Ceklek
Disya dan Dita menoleh ke arah pintu, dan melihat Lita yang di gandeng ka Nizar ,
senyum tercetak jelas di bibir kedua nya , pikiran mereka pasti Lita habis di apa apain karna tidur satu kamar dengan kak Nizar ,
flashback on
Dita terbangun saat mendengar suara handel pintu terbuka , dan melihat Lita keluar kamar , Dita mengikuti Lita takut terjadi apa apa nantinya , tapi saat hendak keluar , Dia mendengar suara ka Nizar Dita memilih mengintip di balik celah pintu , dan melihat bagai mana perhatian nya kak Nizar suami sahabat nya ,
" iss sweet banget si ya ampun, alahuma soli ala sayyidina Muhammad wa ala Alihi Sayidina Muhammad, ya Allah kirim kan aku lelaki baik seperti kak Nizar " ucap nya sambil berdoa , melihat perilaku Nizar kepada Lita membuat Dita tersenyum senyum ,
"dit ngapain kamu senyum senyum gitu isss kesambet ya " ucap disya ngelantur , entah lah dia terbangun sendiri .
Dita menghampiri disya yang masih duduk di kasur ,
" AAaa seneng banget aku dis, ngeliat Lita di bawa ka Nizar ke kamar nya sambil di bopong , ya ampun sosweet banget lah , " ucap Dita sambil tersenyum .
" eh iya ya Lita gak ada , gak ngeuh aku ,ngapain di bawa sama ka Nizar , bukan nya Lita masih ngambek ya ??" tanya disya bingung ,
"biarin aja ,dia suaminya kan lebih berhak ngurusin Lita , lagian Lita kan suka cerita kalo lagi sakit yang ngurusin pasti kakak nya ." ucap Dita mengingat omongan Lita dulu,
"yuk lah tidur lagi baru jam 12 malem , nanti ketinggalan tahajud lagi." ucap Dita berbaring dan tidur
Flashback off
"cieee yang tidur sama suami cieee " ucap Dita jahil menjawil dagu Lita , lucu sekali melihat pipi sahabat nya bersemu merah .
" iih Dita jangan jail , udah pada solat ya ? Aku solat dulu deh , nanti aku ceritain" ucap Lita yang melihat temannya mengangguk ,
Tak lupa ia solat dan berzikir ,
Disya dan Dita mengobrol ringan sambil sesekali main handphone, mereka sudah mandi dan bersiap siap untuk pulang pagi ini ,
" ko bisa Lit kamu tidur bareng kak Nizar " tanya disya kepo ?
" heem aku juga gak tau , pas mau ambil minum ke bawah ada ka Nizar di belakang aku , pas aku mau jatoh dia gendong aku ke kamar nya ," jawab Lita , disya dan Dita hanya ber oh ria ,
" gak di apa apain kan kamu , apa udah belah duren heheh" tanya Dita , Dita ini kalo ngomong terlalu jujur ,
"ih nggak lah aku lagi sakit juga " jawab Lita tersenyum malu
" oooh jadi kalo lagi sehat mau gitu ya ?" tanya Dita menarik turunkan alis nya , disya hanya cekikikan mendengar obrolan teman nya ,
"ditaaaa ya nggak lah , gak tau juga si hahaha , " ucap Lita malu malu meong .
" eleh kamu ini ya Lit Lit, ya semalem nangis nangis gak mau fakta ini eh di terima juga kan " ucap Dita ,
" kata aku mah terima aja lah Lit mungkin juga kan ini yang terbaik buat kamu, coba dengerin aja dulu penjelasan mama papa sama ka Nizar , kita percaya kamu pasti bisa bersikap dewasa Lit ," ucap disya menengahi , menurutnya tak ada yang minus dalam diri ka Nizar dan sosok Lita pun sedewasa itu di antara mereka bertiga, Lita tak mungkin membantah apa kata orang tua nya , dia anak yang berbakti , dan penyayang .
"kita seneng kalo liat kamu bahagia apa lagi sama ka Nizar , setuju 1000% pokonya , "ucap Dita semangat .
"iya iya , makasih ya nasihat kalian , udah mau nemenin aku juga , makasih banyak " ucap Lita . Berpelukan sebagai sahabat ,
" iya , kita pulang dulu ya , hari ini mama ngadain acara di rumah , kumpul kumpul keluarga, tadi udah di telpon suruh pulang " ijin disya pamit pulang , karna mama nya sudah menghubungi dia sedari subuh tadi ,
" nggak ikut sarapan dulu di sini ? Maaf ya ngerepotin," ucap Lita tak enak hati .
" GK PP Lit , nanti kita sarapan di rumah aja , yu dit ," ajak disya . Disya dan Dita bangkit dari duduk nya ,
" aku anter yu ke depan " ucap Lita mendahului berjalan ,
Meski tubuh nya masih lemas tapi Lita harus turun sekalian sarapan. Mengantarkan teman teman nya ,sampai mobil Dita keluar gerbang , barulah Lita masuk ke dalam ,.
Berjalan menuju dapur melihat mama nya , membuat sarapan Lita duduk di kursi tubuh nya masih lemas dan bersandar di sandaran kursi makan.
" pagi mama, "sapa Lita tersenyum
" eh pagi juga anak solehah mama" balas mama ,
Mama yang melihat muka Lita pucat segera men dekati . Memegang kening Lita yang terasa masih hangat walau sedikit .
" astaghfirullah kamu sakit na ?" ucap mama khawatir memeluk pundak Lita dan mengusap kepala anak nya yang tertutup hijab .
" udah GK PP mah ,aku cuma masih lemes " ucap Lita , memegang tangan mama .
" mama bikinin teh hangat , sarapan nya bubur aja ya dek" ucap mama lembut . Lita hanya mengangguk sebagai jawaban ,
Menutup mata nya , karna terasa perih ,
...****************...
hai guys makasih udah ikutin cerita kakaku suamiku , jangan lupa tinggalin komen komen kalian dan kasih saran apa yang harus mamel perbaiki ,😁
See you .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments