“dia menyetujuinya? Gampang sekali”.
“Entahlah Tuan, sepertinya pria itu kurang teliti padahal sebelumnya dia sering menolak mentah-mentah tawaran dari beberapa perusahaan”
Aiden hanya mengangguk saja baginya pendapat pria itu tidak penting, baginya bekerja sama dengan orang seperti Maitias di saat seperti ini adalah sebuah keuntungan besar untuk ladang bisnis baru yang akan dia kembangkan di kota itu
“Bagaimana dengan pesta semalam? Ku harap kau memberi kabar baik Grey!”
“Ya seperti biasa, semuanya berjalan dengan baik tuan, penjualan itu menghasilkan keuntungan Dua Ratus Persen”
“Baguslah! Aku ingin tinggal di kota ini”.
Aiden memutuskan untuk tinggal di kota yang tenang itu, dengan beberapa pejabat yang menjadi teman baiknya semua hal dapat dia jalan kan dengan baik
Dan saat dia muncul kepublik dia hanya akan terlihat seperti pengacara yang sangat pintar tanpa mengetahui pekerjaan asli dan bisnis gelapnnya
Di tambah dengan kehadiran Maitias yang akan menjadi rekannya banyak hal yang akan dia pertimbangkan mengenai perusahaan pria itu
“Regard Group? Jika aku bisa menguasainya kenapa harus bekerja sama?”
Grey menghela nafas jika sebelumnnya Aiden berhasil menguasai perusahaan lain dia cukup ragu dengan Maitias pria itu tidak sebodoh yang Aiden bayangkan , Grey menatap ponselnya yang berdering menandakan notifikasi masuk
Dia cukup terjekut dengan pesan dari nomor asing yang baru saja dia terima dari ujung sana
“Tuan sebaiknnya kau melihat ini…”. Grey menunjukan beberapa pesan yang masuk itu, seperti sebuah teror kepada Aiden
Foto Aiden bersama gadis-gadis belia dan juga beberapa berkas mereka yang tidak seharusnya di ketahui orang lain
“Sial siapa pemilik nomor ini!”. Bentak Aiden selama ini tidak ada yang berani mengancam nya, foto itu seperti sebuah ancaman untuknnya “Grey! Apa kau mengurus data-data ku dengan benar!”. Aiden berdiri dari posisisnya lalu mencengkram kerah pria itu dengan kesal “Apa kau sudah tidak mengerjakan pekerjaan mu lagi!”
“Tuan saya mengurusnya seperti yang anda perintah kan saya tidak tahu bagaimana foto ini bisa ter kirim lewat orang lain!”
Darah pria itu seketika mendidih jika bukan karena kabar baik yang baru saja dia dengar dia mungkin akan menghajar Grey saat itu juga
“Sialan kau! Pergi dan selidiki pemilik nomor itu!”
“Ba…Baik Tuan!!”. Grey keluar dengan ketakutan cengkeraman pria itu masih terasa dan juga nafas panas pria itu benar-benar membuatnya kesal dan takut . Sial sampai kapan aku akan bekerja di duni kotor ini, aku ingin keluar
*****
Bryan menatap dua orang kepercayaannya di depan sana kedua orang itu tampaknnya mendapatkan informasi yang baik,meski dia sedikit bingung dengan kehadiran gadis lugu di sana.
“Ah dia, dia adalah korban dari Aiden!”. Jelas Romeo hal itu tentunya membuat Bryan melotot
“Kau membelinya?”
“Iya! Tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan kita memerlukan saksi!”. Romeo kesal tatapan Bryan sama persis seperti Eve seakan merendahkan harga dirinya “Aku bukan pria baj**n yang seperti kalian bayangkan!”
“Ah baiklah aku mengerti,jadi di mana dia akan tinggal?”. Tanya Bryan dia menatap gadis muda itu hanya menunduk setiap saat dia merasa tidak yakin jika gadis itu bisa menjadi saksi “Hei nak berapa usia mu?!”
“Umh…”. Gadis itu menatap takut pada mereka bertiga dia sedikit berani karena kehadiran Eve di sana “15 tuan,saya baru saja menginjak usia 15 tahun..”.
“15?”.
Meski sudah memperhitungkannya tapi mereka tetap saja terkejut dengan perkataan gadis itu, Aiden benar-benar sangat kejam hingga mempekerjakan gadis malang itu.
“Aku akan menempatkannya dirumah khusus dia akan mendapatkan pendidikan dan pelatihan mental, Bryan aku akan mendanai semua ya khusus untuk gadis ini”. Romoe menghela nafas “Aku juga akan melindungi privasinya sampai misi kita benar-benar selesai dan pria itu sudah lenyap”
Bryan dan Eve mengangguk setuju, ide yang di miliki pria itu cukup brilian. “Baiklah kita akan mengeluarkan beberapa kas kita untuk itu”. Bryan memperhitungkan hal itu sebagai bagian dari operasi mereka
“Tidak perlu aku punya cukup uang Bryan, lagi pula ini adalah misi terakhir ku sebelum aku benar-benar meninggalkan tempat ini dan fokus pada perusahaan ku”
Bryan mengangguk terharu bukan sebuah rahasia lagi jika dua orang yang berada di dekatnya itu akan pergi dari sana dan kembali pada kehidupan merekayang seharusnya.
“Baiklah kau begitu, kalian beristirahatlah karena weekend ini kita akan lanjut bekerja aku minta maaf pada kalian jika kalian tidak punya waktu untuk diri kalian sendiri”.Mereka berdua mengangguk
Setelah mengantar gadis yang mereka bawa ke tempat yang sudah di tuju, seperti biasa Romeo akan mengantar Eve kembali ke Apartemen nya
Jam sudah menunjukkan pukul Tujuh pagi, satu hal yang Eve harapkan adalah menemukan suaminya di rumah dengan keadaan baik
“Beristirahatlah Eve, Bryan mungkin akan memanggil kita untuk beberapa urusan”
“Baiklah Romeo, Terimakasih sudah mengantarkan ku”
Eve melangkahkan kakinya menunju Apartemen mereka, dia membuka pintu dan menemukan semua barang di sana masih sama seperti saat dia meninggalkannya hanya saja kamar mereka tampak terbuka menampakan seorang pria yang masih tidur lelap
Apa dia tidak tidur semalaman?. Gumam Eve dia juga sudah mengantuk jadi dia berbaring di samping Suaminya mengusap wajah itu dengan lembut “Maafkan aku Maitias, aku berjanji aku akan menjadi milik mu sepenuhnya”
Rasa bersalah di hati wanita itu kian hari semakin menyakitkan baginya tpai apa daya, hati nuraninya juga bekerja dengan sangat cepat ribuan orang membutuhkan dia dengan operasi yang mereka lakukan saat ini
Tidak butuh waktu lama bagi Eve untuk ikut terlelap bersama dengan Maitias hingga beberapa jam kemudian, hari yang mulai siang membuat kedua orang itu merasa sedikit gerah karena cuaca yang mulai panas
“Hmmmhh”. Maitias mengeluh karena gerah tangannya kini tidak sengaja menyenggol wanita di dekatnnya membuatnya terkejut “Eve!”
Pria itu mengerjapkan matanya berkali-kali memastikan wanita itu benar-benar berada di sana
“Sa..sayang kau sudah bangun? Huammh ……”. Eve menguap karena dia masih mengantuk tapi saat menatap wajah pria di depannya dia menjadi bugar dia bangun dari posisinya lalu memeluk pria itu dengan hangat
“Sejak kapan kau pulang?”
“Pagi tadi, jam tujuh aku kembali… maafkan aku Maitias aku mengabaikan mu belakangan ini”
“Ternyata sadar juga, Eve…”. Apa aku harus mengatakannya dia pasti tidak akan bisa ada weekend ini
“Iya?”
“Kita sudah lama tidak berlibur, bagaimana jika Weekend kita berlibur?”.Maitias tampak memohon padanya tapi minggu itu Eve dan juga Romeo akan kembali memata-matai Aiden mereka harus bekerja keras belakangan ini
Wajah wanita itu nampak murung hingga Maitias langsung tersadar jika wanita itu menolak
“Sudahlah pergilah bekerja Eve, terserah apa yang ingin kau lakukan”.Pria itu berpaling dia melepaskan pelukan Eve dengan kasar
“Maitias aku sungguh minta maaf tapi ini sangat penting karena menyangkut kehidupan banyak orang aku berjanji setelah ini selesai kita akan…”
“Terserah saja, aku tidak perlu tahu”.
“Maitias”
“Aku akan berangkat ke kantor maaf tidak bisa mengantar mu bekerja, kau ingin bekerja kan”. Maitias tersenyum miring membuat hati wanita itu terluka “Pergilah sejak awal pernikahan aku tidak berniat mengganggu kebebasan mu! Jadi terserah!”
“Maitias..!”. Pria itu kini sudah menghilang di balik pintu
Wanita itu sangat ingin mengejar suaminya tapi dentuman keras di kepalannya membuat wanita itu merasa pusing yang hebat, dia mencengkram seprei untuk meredam rasa sakit itu. Kenapa rasa sakit ini sangat menyiksa ku!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Daulat Pasaribu
kasihan banget eve thor
2024-06-01
1