“Pulanglah jika kau ingin pulang aku akan menghabiskan waktu ku di sini”.Maitias memperhatikan Ellen yang tidak kunjung pulang padahal ini sudah malam, dia sama sekali tidak berniat pulang karena Eve tidak berada di Apartemen
“Ah Baiklah tapi apa kau tidak lapar Maitias? Aku sangat lapar setidaknya kau harus mengantar ku pulang bukan”
Wanita itu menatapnya dengan hangat di sudah bersusah payah untuk tetap berada di sana bahkan menyuruh Jerome untuk pulang terlebih dahulu, tapi nyatanya Maitias tetap saja tidak peka terhadapnya
“Kau benar-benar ingin tinggal di sini sampai besok?”
“Hmm”
“Dingin sekali!”. Wanita itu memanyunkan bibirnya, cemberut dia sudah berada seharian di sana dan pria itu tetap saja diam “Aku ingin tahu….”
“apa hal yang di miliki oleh Eve hingga kau tetap bersama nya, apa yang dia berikan kepada mu hingga kau jatuh cinta pada perempuan yang tidak setara dengan mu”
“Kau!”
“Jangan marah! Aku tidak menghinanya”. Ellen mengangkat bahunya tidak mau tahu “Yang terpenting adalah aku akan berada di sini sampai kau membawa ku keluar untuk makan dan mengantar ku kembali ke rumah”
Pria itu diam, maitias sendiri sudah sangat lelah dengan pekerjaan dan ingin tidur seenaknya tapi Ellen bersekukuh tetap berada di sana.
Dia pun merasakan hal yang sama dia sangat lapr bahkan belum juga makan siang karena kesibukan dan kekesalannya pada Eve
“Kau mau kemana?”. tanya Ellen saat pria itu beranjak keluar dia mengikuti Maitias dari belakang hingga mereka masuk kedalam mobil yang sama “Aku tebak kau pasti sedang mencari sebuah restoran ya kan”
Dan benar saja meski tidka menjawab mereka berdua sudah berada di depan sebuah restoran yang cukup dengan kantor Maitias pria itu turun dengan di ikuti Ellen
“Kau punya rekomendasi?”. Tanya Ellen pada pria di depannya kenapa tatapannya terlihat sedih dan juga kesal apa karena wanita itu lagi,ch hubungan mereka memang sangat rumit.
Maitias menghela nafas sambil menunjuk menu pada pelayan lalu beralih pada Ellen yang tidak jauh darinya
“Pesanlah sesuatu, aku tidak akan membiarkan orang lain kelaparan”
“Karena kau sudah berbaik hari aku akan memesannya dengan senang hati”. Ellen mulai melirik daftar menu disana dia cukup terkejut karena daftar menu yang menurutnya standar it. Apa benar MAitias makan di tempat ini,cih apa dia benar-benar seorang konglomerat dia terlalu pelit
“Kenapa kau tidak menyukainya?”
“Ah tidak aku ingin pesan steak dan jus semangka tolong”. Ellen memberi buku menu itu kembali pada pelayan
Sebenarnya tempat itu adalah restoran standar pada umumnya, bahkan orang yang masuk ke sana juga adalah kalangan menengah ke atas tapi entah kenap Ellen yang terbiasa dengan tempat mewah sangat risih dengan kursi yang keras dan membuat bokongnya duduk dengan tidak nyaman.
Dia menatap Maitias yang kini sibuk dengan ponselnya dia melirik pria itu mencoba menarik perhatian pria berhati dingin di sana.
“Maitias…”.
“Hmm”
“Kau selalu saja tampak murung, tidak ingin mengobrol mengenai sesuatu?”
“Tidak”
“Kalau begitu kau ingin aku menceritakan sesuatu?”. Tanya Ellen, wanita itu sudah sangat bosan setidaknya dia harus mendapatkan sedikit hiburan di sana, walau Maitias tidak kunjung memeberi jawaban nya Ellen tidak menyerah
Wanita itu mencoba mengobrol dengan ramah dan Maitias mulai melirik wanita anggun yang bercerita dengan ceria itu, cerita yang tidak lebih dari sekedar kehidupan nya yang mewah dan glamour
Dan tidak lupa dengan pekerjaan yang Ellen sukai, Model papan atas yang banyak di kagumi semua orang semua itu benar
Eve juga akan bercerita seperti itu jika wanita itu berada di depannya tapi bukan cerita seperti itu melainhkan hal-hal yang menyenangkan yang membuat nya diirya tersenyum dan tertawa.Ellen tidak akan ada benadingan nya dengan Istrinya.
Tapi setidak nya wanita itu berada di sana untuk dirinya dia menjadi frustasi karena kehidupannya sendiri
“Maitias..”. Panggilan Ellen menyadarkan pria itu dari lamunannya kini tangan lentik Ellen sudah mengusap punggung tangan yang terasa dingin itu “Aku tahu kau tidak akan tertarik kepada ku, tapi percayalah aku bisa selalu ada untuk mu di bandingkan Istri mu bahkan punya keluarga kecil yang kau inginkan”
“.……”
Maitias hanya dia menanggapi wanita itu tidak bisa di pungkiri walau ahtinya kesal kehadiran Elllen nyatanya membuat harinya hari ini tidak terlalu sepi.
“Terimakasih Ellle karena menemani ku sehari ini, aku akan mengantarkan mu pulang”
“Terimakasih?”. Mata wanita itu bebinar untuk sekian kalinya pria itu bertemerimakasih, perkataan pria itu terdengar sangat tulus. Lihat dengan selalu sabar begini aku akan mendapatkan hatinya secara perlahan . “Terimakasih itu tidak cukup!”
“Jangan bertingkah Ellen aku tidak meminta mu untuk menemani ku!”
“Maitias… ayolah kenapa kau selalu menjadi pria yang membosankan? Bagaimana kalau kita liburan di weekend ini, bekerja semingguan akan membuat mu pusing Maitias kau perlu liburan”
“Ciih!”
“Apa?! kau ingin mengajak istri mu yang sangat mencintai sosial itu, aku bisa menebaknya dia akan melakukan sosialisasi dengan masyrakat kalangan bawah itu, dia tidak tahu cara menikmati hidup!”
“Jangan menghina Istri ku Ellen”
“Ya…ya baiklah tpai kau harus ikut weekend bersama ku minggu ini! Berjanjilah kalau tidak aku akan mengikuti mu kembali ke kantor”
“Huh terserahlah!”
Wanita itu tertawa penuh kemenangan sementara Maitias merenungkan kembali perkataan Ellen yang ada benarnya, weekend yang lalu dia bahkan memutuskan untuk bekerja karena Eve yang tidak bisa ikut bersamanya.
*******
“Kenapa kau melihat ku seperti itu!”. Tatap Romeo tajam pada Eve.
“Romeo aku tidak menyangka jika kau adalah pelanggan”
PLETAk“Ah!”. Eve mengusap dahinya setelah Romeo memberi jitak yang cukup keras di didahinya
“Kau pikir aku sejahat itu!”
“Tidak tapi akan kau apakan dia!?”. Eve menatap gadis yang hampir telanjang di jok belakang mobil dia sedikit terkejut saat Romeo ikut dalam pelelangan manusia itu
Gadis baru selsai menangis dan meronta saat beberapa pria besar memaksa nya untuk masuk ekdalam mobil milik Romeo
“Tapi aku juga cukup terkejut karena kau punya uang sebanyak itu, apa kau meminta dari Ayah mu?”
“Huh tentu saja tidak! Perusahaan itu adalah milik ku Eve, aku juga ikut mengelolanya”. Romeo tersenyum menatap wanita itu “Sama seperti mu, setelah misi kita selesai aku juga akan berhenti dari pekerjaan ini”.
"Benarkah? sejak kapan kau merencanakan itu?". Eve peasaran karena pria itu tidka pernah mengatakan jika dia akan kembali bekerja di perusahaan . "Bukankah ini hidup mu?'
"Ya setiap orang bisa berubah...". Seandainya kau tahu jika semua ini karena mu, aku akan pergi karena kau juga akan pergi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments