Di perusahan Firma milik Bryan, semua orang sibuk bekerja di sebuah ruangan khusus yang berada di sana, khususnya untukempat orang yang menjadi kepercayaan Bryan
Mereka bekerja dengan tekun di awal minggu yang melelahkan itu, meski operasi yang mereka jalankan membuat mereka penat semua terbayarkan dengan hasil yang baru saja mereka dapatkan Salah satu ladang bisnis ilegal milik musuh mereka kini hilang dan menjadi berita panas seminggu itu, perusahaan Chiago adalah bisnis yang di miliki Aiden meski atas nama orang yang menjadi bonekanya
“Terkasih untuk kalian berempat, Aiden mungkin akan bersembunyi id balik para bonekanya tapi itu tidak akan lama aku percaya dengan kemampuan kalian”.Bryan menatap bangga orang-orang di hadapannya “Kalian bisa beristirahat sesaat, sebelum melanjutkan pekerjaan kalian lagi”
“Baik Tuan Bryan”. Ucap mereka, ruangan khusus itu tidak bisa memasukan sembarang orang hingga percakapan mereka hanya bisa di dengar oleh mereka berlima saja
Walau perusahaan Bryan lebih dari keempat orang itu, nyatanya dia sangat selektif dalam operasi mereka kali ini empat orang itu adalah orang yang paling bisa dia andalkan
Romeo menatap rekannya yang terlihat terburu-buru dengan berkas di hadapannya, Eve bahkan sudah membereskan semua berkas itu dengan rapi di sisi kanannya.
“Hei-hei! Bisakah kau tenang sedikit, tidak perlu terburu-buru Bryan sudah memberi kita waktu untuk beristirahat”.
“Ah aku hanya ingin mengunjungi Maitias sebentar, kemarin aku pulang sangat larut hingga hanya menemui nya setelah tertidur pulas dan aku pergi sebelum di bangun.
“Kau sendiri juga lelah, kenapa tidak beristrahat sebentar, aku sudah membeli makan siang untuk kita berdua”
Eve mengulas senyum pada pria itu,tapi dia sungguh tidak bisa dia sangat merindukan Maitias“Maaf untuk kali ini Romeo, aku akan bersama Maitias meski hanya sebentar”.
Dengan berat hati terpaksa Romeo mengantar wanita itu sampai ke lantai bawah dimana sebuah mobil pesanan Eve sudah menunggu di sana, wanita itu sendiri menolak untuk di antarkan
Pria itu menatap mobil Eve yang kini menjauh, wanita itu akan kembali sebentar lagi tapi kenapa dia malah tidak rela
“Hei Bung!”
“Noel! Ada apa?!”. Romeo menepis tangan pria yang bertenger di bahunya tatapan Noel membuatnya sedikit kesal karena Romeo tahu arti tatapan itu “Berhenti menatap ku seperti itu atau ku patahkan leher mu!’
“He.. hei sabar sedikit aku hanya ingin memperingatkan mu sedikit saja, jangan terlalu berharap pada Istri orang dia sudah ada yang punya”
“Ya ya aku tahu, aku juga tidak ingin menjadi Pebinor!”
“Ah ternyata kau masih waras, ngomong-ngomong aku menerima pesanan mu ada dua makanan apa aku bisa meminta salah satunya”. Noel menatap harap dia tahu pesanan itu untuk Eve
“Nah terserahlah makan saja keduanya aku tidak nafsu lagi”
“Hei jangan begitu aku menjadi tidak enak”.Noel menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia menatap pesanan itu lalu beralih pada Romeo yang menjauh dengan mobilnya
“Hei mau ke mana kau!”
“Mencari makan!”
“Huh!”. Romeo pergi menjauh, Noel mengambil kesimpulan jika pria itu tidak akan kembali untuk makan siang yang dia pesan . Ya sudah aku akan membaginya dengan Cheryl saja, dasar tukang merajuk!
*****
Eve menyusuri lorong perusahaan besar milik suaminya,walau perutnya sangat lapar dia sengaja tidak makan siang terlebih dahulu agar bisa makan bersama suaminyaTangan wanita itu terulur untuk menekan bel yang berada di luar ruangan milik Maitias hingga seseorang menghamiri wanita itu
“Eve!”.
