Putri Tuan Kota Xie Shuang

Ketika hari sudah sore, Liu Feng memutuskan untuk beranjak pergi meninggalkan rumah makan. Ia berjalan dengan santai dan bersiap untuk kembali ke kediaman keluarga Fang sebagai tempat tinggal barunya. Tepat pada saat ini, Liu Feng mendengar seseorang berteriak dari arah belakangnya. Liu Feng menoleh dan mendapati seorang wanita berkuda bergerak dengan kecepatan tinggi hendak menabraknya. Sepertinya kuda yang dinaiki oleh wanita tersebut hilang kendali karena sesuatu hal.

Dengan cepat Liu Feng segera melompat ke udara untuk menghindari tabrakan tersebut, sesaat berikutnya ia juga segera berada di atas kuda tersebut untuk membantu wanita tersebut menghentikan kudanya. Beruntung Liu Feng adalah orang yang cakap, sehingga tidak perlu waktu lama baginya untuk menaklukan kuda tersebut dan berhenti tidak jauh dari tempat semula Liu Feng berada.

Wanita muda itu menghela napas dalam-dalam, wajah paniknya berubah dengan ekspresi rasa bersyukur karena tidak terjadi sesuatu yang merugikan orang lain. Namun detik berikutnya wajahnya tampak memerah karena baru menyadari jika seorang lelaki telah duduk di kuda yang sama dengan dirinya.

“Tuan, bisakah anda turun?” ucap wanita muda itu dengan perasaan rumit.

Sebagai seorang wanita, ini adalah pertama kalinya ada seorang pria yang duduk begitu dekat dengan dirinya bahkan dalam satu kuda yang sama.

“Ya, tentu” jawab Liu Feng tanpa ragu, setelahnya ia langsung melompat dan mendaratkan tubuhnya di atas tanah.

“Nona, bagaimana kondisimu?” tanya Liu Feng dengan tenang.

“Aku baik-baik saja, terimakasih atas pertolonganmu tuan” jawab wanita tersebut sambil menoleh ke arah Liu Feng.

“Baguslah jika demikian, lain kali lebih berhati-hatilah” Liu Feng memberi saran sebelum membalikkan tubuhnya.

Wanita muda itu mengernyit, ia baru pertama kali melihat seorang pria yang bersikap datar padanya. Sebagai seorang putri Tuan Kota, Xie Shuang terkenal dengan kecantikan dan keanggunannya. Namun di depan pria tersebut seolah pesonanya yang selalu ia banggakan tiada artinya lagi.

“Siapa pria itu?” gumam Xie Shuang dengan rasa penasaran.

Tidak lama kemudian seorang lelaki muda tiba di depan Xie Shuang dengan wajah panik. Di belakangnya juga beberapa orang dengan pakaian khusus tampak mengikuti dengan sikap yang tidak jauh berbeda. Mereka adalah adik kandung Xie Shuang dan juga beberapa pengawal pribadinya.

“Kak, apakah kamu baik-baik saja?” tanya lelaki muda tersebut dengan cemas.

“Aku baik-baik saja, maaf membuat kalian khawatir” ucap Xie Shuang dengan perasaan bersalah.

Sebelumnya karena penasaran ingin menaiki kuda, ia mencoba sendiri tanpa didampingi oleh pengawal maupun anggota keluarga lainnya. Sebagai wanita biasa yang tidak mengerti berkultivasi ia sangat penasaran bagaimana rasanya menjadi seorang kultivator yang bisa berbuat apa saja. Terutama pada saat ini, kondisi Kota Xi’an yang diambang pertempuran membuatnya merasa bersalah karena tidak dapat membantu Klan Xie dalam memerangi orang-orang dari kerajaan Ma dan juga kerajaan Lin.

Sementara itu Liu Feng yang terus berjalan dan mempercepat langkahnya itu tidak menghiraukan tentang apa yang terjadi di belakangnya, setelah memastikan jika wanita tersebut baik-baik saja maka tidak ada lagi urusan yang perlu ia perpanjang. Justru aka nada masalah rumit jika ia terlambat pulang untuk bertemu dengan istrinya yang seperti harimau betina.

Tiba di depan gerbang kediaman keluarga Fang, Liu Feng memasuki kediaman tersebut tanpa mendapatkan pertanyaan dari penjaga keluarga. Mereka yang sudah mengenal Liu Feng sebagai suami dari Fang Yin justru menyapa Liu Feng dengan bahasa yang ramah.

Liu Feng pun segera tiba di kediaman istrinya, sebuah rumah yang sangat bersih dan nyaman untuk ditinggali.

“Aku pulang..” ucap Liu Feng dengan santai sesaat memasuki kamar Fang Yin yang juga menjadi kamarnya itu.

Fang Yin mengernyitkan keningnya, ia tidak menyangka jika seseorang yang sudah menjadi suaminya itu bisa dengan leluasa memasuki kamarnya dan terlihat baru saja kembali setelah pergi tanpa pamit.

“Kamu habis dari mana? Apakah kerjamu hanya bermalas-malasan saja selama seharian?” Fang Yin menghujani Liu Feng dengan rangkaian pertanyaan yang menyudutkan.

“Aku tidak mau mengganggu latihanmu sebelumnya, jadi aku memutuskan untuk jalan-jalan ke pusat Kota untuk mencari tahu tentang perkembangan Kota Xi’an belakangan ini” jawab Liu Feng dengan berterus terang.

“Banyak alasan, jangan karena sudah menjadi bagian dari keluarga Fang lalu kamu malah menjadi tidak tahu diri dan menyebabkan sesuatu yang buruk di luar sana” ucap Fang Yin dengan nada menghina.

Liu Feng tercengang, meskipun ia adalah seorang menantu yang menumpang namun bukan berarti istrinya bisa memperlakukan dirinya semaunya. Selain itu memang benar jika hubungan keduanya terikat karena perjodohan yang sudah ditentukan oleh gurunya yang merupakan leluhur keluarga Fang. Akan tetapi, melihat situasinya yang seperti ini bukan berarti ia tidak bisa menentukan sikap untuk membela diri. Selain itu dengan apa yang dimiliki oleh dirinya saat ini, tak perlu lagi bagi dirinya untuk menahan penghinaan atau pandangan meremehkan dari orang lain.

“Apakah tidak ada hal lain bagimu selain merendahkan orang lain? Meski kamu memiliki kemampuan, namun di dunia yang begitu luas ini masih banyak sekali orang yang memiliki keterampilan tinggi namun lebih memilih diam untuk tidak menonjolkan dirinya” ucap Liu Feng yang sebenarnya merujuk pada dirinya sendiri.

“Huh.. Jika kamu berpikir seperti itu maka anggap saja aku adalah orang kuat yang sombong” Fang Yin mencibir, tatapannya penuh penghinaan pada lelaki yang sudah menjadi suaminya tersebut.

“Aku suamimu, memberikan nasehat yang baik untuk dirimu. Sebaiknya kamu tidak berpikir demikian karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan membutuhkan bantuan orang lain” ucap Liu Feng dengan nada mengalah.

“Kamu tidak memiliki kualifikasi yang cukup untuk memberikan nasehat padaku” ujar Fang Yin dengan sombong.

“Hmmm.. Baiklah.. Apakah di dunia ini wanita yang cantik selalu menjadi sombong?” ucap Liu Feng sambil melangkah pergi meninggalkan kamar istrinya.

Lagipula, ucapan Fang Yin itu tidak terlalu dimasukkan ke dalam hati Liu Feng. Dengan sedikit pertengkaran kecil ini saja ia bisa melakukan hal lainnya tanpa harus mencari alasan lagi untuk meninggalkan keluarga Fang. Kali ini, Liu Feng sebenarnya ingin mendaftarkan diri menjadi relawan Kota Xi’an. Namun dengan keberadaan Fang Yin yang sudah mendaftar duluan membuat Liu Feng merasa tidak nyaman, walau bagaimanapun ia tidak ingin identitasnya diketahui lebih awal.

Liu Feng masih belum banyak mengenal tokoh dan keadaan Kota Xi’an secara menyeluruh, jadi ia perlu berpetualang dan juga di sisi lain ia tetap harus menjadi suami yang menumpang di rumah keluarga gurunya tersebut. Menurut rencananya ia akan menuju Kota Shaanxi untuk mengunjungi kedua orang tuanya sekaligus mendaftar sebagai relawan dari Kota tersebut. Dengan demikian, Liu Feng merasa bisa menjalankan dua atau tiga fungsi sekaligus. Namun hal yang sangat ia utamakan kali ini adalah bertemu dengan keluarganya yang sudah lima tahun terpisah itu.

Pada akhirnya, sebelum dirinya meninggalkan kediaman keluarga Fang ia memilih untuk bertemu dengan ayah mertuanya dan menyampaikan pesan jika dirinya akan pergi ke rumah lamanya untuk melakukan beberapa hal. Liu Feng juga tidak mengungkit perselisihannya dengan Fang Yin dan menjelaskan jika keduanya berada dalam situasi yang normal.

Setelah meninggalkan kediaman keluarga Fang, Liu Feng memilih pergi ke Kota Shaanxi dengan menyewa kereta kuda. Ia ingin memiliki penampilan yang cukup baik saat ia kembali bertemu dengan kedua orang tuanya nanti, Liu Feng tidak ingin membuat kesan yang buruk di depan orang tuanya nanti. Apalagi ia juga sudah berencana untuk menyusun Klan Liu lagi dan berharap aka nada perubahan ke depannya dengan mengandalkan kekuatannya sendiri.

Jarak antara Ibukota Xi’an dengan Kota Shaanxi tidak terlalu jauh, hanya tiga jam dengan menggunakan kereta kuda. Dengan berbekal sedikit informasi keberadaan keluarganya itu, Liu Feng merasa bahagia akhirnya bisa hidup normal seperti kebanyakan orang lain. Ia sudah terlalu lama mengabaikan kehidupan pribadinya, dengan ambisinya mengejar Shiao Ling sebelumnya ia berharap akan berhasil namun malah sebaliknya keadaan menjadi semakin kacau.

Terpopuler

Comments

Xiao Shuxiang

Xiao Shuxiang

KLO KARAKTER LIU FENG DI BUAT SEPERTI LAKI2 YG GA ADA HARGA DIRI SPRTI ITU, GUA YAKIN DAN BERANI PASTIKAN NOVEL INI AKAN DI TINGGALKAN PEMBACA NYA... BIARPUN FANG YIN KETURUNAN GURUNYA, TAPI SEBAGAI LAKI2 YA HARGA DIRI TTP LAH NOMOR 1, APA LAGI INI DI DUNIA KULTIVATOR,.

2024-06-02

15

Anonymous

Anonymous

udah kuat punya duit,gayanya sok kalem tapi malah kelihatan bodoh...yg wajar aj lah karakter MC dibuatnya ,kalau ky gini malah kelihatan bodoh si MC

2025-01-05

0

tiga benua

tiga benua

waah lama sekali d warung makannya..dtg pagi keluar sore...!!!

