Berjuang sendirian

Pagi pagi sekali Luna bangun, hanya untuk sekedar mengecek suhu tubuh Dio. Tanpa permisi Luna masuk ke kamar Dio ... Di lihatnya pria itu sedang tidur terlelap, Luna memberanikan menempelkan telapak tangannya di dahi Dio. "Hangat." Gumamnya.

Perlahan Dio membuka matanya, dan melihat Luna yang sudah ada di hadapannya. "Ngapain disini?" Ucapnya dengan suara khas orang bangun tidur.

"Suhu tubuh kamu masih hangat, sebaiknya jangan bekerja dulu. Aku juga udah masak bubur, nanti tinggal di hangatkan jika akan di makan."

"He'em .." Jawab Dio singkat.

"Aku tinggal bekerja gimana? Aku sedang ada project, nanti aku usahakan pulang cepat."

"Pulang cepat atau telat ga ngaruh juga buat aku."

Luna mengangguk paham dengan raut wajah yang sudah pasrah.

"Oh ya, rencananya aku akan ke Singapore untuk acara fashion show, apa kamu mengizinkan?"

"Tidak usah izin seperti itu, lakukan saja apa yang mau kamu lakukan, status kita hanya formalitas, ingat itu."

"Hm iya, aku nanti berangkat di tanggal — "

"Shutttt ... Sudahlah Luna, aku gak mau tahu terlalu detail tentang itu , dan aku tidak mau jika kita berperilaku seperti suami istri sungguhan."

*Bel apartemen berbunyi.

"Biar aku aja, kamu tunggu." Ucap Luna yang bergegas ke depan untuk membuka kan pintu.

*Pintu di buka.

"Iya, ada apa ma?" Ucap Luna tidak memberikan akses masuk.

Lagi dan lagi Kinan datang bersama Ervina ke apartemen Dio, Pagi ini Ervina berencana untuk mendatangi team dekorasi untuk acara Latif nanti, Ervina ingin menyiapkan sendiri ... agar terkesan spesial di hati suaminya.

"Maksudnya apa Lun? Mama gak boleh masuk? Ini apartemen Dio loh." Ucap Ervina.

"Maaf ma, Dio lagi sakit ... Dan aku akan pergi bekerja. Jika hanya mama yang masuk akan aku perbolehkan, tapi tidak dengan Kinan."

"Diooooo!" Teriak Ervina dari pintu masuk yang tertahan oleh Luna.

"Tolong jangan di ganggu dulu Dio nya ma, semalam dia muntah muntah."

"Minggir !"

Suara bariton muncul dari balik tubuh Luna.

Kinan dan Ervina tersenyum melihat Dio yang sedikit membentak Luna dan mengizinkan mereka berdua masuk.

Luna kembali masuk ke kamar untuk bersiap bekerja, Luna sedang menjaga moodnya di pagi hari, alhasil wanita itu tidak menganggap keberadaan 3 orang yang sedang duduk di sofa dan membicarakan hal yang tidak berguna itu.

Diam diam Dio melirik Luna yang berangkat bekerja tanpa pamit kepada siapapun.

"Istri kamu tuh gak sopan. Ada mama disini dia aja gak anggap."

"Udahlah mah, ini bukan sepenuhnya salah Luna."

"Kamu udah mulai belain dia sekarang?"

Dio hanya diam, dirinya sendiri pun tidak dapat memastikan apa yang sedang dia rasakan. Cinta kah atau hanya sekedar kasihan?

"Udah Tante, marah marah gak baik untuk kesehatan Tante." Ucap Kinan dengan bijak.

"Kenapa gak kamu aja sih yang ceraikan dia? Kenapa harus nunggu kata kata itu keluar dari mulutnya?"

"Aku gak mau ngecewain papa, apalagi kalau papa sampe sakit." Sahut Dio.

***

"Serius kamu? Akhirnya Lunaku terbuka pikirannya." Ucap Aldo yang berada di butik.

"Lunaku, Lunaku ... Udah ada suaminya nih!"

"Kamu gak capek Lun, berjuang sendirian?"

