Maitias menatap jam di dinding kantornya tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul Tujuh
Malam dan dia masih berdiam diri di sana dengan pekerjaannya Dia tidak benar-benar mengerjakan pekerjaan itu karena pikirannya yang hanya fokus pada Istrinya, perginya wanita itu siang tadi membuat hatinya cemas
Pastilah dirinya sudah menorehkan luka pada hati Istri kecilnya itu,dia menutup laptopnya kembali dengan hatinya yang gundah dia ingin pulang Tangan nya yang sudah membereskan seluruh barang-barangnya dia teringat pad ponsel yang tidak dia sentuh sejak tadi siang
Tatapannya kini menatap dalam walpaper yang berada di sana, foto dirinya dan Istrinya yang tersenyum lepas bersama di sebuah taman yang penuh dengan bunga mekar
Tempat yang menjadi favorit mereka berdua, tempat yang akan menjadi tempat mereka untuk kemping bersama menghabiskan waktu mereka dengan membaca buku dan bermesraan waktu yang sangat Maitias rindukan
Dia membuka kunci ponsel nya menemukan banyak pesan manis dari Ellen di sana, dia menghela nafas lalu menekan nomor wanita itu lalu menghapus semua pesan itu tanpa berniat untuk membalas nya
“Tuan anda sudah akan pulang?”.Tanya Jerome yang baru saja masuk dengan berkas di tangannya dan juga wajahnya yang sudah penat karena bekerja seharian
“Saya akan mengantar kan anda saja”
“Ah baiklah, aku juga sedang tidak mood” Jerome mengantarkan pria itu kembali ke apartemen selama perjalanan pula Maitias tampak kusut bukan karena pekerjaan tapi Jerome yakin ini mengenai hubungan antara dirinya dan juga sang Istri.
...******...
Maitias melangkahkan kakinya ke dalam lift yang akan membawanya menuju Apartemennya hingga tidak sengaja bersentuhan dengan tangan lembut wanita“Eve”
“Maitias”.
Keuda orang itu saling menatap satu sama lain, pikiran mereka kembali gundah mengingat satu sama lain lalu saling berpaling
Mereka berada di ruangan yang sama tapi tidak dengan pikiran mereka, mereka bahkan tidak berbicara satu sama lain melainkan meminta penjelasan untuk apa yang mereka rasakan
Kedua orang itu bahkan terlihat tidak mengenal satu sama lain, seharusnya mereka senang karena mereka pulang di waktu yang bersamaan namun kali ini berbeda mereka sangat berbeda.
Sampai mereka berada di dalam ruangan Apartemen mereka berdua masih diam tanpa bertanya satu sama lain
Apa yang harus ku tanyakan lagi padanya? Dia sudah mengakui kedekatannya dengan Ellen. Eve bergumam dalam benaknya kini dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sendiri
Begitu juga dengan Maitias kini pria itu hanya memandangi pintu bathroom setelah Istrinya masuk kesana
“Kau hanya diam tanpa membujuk ku Eve?!”.
Tangan pria itu terkepal meninju udara serasa ingin berteriak saja “Kau egois!”Pria itu memutuskan untuk membersihkan tubuh di luar setelah menunggu beberapa saat berlalu istrinya belum juga keluar dari sana
Suara ribut di dapur kini menarik perhatian pria itu, dia mempercepat aktivitasnya lalu keluar dari kamar mandi, dia mendapati sebuah wangi masakan disana dia langsung merasa lapar karena dia belum memakan apapun malam itu
Saat dia mendekat Eve juga mendekat ke sana dengan wajahnya yang masih kusut seperti saat pertama kali mereka bertemu tadi
“Makanlah jika kau perlu,atau … atau kau lebih suka makan dengan wanita itu aku tidak masalah”.
Maitias duduk di depan wanita itu dengan kekesalan dalam dirinya, dia ingin pergi dari sana tapi dia tidak ingin menyia-nyiankan waktu karena dia begitu merindukan
Eve Hatinya marah dan kesal disaat yang bersamaan membuat kedua orang itu makan bersama tanpa saling menegur kini yang berada di benak mereka hanyalah setumpuk pertanyaan yang menjengkelkan
Maitias berdiri setelah dia makan dia mengambil piring kotor dari hadapan istrinya “Pergilah aku akan mengurus sisannya”.
******
Keadaan kamar kini terlihat sangat redup dengan suara dengkuran pelan seorang wanita, Eve telah tertidur di balik selimut hangat di sana Maitias menatap wanita itu dari pintu
Dan tanpa sadar berjalan mendekati Istrinya lalu memeluk wanita itu dengan erat seperti melepaskan kerinduan di hatinya“Eve…… sebenarnya sampai kapan kita akan terus seperti ini, apa kau tidak merindukan kebersamaan kita sedikitpun?”. Maitias berbisik pelan dia memastikan wanita itu agar tidak terbangun, karena hatinya masih begitu marah pada istrinya
“Apa orang-orang itu memang lebih penting dari pada hubungan kita?.Pandangan Maitias kini memudar bersamaan dengan rasa kantuk yang dia rasakan hingga pria itu benar-benar terlelap sambil memeluk istrinya dengan erat“Maitias…”. Suara serak Eve kini memanggil pria itu, air matanya turun begitu saja sambil mengusap punggung tangan Maitias yang masih bertenger dipinggangnya
“Aku juga sangat merindukan mu… bisakah kau menunggu ku sebentar saja tanpa ada orang lain!”. Bisik Eve memejamkan matanya
Tubuh Eve kini berbalik menatap pria yang sudah terlelap itu tangan Eve mengusap wajah suaminya dengan lembut walau egonya masih sama, dia tidak bisa menahan diri hatinya berteriak mengatakan jika dirinya sangat mencintai suaminya
“Hiks…”. Wanita itu terisak membalas pelukan Maitias dengan hangat.Sama seperti Maitias yang terlelap kedua orang itu merespon satu sama lain dalam ketidak sadaran mereka, berbagi kehangatan di malam yang dingin bersama
Hingga pagi datang menjenguk mereka, kedua orang itu masih dalam posisi yang sama memeluk erat satu sama lain seakan tidak ingin lepas
TRiNG!!!.
Suara dering alarm kini membuat kedua insan itu membuka mata secara bersamaan hingga mereka sadar apa yang mereka lakukan, mereka memeluk satu sama lain
“Eve”
“Maitias”.Tangan mereka saling terlepas satu sama lain bersamaan dengan ego mereka yang muncul bersamaan ‘Ah aku harus ke kantor!”. Ucap Eve memalingkan wajahnya yang tengah memerah
“Aku akan pergi sendiri”
“Ya aku juga terlalu sibuk, aku akan bekerja!”
Kedua orang itu kembali terpisah dengan persaan gugup mereka sama-sama melangkah ke arah kamar mandi“Ah silahkan duluan!”. ucap mereka secara bersamaan, lalu kembali terdiam “Aku akan duluan!”.
Kedua orang itu bersamaan.Hingga mereka terdiam satu sama lain Maitias mendorong wanita itu ke dalam Bathroom lalu menutup pintu “Aku akan mandi di luar!”
Pria itu menghela nafas dan baru akan pergi hingga dia melangkah kaki ke luar, suara benda jatuh terdengar di dalam sana
”Eve!!”. Teriak pria itu memastikan
Pintu kamar mandir tidak terkunci jadi pria itu masuk begitu saja dan menemukan Istrinya terjatuh di dalam sana, dengan wajah Eve yang nampak pucat
“Sayang…”. Pria itu luluh saat itu juga, seketika pria itu melupakan pertengkaran mereka dan memapah wanita itu keluar dari kamar mandi
“Kau tidak apa? Apa yang terjadi,apa kau sakit? Katakan sesuatu?”.
Tanya Maitias dengan deretan pertanyaan yang penuh perhatian, wanita itu berpaling darinya dan hnya menatap ke arah lain seakan sengaja menghindari tatapan suaminya“aku baik-baik saja Maitias, sebaiknya kita bersiap untuk pergi bekerja”
“Cih kau tidak lihat diri mu? Kau sangat mengenaskan!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Daulat Pasaribu
knp bahasa disin susah dipahami
2024-06-01
1