Maitias menatap ke arah ponselnya sejak tadi Eve tidak mengirimkan pesa apapun kepadanya tidak seperti biasa walaupun wanita itu sangat sibuk setidaknnya dia akan mengirim satu pesan singkat
Sekarang dia lebih memilih untuk fokus ke monitior laptopnya membaca setiap detail pekerjaannya untuk menghilangkan kekesalannya, sampai bunyi pesan masuk membuat mata pria itu bebinar
Sayang Maafkan aku, aku mungkin akan kembali besok pagi ada masalah darurat dengan pekerjaan ku
Senyum pria itu langsung sirna dalam sekejap itu artinya dia akan tidur sendiri malam ini, padahal dia sudah berharap jika wanita itu berubah dari sikapnya
“Tuan ini adalah tawaran kerja sama yang di berikan oleh Tuan Aiden anda bisa memeriksa nya sekarang”
“Dia sudah membuatnya cepat sekali”. Maitias menatap beberapa berkas itu, beberapa tawaran yang di ajukan oleh Aiden sungguh menggiurkan “Dia jenius”
“Ya anda benar, saya juga berpikir demikian”
Maitias membaca berkas itu lebih detail ada keraguan dalam hatinya meski tawaran itu cukup menarik, Eve memberinya peringatan meski tidak terlau melarangnnya
Dia selalu mendengarkan nasehat wanita itu dan yang terakhir terjadi adalah di mana larangan wanita itu akan terbukti
“Ada apa tuan, anda terlihat tidak baik jika anda masih ragu saya pikir anda tidak harus menerima tawaran itu.”
“Apa dia meminta persetujuan secepatnnya?”
“Ah itu, Ya Tuan Aiden meminta persetujuan secepatnnya agar dia bisa memulai bisnisnya di sini”
“Kau begitu mulai kerja sama dengannya”
“Anda tidak meminta pendapat dari Nona Eve?”
“Tidak perlu”. Dia bahkan tidak punya waktu untuk bertemu dengan ku, biarkan aku mengerjakan pekerjaan ku sendiri kali ini!. Gumam Maitias
Seseorang mengetuk pintu ruangan kerja pria itu sampai Jerome membuka pintu ruangan itu menunjukan dua wanita yang masuk kedalam sana dengan seenaknya
“Apa yang kalian lakukan di sini?”
“Apa yang kami lakukan? Sayang apa salah Ibu mengunjungi mu sesekali?”. Silvia menggandeng wanita cantik di dekatnnya “Ibu jug membawa Ellen, dia merindukan mu sejak beberapa hari yang lalu”
“Maitias… kau baik-baik saja? Ku dengar hubungan mu dan Eve sedang tidak baik aku ingin menghibur mu dengan datang ke sini”. Ellen berkata dengan sangat lembut dia menghampiri pria itu tapi Maitias malah berpaling darinya “Maitias… “
“Nak lihatlah Ellen, dia menunda jadwal pemotretannya hanya karena ingin berjumpa dengan mu bukan seperti perempuan itu dia malahpergi meninggalkan mu dengan pria lain hanya karena alasan pekerjaan”
“Mama diamlah! Jangan membicarakan Eve di hadapan ku!”. Ucap Maitias sedikit muak
Kedua wanita itu menyeringai tidak biasanya pria itu marah ketika menyebut nama istrinya, biasanya Maitias akan membela habis-habisan Istrinya
“Mama mengerti,mama akan pulang dan tidak akan mengganggu muapi tolong hargai sedikit usaha Ellen yang sudah datang ke sini”.
Wanita paruh baya itu keluar setelah beberapa saat tidak mendapatkan tanggapan dari pria itu, dia meninggalkan Ellen yang sudah duduk manis di sana.
******
Romeo dan Eve berhenti di sebuah club setelah beberapa saat melakukan perjalanan dari kantor mereka sesuai intruksi dari Bryan di salah satu tempat yang cukup terpencil, tapi tempat itu tetap ramai dengan orang-orang yang tidak berhenti berlalu lalang di sana, Eve sangat jarang berkunjung ke tempat seperti itu hingga dia bingung harus melakukan apa
"Romeo mereka semua terlihat sangat bebas"
"Kau benar, mereka memang seperti itu"
tatapan Eve tertuju pada para wanita berpakaian terbuka yang berlalu lalang di sana mereka tersenyum dan tertawa bersama dengan pria-pria yang menurut Eve tidak baik, tapi satu hal yang mengganggu benak wanita itu di antara mereka ada beberapa wanita yang terlihat lebih muda dan sesekali meringis saat beberapa pria itu menjamah mereka
"Jangan bilang...."
"Ya, ini salah satu club milik Aiden dan yang kau lihat tadi adalah sedikit dari orang-orang dia eksploitasi".
Romeo menarik tangan wanita itu menuju tempat yang penuh dengan gemerlap itu, sebelum itu beberapa pria berbadan besar menghadang mereka lalu meminta sebuah kode untuk masuk, mereka sedikit terkejut dengan penampilan kedua orang itu seperti datang ke sana secara tiba-tiba terutama pakaian mereka berdua seperti baru saja keluar dari tempat kerja
Untungnya Romeo paham tentang hal ini dia mengedipkan matanya pada kedua pria itu dia merangkul Eve dengan erat
“Dia memang sangat polos, jadi aku mengajaknya untuk belajar sedikit”
Mereka terkekeh Romeo memang terlihat seperti Cassanova yang sangat liar, mereka yakin pria seperti Romeo akan bermain nakal dengan wanita sepolos Eve mereka menginjinkan kedua orang itu untuk masuk
Kedua orang itu memasuki tempat yang penuh dengan suara musik dan tawa, juga lampu diskotik yang membuat Eve mual jika bukan karena tugas wanita itu ingin sekali keluar dari sana
Romeo membawa wanita itu ke sudut ruangan di mana orang-orang berada cukup jauh dari mereka jadi kedua orang itu masih bisa mendengar satu dengan yang lain
“Bagaimana kita akan menemukan petunjuk di sini, semua orang di sini terlihat tidak waras”. Ucap Eve kesal sampai Romeo menyenggol lengannya agar wanita itu lebih sabar
Dan tidak lama setelah mereka berdua berada di sana, suara musik mulai redup dan seorang pembawa acara berdiri di depan sana dengan cahaya yang langsung tertuju kepadan nya
“Kau lihat, ini sudah tengah malam seharusnya mereka sudah mengakhiri acara ini tapi kau tahu apa yang akan terjadi hmm?”
“Apa?”. Tanya Eve bingung sampai pandangan nya tersentak pada beberapa wanita yang hampir telanjang yang di bawa ke depan panggung dengan paksa
Kedua lengan mereka di ikat dengan erat hingga mereka tidak bisa bergerak dengan bebas walau begitu wajah mereka menunjukan kesakitan yang amat dalam
Beberapa tamu undangan khusus kini duduk di sana dengan bersilang kaki, Eve cukup terkejut karena di antara mereka ada beberapa pejabat negara mereka tidak terlihat seperti penampilan mereka pada umumnya . Munafik!
“Saya bisa menjamin jika mereka masih perawan, jadi kami membanting harga untuk malam ini”. Pembawa acara itu membuka sidang dengan elegan walau dengan rintihan para gadis muda itu
Tidak ada yang menghiraukan mereka yang ada beberapa pria menatap mereka dengan intens seakan ingin memperebutkan tubuh mereka
“Saya membuka harga 500 juta untuk malam ini”. Pembawa acara itu menyeret seorang gadis ke depan para tamu khusus mereka “Kulitnya cerah karena beberapa perawatan yang kami berikan, dia juga belum tersentuh sama sekali Tuan-tuan saya jamin kalian akan menyukainya di tambah wajahnya sangat cantik ini…”
Dari kejauhan Eve memegang dadanya yang terasa sesak tangan nya terkepal begitu saja menatap pemandangan naas itu. Perdagangan Manusia itu nyata.
“Eve tenangkan diri mu, ini hanya sebaian kecil dari apa yang kau lihat”
“Cih dimana bajin*an itu berada?”
“Apa kau pikir dia bodoh, dia tidak akan melibatkan dirinya secara langsung di sini melainkan beberapa mata-mata untuk memantau bisnis gelap nya”.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Daulat Pasaribu
lanjut thor
2024-05-30
2