Aku cape, aku pengen nyerah aja!!! Teriak Luna dalam hati.

Lun tersenyum, menopang dagu dengan kedua tangannya yang berada di atas meja kerja. "Kalau capek aku istirahat dulu."

"Istirahatnya sambil cobain perasaan aku ya, gimana?" Sarkas Aldo.

"Tetaplah jadi sahabat terbaik aku Al."

"Luna, Aku mencintaimu sejak dulu. Semua yang kamu lakukan selalu buat aku terkesan. Aku bakal nunggu ... "

"Aldo stop, harusnya kamu doakan untukku yang baik, jangan mendoakan aku pisah dengan Dio."

"Maaf Lun," Ucap Aldo dengan senyum di paksakan.

Luna mengajak Aldo untuk mengukur ulang badannya ... Karena design baru akan segera di buat untuk di bawa ke Singapore nanti.

Fashion show di Singapore yang akan membuat Luna dan Aldo intens bertemu.

***

Luna pulang menjelang malam dari butiknya, tujuannya bukan apartemen Aldo, melainkan rumah orang tuanya.

Rencana untuk ke Singapore akan di bahas malam ini pada kedua orang tuanya, selain itu ... Luna juga rindu, rindu menjadi wanita yang di hargai di rumah, rindu di manja dan di perlakukan dengan baik.

"Mamaaaa, papaaaa!!!" Panggil Luna saat menghampiri lestari yang sedang membaca santai di ruang keluarga bersama Bimo.

"Eh Lunaaa." Sahut lestari antusias, Bimo tersenyum menunggu giliran di peluk oleh anak tunggalnya itu.

"Papa mama sehat kan? Maaf Luna lagi sibuk di butik, jadi jarang kesini."

"Vadio mana? Masih di mobil?" Tanya lestari.

"Ng ... Dio gak ikut, lagi kurang fit." Sahut Luna beralasan.

"Tapi kamu udah izin kan kalau kesini?"

Muncul di benak Luna, kata kata Dio saat pagi tadi ... 'jangan berperilaku seperti suami istri sungguhan' , itu kata yang terngiang-ngiang dalam kepalanya.

"Udah kok."

"Pa, ma, Luna masuk kamar dulu ya, kangen sama markas yang dulu." Ucap Luna sambil cekikikan seperti anak anak.

"Aaaaaaaaaah nyaman nya, walaupun tidak semewah di apartemen tapi ini tetap jadi pemenangnya." Ucap Luna sambil merebahkan tubuhnya.

Satu jam di kamar, Luna di panggil untuk turun dan makan malam bersama.

Luna menceritakan maksud dan tujuan kedatangannya, orang tuanya menyetujui rencana Luna untuk ke Singapore, mereka selalu mensupport apa yang terbaik untuk Luna.

"Tapi Dio mengizinkan juga kan?"

"Iya ma, sebelum minta izin sama kalian ... Luna sudah minta izin Dio terlebih dahulu."

"Kamu tuh panggil suami jangan nama dong Lun, rasanya tidak sopan." Protes Bimo.

"Iya Mas Dio." Ucap Luna untuk menyenangkan papa nya.

***

Dio mondar mandir di dalam apartemen, tepatnya di ruang tv.

Sudah sedari sore pria itu diam di tempat, tapi tidak melihat Luna pulang dari bekerjanya.

"Kemana si Luna, jam segini belum pulang juga? Apa tadi pagi aku sudah keterlaluan sekali padanya?" Gumam Dio yang sedikit menyesal.

Luna pamit pulang jam 21.00 dari rumah orang tuanya. itupun sebenarnya Luna menolak, dan akhirnya menurut karena di nasihati dulu, bahwa tidak baik jika menginap tanpa suaminya jika sudah menikah.

Wanita itu memutuskan untuk menyesap jahe hangat yang berada di pinggir jalan, sejujurnya dia tidak ingin pulang, mengingat sikap Dio yang makin hari makin menjadi dan tidak tau terimakasih.

