“Kau marah?”
“Kau masih bertanya? Kau Gila Maitias!”. Eve berteriak bersamaan dengan air matanya yang turun begitu saja ‘
Kenapa kau marah seperti itu? Sama halnya dengan mu yang dekat dengan Romeo aku juga bisa melakukan itu!”
“Bukankah sudah ku bilang kami hanya rekan kerja? kau tidak percaya lagi kepada ku Maitias? Aku Mencintai Mu”
Pria itu terkesiap tapi dia tidak ingin melunakan pandangannya dia menghela nafas di depan wanita cantik itu, perasaan sesak di hatinya semakin menjadi Rasa bersalah dan ingin menarik wanita itu agar Eve tidak pergi lagi, dia tidak bisa pekerjaan sebagai pengacara adalah bagian dari hidup Eve apa dia bisa mengambilnya dari wanita itu
Tidak ada jawaban apapun dari pria itu, Maitias hanya berada di sana dan mereka saling menatap hingga Eve mulai kesal.
“aku akan kembali ke kantor, lepaskan aku Maitias…”. Kau bahkan tidak meminta maaf kepada ku
“kau bisa kembali tapi kau harus makan dahulu”
“Aku akan makan di kantor”
“Kau harus makan disini!”.
Maitias memberi ultimatum dia tidak ingin di tolak, dia mengunci wanita itu agar tetap berada di sana tidak pergi jauh darinya sedikitpun Hingga Jerome datang dengan membawa pesanan dari Maitias, pria itu terenyuh saat melihat Eve di pangkuan Maitias wanita itu tampak terisak dengan matanya yang sembap*
Mereka pasti baru saja bertengkar.* Gumam Jerome sambil meletakan pesanan itu, dia tetap berada di sana dengan membawa laporan dan juga berkas-berkas yang harus mereka kerjakan karena waktu sudah menunjukan waktu Istrahat yang sudah habis
“Aku bisa sendiri Maitias, turunkan aku aku akan makan”
“Makanlah di sini dan terima saja suapa dari ku, jika kau membantah jangan harap kau bisa pergi dari sini”.
Kedua orang itu hanya diam sambil melakukan kegiatan mereka, tangan Maitias yang tidak berhenti memberi suapan pada wanita itu hingga makanan tidak tersisa sedikitpun
Ternyata benar eve benar-benar sangat lelah dan juga kelaparan, hal itu membuat Maitias tertawa kecil “Aku akan kembali ke kantor, aku akan pulang malam”
“Ya terserah”. Jawab pria itu tidak peduli dia membenarkan posisinya setelah Eve turun dari pangkuannya
“Kau tidak ingin membahas hubungan mu dengan Ellen!?”.
“Hubungan ku dengan Ellen tidak lebih dari teman, teman yang berada di nauangan Orang tua kami”
“Kau dekat dengannya, aku tidak suka”. Eve menyampaikan perasaannya berharap jika pria itu mengerti, tapi nihil tampaknya pria itu tidak ingin membahas apapun bahkan cenderung tidak peduli “Maitias… jaga jarak dengannya…”
Pria itu hanya tersenyum miring “Aku akan menjaga jarak dengannya, asal kau juga meluangkan waktu lebih dengan ku dan juga menjauhi pria itu”
“Bukankah kau sebelumnya mengerti?”
“Sebelum nya? Tentu tapi ini!”. Maitias kini mengeluarkan sesuatu dari laci tempat dia bekerja, Foto-foto yang di ambil secara diam-diam kini terpampang jelas “Ini terlalu dekat, dia bahkan menjemput mu setiap hari”
“Aku hanya tidak ingin membuat mu kesulitan karena bangun terlalu pagi”
“Alasan mu sangat basi! Ah sudahlah aku tidak ingin membahas ini… cepat makan!”
Dengan berat hati akhirnya Eve hanya bisa memakan makanan nya berdebat dengan suaminya hanya akan memperumit masalah dia juga harus bekerja karena waktunya terbatas.
“Aku sudah selesai Maitias…”.
Pria itu menatapnya datar dia tidak bisa marah lebih dari tadi dia ingin mengusap wajah wanita itu dengan lembut tapi ego dalam dirinya kini bekerja lebih baik Yang Maitias lakukan hanya mengusap wajah Eve membersihkan sisa makanan di bibir wanita itu dengan lembut. Aku menyayangi Mu Eve
"Pergilah…”.
Satu kata yang hanya di ucapkan oleh Maitias lalu kembali fokus dengan laptopnya sendiri.
Eve pergi dengan rasa kecewanya itu adalah hari terburuk yang pernah di berikan Maitias pada dirinya, dia berjalan keluar dengan sedikit tertatih sakit di kepalanya kini muncul kembali seperti hari sebelumnya
“Apa ada tidak apa?”. Tanya Jerome menyadari keadaan wanita itu.
“aku tidak apa Jerome,tolong perhatikan Maitias”
“Tentu, aku akan memesan taksi untuk mu”
“Terimakasih Jerome”
Beberapa saat berlalu Jerome memastikan Eve sudah pergi dengan aman dia kembali keruangan Maitias lalu memastikan pria itu tetap berada di sana, Maitias menatap ke arah luar jendela dari gedung pencakar langit miliknya
“Dia sudah pergi?”
“Sudah Tuan”.
Jerome mendekat pada pria itu menatap wajah lusuh Maitias lebih dekat “Tuan sebenarnya apa yang sedang anda lakukan, jangan bilang anda berniat untuk berpisah dari Nona Eve…”
“Jerome apa yang harus ku lakukan? Berdiam diri saat melihatnya dengan pria lain?”
“Tuan tapi anda dan Ellen”
“Aku bahkan sangat risih dengan kehadiran wanita itu, aku seperti gila Jerome aku menatap Ellen dengan membayangkan Eve yang berbicara dengan ku”
Jerome terdiam sekarang kenapa pria itu sering diam dan menatap Ellen dengan tatapan yang tidak menentu senyum yang sering kali dia tunjukan adalah sebuah kepalsuan di balik rasa sepinya.
******
Eve kembali ke kantor dengan perasaannya yang tidak enak, persaaan cemburu kesal dan juga perasaan bersalah kini menghampiri benak wanita itu
“Padahal hanya sebentar lagi, kenapa kau malah melihat ke arah lain Maitias? Apa impian kita tidak berarti lagi untuk mu?”. Eve bergumam sendiri, kini tatapan nya tertuju pada Romeo yang baru saja masuk dengan wajahnya yang sumringah mendapati wanita itu sudah kembali
“Eve kau sudah makan siang?”
“Sudah”.
jawabnya singkat. Wanita itu kini memilih fokus pada Laptop yang berada di depannya, pikirannya kini hanya tertuju pada Maitias bagaimana dia harus menyelesaikan masalahnya dengan pria itu
“Kenapa? Apa kau ada masalah dengan Maitias?”. Tanya Romeo mendekat pada wanita itu, Eve menjelaskan detail kecilny pada pria itu “dia sunggguh tidak pengertian”
“Aku tidak bisa mengesampingkan itu Romeo… aku sudah terlalu banyak meninggalkan momen kami wajar jika dia marah”
“Ya tapi menghabiskan waktu dengan wanita lain bukanlah hal yang baik terutama saat kalian sudah menikah”
Eve menatap wanita itu tidak percaya, Romeo tahu masalah mereka tapi bagaimana bisa
“Aku tidak sengaja melihat mereka, sebagai sahabat mu aku tidak ingin menyembunyikan hal yang buruk kepada mu”.
Untungnya aku punya orang yang bisa di andalkan, aku tidak merusak hubungan mereka aku hanya kan menunjukan sisi buruk pria itu dan itu tidak saja. Gumam Romeo menenangkan perasaannya dia tahu perbuatan nya akan membuat sahabatnya terluka dan hatinya bekerja sama dengan keinginannya
Romeo mengeluarkan sebuah foto dari sakunya foto yang menunjukan keakraban Maitias dan Ellen, Pria itu tertawa lepas saat berada dengan wanita itu Hati Eve terasa dirobek begitu saja pria itu sudah berpaling darinya?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Daulat Pasaribu
jgn sampai eve meninggal thor
2024-06-01
1