"Maitias lama tidak bertemu....". Wanita cantik yang menyapa mereka duduk dengan santai di samping Matias dan Istrinya "Hai .... Eve". Sapa wanita itu dengan anggun, Maitias langsung merangkul erat Istrinya
"Untuk apa kau di sini?". Tanya Maitias datar dia tidak suka dengan kehadiran wanita itu yang hanya akan mengganggu dirinya dan sang Istri
"Kau bertanya? ini restoran umu semua orang bisa berada di sini, kecuali saat kau sudah memboking seluruh tempat ini"
"Cari tempat lain karena kami sudah berada di sini lebih dahulu". Ketus pria itu dia masih bersikap dingin pada wanita itu, sejak awal dia bertemu dengan wanita cantik itu dia sama sekali tidak tertarik dari segi manapun
Ellen adalah wanita yang di jodohkan dengannya sejak awal mereka bertemu, wanita itu merupaka model ternama dan juga seoranga anak konglomerat latar keluarga nya yang begitu royal membuat kedua orang tua Maitias sangat setuju dengan hubungan kedua orang itu
Namun saat mereka semakin menjodohkan dua ornag itu Maitias malah semakin menjauh bahkan menikahi wanita yang dia inginkan
"Ellen.... kau berada di sini? atau hanya sekedar untuk mengganggu kami saja".
Eve menatap wanita itu dengan datar dia menatap sekitar dan para bodyguard Ellen yang tidak jauh dari mereka, di lihat dari segi manapun Ellen tidak akan pernah makan di restoran sederhana seperti itu, mengingat gaya hidup Ellen yang sangat glamour "Atau kau ingin makan sesuatu? aku dan suami ku tercinta akan memesankan nya pada mu"
"tidak perlu, aku hanya ingin melihat kaian berdua kalian berdua tidka ku sangka kalian masih bertahan sejauh ini". Ucap Ellen wanita itu berdiri dari posisinya beberapa pria yang melihatnya tentu saja terkagum karena kecantikannya "Aku akan pergi, selamat menikmati makan malam kalian"
Wanita itu pergi dengan menyentuh tangan Maitias sekilas, pria itu bahkan sampai menarik tangannya menjauh lalu mengusapnya, Ellen hanya tersenyum saat menatapnya . Satu saat nanti kau bahkan tidak akan menolak sentuhan ku
"Sayang maaf, makan malam kita jadi terganggu".Ucap Maitias dengan rasa bersalah yang amat dalam dia tidak ingin wanita itu berpikiran lain tentangnya dan Ellen
"Aku mengerti, aku tidak akan ambil pusing sayang aku percaya kepada mu"
"Terimakasih"
Kedua orang itu akhirnya makan dengan tenang tanpa gangguan apapun, meski nada dering Maitias yang tidak berhenti dia tahu siapa pelakunya itu dia hanya mematikan suara dering ponselnya lalu kembali pada Istrinya . Seharusnya aku memblokir wanita itu sejak dulu, Ibu kau sedikit mengesalkan kenapa kau malah memasukan nomor wanita itu ke ponsel ku!
Mereka berangkat ke hotel yang telah di pesan oleh Maitias, malam sudah semakin larut mereka harus beristrahat karena besok Maitias akan bekerja meski sedikit terlambat
"Sayang....". Panggil Eve dengan memeluk erat suaminy, "Aku akan sibuk beberapa minggu kedepan ku rasa aku akan merindukan kebersamaan kita"
"Hmm".
"Kau marah?".
"Tidak, tapi... Papa dan Mama kan mengadakan pesta minggu depan dan kau tahu pasti apa yang mereka rencanakan"
'Menjodohkan mu dengan Ellen di depan umum". Eve tersenyum kecut banyak cobaan yang mereka hadapi slema pernikahan mereka tapi mereka bertahan sampai sekarang "Itu tidak akan merubah apapun Maitias kita tidak akan tetap bersama". Sampai aku menyelesaikan tugas ku, aku akan menyerahkan kehidupan ku pada mu Matias kita akan hidup seperti yang kau inginkan
Wanita itu menatap suaminya begitu dalam hingga membuat Matias salah mengartikan tatapan wanita itu, dia tersenyum dengan wajahnya yang merona sambil memeluk pinggang istrinya
"sepertinya kita tidak akan langsung beristrahat".
"Huh?". Wanita itu tahu apa yang di inginkan suaminya dia lelah
Eve menggigit bibir nya sepertinya dia sudah salah melakukan sesuatu hingga suaminya berpikiran mesum seperti itu, tapi dia hanya mengangguk lagi pula mereka tidak punya waktu semalaman seperti ini
Maitias menarik pinggang wanita itu hingga terjerembap ke atas kasur dia membuka kemeja nya hingga meninggalkan kaus yang melekat di otot-ototnya dia terlihat begitu seksi saat ini
"Sayang menjeritlah sepuas mu!"
*****
Pagi tang cerah menerpa kedua manusia dengan sinar matahari yang merambat masuk menerpa tubuh mereka, Maitias mengerjapkan matanya lalu menatap jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi dia berdehem mengusir serak yang berada di tenggorokannya
"Ehhem..mm ". Tanganya yang tadinya kaku kini memeluk istrinya dengan lebih erat untuk menghilangkan rasa pegalnya dia tidak sadar sampai membuat istri kecil nya itu merasa sesak
"sayang pelan-pelan!". Isak Eve yang berada dalam pelukannya "Kau membuat ku sesak"
"Ah maaf".
Maitias membuka selimut yang menutupi tubuh istrinya dia terkekeh karena ulahnya sendiri, malam itu dia benar-benar bercinta dengan gemuruh yang membara seakan belum pernah melakukannya dengan Istri kecilnya itu
"Kau masih lelah sayang?"
"Hmm tapi kita harus segera mandi, kau juga harus bekerja bukan?"
"Kita tunggu sebentar lagi, aku akan menyuruh Jerome untuk mengambil alih sementara"
"Apa tidak masalah?"
"tentu saja tidak, jadi tidur lah aku akan memesan makanan untuk kita".
Sementara itu di belahan wilayah lain Jerome menjentikkan jarinya dengan kesal karena ulah Maitias dia menahan keringat dingin karena para kolega yang sudah berdatangan
"Tuan di mana anda? Ini bukan waktunya main-main!". Umpat Jerome saat melihat jam tangannya dia tahu jika Maitias sudah menunda pria itu mungkin akan datang dengan waku yang cukup lama itu mungkin tidak akan masalah jika tidak ada rapat penting hari ini "Sh*t aku harus memulainya sendiri!".
Untungnya Maitias sudah mengirim beberapa dokumen yang harus di bahas oleh Jerome jadi pria itu bisa dengan leluasa menjelaskannya pada kolega Maitias. Tuan kau harus mengganti ku lebih untuk hari ini!
Beberapa Jam berlalu Maitias tidak kunjung datang pria itu hanya mengirim beberapa pesan pada Jerome untuk menjalankan rapat hari ini, pria itu dapat menggantikan Maitias dengan baik di sana
"Anda tidak apa-apa Tuan Jerome?". Tanya beberapa orang itu seyelah pertemuan selesai "Anda tampak seperti orang sakit"
"Ah saya tidak apa-apa, maaf telah membuat kalian merasa tidak enak tapi Tuan Regard seperti sedang melakukan hal penting".
"Tidak apa, Pertemuan ini berjalan dengan lancar berkat anda dan Tuan Maitias walau beliau tidak datang anda adalah orang yang cukup tepat untuk menggantikannya"
"Terimakasih"
Jerome menghela nafas saat mereka semua telah pergi, seperti seorang yang sangat lemah Jerome berbaring di ruangan pribadinya untuk memulihkan tenaganya
"Pak Jerome!". Seorang karyawan memanggil pria itu membuat nya menjadi kesal karena baru saja memejamkan mata "Pak seseorang mencari anda di luar sana, kalau tidak salah dia adalah putri dari perusahaan Vuinthon"
"Ellen....". Ah dia pasti akan membuat masalah lagi, padahal aku ingin tidur sejenak
Pria itu mengangkat tubuhnya yang lemah lalu menemui Ellen dengan wajah kusutnya.
"Jerome lama tidak bertemu....". Ucap Ellen mendekati pria itu, tapi Jerome dengan cepat menepis tangan lentik itu
"Ada apa Ellen, Tuan Maitias tidak ada di aini pergilah...". Jerome menatapnya dingin
"Yah aku tahu, aku baru saja memeriksa ruangannya tapi... Tapi akan sangat sayang aku pergi begitu saja bagaimana kalau kita berbincang sebentar teman lama ku?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Soraya
masih bingung mau komen ksh jempol dl ya thor lanjut
2024-05-31
1