Pada akhirnya Luna menurunkan ego nya, dia sampai di apartemen jam 23.00

Lampu sudah dalam keadaan mati di ruang tv, Luna langsung saja berjalan ke arah kamarnya. ketika dia memegang handle pintu, tiba-tiba Dio muncul dari dalam kamarnya dan cukup membuat Luna terkejut.

"Dari mana aja? Di butik kamu tertulis tutup pukul 16.00." Ujarnya dengan tatapan dingin.

Luna menaikan sebelah alisnya dan sedikit memundurkan bahunya, "Maksud kamu apa? Mau tau urusan pribadi aku?"

Dio terkena perangkap peraturan yang dia buat sejak awal.

"Aku harus tahu, nanti kalau mama papa kamu telpon, aku jawab apa?"

"Jawab aja seadanya, bahwa kamu tidak tahu dan tidak peduli, se simple itu kok." Ucap Luna datar.

Terpopuler

Comments

Jamayah Tambi

Jamayah Tambi

Kita kan cuma di atas kertas

2024-10-08

0

Uthie

Uthie

Baguss Lun 👍😡

2024-06-10

1

pisces

pisces

baguslah lun, teruslah bersikap datar pada dio sampai dia mau menghargai kamu

2024-06-07

1

lihat semua
Episodes
1 Kecelakaan
2 Perjodohan
3 SAH
4 Keputusan bersama
5 Kinan
6 Berpapasan
7 Kamu lebih pantas
8 Aku temenin
9 Virgin?
10 Gym
11 Tolong Dio ...
12 Saling menatap
13 Mual
14 Berjuang sendirian
15 Mie instan
16 good morning Lun,
17 Nunaku
18 Perebut calon suami
19 Aku juga harus bahagia
20 Bercerai
21 Cemburu (Revisi)
22 Tamparan (revisi)
23 Berbela sungkawa (Revisi)
24 TPU (Revisi)
25 Menurutlah (Revisi)
26 Wangimu enak (Revisi)
27 Pengacau (Revisi)
28 Info
29 Vitaminku (revisi)
30 Harta (Revisi)
31 Luna, istriku ... (Revisi)
32 Cemburu? (Revisi)
33 Asap kecil (Revisi)
34 Luna, aku rindu ...
35 Kesempatan (Revisi)
36 Bawa istriku pulang (Revisi)
37 Kamu hebat sayang (Revisi)
38 This is my wife (Revisi)
39 Menantang (Revisi)
40 Area sensitif (Revisi)
41 Bercak (Revisi)
42 15 x (Revisi kedua)
43 Drama (Revisi kedua)
44 Kamu menghancurkanku ( Revisi kedua)
45 Nyonya dareen (Revisi kedua)
46 Mencurigakan (Revisi kedua)
47 Menjadi duda (Revisi)
48 Pemaksaan (Revisi)
49 Aku siap buat kamu (Revisi)
50 Aku stress (Revisi)
51 I love you my wife (Revisi)
52 IGD (Revisi)
53 Promo novel (Perubahan seorang gay karna istri kontraknya)
54 Beban keluarga (Revisi kedua)
55 i'll be there for you (Revisi)
56 Cubit aku (Revisi kedua)
57 Kinan kesal (Revisi kedua)
58 Benalu (Revisi)
59 Aku ga izinin (Revisi kedua)
60 Tutup mulut (Revisi kedua)
61 Sandiwara (Revisi kedua)
62 Isi daya (Revisi kedua)
63 Di campakan (Revisi kedua)
64 Promo novel
65 Tunawisma (Revisi kedua)
66 Nyonya Luna (Revisi)
67 Hukuman (Revisi kedua)
68 Libur dulu ya.
69 Manis (Revisi kedua)
70 So kuat (Revisi)
71 Menikahlah (Revisi kedua)
72 Mendiami istri
73 Istriku luar biasa.
74 Gerald
75 Kontraksi dini (Revisi kedua)
76 Sayang, i'm here ... (Revisi kedua)
77 Egois (Revisi kedua)
78 Memaksa (Revisi kedua)
79 Butuh kamu (Revisi kedua)
80 Etika (Revisi kedua)
81 Gak janji
82 To the point
83 Menjaga jarak
84 So sweet banget
85 Resah
86 Nasi goreng
87 Bagian Favorite
88 Antusias.
89 It's so sexy
90 Jangan jauh-jauh
91 I love you the most
92 Jahat
93 Orang lain
94 Stress berat
95 Kompres memar
96 Membujuk
97 Pria asing
98 Juan
99 5 lawan 1
100 Milikku
101 Panas 21+
102 Hair dryer
103 Trending topik
104 Siapkan mental
105 Hotel
106 Maafin mama
107 Cekit-cekit
108 Ambulance
109 Service kamu
110 Rujuk
111 END
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Kecelakaan
2
Perjodohan
3
SAH
4
Keputusan bersama
5
Kinan
6
Berpapasan
7
Kamu lebih pantas
8
Aku temenin
9
Virgin?
10
Gym
11
Tolong Dio ...
12
Saling menatap
13
Mual
14
Berjuang sendirian
15
Mie instan
16
good morning Lun,
17
Nunaku
18
Perebut calon suami
19
Aku juga harus bahagia
20
Bercerai
21
Cemburu (Revisi)
22
Tamparan (revisi)
23
Berbela sungkawa (Revisi)
24
TPU (Revisi)
25
Menurutlah (Revisi)
26
Wangimu enak (Revisi)
27
Pengacau (Revisi)
28
Info
29
Vitaminku (revisi)
30
Harta (Revisi)
31
Luna, istriku ... (Revisi)
32
Cemburu? (Revisi)
33
Asap kecil (Revisi)
34
Luna, aku rindu ...
35
Kesempatan (Revisi)
36
Bawa istriku pulang (Revisi)
37
Kamu hebat sayang (Revisi)
38
This is my wife (Revisi)
39
Menantang (Revisi)
40
Area sensitif (Revisi)
41
Bercak (Revisi)
42
15 x (Revisi kedua)
43
Drama (Revisi kedua)
44
Kamu menghancurkanku ( Revisi kedua)
45
Nyonya dareen (Revisi kedua)
46
Mencurigakan (Revisi kedua)
47
Menjadi duda (Revisi)
48
Pemaksaan (Revisi)
49
Aku siap buat kamu (Revisi)
50
Aku stress (Revisi)
51
I love you my wife (Revisi)
52
IGD (Revisi)
53
Promo novel (Perubahan seorang gay karna istri kontraknya)
54
Beban keluarga (Revisi kedua)
55
i'll be there for you (Revisi)
56
Cubit aku (Revisi kedua)
57
Kinan kesal (Revisi kedua)
58
Benalu (Revisi)
59
Aku ga izinin (Revisi kedua)
60
Tutup mulut (Revisi kedua)
61
Sandiwara (Revisi kedua)
62
Isi daya (Revisi kedua)
63
Di campakan (Revisi kedua)
64
Promo novel
65
Tunawisma (Revisi kedua)
66
Nyonya Luna (Revisi)
67
Hukuman (Revisi kedua)
68
Libur dulu ya.
69
Manis (Revisi kedua)
70
So kuat (Revisi)
71
Menikahlah (Revisi kedua)
72
Mendiami istri
73
Istriku luar biasa.
74
Gerald
75
Kontraksi dini (Revisi kedua)
76
Sayang, i'm here ... (Revisi kedua)
77
Egois (Revisi kedua)
78
Memaksa (Revisi kedua)
79
Butuh kamu (Revisi kedua)
80
Etika (Revisi kedua)
81
Gak janji
82
To the point
83
Menjaga jarak
84
So sweet banget
85
Resah
86
Nasi goreng
87
Bagian Favorite
88
Antusias.
89
It's so sexy
90
Jangan jauh-jauh
91
I love you the most
92
Jahat
93
Orang lain
94
Stress berat
95
Kompres memar
96
Membujuk
97
Pria asing
98
Juan
99
5 lawan 1
100
Milikku
101
Panas 21+
102
Hair dryer
103
Trending topik
104
Siapkan mental
105
Hotel
106
Maafin mama
107
Cekit-cekit
108
Ambulance
109
Service kamu
110
Rujuk
111
END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!