Maitias berjalan menuju ruangan pribadinya seperti biasa membuka ruangan itu untuk memulai pekerjaannya yang menyibukkan dirinya hingga petang nanti.
"Tuan Regard!". Seorang pria menyapa nya dengan berkas-berkas di tangannya "Tuan Besar dan Nyonya ada di dalam, apa anda butuh sesuatu ketika di dalam sana"
"Jerome... ". Ah untung saja aku belum membuka pintu, Papa dan Mama pasti ingin memulai keributan mereka akan sangat menyebalkan. "Tolong bawakan aku sekotak pizza dan Soda bebas gula Jerome, ku pikir tenggorakan ku akan sakit"
Pria itu tertawa kecil , kedatangan dua orang itu bukanlah hal yang baik mereka akan memulai keributan dengan anak mereka karena tidak kunjung menikah dengan orang pilihan mereka.
"Apa hubungan anda dengan nona Eve berjalan dengan baik?"
"Tentu dia selalu ada untuk ku, walau sedikit sibuk Aku Mencintai nya Jerome, aku tidak akan membiarkan orang tua ku menyakiti nya lagi"
Jerome mengangguk dia tahu pernikahan kedua orang itu berjalan sudah sangat lama, dia membuka pintu sebelum Maitias masuk ke sana "Saya akan segera kembali Tuan"
Matias menatap datar kedua orang tuanya di kursi tamu pria itu memutar bola mata malas saat mereka mulai menyapa putra mereka dengan ceria
"Papa mama, kalian di sini? Tidak pergi liburan atau semacamnya?"
"Maitias!". Bernad memijit pelipisnya melihat sikap angkuh putranya sendiri, pria kecil yang dulunya sangat penurut tumbuh menjadi pria angkuh yang seakan tidak ingin mendengarkan dirinya "Tidak bisakah kau mendengar kan kami sedikit saja? Ini semua untuk kebaikan mu!"
"Papa jika kalian ingin menyuruh ku bertunangan dengan wanita pilihan kalian, lupakan saja aku tidak akan bisa"
"Dia wanita cantik dan dari keluarga yang setara dengan kita Maitias! Tidak seperti wanita itu". Silvia menimpali suaminya "Dia setara dengan kita dia juga begitu cantik dan anggun dia...."
"Dia seorang Akrtis bukan? ya aku mengenalnya karena kalian sudah mengatakannya seribu kali". Maitias duduk di kursi kehormatan nya dan membuka Laptop kerjanya dia fokus kesana mencoba mengeyahkan kedua orang itu "Aku mencintai nya Ibu, aku juga sudah menikah hanya tinggal mengumumkan pernikahan kami pada dunia"
"Maitias!!!!". Bentak Bernad dia merasa sakit kepala ketika menghadapi putranya
"kenapa Papa? Ingin mengatur ku Apa Papa pernah mengerjakan sesuatu dengan benar? Perusahaan ini akan hancur jika aku tidak memegangnya". Matias memberi fakta yang tidak bisa di enyahkan oleh Bernad, itu adalah salah satu kelemahannya saat melawan putra nya
Pria tua itu terdiam beberapa saat menatap puteranya yang begitu keras kepala, dahulu pria itu sangat penurut sejak dia bertemu dengan wanita itu Maitias seakan berubah menjadi orang lain
"Kau lebih Mencintai wanita itu di bandingkan kan kami?"
"Jangan mulai Ayah aku Sangat sibuk!".
Kedua orang itu menghela nafas putra mereka benar-benar berubah, dia menjadi lebih dingin di bandingkan sebelumnya kepada mereka
"Sayang... Apa salah kami pada mu, kenapa kau lebih memilih orang luar di bandingkan kami". Silvia. Menatap sedih anak tunggalnya "Bukankah kita keluarga?"
"Keluarga? Keluarga mana yang menelantarkan putra mereka untuk belajar sendiri dan Papa kau memanggil kembali ke kota ini hanya untuk mengurus bisnis mu yang akan hancur bukan, jika bukan karena aku kalian sudah akan tinggal di pinggir jalan sana". Pria itu menghela nafasnya dia kembali fokus pada Laptop di depannya "Pulanglah aku masih banyak pekerjaan"
"Ada pesta minggu depan di rumah datanglah untuk perjamuan, kau tetap putra kami sekeras apapun kau menolak"
"Aku akan membawa Istri ku"
"Terserah". Bernad lelah melawan putranya dia hanya akan semakin di rendahkan.
Mereka berpapasan dengan Jerome yang akan masuk ke sana membawakan pizza dan juga soda pesanan Maitias "Tuan Nyonya, kalian akan pulang"
"Ya, tolong perhatikan putra kami"
"Baik Nyonya"
Pria itu berjalan masuk dan mendapatkan atasannya dengan wajah yang kesal dan murung "Mereka membahasnya lagi?"
"Ya setiap saat mereka tidak berhenti membahas itu, buat kesal saja memang apa sulitnya menerima Istri ku"
"ekspetasi mereka memang terlalu tinggi tuan, saya harap anda tidak goyah dengan pilihan anda Nona Eve adalah wanita yang baik saya percaya hubungan kalian akan tetap baik-baik saja"
"Hhmmm". Belakang ini dia sangat sibuk, apa dia punya waktu untuk ke acara pesta? Ku harap di bisa datang ."Jerome apa kau pikir Eve akan datang ke acara pesta minggu depan? Aku sedikit ragu karena dia sibuk dengan pekerjaan nya dan orang-orang itu aku sudah berjanji untuk tidak mengganggu pengabdian nya"
"Saya hanya memberi saran, tapi sepertinya lebih baik anda tidak mengundangnya apa anda ingat beberapa bulan lalu saat dia menghadiri pesta?".
Saat itu Eve datang dengan anggun bersisian dengan Maitias semua orang menatap mereka dengan aneh, Maitias pria tampan dan tinggi itu memilih seorang wanita yag sederhana dan tubuhnya yang hanya sebahu Maitias tubuh kecil wanitanya bahkan di hina secara terang-terangan oleh sang Ayah
"Aku ingin memberi tahu semua orang jika dia Istri ku, selama ini pernikahan kami selalu di sembunyikan dari publik"
"Saya paham, tapi sebaiknya anda memikirkannya lagi Anda tahu jika Nyonya dan Tuan Besar tidak akan tinggal diam di pesta itu"
Pada akhirnya Eve akan menerima makian yang sama di depan umum. Walau wanita itu akan tersenyum ceria dia tahu betul apa yang Eve rasakan
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat Maitias menatap ponselnya yang berdering . Ellen
Kau punya waktu ayo bertemu, Bibi dan Paman menghubungi ku dan menyuruh kita bertemu
"Huh dia lagi, kenapa dia sangat agresif". Maitias membuka pesan dari wanita itu yang tidak lebih dari sebuah ajakan untuk berkencan, dia menghapus pesan itu lalu mengabaikan nya
Dia lebih tertarik memanggil Istri kecilnya, menghubungi wanita itu menanyakan di mana keberadaanya
"Sayang kau di mana?". Tanya wanita di ujung sana saat menerima panggilan dari suaminya "Aku sudah menunggu mu"
"Kau menunggu ku? tidak biasa.... Apa pekerjaan mu benar-benar sudah selesai". Tanya Maitias dengan hatinya yang bergemuruh mereka mungkin akan berkencan semalaman menghabiskan waktu mereka berduaan
"Urusan ku sudah selesai, ayo kita berkencan!"
Suara wanita itu terdengar sangat ceria dan menggemaskan di mungkin baru saja menyelesaikan sebuah kasus dengan waktu yang singkat dia juga sangat bahagia dengan begitu mereka punya waktu berdua
Huh dia sungguh menggemaskan!. Maitias berteriak dalam hatinya, wajahnya yang kusut berubah bersinar, bahkan Jerome yang menatapnya ikut bahagia dengan kebahagiaan pria itu
"Jerome aku serahkan sisanya kepada mu. Aku akan menjemput Istri ku!"
"Baik Tuan silahkan bersenang-senang dengan Istri anda"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments