Pangeran Ma Shihao

Pada saat berikutnya Liu Feng dapat menyaksikan para kultivator yang mengarah ke gunung Huo Shan mulai berdatangan, kekuatan mereka rata-rata berada di ranah Pendekar Kaisar. Terdapat juga beberapa orang yang berada di ranah Pendekar langit. Mereka semua tampak antusias mencari keberuntungan berupa harta berharga dan tanaman herbal langka, mereka semua sudah menanti lama warisan pendekar keabadian yang akan dibuka pertama kali pada hari ini.

Sepanjang jalan Liu Feng mendengarkan beberapa percakapan dari orang-orang tersebut, mereka rata-rata datang berkelompok antara tiga sampai lima orang. Namun ada juga yang datang sendirian, mereka umumnya memiliki kekuatan yang lebih kuat daripada kelompok kultivator lainnya.

"Sepertinya akan menarik.." gumam Liu Feng dalam hatinya.

Meski ia terus diliputi rasa penasaran yang tinggi, ia tidak ingin terburu-buru. Baginya ini adalah pengalaman pertamanya, jadi menerapkan prinsip kehati-hatian adalah hal yang penting.

Setelah berjalan cukup lama, masing-masing rombongan berpisah dan berpencar untuk memasuki hutan dan mencari keberuntungannya masing-masing. Liu Feng pun mempercepat langkahnya dan melompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Ia yang sedari awal menyembunyikan aura kekuatannya tentu tidak menjadi pusat perhatian.

Di kedalaman hutan, Liu Feng mendengar suara perkelahian yang cukup sengit tidak jauh dari posisinya berada. Dengan sigap ia melompat menuju sumber suara perkelahian dan melihat ruang terbuka yang cukup besar di depannya. Tempat yang semula dipenuhi pepohonan itu tampak berantakan dipenuhi batang pohon yang hancur berubah menjadi serpihan kayu serta batu dan kerikil yang berserakan.

Terlihat seorang wanita paruh baya terluka dengan sangat parah akibat sabetan pedang dan luka pukulan yang sebelumnya ia dapatkan. Sepertinya luka-luka tersebut ia dapatkan demi melindungi seorang wanita yang tampak bergetar ketakutan, di dekatnya tampak belasan orang mengepungnya dengan berbagai senjata tajam.

Liu Feng yang semula bersembunyi di atas pohon sambil menyembunyikan auranya, tidak bisa menahan diri lagi. Awalnya ia ingin menyaksikan lebih lanjut untuk mengetahui maksud dari pertarungan tidak berimbang tersebut, namun melihat seseorang yang sudah terluka parah itu membuat Liu Feng tidak sanggup berdiam diri lebih lama.

“Nona, sebaiknya kau menyerah dan jadilah gadis yang baik” ucap seorang pria berkepala botak sambil menyeringai lebar.

Mendengar perkataan lelaki berkepala botak tersebut membuat wanita yang bernama Xie Shuang itu menggertakkan giginya, “Bunuh saja aku..”

“Hahaha.. Kau semakin cantik jika terlihat putus asa seperti ini” ucap seorang pria muda dengan senyum lebar.

Dia adalah Ma Shihao, putra mahkota Kerajaan Ma yang kini tengah berkonflik dengan Ibukota Xi’an. Kerajaan Ma merasa jika Xie Shuang ditangkap untuk dijadikan tawanan maka konsentrasi Xie Haoran akan terganggu dalam menghadapi serangan gabungan dari Kerajaan Ma dan kerajaan Lin. Adapun keberadaan Ma Shihao di tempat ini adalah untuk menangkap putri dari Tuan Kota Xie Haoran yang kini sedang tak berdaya. Xie Shuang sebelumnya tidak menyadari jika dirinya sudah masuk jebakan hingga meninggalkan Kota Xi’an demi memperoleh harta berharga untuk menjadikan dirinya seorang kultivator.

Dari atas pohon, Liu Feng menyaksikan pemandangan ini menjadi geram, bagaimana mungkin seorang gadis yang tidak memiliki dasar kultivasi tengah dirundung oleh para kultivator ahli.

“Dasar tidak tahu malu, bagaimana mungkin kalian mengeroyok seorang wanita lemah” ucap Liu Feng dari atas pohon.

Detik berikutnya ia muncul di depan Xie Shuang, orang-orang dari kelompok Pangeran Ma Shihao pun terkejut secara bersamaan.

“Siapa kamu?”

Seorang pria berbaju merah bertanya dengan nada marah, sementara yang lainnya tampak memperhatikan Liu Feng dengan waspada bercampur gelisah.

"Apakah orang tidak tahu malu seperti kalian pantas mengetahui nama yang mulia ini?" ujar Liu Feng sambil mencibir.

Xie Shuang mengernyitkan alisnya, suara orang yang sedang berusaha melindunginya terdengar familiar. Namun ia lupa dimana pernah menemuinya, ia tidak tahu kapan pernah bertemu dengan orang tersebut.

Sesaat berikutnya Liu Feng membalikkan badannya dan berkata, "Nona, sepertinya pengawal pribadi mu tidak tertolong"

Liu Feng merasa sudah terlambat untuk menolong pengawal wanita tersebut, serangan senjata tajam salah satunya mengandung racun ganas yang menyerang dengan cepat.

"Itu kamu, ternyata kamu" ucap Xie Shuang dengan senyum menawan.

Meski ia bersedih dengan kepergian pengawal pribadinya tersebut, tetapi pada saat yang bersamaan ia juga merasa bahagia atas kedatangan seseorang yang cukup mengganjal ketenangannya.

Waktu itu Xie Shuang tengah tersesat dan tidak bisa mengendalikan kudanya, beruntung Liu Feng datang menyelamatkan dirinya. Namun Liu Feng tampak acuh tak acuh, sebelumnya ia tidak memiliki kesan apapun dan bahkan ia menolong wanita tersebut karena memang murni karena rasa kemanusiaan.

"Dasar kurang ajar...!! Apakah kau bisa bercanda di depan pangeran pertama" ucap seorang pria botak.

Pria botak tersebut memandang Liu Feng dengan dingin, ada niat membunuh yang terpancar dari matanya. Dengan kekuatan di tingkat pendekar langit, ia yakin bisa dengan mudah membunuh Liu Feng.

"Sebaiknya kau jangan campuri urusan kami" ucap pendekar lainnya dengan wajah serius.

"Dari pakaian yang kalian kenakan seharusnya kalian bukan orang yang berasal dari Ibukota Xi'an" ujar Liu Feng tampak memperhatikan dengan wajah serius.

Liu Feng sedikit menyipitkan matanya pada sosok yang dipanggil dengan sebutan pangeran pertama, jika tidak salah maka mereka seharusnya berasal dari Kerajaan Ma yang berada di wilayah selatan. Berdasarkan peta yang dipelajarinya, wilayah pegunungan Hao Shan memiliki jarak yang tidak jauh bersinggungan dengan wilayah perbatasan. Hanya saja Liu Feng sedikit terkejut jika pembukaan warisan makam kultivator pendekar abadi menarik perhatian orang-orang dari Kerajaan Ma.

Mendengar ucapan pemuda yang sebaya dengannya, pangeran Ma Shihao tampak tidak senang. Walau bagaimanapun kehadirannya di tempat ini harus dirahasiakan, jika tidak karena Xie Shuang ia pun terlalu malas untuk terlibat hal semacam ini.

Sebagai pangeran yang memiliki peluang besar untuk mewarisi kerajaan Ma di masa depan, setidaknya ia harus memiliki pencapaian yang bisa diingat oleh ayahnya sendiri maupun rakyatnya.

"Bunuh lah orang itu.." ucap pangeran Ma dengan samar.

Setelah mendengar perintah dari pangeran Ma, pria botak yang memiliki kekuatan terkuat itu melangkah maju dengan tatapan galak ke arah Liu Feng.

Xie Shuang yang semula berdiam diri kini tiba-tiba menjadi terkejut, ia buru-buru berkata.

"Cepat tinggalkan tempat ini, jangan hiraukan diriku"

"Nona, jangan khawatir. Mereka perlu berlatih seratus tahun lagi jika ingin berhadapan denganku" Liu Feng berkata dengan tenang, tanpa ekspresi ketakutan sedikit pun.

Detik berikutnya Liu Feng memandang ke arah pria botak yang sedang mengarah kepadanya itu.

"Sejak aku memiliki kekuatan, kuharap kamu adalah orang yang layak untuk mati di tangan ku"

Saat ini Liu Feng tengah bersemangat, kali ini ia akan melakukan serangan dan membunuh orang-orang yang layak mendapatkan hukuman.

"Dasar pembual rendahan, aku akan segera membunuh mu" pria botak itu berkata dengan dingin dan langsung bergerak.

Dengan penuh semangat pria botak tersebut langsung mengambil langkah maju dan melesakkan sebuah pukulan keras ke arah Liu Feng. Bersamaan dengan hal itu, energi Qi yang dahsyat menyembur ganas seperti guntur yang menggelegar memecah kesunyian.

Ketika Liu Feng melihat hal ini, ia melengkungkan bibirnya dan tersenyum tipis. Namun energi Qi di dalam tubuhnya melonjak dengan cepat, aura pendekar ranah Alam Suci terlepas sepenuhnya. Dengan posisi kaki bergeser sedikit ke samping, Liu Feng juga mengangkat tinjunya secara sederhana.

Bola mata pria botak itu menyusut tiba-tiba sesaat tinju Liu Feng hendak bertabrakan dengan pukulannya. Ia ingin menarik pukulannya dan menghindar, namun gerakannya yang cepat tidak bisa ia bendung lagi.

"Baaammm"

Kedua pukulan beradu dengan keras, membuat semua orang tercengang secara bersamaan. Di bawah tatapan mata semua orang tinju Liu Feng tidak berhenti saat beradu, tetapi terus bergerak hingga menghantam dada pria botak tersebut tanpa berkurang sedikitpun tenaganya.

"Kamu, kultivator Alam Suci...!!"

Pria botak itu berkata dengan lemah, tubuhnya hancur seperti semangka yang dibanting dengan keras. Pukulan yang dikeluarkan oleh Liu Feng mengandung energi penghancur yang sangat menakutkan, bahkan seorang kultivator alam langit tidak mampu menahannya.

Terpopuler

Comments

ranggalawe

ranggalawe

sebenernya agak bingung sama tingkat kultivasinya. di awal bab disebutkan kalo rata-rata orang hanya sampai di tingkat raja. hanya para jenius yang sampai tingkat kaisar. tapi disini malah disebutkan rata-rata yang datang level kaisar. beberapa udah ada yang tingkat langit, yang mana 2 tingkat diatas kaisar. berarti kan levelnya super jenius. tapi seolah super jenius ini jadi terasa biasa, karna gak sinkron sama cerita di awal...

2024-09-25

0

Zahra

Zahra

Kenapa setiap si MC nya pertama berpetualang sllu yg dtolong perempuan ,sedang drampok lah ini itu ??
Gk pernah baca si MC menolong laki2 kala petulangan pertama.

Yang akhir nya si perempuan pasti kegatelan dan si MC nya juga mau

2024-06-06

16

Agunk Putra

Agunk Putra

ya ya

2024-10-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ucapan Pengemis Tua
3 Dunia Kehampaan
4 Kultivasi Aura Mendalam
5 Masa Lalu Liu Feng
6 Tetangga Yang Baik Hati
7 Memberi Pelajaran
8 Kecemasan Tuan Kota
9 Keluarga Fang
10 Reaksi Fang Yin
11 Hadiah Dari Liu Feng
12 Masih Memaafkan
13 Malam Pertama (21++)
14 Mendaftar Menjadi Relawan
15 Putri Tuan Kota Xie Shuang
16 Tiba Di Kota Shaanxi
17 Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18 Bertemu Keluarga
19 Permintaan Liu Feng
20 Pangeran Ma Shihao
21 Membunuh Pangeran Ma Shihao
22 Menyamarkan Identitas
23 Sesuatu Yang Terlewat
24 Akar Roh Kayu
25 Memecahkan Formasi
26 Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27 Pedang Kelas Surgawi
28 Kebodohan Liu Feng
29 Membentuk Dantian
30 Jurus Tebasan Iblis
31 Menghancurkan Formasi Perlindungan
32 Keluar Dari Makam Kuno
33 Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34 Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35 Mendapatkan Sikap Hormat
36 Kembali Pulang
37 Membayar Hutang
38 Mengunjungi Feng Xiaoya
39 Masalah Datang Lagi
40 Mengobati Nyonya Feng
41 Kemarahan Klan Lei
42 Keterkejutan
43 Kondisi Fang Yin
44 Mengundang Kematian
45 Sikap Bodoh
46 Menyelamatkan Feng Xiaoya
47 Kecemasan Keluarga Yun
48 Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49 Semangat Bertarung Xie Shuang
50 Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51 Kemarahan Raja Ma Kun
52 Menyerap Inti Hewan Spiritual
53 Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54 Pilihan Sulit Fang Yin
55 Kecemasan Liu Feng
56 Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57 Serangan Pembuka
58 Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59 Kartu Truf Raja Ma Kun
60 Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61 Teknik Formasi Jaring Kematian
62 Mendominasi Pertarungan
63 Penyesalan Fang Yin
64 Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65 Wanita Yang Menggemaskan
66 Tingkah Aneh Xie Shuang
67 Semalam Di Kota Fuzhou
68 Peran Istri Yang Mendominasi
69 Memulai Pertemuan
70 Kegelisahan Raja Lin Dan
71 Bertemu Adik Ipar
72 Siasat Raja Lin Dan
73 Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74 Keterangan Fang Zitao
75 Perbincangan Di Saat Tenang
76 Ancaman Yang Mengintai
77 Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78 Dimulainya Peperangan
79 Kemunculan Liu Feng
80 Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81 Bertemu Fang Yuan Kembali
82 Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog
2
Ucapan Pengemis Tua
3
Dunia Kehampaan
4
Kultivasi Aura Mendalam
5
Masa Lalu Liu Feng
6
Tetangga Yang Baik Hati
7
Memberi Pelajaran
8
Kecemasan Tuan Kota
9
Keluarga Fang
10
Reaksi Fang Yin
11
Hadiah Dari Liu Feng
12
Masih Memaafkan
13
Malam Pertama (21++)
14
Mendaftar Menjadi Relawan
15
Putri Tuan Kota Xie Shuang
16
Tiba Di Kota Shaanxi
17
Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18
Bertemu Keluarga
19
Permintaan Liu Feng
20
Pangeran Ma Shihao
21
Membunuh Pangeran Ma Shihao
22
Menyamarkan Identitas
23
Sesuatu Yang Terlewat
24
Akar Roh Kayu
25
Memecahkan Formasi
26
Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27
Pedang Kelas Surgawi
28
Kebodohan Liu Feng
29
Membentuk Dantian
30
Jurus Tebasan Iblis
31
Menghancurkan Formasi Perlindungan
32
Keluar Dari Makam Kuno
33
Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34
Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35
Mendapatkan Sikap Hormat
36
Kembali Pulang
37
Membayar Hutang
38
Mengunjungi Feng Xiaoya
39
Masalah Datang Lagi
40
Mengobati Nyonya Feng
41
Kemarahan Klan Lei
42
Keterkejutan
43
Kondisi Fang Yin
44
Mengundang Kematian
45
Sikap Bodoh
46
Menyelamatkan Feng Xiaoya
47
Kecemasan Keluarga Yun
48
Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49
Semangat Bertarung Xie Shuang
50
Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51
Kemarahan Raja Ma Kun
52
Menyerap Inti Hewan Spiritual
53
Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54
Pilihan Sulit Fang Yin
55
Kecemasan Liu Feng
56
Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57
Serangan Pembuka
58
Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59
Kartu Truf Raja Ma Kun
60
Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61
Teknik Formasi Jaring Kematian
62
Mendominasi Pertarungan
63
Penyesalan Fang Yin
64
Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65
Wanita Yang Menggemaskan
66
Tingkah Aneh Xie Shuang
67
Semalam Di Kota Fuzhou
68
Peran Istri Yang Mendominasi
69
Memulai Pertemuan
70
Kegelisahan Raja Lin Dan
71
Bertemu Adik Ipar
72
Siasat Raja Lin Dan
73
Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74
Keterangan Fang Zitao
75
Perbincangan Di Saat Tenang
76
Ancaman Yang Mengintai
77
Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78
Dimulainya Peperangan
79
Kemunculan Liu Feng
80
Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81
Bertemu Fang Yuan Kembali
82
Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!