Panggil seorang pria dengan ramah “Kau di sini? Sejak kapan”
“Aku ingin memberi kejutan pada Maitias, aku ingin makan bersama dengannya Jerome!”
“Ah itu”.
Wajah pria itu berubah cemas pasalnya Maitias baru saja makan siang dengan makanan yang diberikan oleh Ellen wanita itu bahkan baru saja pergi beberapa saat lalu
“Apa dia berada di sana?”
“tentu, tapi dia sedikit sibuk Eve”
“Sangat Sibuk? Aku hanya ingin melihat wajahnya saja aku merindukan nya”
Tidak ada kesempatan menolak Jerome dengan berat hati membiarkan wanita itu masuk kedalam sana, sedangkan dirinya enggan untuk ikut bergabung Jerome lebih memilih pergi setelah membukakan pintu untuk wanita itu.
“Sayang…!”. Panggilnya lembut hingga mengalihkan perhatian pria di sana
“Eve… kau…”. Maitias berdiri dari posisinya langsung mendekati Eve, menatap wanita itu tidak percaya “Sejak kapan kau disini?”
“baru saja, aku ingin makan siang bersama mu”. Eve mengedarkan padangannya di sana hingga matanya tertuju pada sebuah kotak bekal yang asing, dia menatap suaminya meminta penejelasan mengenai hal itu.
“Itu… Ellen membawakannya untuk ku, beberapa hari ini dia membawa makananan untuk ku”
“Kau menerima nya?”. Tanya Eve kecewa
“Hmmm kau tahu aku suka masakan rumahan”.
Maitias menarik wanita itu mendekat dia tentu merasa bersalah karena membuat Istri kecilnya kecewa,padahal selama ini dia tidak dekat dengan wanita manapun
“Tadinya aku ingin makan siang bersama mu, tapi sepertinya tidak sempatnya”. wanita itu memalingkan wajahnya. Aku memang Istri tidak berguna, aku bahkan membuat suami ku makan dengan wanita lain
“kemarilah wajah mu tampak sangat pucat kau pasti belum makan”
Tidak bisa di pungkiri kekecewaan wanita itu dia bahkan masih diam saat Maitias sudah menariknya ke atas pangkuannya, Tangan pria itu kini terulur mengusap lembut wajah Istrinya
“Aku penasaran, operasi apa yang sedang kalian lakukan kepada Aiden”.
“Kau tahu!”. Wanita itu terkejut bukan main, dia mengingat Jerome tapi dia juga tidak mengatakan sepatah katapun mengenai operasi itu pada Jerome
“Kenapa kau terkejut, Ini bukan dari Jerome tapi insting ku kau melarang ku untuk bekerja sama dengan pria itu lalu kau memberi tahu Jerome tentang perusahaan Chiago yang baru saja bangkrut kau pikir aku sebodoh itu hingga tidak bisa mengolah data?”
Eve masih tetap terdiam dia menatap Maitias dengan bingung, pria itu tahu kejanggalannya kenapa dia masih tetap menerima tawaran dari Aiden“kau bekerja sama dengannya?”
“Ya kami akan meresmikanya bulan depan“Tidak ingin mendengarkan ku lagi? Kemarin aku mencoba menemui mu, kau tidak ada di Apartemen dan di Kantor…”
“Ya aku pergi berlibur bersama dengan ellen”
“Maitias… kau!!”Tangan Eve terkepal begitu saja dia turun dari pangkuan Maitias memarahi pria itu tentu dia tidak punya kekuatan apapun atau semacamnya“mau ke mana?”.
“Lepaskan aku Maitias! Aku tidak ingin melihat mu!”.
Wanita itu tampak sangat kecewa, dia tidak bisa bergerak sedikitpun dari sana karena Maitias sudah mengunci tubuhnya hingga dia makan sampai selsai pria itu tidak juga melepaskannya perkara yang membuat hati pria itu menjadi dingin tidak juga membuat dirinya enggan menjauh dari pria itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments