Hingga malam harinya, Liu Haikuan pun memanggil putranya untuk berbincang, hal ini dilakukan setelah Liu Yifei tertidur dengan ibunya. Liu Haikuan yang menilai putranya sudah dewasa tersebut tampak bangga, apalagi mendengar jika putranya tersebut sudah menjadi bagian keluarga Fang membuat perasaannya sebagai seorang ayah menjadi lebih stabil.
"Feng'er, sebaiknya kamu tidak usah kembali ke Ibukota. Jika saja istrimu bisa diajak tinggal maka tentunya itu lebih baik" ucap Liu Haikuan pada putranya.
"Ayah, sepertinya itu sulit. Istriku memiliki karakter yang kuat dan aku sendiri mungkin akan kesulitan jika mengajaknya tinggal di sini" ujar Liu Feng dengan santai.
"Ayah butuh bantuan mu" ucap Liu Haikuan tanpa menutupinya.
"Apa ada hal serius yang membuat ayah gelisah?" tanya Liu Feng dengan serius.
"Hal ini berkaitan dengan keluarga ibumu.." ujar Liu Haikuan mulai bercerita.
"Keluarga Yun merupakan orang-orang yang ahli di bidang pengobatan. Bisa dibilang wilayah pegunungan Hao Shan merupakan tempat yang tepat bagi mereka untuk berkembang" sambung Liu Haikuan menyampaikan ceritanya.
"Hanya saja, watak mereka begitu keras sama seperti ayahmu" Liu Haikuan berkata menunjuk dirinya sendiri.
Liu Feng tampak serius memperhatikan, pada kondisi seperti ini ia tidak berani menyela meski itu sekedar bertanya.
"Beberapa tahun terakhir, aku dan ibumu bekerja keras di rumah keluarga Yun. Namun sayangnya keluarga Yun tidak memihak pada ibumu yang masih berada di garis keturunan utama, mereka mengabaikan keberadaan kami dan tidak memberikan kesempatan pada kami untuk berkembang. Pada akhirnya ayah dan ibumu memisahkan diri membangun usaha seperti yang kamu ketahui sekarang" ucap Liu Haikuan menjelaskan permasalahan keluarganya.
Sebagai seorang ayah, sebenarnya ia juga ingin menengok Liu Feng saat di Ibukota. Namun karena kesibukan membangun keluarga kecilnya, ia tidak sempat untuk datang berkunjung.
Liu Feng sendiri sedikit tertegun mendengar cerita ayahnya, ada jejak kebanggaan di dalam dirinya saat mendengar cerita jerih payah ayahnya tersebut.
"Lalu apa yang bisa kulakukan?" tanya Liu Feng.
"Aku ingin kamu mempelajari alkimia dan juga ilmu pengobatan, kebetulan ayah memiliki teman yang merupakan alkemis bintang tiga" ucap Liu Haikuan penuh harapan.
"Apakah itu karena aku tidak bisa berkultivasi?" tanya Liu Feng dengan penasaran.
"Ya, itu diantaranya" jawab Liu Haikuan dengan jujur.
"Terimakasih atas perhatian ayah, seharusnya aku menjelaskan sebelumnya jika aku sudah bisa berkultivasi" jawab Liu Feng dengan nada bersalah.
"Benarkah itu?" tanya Liu Haikuan dengan penasaran.
"Itu benar.." jawab Liu Feng dengan sedikit mengeluarkan aura kekuatannya.
"Hemm... Ini luar biasa" ucap Liu Haikuan dengan nada menyanjung.
"Selain itu aku juga memiliki kemampuan untuk memurnikan pil" tambah Liu Feng mencoba membuat ayahnya senang.
Dengan pencapaian seperti ini, Liu Feng merasa tidak percuma dengan kerja kerasnya di Ibukota Xi'an. Hal seperti ini bisa dianggap pencapaian besar bagi ayah dan ibunya, oleh karenanya Liu Feng sedikit menunjukkan rahasia keterampilan yang dimilikinya agar keluarganya tidak kaget di kemudian hari.
"Apa? Sungguh bakat ibumu menurun pada mu" Liu Haikuan tersenyum cerah.
Bakat alkemis sangat dihormati di Kota Shaanxi, bahkan banyak petinggi dari wilayah tertentu yang merekrut alkemis warga Kota untuk diposisikan seperti emas permata dan memiliki hak yang istimewa. Yun Xhuan juga seorang alkemis bintang dua, hanya saja bakatnya tertahan saat ia berada di Kota Xi'an dan lebih mengutamakan bisnis keluarga Liu.
Hanya saja, keluarga Liu yang seharusnya bisa berada di jajaran atas keluarga besar di Kota Xi'an, harus menelan pil pahit akibat persengkongkolan beberapa keluarga besar lainnya yang ingin melahap aset keluarga Liu, terutama setelah keluarga Liu menemukan bukit tambang batu mineral berharga.
"Ayah, kebetulan besok adalah hari pembukaan makam spiritual dewa keabadian. Jika diizinkan besok aku akan memasukinya untuk mencari keberuntungan" ucap Liu Feng sambil meminta izin.
Liu Haikuan tampak terdiam, baru saja sehari bertemu dengan putranya namun besok harus pergi kembali mencari warisan kultivator.
"Ayah tidak akan mencegah mu. Hanya saja berhati-hatilah karena tempat tersebut banyak dihuni oleh binatang iblis yang pastinya akan tertarik juga dengan pembukaan makam kultivator pendekar abadi itu" jawab Liu Haikuan menjelaskan situasinya.
"Terimakasih ayah, aku pasti akan berhati-hati" ucap Liu Feng dengan perasaan gembira.
"Aku juga akan mengumpulkan tanaman herbal langka untuk memurnikan pil, terutama membuat pil Pembukaan Meridian" sambung Liu Feng.
"Apakah ada hal seperti itu?" tanya Liu Haikuan dengan bingung.
Meskipun ia berasal dari keturunan langsung keluarga Liu, ia tidak memiliki bakat menjadi seorang kultivator. Hal ini juga yang ia sayangkan karena tidak mampu menjaga keluarga Liu dari serangan beberapa orang keluarga besar lainnya. Keluarga Liu hanya berfokus membangun bisnis dengan mengabaikan kekuatan, sehingga pada akhirnya kekayaan yang mereka kumpulkan pun hanya menjadi rampasan para anggota keluarga lainnya.
"Ya, tentu saja ada" jawab Liu Feng sambil tersenyum ringan.
Warisan ilmu alkemis dan juga pengetahuan formasi yang dimilikinya adalah keahlian tingkat tinggi yang ia dapatkan dari Fang Yuan. Gurunya tersebut memiliki rahasia yang sangat dalam, sehingga Liu Feng perlu melakukan perjalanan untuk mengetahui betapa luasnya dunia dan tingginya langit.
Memasuki warisan dari kultivator keabadian mungkin tidak terlalu berpengaruh baginya, namun Liu Feng jelas ingin memiliki alasan yang kuat kepada keluarganya tentang keahlian yang ia miliki saat ini. Ia sudah berjanji untuk menutupi identitas gurunya, jadi ia harus memikirkan cara lain untuk menutupi keahliannya yang sudah berada di atas rata-rata pemuda seusianya itu.
Setelah berbincang dan mengetahui situasi keluarganya, Liu Feng segera beristirahat di dalam kamarnya. Meski tidak senyaman di penginapan namun kali ini Liu Feng merasakan kebahagiaan batin yang terpancar kuat di dalam hatinya.
"Perjalanan ku baru saja dimulai, entah apa yang terjadi selanjutnya aku harus melakukan beberapa hal untuk membangun kepercayaan diri" gumam Liu Feng sambil memiringkan tubuhnya, ada rasa kantuk yang ia rasakan.
Keesokan paginya, ia dibangunkan oleh ibunya untuk segera sarapan. Yun Xhuan sudah mendapatkan informasi dari suaminya jika Liu Feng akan pergi mencari peruntungan di Gunung Huo Shan. Sebagai bagian dari keluarga Yun, ia juga mengetahui tentang situasinya. Namun ia tidak menduga jika putranya sendiri memiliki kualifikasi untuk bergabung dengan kultivator lainnya.
"Berhati-hati lah, jika menemui kesulitan maka hubungi keluarga Yun dan katakan jika kamu adalah anak ibu" ucap Yun Xhuan dengan hangat pada putranya tersebut.
"Terimakasih Ibu..." jawab Liu Feng merasa diperhatikan.
"Sebaiknya kau berangkat sekarang, lebih pagi maka akan semakin baik. Kabut pegunungan pun tidak akan menghambat.." ucap Yun Xhuan sesaat Liu Feng selesai sarapan.
"Baiklah Bu, tolong sampaikan kepada ayah jika aku berangkat sekarang" ucap Liu Feng yang mengetahui jika ayahnya sudah berangkat lebih awal untuk bertransaksi membeli herbal di asosiasi pemburu.
"Ya tentu saja" jawab ibunya sambil mengangguk pelan.
Setelah dirasa siap, Liu Feng pun pamit meninggalkan kediaman orang tuanya dan menyaksikan Liu Yifei masih tertidur pulas. Adik kecilnya itu membuat warna baru di hati Liu Feng, entah sudah berapa lama ia tidak merasakan kebahagiaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Cahaya Sidrap
👍👍👍👍
2025-02-16
0
Sang M
gak penting👊
2024-10-25
0
Mamat Stone
cakep
2024-07-30
2