Kini siangpun telah tiba, Maitias benar-benar mendiamkan Istrinya pria itu jelas sangat kecewa dengan istri kecilnya ketika orang lain bisa bersama saat menikah kenapa dia dan Istrinya malah semakin sibuk dengan urusan mereka masing-masing
Padahal awal mereka menjalin hubungan yang lebih dari tiga tahu mereka selalu berjalan dengan baik tanpa kekurangan apapun baik Eve yang menyempatkan diri dengan kesibukannya dan begitu juga dengan Maitias mereka selalu punya waktu untuk yang lain, mereka berdua lebih romantis dibandingkan sebelum mereka menikah.
“Sayang aku akan pergi dan pulang malam”. Eve menatap Maitias saat pria itu hendak keluar . "Aku sungguh minta maaf Maitias, ini adalah operasi terakhir yang akan aku lakukan"
“Sudah ku bilang terserah!”
“Aku harap kau bisa memahami ku sedikit saja Maitias karena ini penting bagi ku dan untuk hubungan kita selanjutnya”
Maitias memalingkan wajahnya pada sang Istri sama seperti tadi pria itu menatapnya dengan tersenyum miring seakan menghina keberadaan wanita itu.
“Aku tidak peduli lagi Eve, kita lihat sampai kapan hubungan kita akan bertahan”
BRAK!
Suara keras nya pintu tertutup bersamaan dengan jantung Eve yang berdetak sangat cepat, bahkan kini air mata wanita itu sudah turun menghiasi pipinya yang lembut, pria itu seakan tidak ingin mendengarkan apapun dari dirinya
Tring… Tring…Tring
Suara deringan ponsel kini terdengar di terlinga Eve menyadarkan wanita itu sebuah panggilan yang berasal dari rekannya “Eve! Apa kau sudah beristrahat dengan benar? Aku di bawah menunggu mu”
“Romeo…”. Eve tersadar dia segera berlari keluar ruangan untuk menemui Romeo yang sudah tampak lusuh wajahnya tampak lelah tapi mereka harus pergi
“Apa kau menangis? Mata mu memerah”. Tanya Romeo saat melihat wajah sembap wanita itu
“Tidak hanya kelilipan saja”
“Ah baiklah”. Romeo mengusap wajah wnaita itu dengan lembut menggunakan tisu “Kalau mau berbohong pastikan dulu semuanya dengan benar!”
Kedua orang itu tampak sangat dekat terutama saat Romeo mengusap wajah wanita itu, tanpa menydari sebuah mobil dengan orang yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua
Romeo melajukan kendaraannya secepat kilat menuju tempat Bryan di mana mereka akan mengolah beberapa informasi yang berasal dari Noel dan Cheryl
*****
“Tuan anda tidak apa? Bagaimana dengan Nona Eve apa dia kembali pagi ini?”.
Pria itu menggeleng sebuah tanda yang tidak bagus “Entahlah dia kembali tapi seperti tidak kembali!”
“Ah begitu,”. Jerome memutuskan untuk diam karena dia tahu jika pria itu sedang tidak ingin mendengar nasehat dari siapapun “apa anda ingin memakan sesuatu anda baru saja datang tapi saya yakin anda belum juga makan”
“Ya kau benar aku ingin memakan sesuatu”
“Makan Sesuatu?”. Suara seorang wanita yang baru saja memasuki ruangan itu kini berada di depan mereka, Ellen wanita itu masuk tampa di izin dia tampak membawa sebuah bekal”Kebetulan sekali, aku bawa bekal untuk mu Maitias!”
Jerome menghela nafas dia malam melihat wanita itu berada di sana “Tuan tidak ingin makan..”
“Kemarilah Ellen aku lapar”. Maitias menepuk meja di sampingnya agar wanita itu mendekat
Wajah Ellen kini tersenyum licik kepada Jerome seakan mengejek pria itu, wanita itu bahkan menjulurkan lidahnya seperti anak-anakmembuat Jerome semakin kesal
“Ayo makanlah Maitias aku yakin kau sangat lapar iyakan”
“Hmmm”. Maitias mematikan laptopnya lalu beralih pada makanan yang di bawah oleh Ellen, tanpa menunggu lama pria itu sudah memakan setengah dari bekal itu membuat Ellen semakin bebinar . Rasanya tidak lebih enak dari buatan Eve.
“Maitias…”
“Ellen jika kau masih tetap berada di sini sampai sore aku akan mengusir mu secara paksa”
“Ah aku belum saja bicara, Bagaimana dengan besok? Kau sudah berjanji untuk berlibur bersama”
“Aku tidak pernah berjanji!”
“Hmm lalu apa yang akan kau lakukan jangan bilang kau akan bekerja seperti orang gila”. Ellen menatap pada Jerome “Lihat dia begitu lelah Maitias apa kau tidak merasa kasihan dengannya”
“Ini bukan urusan mu Ellen”. Bentak Jerome malah pria itu yang terdengar sangat marah, dia lebih kesal sekarang di bandingkan dengan Maitias
“Maitias ayolah, kita bisa buat undi jika Istrimu tidak bekerja besok maka kau bisa membatalkan liburan kita jika tidak yah aku akan menemani mu bersantai bukankah itu menyenangkan?!”
Maitias menatap wanita itu dia tahu dirinya akan kalah jika undi seperti ini, dia sedikit mengeluh tapi Ellen benar dia sendiri sangat membutuhkan sebuah hiburan di tengah kekacauan rumah tangganya sendiri dengan Eve
“Bagaimana?”. tanya wanita itu memastikan
“Yah baiklah kita akan ke pantai besok… jika dia tidak bisa ikut dengan ku!”
“Yeay!!”.Teriak Ellen dengan keras sampai Maitias dan Jerome menutup telinga mereka
“Sekarang pergilah dan jangan ganggu aku!”Usir Maitias
“Baiklah aku akan menunggu mu besok!”. Ellen keluar dari sana dengna sedikit dorongan dari Jerome
“Kenapa kau kasar sekali, kau tidak bisa memperlakukan dengan lembut!”
“Cih Lebay! Aku hanya mendorong mu sedikit dan itu karena ulah mu sendiri! PergilaH!
‘Ck jika bukan karena Maitias aku akan memukul kepala mu Jer!’. Bentak Ellen tapi Jerome sudah terlebih dahulu menutup pintu membuat wanita itu sangat kesal “Lihat saja nanti!”
*****
Sehari Maitias bangun tanpa mendapati Istrinya lagi berada di sampingnya, hati pria itu tentu saja semakin kesal Eve meninggalkan surat disamping pria itu
“Sayang jangan lupa sarapan, aku memasak untuk mu”. Maitias meremas surat itu lalu beranjak ke dapur
Semalam dia juga tidak menemui Istrinya saat kembali kerumah wanita itu kembali saat dirinya sudah terlelap sungguh miris wanita itu benar-benar sangat sibuk dengan pekerjaannya sampai dia lupa jika mereka sudah menikah.
Maitias berjalan menuju dapur dengan marah dia tidak berniat untuk sarapan melainkan meluapkan amarah yang tertahan dalam hatinya, dia menatap semua hidangan yang terdia
PRang! Prang!
Semua piring dan makanan berserak di sana. Maitias tidaK berniat lagi untuk memakan makanan itu dia lebih tertarik mengambil ponselnya lalu mengubungi seseorang di ujung sana rasanya seperti marah yang tidak dapat di lampiaskan dia menghubungi seseorang untuk menenagkan diri.
“Bersiaplah Ellen aku akan menjemput mu!”.
Pria itu bergegas pergi dari Apartemennya dia tidak menganjak siapapun melainkan hanya berdua dengan wanita itu, padahal Ellen sendiri sudah menawarkan beberapa teman agar mereka berdua merasa tidak canggung
Pria itu sedang membalas dendam pada Istrinya, kekesalanya tentu saja semakin membara terutama saat Eve menghabiskan waktu dengan Romeo. Pria yang sejak dulu dekat dengan istri nya
Ini yang kau inginkan Eve? Lihat apa yang bisa aku lakukan kepada mu!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Daulat Pasaribu
jgn sampai menyesal matias
2024-06-01
1