Olivia berjalan menuju kamar putrinya setelah menerima laporan dari manajer Ellen jika wanita itu menunda jadwal pemotretan nya lagi, sebelumnya dia bisa memakluminya tpai alasan apalagi ini tidak ingin putrinya tumbuh menjadi orang pemalas
“Ellen!”. Teriak wanita itu saat berada di depan kamar putrinya tapi Ellen malah keluar dengan sangat cantik “Kata Manajer mu kau akan menunda pemotretan lagi!”
“Ah Mama dia benar, aku akan berlibur hari ini bersama dengan Maitias”
“Berlibur?”. Olivia yang tadinya kesal mendadak ramah dan senang “Kau serius sayang?!”
“Serius Mama, Maitias akan menjemput ku sebentar lagi”
“Bagiamana dengan perempuan itu? Bukankan mereka akan berlibur bersama seperti biasa”
“Entahlah hubungan mereka belakangan ini meregang, aku tidak perlu tahu selagi Maitias bisa berada di dekat ku aku akan mendapatkannya sepenuhnya Mama”
“Ah baiklah kalau begitu, Mama tidak akan bisa marah kalau seperti ini!”. Olivia memeluk putrinya dengan bahagia “Cepatlah rebut hatinya, Perempuan itu memang tidak pantas untuk pria sesempurna Maitias”
“Mama benar!”
Olivia akhirnya mengantarkan Ellen turun ke lantai bawah di mana Maitias sudah menunggu dengan mobil sportnya, wajah pria itu terlhat datar saat menatap putrinya yang cantik .Dia pasti bertengkar dengan Istrinya, Ellen memang pintar hingga Maitias mencari dirinya saat kesepian.
Wanita paruh baya itu menatap Maitias kagum pria itu selalu terlihat sangat tampan walau wajahnya menunjukan kekesalah.
“Maitias tolong jaga putri tante ya”. Olivia menatap ramah pada pria itu. “Ellen bilang kau sangat kesepian jadi dia membatalkan jadwal pemotretan nya untuk mu”
“Iya Tante”. Jawab pria itu singkat
Sepanjang perjalanan Ellen tidak berhenti berbicara manis dan mencuri pandang pada pria tampan di sampingnya walau pria itu tetap bersikap acuh padanya dia tidak masalah, dia akan tetap berada disana dan mencari perhatian pria itu
Hingga tidak beberapa lama mereka sampai di pinggir sebuah pantai, ada beberapa orang di sana berlalu lalang menikmati angin pantai sambil berjalan menyusuri tempat itu
“Sudah sampai?”. Ellen menatap keluar . sial mataharinya sangat terik, ini akan membuat kulit ku hitam. “Kau ingin berjalan di pesisir pantai?”
“Hmmm”
“Kalau begitu tunggu sebentar aku harus memakai sunscreen agar kulit ku tidak kusam”
Maitias memutar bola matanya malas dia menunggu beberapa menit sampai wanita itu selesai, dia cukup terkejut karena pakai Ellen yang sudah berganti
Wanita itu tampak sangat cantik dengan gaunnya yang cukup minim, Eve tidak pernah memakai pakaian semacam itu ketika mereka berada di pantai maupun ketempat lain dan lagi pula kedua orang tidak pernah menyukainya karena Eve tidak suka terik
“Kenapa? Aku cantik ya?”. Ellen mengedipkan matanya dengan genit, Maitas hanya mengangguk sedikit lalu berlalu menuju pesisir pantai “Maitias tunggu aku!”. cih dia sangat dingin
Ellen dan Maitias kini berjalan beriringan di pantai layaknya pasangan kekasih tidak jarang orang yang berpapasan dengan mereka memuji visual mereka yang sangat serasi, Ellen hanya mengangguk ketika beberapa orang berbisik dan memuji nya
“Bagaimana dengan Eve? Dia benar-benar bekerja di weekend seperti ini?”. Tanya Ellen akhirnya “Dia sungguh menyia-nyiakan diri mu!”
Pria itu hanya diam sambil terus berjalan memikirkans setiap perkataan dari Ellen, dia merindukan Eve di sisinya.
“Maitias… aku tidak keberatan jika kau meminta ku untuk datang ketika kau kesepian”. Ellen mencoba meraih tangan pria itu “Kau tahu aku bisa menjadi yang kedua jika kesepian seperti ini, jujur saja aku ingin kau selalu bahagia Maitias”
Kini pria itu berhenti sejenak dia menatap pada Ellen yang sejak tadi mencoba menghiburnya, perkataan wanita itu jelas-jelas mengajak dirinya untuk melakukan perselingkuhan
Seharusnya dia marah tapi kali ini dia seakan menemukan sesuatu yang mengobati luka di hatinya, genggaman Ellen semakin erat bersamaan dengan harapan yang di cucurkan oleh wanita itu
“Maitias… aku tidak meminta mu untuk berpisah dengan Eve, setidaknya hargai diri mu sendiri dan kebahagiaan mu juga”
“Aku tidak bisa, sampai kapanpun Eve hanya akan menjadi perempuan satu-satunya dalam hati ku”
“Tapi kau kesepian karena ulahnya, sebesar apapun kau Mencintainya Maitias dia tidak akan pernah melihat perngorbanan mu, aku tidak meminta kepada mu sekarang tapiaku akan berada saat kau memanggil ku Maitias”
Genggaman tangan mereka masih belum terlepas kini Ellen mendekat pada Maitias sambil merangkul lengan pria itu, Ellen bercerita banyak hal membuat sudut bibir pria itu sedikit melengkung
“Aku sangat lapar, ayo kita mencari restoran di sekitar sini”. Ellen merayu pria itu dengan gayanya yang khas siapa saja yang melihatnya pasti akan luluh termaksud hati dingin Maitias “Ayooo!!!”
“ada restoran seafood di dekat sini, kau mau?”
“Ah tentu saja aku mau, aku juga sangat lapar!”. Ellen merangkul Maitias kemanapun pria itu melangkah, dia semakin bahagia karena seakrang Maitias meresponnya dengan cara yang lebih ramah
Walau Maitias menolak dari bibirnya pria itu nyatanya tidak menolak saat tubuh mereka berdekatan, sampai mereka berada di depan restoran sea food beberapa orang yang mengenal mereka sengaja mengambil foto secara diam-diam
Ellen adalah model ternama, apa yang mereka share melalui media sosial mereka tentu akan di banjiri oleh fans dari Ellen
“Ellen bisa kami meminta foto?”. Tanya beberapa gadis pada wanita itu, Ellen hanya mengangguk tanpa melepas rangkulannya pada Maitias “Apa dia kekasih mu?”.
Ellen menatap Maitias yang sibuk memesan makanan, dia mengangguk saat pria itu tidak menyadarinya “Maaf ya kami butuh privasi”
“Baiklah Ellen, Nikmati waktu mu”. Para fans Ellen akhirnya keluar karena permohonan wanita itu
Ellen sendiri tidak menyia-nyiakan waktu dia memilih duduk di dekat Maitias sangat dekat hingga pria itu mendorong tubuhnya sedikit
“Bergeserlah kau membuat ku sesak”.
“Tidak mau! Aku suka di posisi ini”. Ellen menggeleng dengan dengan gaya imutnya
“Ah terserahlah kau sangat keras kepala!”
“Tapi kau suka kan!”
“Terserah!”. Kesal Maitias tapi wanita itu lagi-lagi menggodanya dan merayu pria itu hingga Maitias hanya bis tersenyum kesal “bergeserlah Ellen atau aku akan menjewer mu seperti ini”
“Ah Maitias itu sakit lepas!”. Ellen menahan tangan Maitias yang menjewernya dengan kuat dia memayunkan bibirnya
“Rasakan itu, kau Menyebalkan kan!”
“Ish kau kasar sekali!”.
Mereka berdua kini berbincang sambil memakan pesanan yang telah datang di hadapan mereka, Ellen tidak segan-segan mengambil makanan milik Maitias membuat mereka berakhir dengan bertukar makanan
Beberapa pelayan yang lewat bahkan sampai gemas menatap mereka berdua, dua orang itu terlalu serasai hingga tidak ada orang yang berani makan dekat dengan mereka pemandagan cantikitu bahkan berhasil membuat wisatawan lainnya enggan pergi dari sana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments