"Kau terlihat sangat bahagia..". Romeo menatap wanita cantik di samping nya hari ini memang mereka selesai lebih cepat "Dia akan menjemput mu?"
"Tentu, sepertinya kami akan berkencan hari ini kau tahu kami punya tempat favorit kami"
"Benarkah aku iri sekali!"
"Makanya cepat menikah!". Eve memanyunkan bibirnya kepada sahabat karibnya itu, dia sedikit kesal pada Romeo yang selalu berkencan dengan banyak wanita tapi tidak sekalipun berhubungan serius dengan mereka "Kelamaan kau akan menjadi pria tua yang menyebalkan!"
"Yah ku harap aku segera menemukan tipe ku". Bagaimana aku bisa mencari wanita lain, kau adalah orang pertama yang ku cintai dan sudah menikah dengan pria pilihan mu
Eve menatap lurus pria itu seperti meminta kepastian, karena pria itu sudah berjanji sejak lama untuk mengencani gadis dengan serius
"Ayolah jika tidka berkencan dengan mereka bagaiamana aku akan tahu sifat mereka"
"Kau akan terus mengulangnya Romeo jika kau hanya mencari Juliet mu di klub malam, kau harus mencarinya di tempat yang berbeda!"
Pria itu memutar bola mata malas temannya memberi peringatan setiap saat "Ya...ya Tuan Putri ku, sebaiknya kau cepat keluar karena pangeran mu sudah menunggu di luar sana!". Rome mendorong tubuh wanita itu lalu menatapnya dengan cemburu saat Eve sudah berjarak jauh darinya
Wanita mungil itu berlari dengan sedikit melompat seperti seorang anak kecil yang imut, dia selalu tampak ceria dan ketika orang lain menatapnya dia seakan menularkan perasaan itu kepada teman-temannya juga
"Sayang.....!". Panggil Eve saat memasuki mobil dia langsung mendapatkan kecupan hangat dari suaminya "Kita pergi sekarang!?"
"Tentu, aku sudah memesan hotel agar kita tidak perlu kembali ke apartemen"
"Itu bagus,besok aku juga tidak terburu-buru"
"Tidak terburu-buru?". Maitias menatap Istrinya tidak percaya dia seperti mendapatkan jackpot karena wanita itu akan menghabiskan waktu dengannya "Apa kau membutuhkan sesuatu?"
Eve menggeleng dia mengusap lembut wajah Maitias mengutarakan perasaannya "Aku akan bekerja sepanjang waktu mulai minggu depan, tidak tahu kapan akan selesainya tapi ketika itu selesai aku akan punya waktu banyak dengan mu"
"Bekerja sepanjang waktu? kau tidak akan punya waktu dengan ku?". Maitias kesal dia baru saja senang
"Pagi dan Malam adalah waktu kita bersama sayang".Aku menyiapkan segalanya untuk kehidupan kita nantinya. "Percayalah pada ku semuanya akanbaik-baik saja, aku akan tetap menjadi milik mu"
Maitias hanya mengangguk wanita itu sudah teriasa sibuk tapi hati pria itu sedikit sedih dan juga kesal, dia mengingat kembali saran jerome dia tidak bisa membawa wanita itu sebelum memastikan hubungan mereka benar-benar baik-baik saja
Agar kedua orang tuanya tidak mencari celah untuk menghina wanita itu sedikitpun di depan umum. Perusahaan itu, aku harus segera mengambil alih agar Ayah tidak berkutip hubungan ini sudah terlalu lama tersembunyi aku tidak akan tinggal diam
Maitias mengandeng tangan Istrinya menyusuri taman dengan lampu kerlap-kerlip sepanjang jalan, malam yang dingin tidak membuat kedua insan itu enggan pergi bagi mereka keadaan yang sepi seperti itu adalah hal yang begitu menyenangkan
"Sayang... Aku Mencintai Mu"
"Apa ini? kenapa tiba-tiba sih?". Maitias tersenyum dia begitu bahagia mendegar perkataan wanita itu "Aku Mencintai mu Sayang"
Keadaan yang sepi dan juga sunyi membuat keadaan terasa hangat, mereka saling mendekatkan wajah mereka berdua mencoba menikmati malam berdua dengan bibir yang saling beradu, hingga mereka terhenti karena suara langkah kaki dari beberapa anak yang berlalu tidak jauh dari mereka
Tawa dan keceriaan mereka terdengar di kedua telinga manasia itu, Maitias lalu melirik ke arah dua orang dewasa yang berjalan di belakang mereka, dua orang itu adalah orang tua dari anak-anak tadi
Mereka tampak bercanda bersama dengan anak-anak mereka, pemandagan itu mengingat kan Maitias pada impiannya dengan Eve , dia akan menjadi seorang Ayah dan Eve adalah Ibu dari anak-anaknya, sedih merasakan mereka tidak memiliki keturunan sampai sekarang
Maitias juga tidak ingin menyalahkan siapapun karena baginya keadaan sekarang juga tidak memungkinkan, Eve belum mendapatkan hak nya hubungan mereka bahkan tidak di akui siapapun sekarang.
Dua lengan lembut memeluk pinggang pria itu dengan erat, tangan itu adalah milik Istrinya yang memeluknya dengan hangat "Tunggu sebentar lagi Sayang, aku akan memberikan anak-anak seperti mereka pada mu". Ucap Eve dengan percaya diri "Aku juga sudah mempersiapkan diri ku, jadi kau tidak perlu khawatir walau tubuh ku kecil suatu saat nanti aku akan menjadi Ibu yang kuat untuk anak ku!"
Maitias terkekeh wanita itu berhasil menghiburnya kembali dia sendiri tidak ingi menyalahkan wanita itu karena Eve dan dirinya sama-sama sibuk
"Kau begitu bekerja keraslah nanti malam!"
"Baik!". Eve terdiam seketika dia baru menyadari perkataannya barusan, Maitias sedang mencoba mengajak nya untuk melakukan hubungan **x "Ah sial, sepertinya lebih baik kita makan sesuatu lagi sayang...."
"Kau belum kenyang? kalau begitu ayo belikan Taco dan beberapa makanan lainnya aku tidak ingin kau pingsan"
"Sayang....". Eve bergumam panik dengan wajahnya yang memera jika sudah berkata dengan lembut dia tahu malam nanti tidak akan selembut ucapan Maitias
Maitias tertawa jahat dia berhasil mendapatkan wanita itu malam ini lagi, dia menarik tangan Eve menuju restoran di pinggir jalan tinggi pria itu selalu menjadi pusat perhatian orang lain di tambah wajahnya yang rupawan tidak sedikit wanita yang mencoba menggoda pria itu
Dan dengan beraninya Eve selalu pasang badan untuk suaminya, seperti seorang guardian kecil untuk Maitias, wanita itu sedia siaga "Terimakasih Sayang, kau telah mengusir lalat pengganggung itu"
"Hmm itu sudah tugas ku sayang..."
Saat ini Eve berubah menjadi wanita centil untuk memanasi beberapa wanita yang menatap suaminya, wanita itu bahkan sudah mengusap wajah Matias dengan mesra tidak peduli dengan beberapa wanita yang kini emosi membara mereka toh pria itu adalah milik nya
"Kau sangat centil Eve ku, sebaiknya kau bersikap seperti ini saat kita berada kamar aku akan senang hati menerima mu"
"Cih jadi kau lebih memilih di pandang oleh mereka dari pada aku goda?!"
"Ya kau bisa menggoda ku kapan saja, tapi tidak di sini kau harus menggoda ku seperti itu saat kita berdua dan masaah mereka apa yang harus kau pedulikan sayang"
"Tapi aku cemburu!"
"Mereka hanya orang payah yang bermain dengan angan mereka, toh yang bisa menyentuh ku hanya diri mu!"
Kedua orang itu kembali tertawa lucu satu sama lain juga menikmati makan malam mereka yang hangat hingga kegiatan mereka terhenti karena seorang wanita cantik yang mendekat kepada mereka
Ellen.…
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments