Fang Yuan mengangguk melihat sikap muridnya tersebut, niatnya untuk memberikan kesempatan pada Liu Feng di kehidupan ini akan menjadi hal yang menantang bagi dirinya. Sebagai Dewa Kehampaan ia juga memiliki beberapa hal yang harus ia lakukan, apalagi ia juga menyimpan rahasia di kehidupannya sendiri di Alam Dewa.
"Sebenarnya gurumu ini tidak berasal dari alam yang sama denganmu, hanya saja kehidupan di dunia fana juga akan menentukan jalan di kehidupan lainnya" ucap Fang Yuan sambil menarik kembali ingatan tentang masa lalu Liu Feng.
Mendengar perkataan gurunya tersebut Liu Feng mendengarkan dengan serius, kepalanya yang sudah tidak berdenyut seperti sebelumnya membuat dirinya terpaku memahami kehidupan dunia kultivator yang menurutnya sangat rumit.
Jika sebelumnya ia merasa memiliki kepercayaan diri, kini setelah mengetahui jati diri gurunya ia merasa dirinya hanyalah butiran debu diantara rahasia kehidupan.
"Setelah kau keluar dari Dunia Kehampaan, kamu tidak kehilangan waktu seperti yang selama ini kamu lalui. Di dunia luar kamu hanya menghilang selama tiga puluh hari, dan itu tentunya bukan masalah bagi dirimu bukan?" ucap Fang Yuan yang baru menjelaskan salah satu rahasia Dunia Kehampaan.
"Jadi begitu..." ucap Liu Feng tampak seperti orang bodoh.
Sebelumnya ia merasa jika sudah melewati waktu puluhan tahun dan sudah melewati berbagai peristiwa di kehidupan nyata. Namun setelah mendengar kenyataan yang ada, ia kembali teringat akan bayangan wajah ibu dan ayahnya.
Dengan kemampuan yang dimilikinya, maka ia akan membahagiakan kedua orangtuanya serta membangun kembali keluarga Liu yang sebelumnya adalah Klan terkuat di Kota Shaanxi yang berada di Ibukota Xi'an.
"Tentang apa yang terjadi dengan dirimu selama ini dan juga identitas ku sebaiknya kamu rahasiakan dalam-dalam...." ucap Fang Yuan kemudian.
"Baik guru.." ucap Liu Feng sambil mengatur ketenangan dirinya.
"Aku akan menemui dirimu jika kau sudah menjadi lebih kuat lagi, namun jika itu terjadi maka akan ada masalah serius yang aku khawatirkan akan membawa perubahan bagi alam kehidupan" ujar Fang Yuan dengan serius.
Liu Feng hendak mencerna lebih dalam maksud perkataan dari gurunya tersebut, namun tiba-tiba sebuah cahaya keemasan membungkus tubuhnya dan membawanya melintasi gelombang Qi selama beberapa detik.
Tidak lama kemudian Liu Feng sudah berada di depan sebuah gerbang Kota yang bertuliskan dua kata dalam bahasa China kuno, "Kota Xi'an".
Liu Feng menghela napas pelan, melihat keramaian di depannya seperti baru saja ia dilahirkan kembali pada kehidupan yang telah banyak mempermainkannya.
"Sepertinya guru ingin aku segera menikah" gumam Liu Feng dengan ekspresi bingung.
Beberapa penjaga gerbang Kota yang sedang berjaga melihat ke arah Liu Feng dengan tatapan curiga, seorang pemuda dewasa tampak seperti muncul dari kehampaan dengan wajah linglung.
Mereka semua adalah para kultivator yang berada di ranah pendekar ahli, cukup bisa diandalkan dengan profesinya sebagai prajurit penjaga. Selain mereka ada juga beberapa yang berada di tingkat puncak yang sepertinya adalah pemimpin dari para penjaga tersebut.
"Hai, siapa kamu..!" tanya seorang prajurit keamanan.
Menyadari jika kedatangannya menjadi pusat perhatian, Liu Feng segera menghampiri para penjaga agar tidak terjadi hal-hal yang Tidak diinginkan.
"Maaf tuan, perkenalkan saya adalah Liu Feng" ucap Liu Feng memperkenalkan diri.
Seharusnya para penjaga tidak asing dengan marga Liu yang pernah berjaya sebelum keluarga Zhu menggusurnya, memikirkan hal ini Liu Feng ingin segera cepat membangun kembali keluarganya setelah bertemu dengan Fang Yin.
"Oh, rupanya kau berasal dari keluarga yang sudah hancur" ucap penjaga tersebut dengan nada mencibir.
"Keluarkan lima keping perak sebagai pajak masuk ke Kota Xi'an" lanjut penjaga itu sambil menyodorkan telapak tangannya.
"Tidakkah itu terlalu tinggi?" tanya Liu Feng sedikit ragu.
"Kota Xi'an sedang mendapatkan serangan dari keempat wilayah, jadi tuan Xie Haoran membutuhkan pemasukan tambahan untuk membayar para prajurit keamanan seperti kami.
Mendengar hal semacam ini, Liu Feng mengerutkan keningnya dan mengeluarkan beberapa keping perak dari dalam cincin penyimpanannya.
"Baiklah kau bisa masuk.." ucap penjaga tersebut dengan wajah tersenyum.
Liu Feng segera melangkah masuk, ia tidak mempedulikan dengan lima koin perak yang tentunya sudah tidak berharga lagi di matanya. Berbeda dengan saat dia bekerja sehari semalam dengan gigih untuk mendapatkan uang senilai itu di masa sebelumnya.
Dengan suasana Kota yang sudah tidak asing tersebut, Liu Feng memang menemukan banyak penjaga yang berpatroli di sekitar pusat Kota. Selama satu bulan terakhir, ia merasa sudah melewatkan banyak hal yang terjadi.
Liu Feng segera menuju ke tempat tinggal sebelumnya, meski keluarga Liu sudah hancur namun ia masih memiliki rumah sederhana yang ditinggalkan untuk dirinya bertahan hidup selama berada di Ibukota Xi'an.
Setibanya di rumahnya, Liu Feng segera memeriksanya dengan seksama dan melihat rumahnya cukup berantakan setelah ditinggal selama sebulan. Dengan tenang, ia mulai membersihkan dan merawatnya kembali menjadi seperti semula. Bahkan dengan keahliannya sebagai kultivator ulung ia melakukannya dengan lebih mudah dan lebih cepat. Beberapa bagian rumahnya yang rusak pun ia perbaiki sendiri tanpa merasa kesulitan atau kelelahan sedikitpun.
"Liu.. Liu Feng?"
Beberapa orang yang merupakan tetangganya datang untuk memeriksa, adanya suara dari aktivitas yang Liu Feng timbulkan membuat beberapa tetangganya tersebut datang untuk memeriksa.
"Benar, ini aku bibi" jawab Liu Feng sambil tersenyum.
"Aku pikir kau sudah meninggalkan Kota ini untuk menemui keluarga mu yang lain" ucap seorang wanita tua yang berprofesi sebagai pekerja serabutan itu.
"Tidak bibi, kebetulan aku berkunjung ke rumah kenalan dan tinggal di sana untuk beberapa waktu. Sekarang aku sudah kembali dan akan tinggal di rumah ini seperti sediakala" Liu Feng berkata dengan tenang, ia merasa cukup hangat dengan perhatian beberapa orang tetangganya tersebut.
"Maafkan bibi tidak bisa membantu mu, sebelumnya kami juga ingin membersihkan rumah mu namun beberapa orang datang mengancam kami" ucap bibi tersebut dengan hati-hati.
"Apakah itu berhubungan dengan keluarga Zhu?" tanya Liu Feng penuh selidik.
"Bukan, mereka sepertinya orang-orang suruhan dari tuan muda Ming Wei. Mereka juga mengatakan jika kamu tidak layak berada di Kota ini" ucap wanita tua itu menyampaikan maksud dari ancaman Ming Wei.
Mendengar perkataan dari bibi tersebut, amarah Liu Feng menjadi tersulut. Ia tidak mungkin melupakan nama Ming Wei yang merupakan tuan muda perebut tunangannya, Shiao Ling. Sudah sangat lama ia tidak mengungkit kejadian masa lalu namun Liu Feng tidak menyangka jika Ming Wei begitu kejam.
"Terimakasih bibi, mohon maaf merepotkan mu. Tetapi bibi tidak usah khawatir selama aku berada di sini tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam" ucap Liu Feng penuh percaya diri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Cahaya Sidrap
next thor
2025-02-16
0
Sang M
jadi kejam.... bantaii semua....yg layak dibantai...
2024-10-25
1
Mul Philips
ayo thour mcx biar kejam yg patut dbntai,baik pada yg lemah
2024-09-19
1