Ellen dan Maitias mulai bergabung dan berbincang bersama dengan tamu undangan lainnya, terutama Maitias sebagai pria yang paling menjadi pusat perhatian selain menjadi anak dari tuan rumah pria itu adalah seorang pengusaha ternama yang belakangan ini namanya sedang melejit di beberapa media sosial
Bagaimana tidak perusahaan Regard yang hampir bangkrut kini bangkit bahkan menjadi bagian dari jajaran perusahaan besar yang berada di negeri itu.
"Tuan Maitias!". Seseorang menyapa pria itu bersama dengan Ellen yang senantiasa berada di dekatnya "Ternyata benar ini anda, beberapa wartawan mungkin akan meliput kalian karena kedekatan ini"
"Dia...?". Tunjuk Maitias pada Ellen "Dia hanya anak dari rekan Ayah ku aku punya orang yang ku cintai jadi tidak perlu meliput apapun jika satu wartawan pun meliputi pesta ini maka aku pastikan riwayat mu hanya sampai di sini"
Maitias memberi peringatan yang tidak main-main dia begitu marah ketika orang-orang itu menjodohkannya dengan Ellen, meski dia sedang marah kepada Eve pria itu masih memikirkan tentang pernikahan mereka
'Maitias tunggu!". Ellen merangkul lengan pria itu kembali saat Maitias pergi begitu saja dari sekitar nya ;Tunggu aku Maitias!".
Perintah wanita itu sambil menunjuk pada seorang pria , Maitias terdiam menatapnya pria yang sebelumnya ingin dia kenalkan kepada Istrinya sudah berdiri di hadapannya
"Tuan Aiden Lorex...". Sapa Maitias menerima jabatan tangan dari pria itu
"Tuan Regard, saya tidak pernah menyangka saya akan di undang ke pesta besar seperti ini"
"Anda seorang pengacara terkenal kenapa tidak".
Aiden menatap Maitias dengan sorort mata yang tidak terbaca lalu beralih pada wanita cantik di samping Maitias . Cantik juga, apa mereka sepasang kekasih?
Aiden melipat tangannya memikirkan beberapa hal yang berada di benakya sebelumnya, dia akan mendirikan perusahaan di di kota itu tapi dia membutuhkan bantuan Maitias sebagai orang yang memiliki perusahaan terbesar di kota itu
"Saya ingin menawarkan beberapa hal kepada anda, sebelumnya saya minta maaf karena harus membahasnya di tengah pesta ini"
"Tidak apa, katakan lah"
"Kerja sama, anda tahu jika saya akan membuka beberapa perusahaan di sekitar sini kemungkinan saya akan membuka perusahaan Firma dan anda tahu seberapa pengaruhnya kemampuan saya"
"Perusahaan Firma?". tanya Maitias pikirannya langsung tertuju pada sang Istri wanita itu bekerja di perusahaan yang sama selama bertahun-tahun
"Ya perusahaan Firma, jika anda bisa membantu saya dalam beberapa hal saya akan menjamin nama baik perusahaan anda"
"Ah itu saya akan memikirkan nya lagi".
Mereka berdua mengobrol dengan cukup dekat karena sifat Aiden yang extrovert begitu juga dengan Maitias, hingga sepasang manusia juga ikut menghampiri mereka
Mata Maitias terbelalak karena keberadaan wanita itu bersama dengan Romeo, Eve mengedipkan matanya dengan genit seakan bertanya apa yang dia lakukan di sana dengan Ellen yang merangkul lengannya
Pria itu langsung menepis tangan Ellen bagaimana pun dia menghargai keberadaan Eve meski hatinya masih sangat marah karena apa yang dia lihat tadi
"Tuan Aiden dan Tuan Regard maafkan kami jika bergabung tanpa seizin kalian"
"Eve..!'. Sapa Aiden dia mengenal wanita itu "Kau berada di sini?
"Tentu Nyonya dan Tuan Regard memberi kami undangan jadi aku dan dia sengaja datang kesini untuk mewakili perusahaan firma kami".
