini dan seterusnya kamu tidur satu kamar sama suami kamu." nasihat papa kembali ,
Lita mengangguk mengiyakan , tersenyum malu .
Nizar dan Lita berjalan ke kamar nya , dan Nizar mengikuti nya dari belakang , sampai masuk ke dalam kamar ,
" loh Kaka ngapain ikut aku masuk kamar ?" tanya Lita heran , pura pura dulu gitu basa basi .
" tidur di sini lah , gak boleh emang ,? Nggak denger kata mama papa tadi?" ucap Nizar mendekati Lita , Lita yang di deketin langsung melangkah mundur , gugup takut Kaka nya macem macem ,.
Nizar yang melihat Lita mundur terus memajukan langkah nya , kaki Lita terpentok ranjang dan terjatuh , Nizar yang melihat itu berniat menarik tangan Lita namun nahas Nizar malah ikut terjatuh ,
Bruk
Tatapan kedua nya bertemu bahkan hidung Nizar menempel di pipi Lita ,
Lita yang tersadar mendorong dada suaminya , tapi Nizar menahan tangan Lita dan mengusap nya lembut , Nizar pikir ini kesempatan emas hahaha .
" Kaka awas bangun ih berat Tau," ucap Lita menatap manik mata suaminya .
" berat apa nya , orang kakak tahan ko " ucap Nizar , karna memang tangan nya menahan tubuhnya supaya tidak menimpa Lita , tapi memang badan nya menempel di badan Lita , .
Lita tak bisa berucap , hanya memalingkan wajahnya dan tersenyum malu ,. Nizar mencium pipi Lita lembut, dan merambat dari pipi lalu kening dan hidung , Nizar memandangi bibir Lita , ingin menciumi nya tapi takut Lita marah ,
" boleh cium bibir nya nggak " tanya Nizar jempol nya mengusap bibir Lita lembut ,
Tubuh Lita meremang , salting brutal guys cerita nya hahah .
"he em " ucap nya pelan ,
Cup sekali menempel dan cup buat yang kedua kali menempel lebih lama ,
Nizar yang melihat Lita memejamkan mata , tersenyum di balik ciuman nya , mencoba melumat bibir Lita sebentar hanya sebentar karna Lita langsung memalingkan muka nya kembali ,
" maaf dek maafin ya , " ucap Nizar mengusap bibir Lita yang basah karna air liur nya , Nizar takut istrinya marah ,.
Nizar turun dan tidur terlentang mengatur nafas nya yang menggebu , Lita tidur memunggungi suaminya , tak kalah deg degan nya , Lita malu sekali baru kali ini merasakan bibir nya di cium dan di lumat , kaget tentu saja , tapi hati nya berbunga , dan ada rasa penasaran. Penasaran gimana kelanjutan nya , hahah .
Nizar memeluk Lita dari belakang , nafas nya mengenai leher Lita , membuat tubuh Lita meremang ,
"jangan marah ya , Kaka gak bermaksud tadi , maaf ya kelepasan , " ucap Nizar lirih.
" iya " jawab Lita pelan , geli rasanya ,
"balik sini dek kalo emang nggak marah " ucap Nizar membalikkan tubuh Lita ,
Lita pasrah dan memandangi Kaka nya , tak lama karna malu , .
" tidur yah , sini Kaka peluk " ucap Nizar. Memeluk Lita , senyum terukir di bibir kedua nya ,,
Beribu ribu kali Nizar mengucap syukur, memiliki Lita di hidupnya membuat ia bahagia selalu , Lita pun sama bahagia nya ,. Semoga perjalanan rumah tangga nya ini sesuai seperti yang selalu ia idam idamkan .
Mereka menyelami mimpi yang indah , seindah harapan harapan mereka ,
Lita terbangun pukul 3 dini hari , karna memang sudah kebiasaan nya untuk melaksanakan solat tahajud,
Lita memandangi wajah suaminya yang nyaris sempurna , hidung mancung dengan tahi lalat di atas nya , kumis tipis dan bibir yang merah alami , suami nya bukan perokok , pipinya yang agak berisi tapi dikit sekali , rahang nya yang tegas , mata nya yang kalau terbuka bermata tajam jika sedang serius dan tatapan lembut jika melihat Lita , alis nya yang biasa saja tidak tebal dan tidak juga botak hahah , Lita tersenyum , kagum sekali dengan segala kepribadian suaminya ,
" ayo ngapain Hem , mau cium mah cium aja kali , Jagan cuma di raba raba doang " ucap Nizar mata nya terbuka dan memandangi wajah istri nya ,
" nggak ko apaan si , " ucap nya tersipu malu ,tak berani memandang suaminya.
" boong , sini cium " ucap Nizar ,
Nizar menghujani ciuman di wajah istrinya , Lita tersenyum , " cium balik lah dek , ayo udah halal ini " ucap Nizar ,
Lita malu malu mencium pipi Nizar cepat sekali ,
" nggak berasa dek kurang lama " ucap Nizar jahil
" udah ih aku mau solat ini kak , bangun yuk solat dulu " ajak Lita , Nizar bangkit mengikuti istrinya ,
Mereka solat sunah masing masing , karna itu akan lebih khusyuk, berzikir dan bersholawat , hingga waktu subuh tiba , Nizar ini. Solat di mushola bareng dengan papa , Lita solat subuh sendirian di kamar nya ,
...----------------...
see you guys 😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments