Perebut calon suami

Dio sudah bersiap dengan sweater dan menggunakan celana pendek selututnya. Setelah pria itu memaki maki indra di telpon, dia memutuskan untuk turun tangan sendiri mencari Luna.

***

"Kamu tuh sebenernya gak boleh Lun jalan di luar sampe semalem ini, aku khawatir berdampak buruk sama kamu, bukannya aku gak mau lanjut nemenin." Ucap Aldo yang menolak secara halus saat Luna tidak ingin pulang ke apartemen, dan memintanya terus berkeliling jalanan kota.

"Tapi aku gak mau pulang dulu malam ini." Rengek Luna.

"Aku anter sampe depan apartemen ya, nanti orang orang nyangka kamu bukan cewe baik baik kalo jam segini masih keluyuran."

"Turunin aku di depan minimarket 24jam aja do." Ucap Luna dengan nada lesu.

"Engga akan aku biarin lah kamu sendirian disitu, please Luna dengerin aku ... Kalau kamu udah gak sanggup kamu nyerah aja, bilang baik baik sama mama papa, mereka pasti ngerti kok. dari pada kamu berusaha bahagiain mereka dengan kepura-puraan ini, dan kamu malah tersiksa sendiri lun, kamu juga berhak bahagia."

Luna memalingkan wajahnya, dia memilih diam ... Menurutnya Aldo sangat cerewet sekali malam ini.

"Nuna. Setuju ya aku antar ke apartemen? Oke cantik? Jangan ngambek gitu dong."

"Ya terserah kamu aja."

Aldo membuang nafasnya berat, tidak masalah Luna marah padanya saat ini, yang penting nama baik Luna aman. Urusan bujuk membujuk bisa di lakukan nanti, fikirnya.

Di lorong apartemen.

Langkah Luna dan Aldo terhenti kala berhadapan dengan Dio yang sedang memutar mutar kunci mobil di tangannya.

Aldo langsung memposisikan dirinya di hadapan Luna, dan Luna berada di balik punggungnya.

Dio menatap Aldo dengan tatapan yang tajam.

"Luna, cepat masuk!"

"Aldo, sudah kubilang kan, mending aku tidak usah pulang sekalian." Bisik Luna di telinga Aldo.

"LUNA!" Bentak Dio yang karena tidak ada pergerakan sama sekali dari Luna.

Aldo terkejut ketika Luna si bentak seperti itu, pria itu berjalan lebih mendekat pada Dio, dengan Luna yang masih berpegangan pada baju belakang Aldo.

"Bapak Dio yang terhormat, jaga nada bicara anda."

"Siapa kau berani mengaturku? Statusku adalah suaminya, aku lebih punya hak atas wanita murahan itu di banding kamu."

*Bugh!!!

Satu pukulan dari Aldo melayang di pipi kiri Dio.

"B4jing4n!!!" Ucap Dio, lalu dengan cepat membalas pukulan berkali kali lipat pada Aldo.

Dan Aldo tidak tinggal diam, keduanya baku hantam sampai berguling-guling di lantai.

Tenaga Luna tidak sanggup untuk memisahkan mereka, hingga akhirnya penghuni apartemen di sekitar area itu banyak yang keluar karena mendengar suara Gaduh.

Aldo dan Dio berhasil di pisahkan.

Nafas keduanya sangat memburu menggambar emosi yang masih berkobar di dalamnya.

"Masuk!" Dio menarik Luna memasuki apartemennya, tanpa memperdulikan orang orang sekitar dan Aldo yang masih berdiri disitu.

***

Luna sudah gemetar bukan main saat Aldo memaksanya untuk masuk.

Dalam fikirannya, Dio akan menganiaya dirinya didalam nanti.

Padahal kenyataannya Dio hanya menggiring Luna masuk ke dalam kamar dan menutupnya tanpa melakukan apapun.

Di dalam kamar, Dio bercermin ... Tangan kekarnya menyentuh bagian wajahnya yang lebam dan sedikit mengeluarkan darah, Dio tidak menyangka bisa di fase ini, bahkan saat ini dirinya mengorbankan wajahnya hingga lebam hanya karna Luna.

Sedangkan Luna, wanita itu sedikit khawatir dengan luka yang ada di wajah Dio. Rasa kesal masih membuncah di dalam dirinya, tapi rasa pedulinya lebih besar, terlebih saat Luna mengingat Dio mengobati luka memar di pelipisnya pada waktu itu.

*Pintu kamar Dio di ketuk.

"Hm?" Ucap Dio saat membuka pintu.

Luna membawa mangkuk berisi air es dan lap, guna mengompres luka di wajah Dio.

"Mari aku obati wajahmu."

Dio menyampingkan tubuhnya, memberi jalan agar Luna bisa masuk ke dalam.

Luna mengompres luka lebam Dio, pria itu menundukan pandangannya, sama sekali tidak ingin memandang wajah Luna, dan Luna tida memperdulikan itu.

"Mana kotak p3k?"

"Di laci nakas." Ucapnya masih sambil memandang ke arah bawah.

Luna berjalan, membuka laci yang Dio katakan ... ada beberapa bingkai foto Dio dan seorang wanita yang Luna perkirakan itu adalah Mauryn.

Kenapa tidak di pajang saja? Batin Luna.

"Ada tidak?" Ucap Dio yang menunggu Luna sedikit lama.

"Ng .. Ada kok," Luna bergegas membawa kotak p3k dan lanjut mengobati Dio.

Setelah selesai, Luna hendak merapihkan semua yang dia bawa tadi, tiba tiba lengannya di tahan oleh Dio.

"Ada hubungan apa kamu sama model tengik itu?"

"Dia sahabatku. Dan dia model profesional asal kamu tau."

"Jangan terlalu dekat dengannya," Ucap Dio.

"Kenapa?"

"Jangan tanya kenapa, aku suamimu."

"Aku akan mengajukan perceraian saat urusan pekerjaanku sudah selesai semua, jadi kau bisa melanjutkan hubunganmu dengan calon istrimu, maaf Dio ... Jika di awal aku tahu, kalau kamu sudah mempunyai calon istri, aku akan menolak keras perjodohan ini."

Dio hanya diam, ingin menjelaskan yang sebenernya tapi bibirnya terasa kelu.

Seharusnya pria itu merasakan bahagia, karena Luna mengabulkan permintaannya untuk mengajukan cerai lebih dulu.

Tapi kenyataannya, Dio sedikit shock dengan apa yang Luna katakan.

"Aku permisi." Ucap Luna yang keluar kamar Dio membawa peralatannya.

***

Esok hari.

Di butik Luna lebih banyak melamun, memikirkan keputusan yang akan dia ambil nanti, apakah akan membuat orang tuanya dan mertuanya kecewa? Mau bagaimana lagi, Luna sudah tidak sanggup.

Maafin Luna mama, papa, Luna gak bisa menjalani rumah tangga jika di baliknya ada wanita yang tersakiti. Biarlah Dio bersatu kembali dengan Mauryn.

"Bu Luna, ada seseorang ingin bertemu." Ucap salah seorang karyawan yang memecahkan lamunannya.

"Siapa?"

"Namanya pak Vian."

"Suruh masuk ke ruangan saya aja, dia Kaka ipar saya."

"Iya baik bu."

"Selamat siang Bu Luna," Sapa Vian tersenyum saat sampai di ruangan kerja Luna.

"Tua banget aku kayaknya di panggil ibu." Protes Luna yang wajahnya di ubah total menjadi ceria saat Vian datang.

"Berapa lama lagi ke Singapore, aku boleh gabung gak?"

"Boleh banget kak, nanti kamu jadi asisten aku aja disana, gimana?"

"Seriusan nih? Padahal cuman mau liat liat aja loh tadinya."

"Kamu punya ilmu kak, harus di kembangkan. Siapa tau pulang dari sana ada keberanian kamu untuk buat design sendiri."

Vian duduk lebih mendekat, "Lun, aku boleh tanya sesuatu?" Ucap Vian dan di balas anggukan oleh Luna.

"Apa kamu cinta adik saya?" Tanya Vian.

Luna tersenyum , "Kenapa Kak Vian tiba-tiba bertanya seperti itu?

"Jawab saja lun."

"Waktu Dio mengucap janji saat akad, aku sudah berusaha menerima, berusaha cinta ... beberapa Minggu tinggal bersamanya, aku pun sudah mulai cinta. Tapi ...."

"Tapi apa?" Tanya Vian dengan raut wajah yang penasaran.

"Tidak apa-apa, aku baik baik saja dengan Dio, kakak jangan khawatir." Bohong Luna.

*Aku tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya, bahwa Dio sudah mempunyai calon istri saat menikah denganku. Aku juga tidak mau di cap sebagai perebut calon suami orang*.

Terpopuler

Comments

blecky

blecky

sabar Luna Dio otw bucin wkwkkw

2024-06-10

2

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Perjodohan
3 SAH
4 Keputusan bersama
5 Kinan
6 Berpapasan
7 Kamu lebih pantas
8 Aku temenin
9 Virgin?
10 Gym
11 Tolong Dio ...
12 Saling menatap
13 Mual
14 Berjuang sendirian
15 Mie instan
16 good morning Lun,
17 Nunaku
18 Perebut calon suami
19 Aku juga harus bahagia
20 Bercerai
21 Cemburu (Revisi)
22 Tamparan (revisi)
23 Berbela sungkawa (Revisi)
24 TPU (Revisi)
25 Menurutlah (Revisi)
26 Wangimu enak (Revisi)
27 Pengacau (Revisi)
28 Info
29 Vitaminku (revisi)
30 Harta (Revisi)
31 Luna, istriku ... (Revisi)
32 Cemburu? (Revisi)
33 Asap kecil (Revisi)
34 Luna, aku rindu ...
35 Kesempatan (Revisi)
36 Bawa istriku pulang (Revisi)
37 Kamu hebat sayang (Revisi)
38 This is my wife (Revisi)
39 Menantang (Revisi)
40 Area sensitif (Revisi)
41 Bercak (Revisi)
42 15 x (Revisi kedua)
43 Drama (Revisi kedua)
44 Kamu menghancurkanku ( Revisi kedua)
45 Nyonya dareen (Revisi kedua)
46 Mencurigakan (Revisi kedua)
47 Menjadi duda (Revisi)
48 Pemaksaan (Revisi)
49 Aku siap buat kamu (Revisi)
50 Aku stress (Revisi)
51 I love you my wife (Revisi)
52 IGD (Revisi)
53 Promo novel (Perubahan seorang gay karna istri kontraknya)
54 Beban keluarga (Revisi kedua)
55 i'll be there for you (Revisi)
56 Cubit aku (Revisi kedua)
57 Kinan kesal (Revisi kedua)
58 Benalu (Revisi)
59 Aku ga izinin (Revisi kedua)
60 Tutup mulut (Revisi kedua)
61 Sandiwara (Revisi kedua)
62 Isi daya (Revisi kedua)
63 Di campakan (Revisi kedua)
64 Promo novel
65 Tunawisma (Revisi kedua)
66 Nyonya Luna (Revisi)
67 Hukuman (Revisi kedua)
68 Libur dulu ya.
69 Manis (Revisi kedua)
70 So kuat (Revisi)
71 Menikahlah (Revisi kedua)
72 Mendiami istri
73 Istriku luar biasa.
74 Gerald
75 Kontraksi dini (Revisi kedua)
76 Sayang, i'm here ... (Revisi kedua)
77 Egois (Revisi kedua)
78 Memaksa (Revisi kedua)
79 Butuh kamu (Revisi kedua)
80 Etika (Revisi kedua)
81 Gak janji
82 To the point
83 Menjaga jarak
84 So sweet banget
85 Resah
86 Nasi goreng
87 Bagian Favorite
88 Antusias.
89 It's so sexy
90 Jangan jauh-jauh
91 I love you the most
92 Jahat
93 Orang lain
94 Stress berat
95 Kompres memar
96 Membujuk
97 Pria asing
98 Juan
99 5 lawan 1
100 Milikku
101 Panas 21+
102 Hair dryer
103 Trending topik
104 Siapkan mental
105 Hotel
106 Maafin mama
107 Cekit-cekit
108 Ambulance
109 Service kamu
110 Rujuk
111 END
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Kecelakaan
2
Perjodohan
3
SAH
4
Keputusan bersama
5
Kinan
6
Berpapasan
7
Kamu lebih pantas
8
Aku temenin
9
Virgin?
10
Gym
11
Tolong Dio ...
12
Saling menatap
13
Mual
14
Berjuang sendirian
15
Mie instan
16
good morning Lun,
17
Nunaku
18
Perebut calon suami
19
Aku juga harus bahagia
20
Bercerai
21
Cemburu (Revisi)
22
Tamparan (revisi)
23
Berbela sungkawa (Revisi)
24
TPU (Revisi)
25
Menurutlah (Revisi)
26
Wangimu enak (Revisi)
27
Pengacau (Revisi)
28
Info
29
Vitaminku (revisi)
30
Harta (Revisi)
31
Luna, istriku ... (Revisi)
32
Cemburu? (Revisi)
33
Asap kecil (Revisi)
34
Luna, aku rindu ...
35
Kesempatan (Revisi)
36
Bawa istriku pulang (Revisi)
37
Kamu hebat sayang (Revisi)
38
This is my wife (Revisi)
39
Menantang (Revisi)
40
Area sensitif (Revisi)
41
Bercak (Revisi)
42
15 x (Revisi kedua)
43
Drama (Revisi kedua)
44
Kamu menghancurkanku ( Revisi kedua)
45
Nyonya dareen (Revisi kedua)
46
Mencurigakan (Revisi kedua)
47
Menjadi duda (Revisi)
48
Pemaksaan (Revisi)
49
Aku siap buat kamu (Revisi)
50
Aku stress (Revisi)
51
I love you my wife (Revisi)
52
IGD (Revisi)
53
Promo novel (Perubahan seorang gay karna istri kontraknya)
54
Beban keluarga (Revisi kedua)
55
i'll be there for you (Revisi)
56
Cubit aku (Revisi kedua)
57
Kinan kesal (Revisi kedua)
58
Benalu (Revisi)
59
Aku ga izinin (Revisi kedua)
60
Tutup mulut (Revisi kedua)
61
Sandiwara (Revisi kedua)
62
Isi daya (Revisi kedua)
63
Di campakan (Revisi kedua)
64
Promo novel
65
Tunawisma (Revisi kedua)
66
Nyonya Luna (Revisi)
67
Hukuman (Revisi kedua)
68
Libur dulu ya.
69
Manis (Revisi kedua)
70
So kuat (Revisi)
71
Menikahlah (Revisi kedua)
72
Mendiami istri
73
Istriku luar biasa.
74
Gerald
75
Kontraksi dini (Revisi kedua)
76
Sayang, i'm here ... (Revisi kedua)
77
Egois (Revisi kedua)
78
Memaksa (Revisi kedua)
79
Butuh kamu (Revisi kedua)
80
Etika (Revisi kedua)
81
Gak janji
82
To the point
83
Menjaga jarak
84
So sweet banget
85
Resah
86
Nasi goreng
87
Bagian Favorite
88
Antusias.
89
It's so sexy
90
Jangan jauh-jauh
91
I love you the most
92
Jahat
93
Orang lain
94
Stress berat
95
Kompres memar
96
Membujuk
97
Pria asing
98
Juan
99
5 lawan 1
100
Milikku
101
Panas 21+
102
Hair dryer
103
Trending topik
104
Siapkan mental
105
Hotel
106
Maafin mama
107
Cekit-cekit
108
Ambulance
109
Service kamu
110
Rujuk
111
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!