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ucapan Pengemis Tua
3 Dunia Kehampaan
4 Kultivasi Aura Mendalam
5 Masa Lalu Liu Feng
6 Tetangga Yang Baik Hati
7 Memberi Pelajaran
8 Kecemasan Tuan Kota
9 Keluarga Fang
10 Reaksi Fang Yin
11 Hadiah Dari Liu Feng
12 Masih Memaafkan
13 Malam Pertama (21++)
14 Mendaftar Menjadi Relawan
15 Putri Tuan Kota Xie Shuang
16 Tiba Di Kota Shaanxi
17 Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18 Bertemu Keluarga
19 Permintaan Liu Feng
20 Pangeran Ma Shihao
21 Membunuh Pangeran Ma Shihao
22 Menyamarkan Identitas
23 Sesuatu Yang Terlewat
24 Akar Roh Kayu
25 Memecahkan Formasi
26 Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27 Pedang Kelas Surgawi
28 Kebodohan Liu Feng
29 Membentuk Dantian
30 Jurus Tebasan Iblis
31 Menghancurkan Formasi Perlindungan
32 Keluar Dari Makam Kuno
33 Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34 Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35 Mendapatkan Sikap Hormat
36 Kembali Pulang
37 Membayar Hutang
38 Mengunjungi Feng Xiaoya
39 Masalah Datang Lagi
40 Mengobati Nyonya Feng
41 Kemarahan Klan Lei
42 Keterkejutan
43 Kondisi Fang Yin
44 Mengundang Kematian
45 Sikap Bodoh
46 Menyelamatkan Feng Xiaoya
47 Kecemasan Keluarga Yun
48 Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49 Semangat Bertarung Xie Shuang
50 Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51 Kemarahan Raja Ma Kun
52 Menyerap Inti Hewan Spiritual
53 Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54 Pilihan Sulit Fang Yin
55 Kecemasan Liu Feng
56 Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57 Serangan Pembuka
58 Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59 Kartu Truf Raja Ma Kun
60 Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61 Teknik Formasi Jaring Kematian
62 Mendominasi Pertarungan
63 Penyesalan Fang Yin
64 Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65 Wanita Yang Menggemaskan
66 Tingkah Aneh Xie Shuang
67 Semalam Di Kota Fuzhou
68 Peran Istri Yang Mendominasi
69 Memulai Pertemuan
70 Kegelisahan Raja Lin Dan
71 Bertemu Adik Ipar
72 Siasat Raja Lin Dan
73 Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74 Keterangan Fang Zitao
75 Perbincangan Di Saat Tenang
76 Ancaman Yang Mengintai
77 Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78 Dimulainya Peperangan
79 Kemunculan Liu Feng
80 Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81 Bertemu Fang Yuan Kembali
82 Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog
2
Ucapan Pengemis Tua
3
Dunia Kehampaan
4
Kultivasi Aura Mendalam
5
Masa Lalu Liu Feng
6
Tetangga Yang Baik Hati
7
Memberi Pelajaran
8
Kecemasan Tuan Kota
9
Keluarga Fang
10
Reaksi Fang Yin
11
Hadiah Dari Liu Feng
12
Masih Memaafkan
13
Malam Pertama (21++)
14
Mendaftar Menjadi Relawan
15
Putri Tuan Kota Xie Shuang
16
Tiba Di Kota Shaanxi
17
Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18
Bertemu Keluarga
19
Permintaan Liu Feng
20
Pangeran Ma Shihao
21
Membunuh Pangeran Ma Shihao
22
Menyamarkan Identitas
23
Sesuatu Yang Terlewat
24
Akar Roh Kayu
25
Memecahkan Formasi
26
Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27
Pedang Kelas Surgawi
28
Kebodohan Liu Feng
29
Membentuk Dantian
30
Jurus Tebasan Iblis
31
Menghancurkan Formasi Perlindungan
32
Keluar Dari Makam Kuno
33
Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34
Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35
Mendapatkan Sikap Hormat
36
Kembali Pulang
37
Membayar Hutang
38
Mengunjungi Feng Xiaoya
39
Masalah Datang Lagi
40
Mengobati Nyonya Feng
41
Kemarahan Klan Lei
42
Keterkejutan
43
Kondisi Fang Yin
44
Mengundang Kematian
45
Sikap Bodoh
46
Menyelamatkan Feng Xiaoya
47
Kecemasan Keluarga Yun
48
Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49
Semangat Bertarung Xie Shuang
50
Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51
Kemarahan Raja Ma Kun
52
Menyerap Inti Hewan Spiritual
53
Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54
Pilihan Sulit Fang Yin
55
Kecemasan Liu Feng
56
Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57
Serangan Pembuka
58
Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59
Kartu Truf Raja Ma Kun
60
Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61
Teknik Formasi Jaring Kematian
62
Mendominasi Pertarungan
63
Penyesalan Fang Yin
64
Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65
Wanita Yang Menggemaskan
66
Tingkah Aneh Xie Shuang
67
Semalam Di Kota Fuzhou
68
Peran Istri Yang Mendominasi
69
Memulai Pertemuan
70
Kegelisahan Raja Lin Dan
71
Bertemu Adik Ipar
72
Siasat Raja Lin Dan
73
Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74
Keterangan Fang Zitao
75
Perbincangan Di Saat Tenang
76
Ancaman Yang Mengintai
77
Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78
Dimulainya Peperangan
79
Kemunculan Liu Feng
80
Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81
Bertemu Fang Yuan Kembali
82
Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!