Eve menatap ke arah Maitias dia mengedipkan matanya kecil memerintahkan pria itu agar bersikap seolah-olah tidak mengenal dirinya, hati Maitias menjadi lebih marah
terutama menatap Romeo di sana, yang berdekatan dengan Istrinya meski mereka tidak saling bersentuhan tetap saja dia cemburu
"Tuan Aiden bisakah kita membicarakan beberapa hal?", Tanya Romeo untuk mengalihkan perhatian nya dari Maitias dan Ellen seakan mengenyahkan pikirannya "Ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan sebagai beberapa orang yang bekerja di bagian hukum"
Aiden melipat kedua tangannya lalu menatap dua orang itu dengan sinis mereka sudah mengibarkan bendera permusuhan saat dia menginjakan kakinya di sana, tapi satu hal yang tidak bisa dia lakukan Eve wanita yang berada di dekatnya itu adalah orang yabg cukup telaten
"Apa kalian akan menawarkan beberapa kerja sama, oh tentu saja ku dengar kalian adalah pengacara terkenal di kota ini".
"Yah ku pikir benar begitu Tuan Aiden, kami sangat mengapresiasi kedatangan anda hingga kami langsung datang ke pesta ini sesuai undangan yang di berikan oleh Tuan Regard". Romeo menyela pria itu sekarang dia mengerti bagaimana cara Aiden mendekati orang-orang di sana . Sejak pria ini datang dia sudah menarik perhatian beberapa orang, Eve huh tentu saja pria ini mengincarnya dia memantau kami ternyata
Aiden Lorex, pria ini tidak bisa ku remehkan dia terlihat sangat glamor dan berwibawa akan sangat sulit untuk menggulingkannya . Eve bergumam sambil menghela nafasnya
Mata wanita itu tertuju pada suaminya, sejak awal dia di sana dia sudah melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain
Eve masih mampu tersenyum walau hatinya sedikit cemburu untuk pertama kalinya dia melihat Maitias mengizinkan wanita lain merangkul dirinya dia mencoba berpikiran positif pastilah kedua orang itu sedang di jodohkan oleh orang tua mereka
Begitu juga sebaliknya dengan Maitias pria itu menatap dalam istrinya dengan kecemburuan yang kembali meluap
"Ikut dengan ku!". perintah pria itu, Eve menatap Romeo dan pria itu hanya mengangguk setuju
Sampai Eve mengikuti Maitias ke tempat yang cukup sepi pria itu menatapnya dengan tajam membuat bulunya sedikitnya merinding
"Ada apa sayang, kenapa kau menatapku seperti itu?".
"Kau masih bertanya? aku memahami karena kau tidak ikut tapi kau malah datang dengan pria itu!"
"Ini karena utusan dari kantor, aku tidak bisa menolaknya".
Maitias tersenyum miring karena jawaban sederhana dari Istrinya dia menatap wanita itu dengan tajam "Eve! Jangan bermain-main di belakang ku kau dan pria itu!"
"Romeo? Bukankah aku memberi tahu pekerjaan kami? Kalau bukan..."
"Eve! Kau pikir aku buta huh! Hubungan kalian itu lebih dari pada teman dan apa kau pikir aku tidak melihat kalian berdua huh! Kalian berada di tempat sepi dan pria itu merangkul mu!!"
Dia melihatnya, sial dia tidak bisa tahu dan bertanya lebih lanjut. "Kau salah paham itu tidak seperti yang kau bayangkan Maitias!"
"Cih kini aku mulai meragukan mu"
"Maitias....". Eve mengejar pria itu menarik tubuh pria yang tidak sebanding dengan tubuhnya "Maitias.... Aku Mencintai mu, aku tidak mungkin melakukan itu dengan sahabat ku sendiri!".
"Diam Eve! Kau bahkan tidak bisa menjelaskannya!"
"Aku jatuh pingsan! dia merangkul untuk menjaga agar tidak jatuh"
Maitias terdiam dia berbalik menatap Eve lalu memeriksa tubuh wanita itu, tidak ada yg kurang kecuali luka kecil di lutut Eve
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments